Muslim Produktif

Hi rekan-rekan semua !,

Pada kesempatan kali ini gue bakal bahas mengenai Menjadi Muslim Produktif.

Yes, ini khusus bagi elo yang Muslim, kalo buat yang Muslimah ya ambil yang positif yang bisa diambil ya.

Ok, ini gue terinspirasi dari bukunya Mohammed Faris dengan judul yang sama yakni Muslim Produktif.

Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang Muslim Produktif.

Nah, apa sih Muslim Produktif ?

Ya, seorang Muslim yang dalam kesehariannya bisa produktif.

Terus produktif tuh apa ?

Yang pasti produktif bukan sibuk, dan sibuk belum tentu produktif.

Mohammed Faris menjelaskan bahwa Produktivitas = Fokus x Energi x Waktu.

Maksudnya apa ?

Maksudnya ialah produktifitas dapat diraih jika kita punya unsur fokus, punya unsur energi dan punya unsur waktu.

Kalo ngga ada salah satu unsurnya, terus apa yang terjadi ?

Nah, kalo elo punya fokus dan waktu, tetapi kekurangan energi maka elo akan merasa sangat lelah dan lesu untuk menangani tugas-tugas.

Dan, kalo elo punya banyak energi & waktu tetapi engga fokus, kosentrasi elo bakal terus menerus terganggu, melompat dari satu tugas ke tugas lain.

Sehingga, tidak bisa menyelesaikan tugas yang sedang dihadapi.

Dan kalo elo punya energi dan fokus, tetapi engga punya waktu maka elo ga bisa produktif.

Jadi, produktifitas ialah tentang pilihan cerdas dengan energi, fokus dan waktu yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang kita punya.

Nah, itulah apa yang dimaksud dengan produktifitas ala Mohammed Faris.

Wah, kalo gue sih bener-bener sepakat banget sama ketiga unsur itu.

Lalu, dijelasin lebih detail lagi sama Mohammed Faris tentang produktifitas.

Ada Produktiftas Spritual, Produktifitas Fisik & Produktifitas sosial.

Sejujurnya, gue juga baru denger sih istilah ini dari buku ini.

Yaudah, kita bahas lebih detail yuk.

Produktifitas Spritual.

Well, ini sebenarnya fondasi yang amat sangat penting, dikarenakan hubungan elo sama tuhan tuh ngaruh banget loh.

Jadi, elo mesti inget bahwa kehadiran elo di dunia ini sebagai wakil allah di muka bumi & hamba Allah.

Nah, jangan sampai salah persepsi, bahwa karena kita percaya bahwa dunia ini fana terus jadi ga maksimal dalam menjalani hidup atau bahkan mengabaikan dunia ini.

Jangan. Mestinya ya terus berusaha maksimal.

Jangan sampai salah kaprah dengan yang penting jadi orang yang bermanfaat aja.

Tapi, jadilah orang yang bermanfaat, sebaik mungkin, semaksimal mungkin dari potensi yang kita punya.

Gaspoll !.

Kita percaya takdir dan yang paling penting ialah kita bener-bener memberikan upaya secara maksimal dari yang kita punya.

Nah, kalo elo ngalamin kesulitan dalam hidup ya bersabarlah.

Itu kan masuk kedalam pahala.

Terus, perbanyak berpuasa karena doa orang yang ketika sedang berpuasa bener-bener mujarab.

Lanjut, Produktifitas Fisik.

Hm, sebelumnya gue mikirnya bahwa tidur ya tidur, eh tau-taunya masuk ke produktifitas juga ya ternyata.

Jadi, produktifitas fisik tuh kaya elo tidur dengan bener, rutin ohlaraga & dapat sinar matahari yang cukup, sama perbanyak membaca & menulis buat ngurangin stres.

Terus, jangan makan habis itu tidur, kosumsi kafein terlalu banyak dan minum kopi di malam hari yang bikin elo susah tidur, & jangan kebanyakan natap layar handphone atau komputer sebelum tidur.

Terus juga, shalat tahajud & baca Al-Quran tuh bener-bener bermanfaat banget buat otak dan hati yang bikin tenang.

Well, ini sebenarnya banyak yang kita tau tapi ya engga di jalani atau engga konsisten.

Ya, mesti kita perbaiki lah ya.

Kemudian, Produktifitas Sosial.

Ini aneh sih, gue juga baru denger tentang hal ini.

Tapi, ini bener-bener penting banget sejak manusia ialah makhluk sosial.

Contohnya, rutin shalat di Masjid , baik kepada tetangga, menerima undangan, menghadiri pemakaman, menjenguk yang sakit, makan bersama rekan-rekan.

