Berpesta

Aku suka dengan berpesta.

Rasanya, berpesta itu membuat hidup terasa hidup saja.

Tapi bagiku, berpesta bukan berarti tentang kemenangan, bukan.

Berpesta itu mungkin lebih ke arah merayakan ataupun mensyukuri tentang sesuatu yang terjadi.

Kegagalan pun juga mesti dipestakan.

Itu artinya kita bersyukur terhadap takdir yang telah terjadi.

Jikalau kita berpesta karena kemenangan, kenapa kita tidak berpesta pula karena kegagalan?

Hm, rasanya karena aku udah lama ga nulis lagi, aku tuh pengen nulis lagi deh.

Ya makanya nulis kan wkwk

Weekend Warrior

Rasanya, kalo buat A Day With Warrior or Weekend With Warrior itu lebih ke arah dokumentasi sih.

Tapi aku suka dengan itu, ini real ah, no fake-fake.

Oke, mungkin mulai dari hari ini aja kali ya.

Sabtu, 07 Februari 2026

Sebelumnya aku telah memasang jam wecker manual ku untuk bangun jam 4 pagi.

Selain itu, aku juga telah memasang alarm di HP ku yang mana bisa berjilid-jilid bunyi alarmnya.

Ya, aku mau ikut event road to tri sport series sih.

Iya, renang sejauh 500 meter dan lari sejauh 5 km.

Kalo untuk lari dengan jarak ini, aku sih siap selalu ya.

Namun, dengan renang itu yang aku kurang jago.

Maklum, dulu ga bisa renang, baru bisa itu pas SMA kelas 2 dan itu pun gaya katak.

Setelahnya, ga pernah belajar dan latihan lagi.

Aku pun mendirikan sholat malam dan sholat shubuh dirumah, setelah itu aku langsung ke Ancol.

Waktu perjalanan itu satu jam.

Jadi mungkin sebelum jam 6 aku sampai.

Acara nya sih infonya jam 05.45 pagi ya, tapi ya biasalah ya mungkin ngaret wkwk.

Aku sampai di Jimbaran resto di Ancol itu jam 6 kurang.

Jimbaran Resto Ancol

Aku liat sudah ramai walau belum mulai.

Mungkin ada sekitar 50an orang yang terdiri dari anak-anak, dewasa dan usia master alias 40 tahun ke atas.

Tentu, aku melihat sesuatu yang luar biasa.

Banyak anak-anak yang dianter orang tua nya untuk ikut kegiatan ini.

Triathlon ya, luar biasa.

Jika dipikir-pikir dengan kehidupan ku, hal ini tak pernah terjadi di keluarga ku.

Iya, aku belajar semuanya mungkin sendiri, kemudian dari buku, dan selanjutnya dari para guruku.

Pastinya, kondisi tiap keluarga yang berbeda beda.

Namun, dengan melihat anak kecil yang begitu banyak yang diantar oleh orang tua nya, itu sesuatu yang luar biasa bagiku.

Entah ingin jadi atlet atau hanya sekedar ikut ohlaraga biasa saja, aku tak tahu, aku tak berbicara dengan mereka, aku hanya mengamati saja.

Mungkin banyak dari mereka yang menurunkan mimpi nya pada anak-anak nya.

Setidaknya, kalimat itu aku banyak mendengar dari teman-temanku.

Tentang itu, aku tak ingin berkomentar di tulisan ini.

Tentu, aku datang pun langsung registrasi dan siap-siap.

Lima menit setelah aku registrasi & langsung pemanasan dan bersiap untuk berenang.

Iya, berenang di open water, tentu aku sudah bawa kacamata renang, kemudian penutup kepala.

Iya, aku pikir itu aja yang ku punya saat ini.

Sejujurnya, aku mulai ragu apakah aku mau ikut event ini di pekan depan atau tidak.

Memang sih aku dapat harga diskon sangat murah tapi tetap saja An event is still an event.

Terlebih ini, open water dan jarak nya 1 KM buat event nya.

Tapi ku pikir aku renang dahulu saja.

Renang dimulai dengan kategori open dimana usia lebih dari 17 tahun keatas berenang terlebih dahulu, kemudian nanti dilanjutkan dengan usia dibawah 17 tahun.

Untuk yang kategori open itu lebih jauh saja dimana ada 2 check point.

Kalo yang usia yang dibawah 17 tahun cuman satu check point.

Aku pun memasuki pantai dan mulai berenang.

Benar saja, aku ga pernah latihan lagi dan ya gampang cape.

Udah ga ada buoy lagi.

Buoy itu kaya pelampung buat berenang terutama di perairan terbuka.

Aku belum punya dan ternyata di pantai info nya buoy boleh dipakai untuk beginner.

Aku pun berenang, meminum air laut yang begitu asin dan mengambang untuk istirahat sejenak.

Ini berulang kali terjadi hingga selesai dan memasuki garis pantai.

Aku pikir aku belum ada 500 meter karena ya begitulah belok ga karuan renang nya wkwk.

Aku pun juga ga pakai jam.

Iya, aku ga pakai jam juga saat lari, alasan nya ya pengen menikmati saja momen nya.

Itu untuk saat ini sih, mungkin kedepan berubah ga tahu kan :).

Setelah renang ternyata ga langsung lari, alias bisa istirahat dulu sekitar 5 menit mungkin ya.

Pastinya aku pun minum air putih dan juga ada kopi yang kubawa di Tumblr ku.

Setelah nya dari panitia mengajak keliling dulu untuk informasi terkait race di pekan depan dimana area transisi nya dan semacamnya.

Setelah nya, kita pun lari.

Dipikiran ku ini bocil bocil lari nya kenceng bangett, sedih kali aku ya wkwk.

Tapi bagiku sebagai pelari yang hanya mencapai garis finish, jarak 5 km bukan lah sesuatu yang sulit.

Walau cape banget sih, asli.

Kadang ku juga berpikir, ngapain ya gue cape begini, tapi kalo engga ya gue juga bosen nanti hidup wkwk.

Tapi nanti juga kalo dah kelar, daftar event lain lagi.

Ya begitulah manusia hehe.

Setelah selesai, ada sharing terkait event pekan depan dari race director, Federasi Triathlon Jakarta, sama dari Garmin.

Sejujurnya gue tuh mau nyerah ey untuk ikut event nanti, cuma kadang gue berpikir di otak gue, gue itu warrior, seorang pejuang.

Malu juga sih kalo nyerah wkwk.

Ya itu dih dipikiran ya.

Terus penjelasan dari race director itu baik banget.

Yang penting pertama adalah safety.

Iya, jadi lebih tenang aja sih.

Setelah nya aku tuh pulang dan menuju ke arah Taman Mini Indonesia Indah.

Iya, aku mau ambil racepack di The Amboja dekat dengan TMII.

Ini buat acara lari Enervon C yang besok pagi diadakan.

Sejujurnya aku tuh awalnya ragu mau ikut atau engga.

Cuman karena murah sekali dan mendapatkan goodie bag yang banyak sekali jadi nya ku ikut.

Terlebih ini di Taman Mini yang dekat dengan rumah ku dan bisa berlari bersama teman -teman dari Taman Mini Running Club.

Yaudah deh, daftar.

Kembali dari Ancol, aku berangkat dari Ancol itu jam setengah sembilan lewat dan sampai di The Amboja itu jam 10 pagi.

Pas sih, karena baru mulai bisa diambil racepack di jam 10 pagi.

Ambil racepack dulu gan 🙂

Setelah mengambil, aku langsung pulang kerumah.

Sebelum pulang kerumah, beli rujak dulu.

Ini udah lebih dari 17 tahun aku langganan.

Dan orang nya juga masih sama.

Jangan salah, di dekat rumah ku itu langganan rata-rata diatas 10 tahun, banyak juga yang udah lebih 20 tahun aku langganan.

Ya mulai dari ku masih kecil.

Ga tahu kenapa ya, kalo di daerah pinggiran kaya Ciracas, usaha itu awet awet.

Kalo daerah kota kaya Sudirman, atau pun jalan Margonda, cepat banget itu ganti toko nya, belum setahun udah ganti toko kan.

Banyaklah faktornya pasti.

Dan saat mau pulang kerumah, hujan dikit.

Aku pun makan rujak yang cukup pedas itu.

Ya sensai makan pedas itu emang enak sih.

Walau aku udah ga kuat makan pedas banget.

Benar sekali, setelah makan, kurang dari sejam aku udah 5x bolak balik ke WC.

Setelah itu aku tanya chatgpt.

Dan dikasih saran untuk minum oralit ataupun beli obat diare.

Aku pun beli oralit & obat diare.

Aku minum oralit dulu, dan ya, belum lama langsung ke toilet lagi.

Setelah nya hingga malam sudah tidak sakit perut lagi.

Luar biasa ya obat nya.

Dan setelah Zuhur, asli cape banget dan akhirnya tidur siang.

Aku pun bangun dan langsung bersih-bersih rumah dan mandi.

Setelahnya, aku cari makan dulu dan ini makan nya, makan ketoprak wkwk.

Makan dulu gan hehe

Dan, aku melanjutkan buka laptop untuk berbagai hal, bales email, juga ada pekerjaan, ngerjain start up, nulis buku dan macam-macam deh.

Setelah nya, Maghrib pun tiba dan mulai Maghrib aku udah mencari tahu tentang apakah aku ikut event pekan depan ga ya.

Aku ikut event di hari Sabtu yakni Aquatlon & di hari Minggu yakni Duathlon.

Persiapan sih minim ya, tapi aku masih ada waktu buat persiapan.

Aku pelajarin guide book nya dari jamnya, lokasinya, dan detail nya.

Sejujurnya aku selama ini belum pernah ikut event Aquatlon ataupun duathlon apalagi Triathlon.

Pernah nya ikut latihan gabungan dan itu ga ada Cut Off Time nya

Terus kenapa ga ikut event ?

Pertama, karena mahal dan sayang uang aja sekarang mah, terus sama fisik ku dan kompetensi ku juga masih kurang, perlu banyak latihan.

Tapi yaudah, aku terima itu semua dan berusaha untuk lebih baik lagi.

Terkadang kalo aku udah kerja & nulis itu, ohlaraga udah males aja rasanya.

Padahal ga boleh sih, mesti berimbang.

Aku pun juga mencari buoy di toko online tapi baru ditambahkan di keranjang aja, belum dibeli:).

Terus malam nonton futsal Indonesia vs Iran, kalah ternyata, tapi yaudah lah.

Cuman seru sih, kapan ya timnas bola bisa main bagus kaya futsal ?

Entahlah.

Ku pikir itu dulu kali ya, mau main HP lagi dan nanti pagi mesti bersiap untuk berpesta lagi

Minggu, 08 Februari 2026

Alarm HP ku berbunyi, aku mulai membuka mata dan kulihat jam di handphone masih menunjukan jam 3 pagi.

Aku lepas HP itu, aku matikan, dan tanpa terasa aku tertidur lagi.

Ku dengar bunyi alarm lagi, dan jam menunjukan jam 4 pagi.

Tentu, itu dari bunyi alarm HP lagi.

Bunyi yang ku setel secara berjilid-jilid.

Perlahan tapi pasti, aku mulai menggerakkan badan ku dan mulai beranjak dari kasur menuju kamar mandi.

Aku pun mandi dan bersiap menjalani hari.

Aku pergi ke musholla yang jarak nya tak kurang satu menit dari rumah ku dengan jalan kaki.

Setelah sholat, aku langsung pakai baju lari yang berlogo Enervon C itu, kemudian makan ayam yang sudah ku beli kemarin malam dan ku panaskan dengan Microwave.

Sejujurnya, aku suka sekali dengan Microwave, dulu aku ga pernah punya, tapi dulu juga pas aku kerja di tambang di Papua itu, Microwave inilah yang sering kali menemaniku untuk memanaskan makanan.

Alhasil, dirumah pun aku beli Microwave.

Dengan Microwave, tentang makanan jadi lebih mudah dan cepat.

Aku selalu ingat kalimat dari Ahmad Rifa’i Rifaan bahwa.

Harta yang kita punya mestinya kita maksimalkan untuk ibadah di dunia ini, untuk membantu hidup kita lebih mudah agar dapat memberikan impact yang besar untuk dunia & akhirat.

Setelah selesai urusan dirumah, aku pun menuju ke area Taman Mini Indonesia Indah yang jaraknya mungkin tak sampai 20 menit dari rumah ku, tapi kurasa karena aku orang daerah sini jadi berasa cepat banget sih.

Entah kenapa bisa gitu, mungkin karena kita sudah sering lalui.

Namun, hujan mulai turun.

Alhasil, aku cek jok dimotor ku yang biasa ada jas hujan, tapi entah kenapa tak ada.

Iya, mungkin aku lupa karena sudah mengeluarkan sebelumnya.

Aku pun menepi di samping jalan yang dimana ada rumah ataupun toko yang memiliki pencahayaan yang terang.

Sejujurnya, aku suka sekali dengan cahaya terang.

Aku pikir kita harus berterimakasih kepada para rumah yang memiliki lampu yang terang di sisi jalan.

Entah kenapa aku suka saja, lebih terasa aman saja.

Walau jam masih di jam 5an tapi entah kenapa bulan-bulan ini, matahari seperti agak telat muncul di pagi hari.

Ngomong-ngomong masalah lampu di tepi jalan yang memiliki cahaya terang.

Tentu, sudah lebih dari 5 tahun bahwa lampu di halaman ku yang menuju jalan itu memiliki cahaya yang sangat terang.

Mungkin paling terang di wilayah kelurahan ku.

Kenapa ?

Karena 7 lampu yang memiliki cahaya sangat terang ku gabungkan jadi satu.

Sisi negatif nya yang jadi listrik agak boros, sisi positifnya itu sangat bermanfaat untuk di area rumah ku karena jalan pun langsung jadi terang.

Selain itu, untuk ku pun juga kadang aku mengerjakan seperti kerja, nulis pun dibawah cahaya terang itu.

Ya, aku benci kegelapan.

Walau selama setahun lebih aku berada di bawah tanah, bukan berarti aku suka dengan kegelapan.

Bagiku, kegelapan hanyalah jalan untuk mencapai cahaya terang.

Disaat meneduh, aku lihat grup lari ku pada meneduh juga karena hujan.

Kemudian, hujan pun mulai reda dan perlahan aku menuju area TMII.

Setibanya disana, aku menuju pintu masuk dan sangat terlihat antrian menuju pintu masuk yang ramai sekali.

Mungkin 10 menit aku habiskan di area ini.

Setelah nya aku menuju parkiran.

Memang, pada saat aku keluar dari area parkir, lari sudah dimulai dan kami pun menunggu karena ditahan Marshal saat ingin menyebrang jalan.

Ada satu kalimat dari Marshal yang menyuruh kita langsung gabung dengan yang sudah lari.

Aku jawab, ” Ngapain sih “ .

Aku ingin berpesta, jadi ga perlu begituan.

Ya kan saat itu ya.

Kemudian, aku menuju rute garis start dan perlahan aku ikut bareng pelari yang jaraknya 3 Km.

Iya, ada dua kategori yakni 5 Km & 3 Km, start nya berbeda.

Perlahan aku lari dengan pace mungkin di Pace 8 atau 7 akhir dan melihat rombongan pelari 5 km.

Aku terus maju dan melihat beberapa teman kerja ku yang ikut event ini juga dan menyapa nya.

Hujan pun datang.

Tapi karena aku lihat para pelari masih lari jadi aku putuskan untuk lari.

Ku pikir juga sudah lama aku tak berlari dalam kondisi hujan.

Aku terus lari tanpa jalan kaki sejauh lebih dari 5 km.

Dan akhirnya aku sampai, dan mendapatkan mendali dan goodie bag nya.

Aku pun bercengkerama dengan teman-teman dari Taman Mini Running Club dan juga teman-teman dari kantor ku.

Tentu, kami pun ambil foto.

Dengan teman-teman Taman Mini Running Club

Setelah nya, aku pulang di jam delapan kurang sambil membeli nasi uduk untuk dimakan di rumah.

Setelah sampai dirumah, makan dan beberes dan entah kenapa aku tertidur.

Rasanya cape sekali, mungkin karena hujan dan aku terbangun di jam sebelas siang.

Aku pun bergegas untuk pergi ke acara Barakah Festival 2026.

Iya, acara ini digagas oleh Barakah Communication.

Sebelumnya, aku mendapat informasi invitation dari asrama ku dulu saat kuliah S1 untuk bisa hadir di acara ini.

Acaranya sih tiga hari dari Jumat sampai Minggu ini.

Namun, aku datang di acara yang Minggu siang jam 1 siang saja.

Kenapa ?

Karena ada waktu nya jam segitu, dan aku juga suka dengan tema nya.

Iya tema tentang Book Talk yang berjudul The Barakah Effect karya Muhammad Faris.

Buku The Barakah Effect karya Muhammad Faris.

Bagiku, buku karya Muhammad Faris yang berjudul Muslim Produktif begitu fenomenal.

Buku itu termasuk salah satu dari 10 buku yang terbaik menurutku.

Bahkan, di buku Terimakasih Jilid 1 & 2 pun, aku masukkan ucapan terimakasih ku pada buku Muslim Produktif di Jilid 1 & Muhammad Faris di jilid 2.

Aku pun sampai di acara, jam setengah satu siang, acaranya di Jakarta Selatan tepatnya di The Hallf Patiunus.