Nah itu semua berguna banget untuk memperkuat ikatan kekerabatan kita.

Dan, kalo elo punya kemampuan elo bisa berbagi kepada yang lain.

Cara berbaginya gimana ?

Ya macam-macam dan sesuaikan dengan apa yang elo punya. Kalo elo punya uang ya infaq, kalo punya ilmu bisa ngajar, atau bantu-bantu sebagai relawan.

Nah di fokus sosial ini bener-bener yang harus kita utamakan dari utama yaitu lingkaran terdekat kita, terutama di real life dan yang rekan di social media mah urusan prioritas yang belakangan aja.

Prioritas nya mulai dari keluarga, rekan kerja, rekan sekolah, lingkungan tetangga terus ke skala yang lebih luas yang elo punya deh.

Oke, ini mantep banget sih karena jelasin tentang produktifitas yang menurut gue keren banget.

Kenapa ?

Karena ada unsur akhiratnya disini, kalo buku lain kadang bahas sesi dunia aja, tapi kalo Mohammed Faris bahas juga untuk sisi akhirat.

Kesimpulan dari post kali ini ialah….. kalo elo mau produktifitas ya elo harus punya fokus, energi & waktu.

Dan dilakukan berulang-ulang atas dasar pilihan cerdas dari keputusan yang sudah kita lakukan.

Dan, gue rekomendasi bangetttt buku ini ada di stock rak buku elo.

Kalo elo muslim, wajib sih menurut gue, daripada rugi kan.

Buku ini juga sebagai reminder kita bahwa muslim tuh harus produktif woy.

Thanks & semangat !

360 Degree of Succes

Hm,,,, awal nya gue bingung deh untuk nemuin apa ya judul yang cocok sama post ini.

Jadi gue samain aja sama buku yang ngebahas ini, apa itu ?

360 degree of success.

Post ini sih intinya tentang keseimbangan hidup di dunia ini ya menurut versi Ana Weber.

Ya, dia menulis sesuai pengalamannya dan ini tentang cara berhasil hidup dengan seimbang di dunia.

Jadi, tolong ambil yang positifnya aja ya, sebagai referensi bukan sebagai bahan baku utama alias modal dalam hidup.

Tapi, sebelum gue mulai nulis ini kadang gue bingung ya bahwa banyak sekali, buanyakkk tokoh-tokoh yang gue anggap sebagai guru ialah dari kalangan ras Yahudi.

Kok bisa ?

Ya gue kenalnya dari buku, dimana dia mengenalkan dirinya sebagai sosok dari ras Yahudi.

Bagi gue, karya nya mereka sangat mengensankan.

Beberapa contoh nya aja, buku Man search for meaning karya Viktor Frankl, buku The Intelligent investor karya Benjamin Graham , dan untuk buku ini buku 360 degree of succes karya Ana Weber.

Sebenarnya masih banyak lagi tapi nantinya justru jadi beda topik kan.

Intinya, karya mereka begitu amat sangat berpengaruh dalam hidup gue.

Dari gue buat mereka bahwa gue pengen bilang sangat berterimah kasih karena telah menerbitkan buku yang bener-bener berharga buat gue pribadi.

Ok, langsung ke intinya ya.

Jadi menurut Ana Weber tuh bahwa ada ramuan penting untuk kesuksesan.

Ramuan ini berlaku secara umum dan bila unsur-unsur inilah yang menentukan keseimbangan kesuksesan bagi seseorang.

Kalo ada yang kurang ?

Ya kurang aja gituu.

Lalu apa empat unsur itu ?

Energi, Uang, Relasi, Waktu.

Itulah 4 unsur yang dimaksud.

Hm, kalo gue pribadi sepakat ko dengan ini, kan makanya gue berbagi di post ini.

Oke, kita bahas satu-satu yaa.

Pertama, Energi.

Apa itu ?

Kemampuan untuk melakukan kerja.

Eh itu sih definisi fisika yee.

Hm, jadi intinya ya kaya makan makanan sehat, ohlaraga teratur, berpikir positif, mood yang bagus dan banyak lainnya.

Pokoknya, elo punya energi dan aura elo positif, nah itulah yang dimaksud.

Caranya apa ?

Yaa terserah elo, kan tiap orang beda-beda kan.

Misalnya seperti tidur yang cukup, engga perut buncit, engga obesitas itu ngaruh dalam diri seseorang untuk energi nya.

Kedua, Uang.

Nah ini nih yang segala hal umumnya butuh ini.

Karena uang ini yang juga sangat erat kaitannya dengan relasi & kebahagiaan.

Paham kan ?

Pastilah.