Karena aku tamu invitation jadi aku mendapat produk Kahf gratis saat registrasi.

Tentu, aku ga tau kalo dapat gituan.

Setelah nya, aku Zuhur dan main HP di bangku sambil meminum kopi.

Ngomong – ngomong dengan kopi, di tulisan sebelum-sebelumnya aku bilang aku berhenti minum kopi.

Tapi sekarang minum kopi.

Bisa dibilang hubungan ku dengan kopi itu love-hate relationship.

Tapi dibandingkan dengan dulu sudah berbeda.

Dulu aku kecanduan dari kopi, kemudian aku mengalami masa caffeine withdrawal alias ga ngopi dan rasanya kepala sakit sekali.

Ini terjadi sekitar 3-4 hari.

Setelah 2 minggu tidak ngopi, kini aku ngopi lagi dengan batas kafein yang lebih sedikit dan terkontrol.

Sehingga, aku tidak candu lagi.

Jikalau kau tidak minum kopi dalam satu hari & kepalamu sakit, itu termasuk tanda kau sudah kecanduan dengan kopi.

Iya, aku minum kopi lagi tapi aku sudah merdeka, jadi ngopi sifatnya ngebantu bukanlah keharusan.

Kemudian acara pun tiba, dan pembicara nya itu dari Razi yang mana mungkin dia mitra dari Muhammad Faris di Indonesia.

Soalnya MC tidak menjelaskan dengan detail profil background dari Razi ini.

Tapi kayanya emang mitra nya dari Muhammad Faris di Indonesia.

Tema talks ini tentang isi buku karya Muhammad Faris yang berjudul The Barakah Effect: More with Less.

Walau Razi bukanlah penulis bukunya, tapi dia sudah membaca buku tersebut dan membagikan ke kita sebagai audience.

Sangat terlihat bahwa Razi ini suka baca buku terlihat dari yang dibicarakan nya.

Selain itu, buku The Barakah Effect: More with Less yang lebih dari 400 halaman ini pun daging sekali.

Jadi Razi pun berbicara dengan semakin daging sekali.

Ini ada beberapa point yang aku suka,

  • Baik ke orang lain adalah pencitraan, baik kepada orang yang dekat dengan kita adalah karakter sebenarnya.
  • Pada dasarnya, manusia adalah budak. Kita bisa memilih menjadi budak siapa, dan mestinya kita memilih untuk menjadi budak dari maha kuasa, yakni Tuhan.
  • Tujuan dunia bukanlah Surga, itu ga bisa dikontrol. Yang bisa dikontrol yakni usaha kita agar bisa berkah di dunia & di akhirat.
  • Niat ada 3 level, yakni paling rendah untuk ego, kemudian membantu orang lain, hingga tertinggi untuk Allah.
Sesi Book Talks dengan Razi sebagai pembicara

Selain itu, juga ada informasi terkait camp muslim produktif juga dimana ada para alumni nya yang hadir di dalam ruangan & memberikan testimoni terkait kegiatan camp muslim produktif ini.

Sejujurnya aku pun tahu tentang camp itu dari buku Muhammad Faris, tapi tak pernah mencari tahu lebih lanjut.

Jujur saja, ketika seorang kutu buku berbicara maka yang terjadi adalah obrolan daging semua.

Itu lah salah satu yang membedakan antara pembaca buku dengan tidak.

Pembaca buku berisi, jujur, dan bisa memilah pendapatnya.

Jika dia tidak suka baca buku, yang terjadi adalah bingung.

Ya gitulah.

Setelah, Book Talks selesai, ada sesi dari sutradara film Jumbo yakni Ryan Adriandhy.

Sama bagus nya sih, cuman di sesi tanya jawab aku pun pulang lebih dulu.

Jarak antara acara dengan rumah ku itu hampir sejam dan aku sampai dirumah jam 5 sore dimana sebelum nya aku beli makanan seharga 10 ribu yang berisi makan nasi dengan ayam dan tahu bojott AA seharga 6 ribu.

Sesampainya dirumah aku pun makan, membuat kopi, main HP & kemudian menulis tulisan ini.

Selanjutnya paling ya siap-siap buat esok, beberes dan istirahat.

Oh iya terkait dengan buoy, aku pun jadinya beli online dan sudah ku pesan.

Semoga ga sampe tiga hari sudah sampai.

Sama aku belum latihan renang sama sepeda lagi ya.

Oh iya, ada yang aku suka dengan kalimat dari acara Book Talks tadi bahwa,

Takdir adalah di ujung ikhtiar.

Selain itu, juga banyak orang yang mengatakan bahwa tujuan hidup gue itu Surga, sehingga kehidupan dunia dibiarkan begitu saja.

Masalahnya Surga adalah sesuatu yang tak bisa kita kontrol, yang bisa kontrol ya itulah yang bisa kita lakukan.

Jadi, buat kehidupan sementara ini dengan sebaik-baiknya versi kita.

Ngomong -ngomong tentang Muhammad Faris yang merupakan salah satu idolaku juga, dimana dia sudah mempublikasikan dua buku nya.

Tak pernah aku berpikir bahwa secara jumlah buku aku telah melampaui nya, di bulan Maret ini aku keluarkan buku kelimaku.

Kemudian, mungkin di bulan Juni ini, aku keluarkan buku keenam ku.

Walau mungkin secara kualitas ya berbeda, tapi secara kuantitas jumlah buku ku telah lebih banyak.

Tak pernah ku sangka.

Namun, aku hanya terus maju dan terjadilah.

Karena sejatinya aku ingin kegagalan dan keberhasilan pun dirayakan dengan cara sederhana pun tak masalah.

Kegagalan adalah hal yang pasti kita capai.

Karena aku telah mengklaim diriku adalah seorang Warrior, maka aku akan terus berjuang.

Dan sebentar lagi bulan Ramadhan ya.

Aku akan perang Doa dengan langit dalam setiap malamku.

Dan karena aku masih bernafas, marilah kita berpesta!

Mendali lari keduaku tahun ini 🙂

Jakarta, 08 Februari 2026 Pukul 20.20 WIB

Salam

Warrior

Huahua

Tanpa terasa bahwa aku sudah tidak menulis di website ini sudah tiga minggu.

Jujur saja, ga kerasa tapi waktu sudah berlalu begitu cepat saja.

Ternyata udah 3 minggu berlalu aja.

Ternyata, juga udah satu bulan aja ini di 2026.

Banyak hal, banyak hal yang terjadi.

Mulai dari mana ya ?

Hm, mungkin mulai dari yang ku ingat saja ya.

Pertama, itu ya dua minggu terakhir itu sibuk banget.

Rasanya sibuk kerja, sibuk nulis, benerin hp rusak, benerin lampu mati rumah, banyak deh.

Tapi mungkin yang paling banyak habisin waktu ya menulis buku ya sama kerja sih.

Menulis Buku

Iya, di pekan kemarin juga aku baru selesaikan buku yang berjudul WARRIOR JILID 2 : LAKI.

Dan itu udah lebih dari 400 halaman.

Tapi, banyak tulisan yang ku ambil dari website ini.

Iya, tulisan banyak yang di 2025 pastinya yang berkaitan dengan tema yakni LAKI & KERJA.

Jumlah halaman saja sudah lebih dari 400 halaman ukuran A4.

Kemudian, aku kirim ke penerbit dan mungkin aku akan release bukunya di bulan Maret 2026, sebelum lebaran.

Iya, aku bagikan gratis softcopy nya.

Kenapa gratis ?

Entahlah, saat ini insting ku seperti itu saja.

Sebenarnya ada buku yang lain yang ingin ku publikasikan lebih dulu, buku yang sudah lebih dari 1 tahun dan mungkin mau 2 tahun ku tulis.

Tapi aku ngerasa belum pas aja, jadi ya ku belum terbitkan, dan entah kenapa jadilah buku WARRIOR JILID 2 : LAKI ini yang lebih dulu.

Sebenarnya sih, aku mau terbitkan di akhir tahun ataupun tahun depan.

Tapi, entah kenapa rasanya aku cepat saja nulis nya, weekend ku juga jadinya nulis ini.

Mungkin selama periode ini aku benar-benar mengeluarkan banyak energi, waktu ku & fokusku untuk menulis ini sehingga rasanya sudah cape untuk tidak menulis di website ini.

Ilustrasi Halaman Judul buku WARRIOR JILID 2 : LAKI

Kemudian, kerja ya. Kayanya cape banget kerja, dan akhirnya habis pulang ya istirahat saja.

Satu tahun berlalu, ya makan-makan dulu ga sih 🙂

Ya begitulah hidup, kenikmatan itu muncul setelah kita berletih karena kerja juga.

Terus apa lagi ya ?

Hm, lari kali ya.

Sebenarnya, aku juga udah jarang mau ikut event lari.

Tapi mungkin takdir berkata lain, ada saja event yang murah dan banyak juga yang gratis.

Jadi, kenapa tidak ?

Lari bersama teman-teman Taman Mini Running Club, SHOWR, & Kahf. Pastinya ada oleh2 dong wkwk.

Terus pekan depan nya, lari lagi sama Broodo juga, ah kita mah pelari cari rejeki aja wkwk.

Bersama teman-teman Taman Mini Running Club
Bersama teman-teman TRC TMII, SHOWR, & Broodo

Terus sama baru di pekan ini aku donor darah pertama di tahun ini.

Ya, hari ke 62 sejak aku donor terakhir, aku datang ke PMI Jakarta Selatan setelah pulang kerja.

Sama mungkin aku sekarang naik transportasi umum.

Rasanya tuh, ini mungkin periode paling banyak aku naik transportasi umum.

Walau naiknya LRT sih :).

Anak LRT nih bos 🙂

Tapi ya umum lah ya wkwk.

Terus apa lagi ya ? Hm.

Oh iya makan marugame udon wkwk.

Kadang udah terlalu sibuk aja jadi makan ya makan aja, tapi kalo makan marugame udon enak.

Terutama cabe nya bikin ngiler, ya jarang-jarang sih wkwk.

Tapi alhamdulillah, masih bisa makan.

Makan dulu gan

Sama, ada sesi workshop terkait start up & ya ga sengaja ketemu temen asrama dari Makassar.

Wah, udah lama delapan tahun lebih ga ketemu, tapi ketemu di tempat yang positif.

Ga sengaja, dan pastinya banyak hal yang kita bicarakan.

Karena kami adalah PRIMA, PRIa asraMA wkwk.

Nah, ini fotonya dengan bro Erlin.

Dengan teman asrama, teman seperjuangan 🙂

Hm, Januari udah lewat begitu saja.

Terus sekarang Februari, Januari banyak yang pergi, tapi ada juga yang datang, itulah hidup.

Tapi, aku juga sedang menyusun buku ke enam ku yang berjudul MIMIK.

MIMIK adlaah kependekan dari Menjadi Insinyur Masa Indonesia Kini.

Buku yang sudah lebih dari 2 tahun aku pikirkan dan aku mulai menulsi draft nya.

Sebenarnya sih mau terbtikan buku RA JILID 2 : Ruang ketiga.

Cuman, yang namanya ideologi ya, tingkatan sulitnya lebih sulit.

Jadi, yang lebih mudah dulu saja.

Ya, buku MIMIK ini.

Walau tetap sulit sih.

Berbagai referensi ku baca & ya misalkan juga ke perpustakaan nasional

Ya mencari referensi gratis tentunya wkwk.

Peprustakaan Nasional Pukul 18.30 WIB

Februari lah, banyak sih yang pengen aku lakuin.

Terutama ini bulan ramadhan ya.

Aku selalu suka dengan bulan ramadhan.

Dan, banyak hal yang kita anggap ga mungkin tapi mungkin kita hanya perlu saja melaluinya & terjadi begitu saja.

Sejujurnya, aku suka di tahun 2026 ini.

Suka dengan keberhasilan, suka dengan kegagalan, suka dengan menjadi pemain, suka dengan menjadi penonton.

Hidup ya.

Ku pikir, aku akan terus maksimalkan hidup selama aku masih bernafas ini.

Jakarta, 06 Februari 2026 Pukul 17.57 WIB

Hari Libur

Rasanya aku udah lama sekali ga nulis di website ini.

Kenapa ya ?

Hm, mungkin karena sibuk saja.

Tapi ku rasa, alasan itu akan selalu ada pada setiap orang.

Jadi bingung mulai dari mana ya ? hehe

Baiklah, mungkin dari minum kopi kali ya.

Kopi

Rasanya, sudah lebih dari 12 hari aku ga minum kopi.

Rasanya lebih tenang aja, energi lebih stabil dan lebih damai aja.

Ya kan itu rasanya, walau kadang juga ngerasa kangen sih minum kopi.

Kaya sekarang, rasa minum kopi itu pengen aja, dan mungkin aku mau minum sedikit saja, mungkin setengah sendok makan kopi Toraja aja atau mungkin engga juga.

Jujur saja, pencapaian ini yakni bebas dari kafein itu adalah sesuatu yang sudah lebih dari 15 tahun belakangan ini aku ga bisa lepas.

Entah kenapa, dari sesuatu yang tak direncanakan bisa lepas gitu aja.

Walau negerasain yang namanya Withdrawal coffee itu nyata ey.

Makanya, mikir juga apa mau ngerasain itu lagi ?

Beuh 4 hari kali ya itu benar-benar berat ey.

Tapi mungkin karena dosis ku yang sudah tinggi saja minum kopi.

Yakni bisa 3 sendok makan kopi toraja, terkadang bisa lebih sih.

Kalo sekarang andaikan minum, ya dikit aja paling ya.

Biasanya tuh main laptop ditemanin dengan kopi, tapi sekarang air putih aja wkwk.

Terus apalagi ya ?

Mungkin, naik kendaraan umum.

Iya, aku naik kendaraan umum yakni naik LRT & Mikro trans.

Enak, murah, ga cape, cepat dan ga kehujanan pastinya.

Iya, biasanya itu gw ke kantor naik LRT paling cuman 40 menit terus jalan kaki 15 menit jadi ga sampe sejam udah sampai.

Kemarin naik motor, udah macet, hujan, bisa sampai 90 menit.

Boros 50 % lebih, ditambah belum bensin, terus kalo motor rusak juga.

Iya, ini gue rasain itu pas naik motor, berasa cape & lama aja.

Walau gue cuman ke kantor aja sih dan kebetulan rute yang dilewatin pas aja gitu sama rute rumah gue.

Dan mungkin ini ga bisa dirasain oleh orang-orang yang ga cocok dengan rute nya.

Selain itu, hujan mulu guys.

Asli, bawa payung itu penting banget sih.

Ditambah, bawa laptop, hp, power bank itu ngebantu juga buat sambil nulis kalo kejebak sih.

Ya kalo naik motor ya bawa jas hujan.

Terus apalagi ya ?

Nulis buku kali ya.

Gue tuh lagi nulis buku, cuman ngerasa ini buku ada yang kurang aja, jadi pengen nulis ke buku yang judul lain.

Iya kan itu rasanya ya, cuman sudah pasti di tahun ini aku akan published buku, ya mungkin minimal 2 buku ya.

Ditambah, Q1& Q2 tahun ini itu banyak liburnya.

Sama hari ini nulis juga sih, nyicil-nyicil aja.

Sama, lagi rame buku dari artis yang bernama Aurelie dimana dia nulis buku tentang Broken Strings dimana ceritain masa cinta muda nya yang begitu kelam.

Itu kejadian udah lebih dari 15 tahun lalu dan udah disuarakan oleh aurelie sejak 15 tahun lalu juga.

Cuman baru terbitin buku nya di tahun ini, ga ada yang berubah dari point yang disampaikan.

Cuman mungkin masyarakat nya sekarang lebih siap aja.

Iya, masyarakat kita berubah.

Satu buku ini bahkan bisa mengguncang tentang hubungan yang toxic seperti apa.

Dan informasinya, sampai di bicarakan di dewan perwakilan rakyat.

Terkadang, memang ada buku yang baru rame nya setelah belasan tahun sejak dia diterbitikan

Bahkan ada yang baru ratusan tahun baru mulai rame, dan mungkin bisa lebih lama lagi.

Iya, masyarakat bisa berubah karena buku.

Bahkan, terkadang buku itu sendiri yang mengubah masyarakat itu sendiri.

Sejarah telah membuktikan.

Hm, apalagi ya ?

Daya tawar.

Tentu, orang sepertiku bisa hidup sampai sejauh ini adalah sebuah bonus.

Tapi karena aku masih hidup, maka aku harus mengambil positioning di hidup ini.

Tentu, aku tak bermaksud ingin menjadi biasa saja.

Aku hanya perlu menjadi diri sendiri & yakin terhadap pemikiran ku, RA.

Aku tak ingin mati begitu saja.

Sebelum aku sampai ke akhirat, aku akan kejar terus legacy yang bisa ku lakukan.

ini demi keuntungan untuk di akhirat nanti.

Menulis juga salah satunya, banyak sih, donor darah juga dan macem-macem deh.

Ok, hari ini masih Jumat, libur. masih Sabtu & Minggu juga libur.

Aku pikir sampai sini dulu, aku mau menulis bikin buku.

Terima kasih telah membaca.

Jakarta, 16 Januari 2026 Pukul 10.23 WIB

Minggu, 11 Januari 2026

Hari ini adalah hari ke tujuh aku tidak minum kopi lagi.

Hm, mulai dari mana ya ?

Mungkin mulai secara perlahan saja.