Yang penting dari uang adalah mendapatkannya, mengelolanya, dan mempertahankan nya.

Si Ana Weber ini jelasin bahwa seharusnya uang tuh jadi pelayan kita bukan justru jadi tuan kita.

Dia sih jelasin kalo kita mesti punya pendapatan pasif sehingga elo emang ngerjain pekerjaan elo bukan target nya uang tapi karena emang suka aja ngerjain nya.

Ketiga, Relasi.

Kan manusia makluk sosial jadi ga bisa hidup sendiri.

Menurut Ana Weber ya carilah relasi yang sehat.

Gimana caranya ?

Buat diri elo lebih menarik dan kurangi keinginan untuk menjadi pusat perhatian.

Nah, untuk menciptakan relasi bisa dengan tiga pertanyaan ini .

” Elo asalnya dari mana ?

“Elo kerja nya di bidang apa “

“Emang hobi elo apa “

Nah, formula ini punya alasan seperti elo menandakan ketertarikan kepada orang lain, mengetahui perspektif orang lain, dan mungkin menemukan passion dari mereka.

Wah, formulanya oke banget yaa.

Keempat, Waktu.

Wah inilah bahan yang paling penting.

Tanpa waktu, tak ada yang terjadi.

Waktu kan ga bisa balik lagi dan sayangnya bahwa kita sering nyia-nyiain waktu.

Cara biar ga nyia-nyiain waktu gimana ?

Jjadwalin jadwal elo, dan selalu banyak cara untuk atur ini.

Kalo gue jelasin ya bakal panjang bangett.

Menurut gue aja ya kuncinya adalah kesadaran elo aja.

Udah, cukup.

Kalo udah sadar, mau teknik beda-beda dalam manejemen waktu ya gapapa, kan pasti beda hari beda prioritas.

Nah, energi, uang, relasi, & waktu ialah kunci yang dimaksud Ana Weber.

Ya emang bener-bener mantep deh Ana Weber.

Kalo dari gue sih harapanya buat gue dan elo ga susah-susah.

Cukup, sadar akan energi elo, sadar akan uang elo, sadar akan relasi, & sadar akan waktu elo.

Cukup. Untuk metode selanjutnya ya terserah elo masing-masing dan semangat !

Mencari Makna Hidup

Hi Guys… welcome back to my website !.

Hua…...Ok, lets do it!.

Di post kali ini, gue bakal bahas tentang sesuatu yang amat sangat penting.

Apa itu ?

Makna hidup.

Nah, kalo elo pernah ngerasa kaya gini

Bingung hari ini mau ngapain ya ? “

” Bingung akan masa depan ”

dan kaya hidup merasa hampa ajaa.

Nah, mungkin elo perlu baca post ini buat tambahan referensi elo aja.

Sama sih, gue juga lagi sama-sama belajar juga kok.

Lalu, apa sih makna hidup ?

Simplenya, makna hidup ialah alasan elo kenapa hidup di dunia ini.

Kalo dalam islam ya jelas bahwa alasan elo hidup didunia ini tentu untuk mencari bekal demi bekal untuk akhirat.

Elo diciptakan sebagai pemimpin di dunia ini dan sebagai orang yang beribadah kepada tuhan.

Nah, dalam fase hidup di dunia fana inilah kesempatan buat elo untuk terus mencari bekal agar elo bisa lolos ujian.

Ujian apa ?

Yaujian hidup, agar bisa masuk surga.

Kalo simpelnya dari gue ya jumlah pahala elo lebih besar daripada jumlah dosa elo.

Nah, apa kuncinya agar bisa lolos ?

Keridhaan Tuhan, jadi tiap orang kan beda ya ujian nya masing-masing jadi jangan disamain guys.

Bukan dilihat dari berapa kekayaan, berapa gelar, atau berapa apapun deh, tapi juga dilihat dari kesabaran, iman nya dan lain-lain.

Ya, kalo dari sudut pandang manusia ke manusia umunya sih bulshit, tapi dihadapan Tuhan pasti ada nilainya ko.

Jadi, kalo menurut gue nih ya… hidup simple aja, yang ga boleh dilakuin sama agama ya jangan dijalani.

Kalo yang boleh, ya gaspolll.. Kalo ada yang ragu-ragu, ya tanya sama yang ahlinya, kalo hati elo cendrung ga mau ya galakuin, kalo cenderung mau ya lakuin aja.

Nah, kalo sekarang yang umumnya ga boleh di agama tapi banyak dilakuin contohnya Riba, penambahan.

Emang sebenarnya ada beberapa pendapat hukum terkait Riba, cuman kalo gue ambil yang aman nya aja yaitu haram kan.