Kopi

Aku tak pernah menyangka bahwa aku berhenti kopi setelah lima belas tahun aku minum.

Tak disangka pula aku bisa berhenti di tahun ini.

Aku tak pernah membayangkan dan bagaimana itu bisa terjadi, tapi memang keinginan itu sudah muncul sejak lama.

ku yang ter adiktif dengan kopi akhirnya bisa berhenti.

Rasanya tiga hari pertama itu benar – benar kepala ku pusing sekali, badan cape banget dan paling berat lah bahasanya.

Kemudian, hari ke empat pun juga masih pusing cuman memang berkurang jauh.

Hari kelima hingga ketujuh juga rasanya sudah kembali normal saja.

Katanya kalo sudah sebulan, badan akan ke reset ke bentuk baru, alias bebas dari kafein kopi.

Dampak

Tentu rasanya dampak berhenti dari kopi banyak ya.

Pertama, lebih tenang aja.

Beda dengan dulu, untuk tenang maka aku butuh kopi, tapi ini tahan hanya untuk beberapa jam saja ketika tubuh masih ada kandungan kafein.

Kalo sudah hilang, rasanya tubuh cape aja.

Sedangkan, ketika sudah bebas dari kopi rasa tenang itu lebih stabil aja lamanya.

Kedua, lebih merdeka rasanya.

Iya misalkan kita mau lari, mau gym ya tinggal minum air putih saja.

Berbeda dengan yang sudah terbiasa dengan kopi maka butuh kafein untuk meningkatkan fokus dan stamina.

Rasanya jika tak meminum kafein, lemas saja untuk ohlaraga.

Padahal jika bisa bebas dari kafein lebih enak, lebih merdeka tanpa kerte gantungan dari sesuatu.

Ketiga, rasa sakit kepala yang berkurang.

Mungkin rasa sakit kepala yang selama ini terjadi juga karena menurunnya dosis kafein yang ada di otak ku, sehingga untuk membuat tenang maka aku butuh kafein.

Sekarang rasanya kepalaku juga udah jauh lebih ringan dan sudah tidak ada sakit kepala lagi.

Keempat, lebih hemat.

Yang artinya ga perlu beli kopi lagi alias cukup air putih saja.

Keenam, tidur lebih pulas saja rasanya.

Ketujuh, lebih fokus dan stabil saja.

Berbeda dengan minum kopi yang kalo ga minum ya ga fokus dan gelisah saja.

Ini kaya kita musti lari jarak 42 KM vs jarak 5 km.

Kalo yang 42 km lebih stabil dan bisa tahan lebih lama.

Sedangkan yang 5 km lebih pendek dan cepat saja.

Terakhir, kedutan mata yang sudah berkurang sejak tidak meminum kopi.

Hal ini karena saraf tidak terlalu aktif akibat efek dari kafein.

Ku pikir itu dampak yang sudah ku rasakan.

Memang awalnya ada yang beda sih, ga ada rasah di lidah cuman air putih saja.

Cuman kan emang untuk kesehatan kadang makan-makanan pahit juga buat kebaikan tubuh.

Ku pikir jika sampai 3 bulan aku ga minum kopi, maka ini salah satu resolusi yang hebat yang bisa tercapai.

Ya, pencapaian terbaik di Q1 kali ya.

Sesuatu yang tak ku rencanakan, tapi karena sudah kejadian ku lanjutkan saja.

Kedua, gigi.

Iya gigi ku masih utuh dan full semua tapi ada gigi berlubang.

Walau sekarang sudah tidak sakit sama sekali, tapi urusan gigi ini haruslah tuntas.

Dan butuh waktu juga buat ke dokter nya kan.

Alhamdulillah semua gratis karena pakai BPJS.

Aku juga ga merencanakan ini di tahun ini, tapi karena sudah kejadian ya gaskeun saja.

Ketiga, mungkin bisa dibilang tahun ini adalah tahun terbaik ku kali ya.

Sudah banyak tanda yang menunjukkan juga.

Banyak hal yang aku ga rencanakan di tahun ini tapi entah kenapa kaya semesta mendukung ku.

Kaya mendali pertama dari event yang gratis dimana banyak yang ga dapat yang lain.

Kemudian, event lari yang bayar 100 ribu tapi dapat goodie bag nya 500 ribuan.

Barang-barang rusak diperbaiki di tahun ini.

Bahkan event yang mestinya bayar nya di atas satu juta lebih banget karena kesalahan sistem aku bayarnya seratus ribu aja.

Aku udah laporin yang sistem pembayaran nya eror ke panitia, ga direspon yaudah aku lanjutin aja pembayaran nya.

Bayar event untuk aquatlon dan duathlon di bulan Februari ini.

Masih banyak sih, banyak banget dan mungkin banyak hal yang akan aku tuntaskan dan banyak hal yang akan aku mulai juga.

Ku pikir tahun depan aku akan bikin buku Warrior Jilid 2 yang berjudul Hiatus.

Banyak hal, banyak hal, banyak sekali hal yang bakalan aku lakukan.

Aku sudah katakan, bahwa satu-satunya yang bisa menghentikan ku adalah kematian.

Jika aku terus hidup, pelan ataupun cepat, yang pasti aku akan terus mengubah dunia.

Aku ga pernah menyangka bahwa aku bisa hidup sampai sejauh ini.

Bagiku, hari baru adalah mimpi baru.

Oh iya, tak ku sangka juga bahwa senior ku di FTUI baru umur 40an tapi sudah meninggal.

Semoga amal dan ibadah nya diterima disisinya.

Padahal keliatan nya masih sangat sehat dan entah kenapa dapat informasi sudah tiada.

Atas dasar berita kematian lah aku berpikir untuk terus sadar bahwa aku masih hidup.

Dan aku haruslah terus menggenjot tulisan ku.

Kenapa ?

Karena tulisan ku suatu hari nanti akan menggerakkan peradaban.

Akan ada momen nya.

Selagi aku masih hidup, maka aku harus lah terus berjuang dalam kehidupan ini.

Terkadang aku terlalu santai saja.

Tapi Aku sadar satu hal bahwa aku berbeda dengan yang lain.

Dan yang ku takutkan jadinya adalah jika aku sama dengan yang lain.

Bagaimana aku mempertanggung jawabkan di hadapan Nya.

Jalanku bukanlah jalan yang mudah, tapi ku pikir karena impianku adalah kematian, jadi aku tak perlu takut pada apapun yang ada di dunia ini.

Oh iya, aku mau benerin sepeda dulu ya buat latihan.

Tadi juga udah renang sih buat persiapan aja.

Jakarta, 11 Januari 2026 Pukul 14.03WIB

Mencoba Berhenti Minum Kopi

Baiklah, mulai dari mana ya ?

Mungkin mulai pertama kali saat aku mengenal kopi saja.

Pertama Kali Mengenal Kopi

Ku pikir pertama kali aku mengenal kopi itu pada saat aku masih SMP.

Iya sudah 15 tahun yang lalu.

Pertama kali minum kopi itu seingatku itu kopi sachet yakni kopi ABC susu.

Setelah minum kopi rasanya mata melek, dan badan begitu energik sekali.

Tentu, rasanya badan enak saja.

Mulai saat itu, aku sudah sering minum kopi.

Dan beberapa kali juga kopi manis seperti kopi good day.

Namun, seiring berjalan nya waktu, minum kopi manis itu makin ga mempan saja rasanya.

Akhirnya, makin menjadi jadi yakni kopi hitam pahit.

Ada yang kopi Toraja, Gayo, dan semacam nya.

Mulai dari awal perut yang ga nerima, sekarang jadi mulai terbiasa saja.

Ku pikir selama 5 tahun terakhir ini aku rutin untuk mengosumsi kopi hitam saja.

Tapi, dulu sebenarnya ada rencana untuk aku berhenti ngopi.

Saat itu, aku ke dokter untuk periksa mata dimana mata kiriku mengalami kedutan.

Dan dari dokter menyarankan untuk mengurangi kafein.

Saat aku mengurangi kafein maka yang terjadi adalah gelisah di awal, dan akhirnya ya balik lagi minum kopi.

Memang sih kedutan berkurang karena saraf mata tidak terangsang.

Kemudian, di tahun 2024 atau 2025 ya aku merasa bahwa hidup ga akan energik kalo ga ngopi.

Sampai ada hari dimana kepalaku pusing dan aku mau pulang dari kantor ke rumah, tapi tangan ku gemetar saat naik motor dan akhirnya aku terlentang di jalanan.

Kemudian, aku istirahat dulu, dan naik motor lagi dan muntah di jalan.

Kemudian, naik motor lagi dan masih sama, masih ga kuat & akhirnya terlentang di jalan.

Hingga akhirnya, aku udah ga kuat dan aku terlentang di warung & dikerokin & diantar pulang ke rumah.

Saat itu kepalaku sudah pusing sekali.