Kelar.

Gue benci banget sama sistem ini sih.

Emang sistem ini bikin uang banyak bagi pemilik modal tapi justru sistem inilah yang merusak keuangan & mental bagi masyarakat.

Gue Insinyur yang suka uang tapi untuk riba, engga dah.

Jangan menggadaikan sesuatu yang pasti ( akhirat ) dengan sesuatu yang palsu ( rugi ) dong.

Nah, ini juga ada referensi lain dari buku yang gue baca karya Victor Frankl pada tahun 1946 yaitu ” Man’s Search for Meaning.

Wah ini buku bagus banget sih, salah satu buku terbaik yang gue pernah gue baca.

Bukunya tuh ga tebal amat tapi isinya yang bagus, fokus & mendalam.

Sih Victor Frankl ini, menceritakan tentang kisah dia selama jadi tahanan camp Yahudi di Wina.

Nah, dia ini seorang Yahudi dan bertugas sebagai dokter pada saat masa penahanan.

Dia melihat bahwa tahanan yang akan lebih cepat mati duluan dikarenakan emang udah ga ada tujuan hidup, Hampa intinya.

Bisa jadi sih tahanan nya milih untuk bunuh diri atau malas kerja yang dimana biar dapat hukuman mati dari NAZI.

Fenomena inilah yang didalamin sama Victor Frankl dalam bukunya.

Jadi, yang paling bener-bener bisa bikin hidup orang bener-bener hidup karena orang tersebut punya makna hidup.

Gimana caranya punya makna hidup ?

Cari!, ya carilah .

Nah, kalo elo udah dapat ya bagus lalu gaspoll terus buat memperjuangkan nya.

Kalo belom ?

Nah sih Victor Frankl tuh melhat ada 3 kemungkinan umumnya orang akan menemukan & mendapatkan makna hidupnya.

Pertama, pekerjaan.

Inilah yang banyak menghabiskan waktu hidup seseorang terutama kalangan laki-laki.

Kalo emang elo ngerasa pekerjaan elo itu penting, bermakna ya good.

Tapi, kalo sebaliknya ?

Ga ada kemajuan, elo ngerasa ini gue engga ya, atau elo bahkan ngerasa ini kerjaan ga penting.

Hm, mungkin elo perlu cek lagi.

Kan emang cari kan, mesti begitu dimana tiap orang kan beda-beda ya.

Itu kata Victor Frankl.

Nah, tambahan dari gue ya sebagai orang yang hidup di Indonesia, budaya kita emang beda dengan barat, umumnya masyarakat indonesia lebih mengutamakan keluarga seperti hidup stabil dan aman-aman aja.

Sedangkan budaya barat ? kalo gue lihat sih umumnya mengutamakan impian nya daripada hal lainnya. Jadi, bagi yang umurnya diatas 30an atau udah berkeluarga, terkait ini mesti diperhatiin lagi.

Kedua, keluarga.

Jelas banget bahwa banyak banget orang yang sebenarnya tuh ga suka sama kerjaan atau sama apa yang dia lakuin.

Tapi, karena keluargalah alasan kenapa dia kuat.

Kalo yang ini umumnya orang indonesia menurut gue udah ngerti banget lah ya.

Ada ko yang nurunin mimpi, hilangin cita-cita dan sebagai macam impian individunya karena ga selaras dengan larasnya keluarga.

Ketiga, keberanian menghadapi situasi sulit.

Ya, sulit. Ini sih lebih ketika dalam momen-momen yang paling sulit misal elo patah hati dalam banget, kena cacat dan lain-lain lah.

Pokoknya bener-bener sulit.

Nah, elo bisa nemuin makna hidup terkait kenapa elo tuh harus kuat buat jalanin ini, kenapa elo tuh harus bisa.

Nah, inilah alasan kenapa orang bisa bener-bener hidup ya karena adanya makna hidup.

Gue sih suka banget ya sama buku ini dan rekomendasi buat elo juga punya di rak buku elo, ok banget koo.

Well, thanks ya udah baca di website gue, moga gue bisa nulis rutin & semoga elo bisa mampir lagi buat baca-baca tulisan gue ya.

Tetap sehat & gaspoll jalani harinya di penghujung 2021 ini.

Semangat !

JAYA SAKTI

Bangsaku, Tanahku.

Nan, Jiwaku, Padamu, Negeriku!

Aku selalu percaya pada bangsaku.

Entah apa yang terjadi, Pancasila ialah keyakinanku.

Tekad api ini ialah tekad api yang selalu diteruskan pada setiap jiwa Indonesia.