Besoknya aku ke puskesmas tapi kesehatan menunjukan normal saja.

Kalo aku ingat ternyata, aku sudah mengurangi minum kopiku dan istilahnya withdrawal caffeine.

Dan pas aku cek di google, memang benar.

Ada dampak yang signifikan ketika kita berhenti minum kopi.

Kepala pusing, tangan gemetar, lemas, sulit fokus, kedinginan & semacamnya.

Tentu, semua tanda itu ada di aku alami.

Memang hari kedua & ketiga adalah puncak nya.

Setelahnya, aku berhenti ngopi selama seminggu & akhirnya aku ngopi lagi karena ngerasa ga fokus aja.

Terakhir, hari minggu kemarin tuh aku belum ngopi di pagi nya & rasanya badan cape aja.

Akhirnya sorenya baru ngopi dikit.

Dan kemarin, aku ke puskesmas sama juga, normal, tapi kepala sakit saja.

Kemarin pun minum kopi dikit dan langsung ringan kepala.

Hari ini mungkin udah hari ketiga sejak caffeine withdrawal, sakit kepala sudah mulai berkurang dan ya aku berencana untuk tidak minum kopi sementara.

Terima kasih Kopi

Tentu, kopi udah jadi bagian dari kehidupan ku.

Bisa dibilang dengan 2 sendok makan kopi Toraja yang itu masih batas normal tapi udah maksimal jumlah caffein nya, membuat aku semakin tak lepas dari kopi.

Kopi pun juga sering membantu ku dalam berbagai hal.

Kafein, itu yang dicari dari kopi.

Alasan berhenti minum kopi

Pada kenyataannya hidup adalah dinamis, jadi aku tak akan bilang aku akan berhenti minum kopi.

Alasan pertama adalah ketergantungan.

Aku ngerasa bahwa ketergantungan pada kopi ini membuatku tak bisa lepas dari kopi.

Beberapa kali ketika aku berada di alam dan tidak bisa membuat kopi karena ada proses pendidikan, itu asli ngantuk sekali dan lemas saja,

Lagi pula sesuatu yang ketergantungan adalah yang berbahaya.

Kedua, tanpa kopi maka tak bisa hidup.

Ini seperti buah simalakama dimana aku harus mengosumsi kopi untuk menunjang kehidupan.

Ini bahaya buatku sebenarnya.

Ketiga, mengurangi mata kedutan, tentu mata kedutan ini akan berhenti seiring dengan berhenti kosumsi kafein.

Keempat, energi menjadi stabil.

Kopi membuat kita kembali energik, sebelum lari, sebelum ke GYM, tapi itu membuat energi menjadi meluap-luap.

Kemudian, masih banyak sih alasan nya kaya tidur yang nyenyak dan lain -lain.

Memang kopi itu bagus, tapi buat yang sudah ketergantungan maka ada saat dimana aku harus berhenti sementara dulu.

Kedepan, mungkin aku akan minum kopi tapi dosis nya udah ga begitu banyak & sering.

Sebenarnya ini target ku 1-2 tahun yang lalu, cuman belum terjadi.

Dan dikarenakan aku sedang melewati fase berhenti minum kopi dimana dampak nya di hari pertama hingga ketiga itu sakit kepala, badan pegel-pegel, susah tidur, mengigau & lainnya.

Yasudah sekalian saja aku lanjutkan untuk berhenti minum kopi dulu saja.

Kafein, ku pikir aku akan menggantikan dengan air putih dulu saja.

Bukan karena aku benci kau kafein, tapi aku tak akan pernah bisa merdeka jika aku masih ketergantungan pada sesuatu.

Tagline No Coffe No Life, aku sudah tak akan gunakan lagi.

Saat Membuat Kopi

Jakarta, 06 Januari 2025 Pukul 11.20 WIB

Ikut UI Ultra 2025 : Thankyou

Hari ini Minggu, 04 Januari 2025, aku mengikuti event UI Ultra 2025 yang berjudul Thankyou.

Sekarang jam menunjukan jam setengah dua siang, aku baru bangun tidur.

Rasanya, kepalaku sakit sekali.

Iya, habis lari dan pulang kerumah di jam sembilan, rasanya kepalaku sakit sekali.

Biasanya, setelah merasakan ini aku tahu satu hal bahwa, aku belum minum kopi hitam lebih dari 20 jam.

Aku tahu tentang diriku, tentang tubuhku.

Aku seperti sudah ketergantungan kopi.

Dulu, ini pernah terjadi padaku sebelumnya.

Jika kau tertarik, cari saja tulisan ku tentang aku ingin berhenti dari kopi.

Namun, rasanya aku ingin makan rujak dulu.

Iya, makan pedas.

Terkadang, makan pedas itu menjadi mood booster ku dalam menangani sakit kepala ini.

Terkadang tahu gejrot, terkadang beli rujak, terkadang bikin rujak sendiri ataupun kadang makan ayam penyet yang pedas.

Rasanya, itu bisa mengurangin rasa sakit kepalaku.

Walau, beberapa kali rasa pedas itu justru berlebihan yang membuatku sakit perut dan pernah sekali muntah.

Biasanya juga, langsung minum obat promag yang mana membuat lambungku lebih stabil ataupun minum susu.

Iya, rasanya perut udah ga kaya dulu lagi.

Ini mungkin karena dulu periode tahun 2020 & 2021, aku benar-benar makan sehat.

Maklum, dulu kerja di tambang dan tertahan disana karena pandemi.

Sial sekali, pertama kali ngerantau, langsung tertahan lama.

Tapi, itulah hidup.

Banyak hal yang kita siap dan banyak hal yang memang engga siap, tapi terjadi.

Hm, mulai dari mana ya ?

Mungkin aku mulai dari 2 hari sebelumnya, hari kamis.

Aku mendapat informasi bahwa ada race UI Ultra yang di adakan di hari Minggu ini, 04 Januari 2026 dan gratis.

Memang di poster ada gratis mendali bagi para finisher.

Selanjutnya, ya gratis daftar aja kan.

Aku pun juga menginformasikan ke grup Whatsaap & ada yang personal chat ke teman ku, teman kerja, dan komunitas yang aku aktif ikutin untuk lari yakni FTUI Runners & Taman Mini Running Club.

Selanjutnya, hari berlalu dan di esoknya hari sabtu malam, aku tidur cepat.

Iya biasanya habis isya jam delapan malam.

Alasan nya sederhana, biar bangun lebih awal karena ikutrace kan.

Hari Minggu pagi pun tiba.

Iya hari ini, aku bangun jam 3 pagi.

Sebelumnya, aku udah beli martabak keju, buat dimakan malam kemarin dan hari ini dipanasin dengan microwave untuk dimakan.

Aku panaskan microwave nya dan ku lanjutkan makan dulu.

Setelah makan, mandi dan dilanjutkan sholat & ku siapkan peralatan yang siap untuk bertempur.

Aku minum enervon c, iya setiap hari sih & tambahan tolak angin wkwk.

Kemudian, bikin kopi, bawa air putih dan bawa tas yang di pinggang.

Ku pikir sudah siap ya.

Dan pastinya panaskan motor dulu sebelum terbang.

Setelah selesai, aku pergi untuk sholat berjamaah di masjid dekat rumah ku, dan selesai aku langsung berangkat dari rumah di sekitar jam 04.40 WIB.

Jarak antara rumahku dan tempat lari itu sekitar 37 menit.

Artinya, aku sampai di jam 05. 20 WIB.

Tapi sebelum aku lanjut tulis, izin kan aku membuat kopi hitam dulu.

Kopi sekarang yang ku punya yakni kopi toraja.

Iya beli di pekan ini di daerah rumah ku di pasar tradisonal.

Harganya 37.500 / 250 gram.

Biasanya aku beli kopi hitam itu kaya Toraja, Gayo, dan yang lain lupa namanya,

Cuman itu sih yang paling murah, bisa bertahan 10 – 14 hari.

Beberapa beli yang merek terkenal, bukan karena mau beli, tapi karena kadang dapat voucher dari kantorku, ya namanya gratis ya kujual atau kugunakan juga, salah satunya beli kopi.

Bentar, masak air panas dulu, masukin kopi ke gelas & sekalian tuang es batu.

…….

Kopi sudah selesai, dan kini dia ada di samping laptopku.

Ok, tadi sampai mana ya ?

Biar ku lanjtukan lagi.

Aku tuh datang di jam 05.20 pagi dan rasanya dari tempat parkir itu sudah ramai sekali orang berdiri dan menuju tempat race.

Ya sama dong, setelah parkir, aku l;angsung kesana.

Bahkan, aku tinggalkan kopi ku di motor, yah ga diminum jadinya saking buru-buru wkwk.

Aku datang di jam 05.28 WIB kayanya.

Setelahnya, belum sampai 2 menit, sudah ada puluhan yang mengantri di belakang ku.

Padahal, menurut info bahwa registrasi itu dimulai jam 05.30 WIB.

Ya cuman karena gratis aku datang lebih pagi saja, biasanya jarang sekali datang pas awal registrasi.

Cuman benar keputusan ku kali ini, bahwa rame kali ini.

Katanya mendali hanya sampai untuk 400 orang pertama.

Aku bingung apakah aku masuk atau engga untuk mendapatkan mendali.

Yang jelas, mungkin masuk itu juga paling di nomor-nomor akhir saja.

Tapi yowislah, masih ada harapan.

Aku infoin di grup teman-teman ku, jelasin keadaanya, dan teman yang datang jam 6an, udah pasti mendingan ku rekomendasikan untuk keluar aja dari barisan ini.

Karena aku aja yang mengantri lebih dulu saja belum tentu dapat.

Beberapa ada yang langsung saja keluar barisan dan lari di Car Free Day.

Aku ngantri panjang ey, kondisinya udah chaos itu, panitia yang sedikit, informasi yang ga jelas, banyak penyerobot, dan udah ga kondusif pokoknya.

Ku lihat beberapa panitia ada yang ku kenal, tapi ku sapa saja dan biarkan saja dia bertugas.

Akhirnya peserta dihitung, secara urutuan gitu, aku juga ga tahu aku urutan ke berapa.

Seingatku, itu sudah 100 orang yang masuk, karena antrian itu bergerak maju.

Dan sisa tinggal 300 saja.

Dihitung sama panitia, aku dapat di angka 78, aku ga tahu apakah itu 278 ataupun 378.

Seingatku, mestinya 278 dikarenakan total sudah masuk 100.

Jelas sekali, bahwa antrian bergerak maju & informasi kuota tinggal 300.

Tapi, pas aku mulai mendekat itu udah ga kondusif.

Panitia nya marah-marah lah, dan barisan yang udah ga rapi juga.

Akhirnya pas maju, aku dapat tapi kaya tinggal 5 terakhir.

Untung masih dapat.

Sudah jelas sekali, banyak yang masuk di depan ku.

Ada juga yang di depan ku, tapi akhirnya ditegur sama yang di belakang ku, dan aku baru sadar kenapa ada orang ini ya.

Pas ditanya dia juga bingung, katanya barisan udah ngacak.

Alahh, nyerobot saja kau.

Cuman ya dijelasin bahwa kita bergrup bu, jadi sih ibu itu mengerti dan keluar dari barisan.

Chaos, itulah yang menggambarkan keadaan antrian tersebut.

Aku dapat di jam 06.30 WIB, sejam aku berdiri.

Ya karena antrian dan dapat nomornya sudah habis, sisanya di belakang ya bubar, dan race mulai jam 06.40 WIB.

Ini masih masuk ontime sih.

Yowislah, lari dulu aja.

Anjir lah rasanya, udah lama gue ga lari, pegel ey.

Tapi kalo cuman 7 Km, masih sanggup dan ada lari & ada jalan.

Oh iya, gue itu lari biasanya kaga pakai strava, cuman salah satu resolusi gw kedepan pakai strava juga biar ke record.

Ini mungkin karena HP gw itu, memori udah penuh, udah pasti aplikasi yang ga begitu berguna ya gw uninstall dulu.

Pasti ngerti lah ya wkwk.

Terus sampai di finisher itu jam delapan kurang deh.

Aku pun menukarkan kupon nomor dengan mendali & refreshment.

Bagi yang ga punya kupon, dapatnya refreshement saja.

Katanya, yang dapat kupon yang datang belakangan, mendalinya juga habis, hayooo gimana tuh wkwk.

Setelah nya foto dong, dan ini foto nya :).

Habis itu mau balik, cuman gue lupa ga bawa dompet, dimana tadi masuk parkiran nya pakai struk dan bayarnya infonya pakai e-money & sejenisnya.

Pas ditanya orang rumah, dompet emang ketinggalan.

Yowis lah nyarap bubur ayam & es teh manis dulu saja bareng teman di situ.

Lanjut pulang, dan aku tanya dulu ke petugas katanya Qris cuman bisa dari aplikasi Gopay saja.

Ya sudah uninstall aplikasi lain, install gopay, dan kirim uang.

Murah juga sih parkir 6000 aja.

Yowis, palaku pusing sekali aku langsung pulang saja.

Pas sampai rumah di jam 9 pagian itu di grup rame terkait kekecewaan terhadap race ini.

Memang ini race gratis dan mungkin ini so far selama gue lari 3 tahun lebih ini termasuk yang paling buruk sih.

Baiklah mari kita beda versi gue wkwk.

  1. Pendaftaran yang dibuka kurang dari 3 hari. Ini sih dadakan banget ya dimana ternyata yang daftar membludak sekali. Dan mungkin panita dari awal menyiapkan mendali itu hanya 400 saja, tapi lupa mungkin untuk menutup form registrasi. Tadi tuh yang datang mungkin 2000 an lebih.
  2. Jumlah panitia yang sangat minim sekali. Alhasilnya, banyak yang nyerobot, banyak yang ga denger informasi dan akhirnya panitia kelelahan sendiri.
  3. Sejujurnya kalo emang jumlah terbatas ya bisa dibilang di filter aja, yang pendaftar 300 pendaftar pertama saja, atau bahkan di filter saja misal hanya untuk internal alumni UI saja.
  4. Itu panitia hitung urutan peserta juga ga ngasih tanda, alias cuman inget di kepala aja, mestinya di kasih tanda kaya kupon, kemudian tali warna atau sejenisnya. Alhasil, gue aja yang ngerasa dari ” Oh masih ada 20an orang di belakang gue yang dapat “, jadi tinggal lima terakhir. Buset dah.
  5. Misal nih ya, panitia udah kondisi seperti itu, setelah menghitung sampai 400 orang di antrian pertama, ya sisanya dibubarkan lah. Buat apa antri kan, kalo ga dapat. Rantai komando ga jalan sih.
  6. Misalkan masih mau dilanjutkan, yaudah peserta suruh bayar aja misal Rp. 50 ribu kemudian nanti mendali dikirimkan ke alamat peserta.
  7. Kalo emang ga siap, di infoin aja pas malam lewat sosial media, email, atau whatsapp bahwa di cancel aja. Kasihan kan sudah sampai disana tapi ga dapat mendali.
  8. Ya kalo dilihat kombinasi yang kurang pas di panitianya. Panitia yang sudah tua-tua, terlihat dari rambutnya. Ya muda ada ga ya ? ya tadi engga ngeliat sih, dan mungkin ada, cuman aku ga ngeliat.
  9. Ya kalo dilihat dari panitia yang ku kenal, itu mah udah berpengalaman ya sebenarnya, cuman emang ga siap aja, dan rantai komando yang kurang jelas aja. Tapi jika dibandingkan dengan ku, ya jauh ya, para senior itu jauh lebih berpengalaman
  10. Oh iya, ditambah bawa nama UI lagi. Aku sering kali disampaikan seniorku, bahwa jaga nama baik & marwa kita sebagai alumni UI. Dan jujur ya, itu ngaruh si gue. UI itu kampus yang menyandang nama negara, dia mestinya menjadi pelopor kebaikan dalam negara ini. Ya itukan versi gue wkwk,

Tapi emang kuncinya tadi di kesiapan sih, terkadang niat kita baik, tapi ga siap, bahkan yang tadi orang kompeten kalo ga siap, ya habis juga.

Gue juga selalu sepakat bahwa inkompetensi itu membunuh banyak orang loh.

Banyak orang sekarang itu bukan di “The right man on the right place”

Orang Indonesia memang baik sih, cuman asas profesional juga jangan dilupakan.

Negara ini negara yang paling banyak ceramah di dunia, ya karena jumlah islamnya paling banyak, walau sekarang nomor 2 sih, ya begitu.

Ceramah doang.

Kita memaklumin namanya premanisme kaya parkir liar, orang dalam lah, menyogok lah.

Buset emang, benar-benar.

Contoh nih ya, elo kalo mau kaya jangan kerja jadi abdi pemerintah.

Abdi pemerintah itu uang nya dikit, tapi punya impact yang besar karena melalui kebijakan.

Kalo elo mau kaya ya masuk private sector, kaya bisnis, kerja di swasta.

Cuman ya ga tenang karena based by performance dimana bisa di pecat lebih mudah.

Dan kalo elo mau punya nama ya main di sektor ketiga, kaya yayasan, komunitas semacamnya.

Lo bisa punya nama nya cuman uang nya belum tentu ada.

Ya contohnya Anies Baswedan deh.

Negara ini masih lah terlalu jauh dari negara berperadaban tinggi.

Tapi, memang kunci kemajuan adalah menerima dulu, baru maju.

Tanpa menerima, kita hanyalah akan mencari-cari alasan saja.