Yang percaya, Yang Yakin, Yang memperjuangkan nilai-nilai Pancasila.

Hari ini, kita memang merdeka dalam melawan penjajahan asing.

Namun, apakah sudah cukup ?

Apakah hanya ini saja ?

Padahal kita ialah negara yang pertama merdeka setelah perang dunia kedua berakhir.

Bila seperti ini, banyak negara didunia saat ini yang dulunya dijajah juga sudah merdeka kan ?

Maka jawaban untuk semua pertanyaan ini ialah TIDAK CUKUP.

T-I-D-A-K-C-U-K-U-P.

Momen ini apa yang kita lawan ialah ketidakmampuan kita .

Dalam hal ini, kita diserang dari segala penjuru, Ekonomi, Budaya, Teknologi dan segalanya.

Lalu, apa solusi dari semua ini ?

BERDIKARI.

B.ER.D.I.K.A.R.I .

Berdiri diatas kaki sendiri.

Ya, kita harus daulat secara ekonomi minimal.

Karena kesuksesan bangsa ialah akumulasi dari kesuksesan banyak individu.

Bagaimana caranya ?

Jawaban utama nya ialah bahwa kita harus memiliki jiwa “ Entrepeneur “.

Jiwa wirausaha.

Kemudian, segala hal terkait juga pasti akan menyusun seperti kompetensi, jaringan dan lainnya.

Apa yang bisa kita lakukan ?

Mental tumbuh.

Itu saja untuk saat ini yang bisa dilakukan individu.

Aku tidak ingin berkata banyakkkk teori untuk dilingkup Bangsa.

Karena, biarkan aku, kita berjuang untuk membuktikan terlebih dahulu dari apa yang kita yakini.

Hingga, apa yang kita yakini ialah apa yang diyakini oleh Bangsa ini.

Majulah Bangsaku.

MAJUUU!!!.

Tak peduli berapa banyak tembok didepan mata kita, kan kita HANCURKAN!

Karena, bila bukan generasi yang tidak peduli akan Bangsa, siapa yang peduli ?

Bangsa lain kah ?

Apa kita ingin bubar ?

Hilang sudah harga diri kami.

Karena nya, kita harus buktikan seiring waktu hingga teruji.

Dan tentu, masa depan bangsa ialah apa yang kita yang kini.

Karena sudah diputuskan bahwa.

Aku selalu percaya pada bangsaku.

Untuk Jaya Sakti

Tembagapura, 22 Januari 2021

Atas nama

Indonesiaku

Tilik

Tuan-tuan yang terhormat !

Terimah kasih telah berkunjung & selamat datang.

Jika tuan-tuan berharap bahwa website ini adalah tentang selain aku.

Maka, silahkan tuan-tuan untuk tidak melanjutkan untuk membaca.

Hal ini karena, semua tulisan ini adalah tulisan terkait dari sudut pandangku ( subjektif ), jadi pastinya ku telah berbagi rasa terhadap kalian.

Walaupun, aku berusaha untuk seobjektif mungkin, namun tetap saja pasti ada bagian yang subjektif dari sisi ku.

Oleh karena itu, mohon maaf dari aku & bila ada yang benar-benar merugikan dalam tulisan saya ini, silahkan untuk dilanjutkan.

Karena, saya sama seperti tuan-tuan, tidak luput dari kesalahan & salah satu warga negara biasa.

Terimah kasih tuan-tuan !

Mulai!

Katanya, untuk memulai itu adalah sesuatu yang sulit.

Aku sepakat!.

Rasanya memulai sesuatu yang baru akan sangat berbeda.

Ya, tentu saja itu karena kita sedang mencoba untuk keluar dari kebiasaan kita.

Mulai.

Itulah yang sedang kucoba.

Mulai menulis.

Itu tepatnya.

Karenanya, aku selalu kagum kepada orang-orang yang dapat menuliskan apa yang dipikirkan nya dalam bentuk tulisan.

Jujur saja, aku iri dengan para penulis.

Untuk itulah aku menulis.

Mulai.

Itu adalah awal yang akan menceritakan segalanya.

Ya, walaupun belum tahu juga sih akan mau diisi apa.

Tapi, bukankan sesuatu mulai memang kita tidak akan pernah tahu arah yang akan dituju ? dijalani saja.

Serta, ini juga akan menjadi pemenuhan janji pada guruku dimana beliau berpesan untuk para muridnya dapat menulis.

Ya, tepatnya sih jadi buku.

Ya, dijalani saja sudah.

Dan terakhir, sebagai pemulaian dari segala tulisan di website ini.

Cukup sekian dan saatnya Mulai!.

Tembagapura, 21 Juni 2020