Oh iya setelah minum kopi, rasanya kepalaku sudah kembali normal.

Bener-bener lo ya kopi.

Tapi, alhamdulillah.

Sekarang jika aku bertanya pada kalian, apakah kalian siap mati hari ini ?

Orang-orang yang siap mati kapan pun, adalah orang yang paling siap hidup.

Dia yang tak terlekat dunia akan bisa terbang bebas, dia yang terikat dunia hanya akan terikat.

Apakah kau akan menerima sesuatu yang sementara dan menggantikan sesuatu yang pasti.

Jika kau tak mampu pada suatu hal, janganlah ambil itu.

Kita harus tahu batas diri kita masing-masing.

Jika amanah diberikan pada orang yang tidak tepat, hanya akan terjadi kekacauan saja.

2026, aku akan menulis juga, dan tentu aku akan mencoba konsisten untuk install strava atau mungkin harus beli HP yang baru kali ya wkwk.

Oh iya, katanya dengan menulis mengurangi rasa sakit kepala, aku sepakat dengan itu.

Dan terima kasih sudah membaca.

Jakarta, 04 Januari 2025 Pukul 15.01 WIB

Menjadi Diri Sendiri

Rasanya dalam hidup, kita melihat seseorang yang keren itu merujuk pada seseorang yang kita anggap luar biasa.

Ya itu mungkin benar.

Tapi mungkin kita ga perlu menjadi seseorang tersebut.

Kenyataan banyak sekali orang yang ku kagumi di luar sana.

Namun, jika aku menyamakan seorang dengan mereka yang aku kagumi maka tidaklah elok saja.

Seseorang untuk menjadi besar haruslah pintar menempatkan diri.

Tapi, itu teori saja.

Bolehkah aku jujur tentang sesuatu.

Ku pikir rasanya paling tenang itu menjadi diri sendiri saja.

Walau mungkin kita ga sekeren orang lain, tapi menjadi diri sendiri rasanya lebih enak saja.

Gapapa gagal, gapapa begitu.

Selama kita jujur menjadi diri sendiri, menerima diri sendiri, itu tanda awal kita bisa maju.

Karena menjadi keren adalah menjadi diri sendiri. Kalo kita lihat orang lain terus rasanya kita kurang bersyukur saja, padahal masih banyak orang yang dibawah kita.

Dan menjadi orang lain rasanya menjadi hati ga tenang saja.

Apa yang kau harapkan dari kematian yang pasti akan datang ?

Menjadi diri sendiri ya.

Hm, ya gapapa, lebih baik menjadi diri sendiri.

Percayalah, orang lain mungkin memang keren.

Tapi menjadi diri sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik dari diri sendiri itu jauh lebih keren.

Yang membuat cerita menarik itu bukanlah superhero yang langsung hebat.

Tapi dia yang bertransformasi menjadi hebat.

Menjadi hebat artinya menjadi orang yang banyak gagal sekali.

Aku tahu bahwa aku harus lah banyak menerima kegagalan dalam hidup ini.

Tak perlu berpikir terlalu jauh.

Aku hanya perlu berpikir dan menjalani saat hidup ini saja.

Tak perlu berpikir tentang orang lain.

Aku hanya ingin berpikir tentang aku dan apa yang telah terjadi selama ini.

Inilah aku, manusia yang siap dengan kematian.

Jakarta, 03 Januari 2026 Pukul 15.50 WIB

Naik LRT lagi

Kemarin motorku mogok, mogok ya karena V-Belt nya rusak.

Walau langsung diganti dan sudah bisa dipakai kembali sejam setelah putus karena langsung ke bengkel.

Sejujurnya kadang gue juga ngerasa bahwa jarak perjalanan ke kantor didaerah Sudirman yang standar nya 50 menitan kalo ga macet tapi bisa jadi 90 menitan kalo macet.

Selain itu, ya tujuan nya kan ke kantor aja umumnya, ga ke tempat lain.

Nah, muncul lah naik transportasi umum.

Iya naik LRT saja yang dekat dengan ku.

Naik LRT itu paling 10 ribu untuk berangkat nya dan 10 ribu untuk pulang nya.

Ini kalo berangkat sebelum jam 6 dan setelah jam 9 pagi.

Kalo sore nya sebelum jam empat sore dan setelah jam 8 malam.

Kalo luar jam tersebut ya sekitar 17 ribu.

Lumayan beda 14 ribu rupiah.

Kalo dipikir 20 ribu itu udah kaya bensin motor aja.

Oh iya sama parkir yang murah antara di Ciracas ataupun di Kampung Rambutan.

Dua LRT terdekat dengan ku.

Kalo di stasiun Ciracas itu parkiran flat nya artinya lama jam berapapun itu bayar 10 ribu rupiah.

Kalo di Kampung Rambutan itu cuman 5 ribu rupiah.

Yowis, jarak nya juga sangat dekat, aku milih untuk di kampung rambutan aja.

Total buat kendaraan 25 ribu rupiah sama makan di daerah kantor ya murah juga ya.

Bahkan, kalo gue hitung dengan asumsi kerja sebulan biaya hidup gue kalo kerja sama sekali makan siang di kantor sekitar 5-9 % dari gaji yang dari kantor.

Murah juga sih ya.

Tapi kok uang gue banyak habis ya wkwk.

Ya banyak tanggung jawab dan lainnya sih.

Tapi emang lagi banyak pengeluaran dan pengen hemat aja.

Selain itu, enak juga ga mengendarai, lebih bisa santai juga sama sambil nulis kaya sekarang tulisan ini dibuat.

Selain itu, gue malu juga sebenarnya, gue bilang mendukung transportasi publik sama nulis buku tentang ruang ketiga.

Tapi gue sendiri lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi lebih dari 10 tahun terakhir.

Setidaknya, mungkin tahun depan, tahun 2026 ini gue lebih sering gunain transportasi publik aja, walau lihat situasi sih.

Kalo banyak agenda di banyak tempat pastinya lebih enak gunain kendaraan pribadi.

Lagi pula gue kan juga lakik ya, masa lemah sama hal beginian. Panas lah, derita lah, laper lah, itu emang biasa buat lakik.

Dan dulu gue juga ngerasa hidup sebulan ga sampe satu juta aja bisa hidup, dan hidup makin banyak uang kok gaya hidup makin naik ya.

Ampun tuhan.

Ya bersikap Zuhud enak juga sih.

Padahal mah hemat wkwk.

Tapi memang naik kendaraan umum itu mungkin sekarang waktu nya kali ya buat gue.

Ya kan ga tau kedepan kan.

Lagi pula dengan biaya yang murah itu juga mantep sih.

Pastinya LRT jauh lebih nyaman dari KRL.

KRL itu emang murah banget dan tapi kaya mau perang ey kalo mau masuk, banyak banget orang.

Hm, setidaknya gue udah walk the talk kalo emang gue udah mulai dan pengen konsisten sementara waktu untuk naik transportasi umum, bukan cuman omon doang.

Dari Stasiun LRT yang sedang berjalan menuju stasiun dukuh atas.

Jakarta, 30 Desember 2025 Pukul 09.30 WIB

Postingan ke 200

Rasanya, aku ingin menulis ini di akhir tahun saja.

Tapi, ku pikir aku takut bahwa aku ga bisa melakukan itu karena kesibukan ku yang begitu padat.

Akhirnya, aku putuskan untuk menulis saja.

Minimal, aku telah mencapai impianku yakni postingan ke 200.

Sederhana, tapi aku syukurin.

Bagiku, ini adalah percapaian ku.

Bisa dibilang website ini itu dimulai dati tahun 2020. Iay website dengan domain ini.

Cuman, aku baru mulai rutin nya sejak tahun 2024 saja.

Tahun ini kalo aku hitung, sudah 77 tulisan.

Hm, itu banyak sih.

Walau banyak tulisan di buku ku yang ga tertulis di website ini, ya gapapa.

Bagiku, website ini itu kaya curahan hati saja.

Dan selama bisa dinikmati oleh orang-orang, ya alhamdulillah.

Aku tak ingin harus menunggu sempurna.

Ya, aku mulai saja & menyelesaikan tulisan ini.

Walau sederhana, tapi ga semua orang bisa.

Menulis itu juga butuh disiplin, aku berusaha untuk nulis.

Terkadang, ketika aku melihat tulisan ku yang lama, yang bahkan 10 tahun atau hingga 17 tahun lalu rasanya, aneh & lucu saja.

Tapi, itulah adanya.

Seorang besar tidak lahir dari sukses terus, tapi gagal pun juga penting.

Gagal ya, aku tak masalah dengan itu.

Dalam hidup, gagal harus diperbanyak.

Ya, tak masalah dengan itu semua.

Hidup ya, hm.

2026 ya, hm.

Aku pikir, tahun itu aku akan melakukan sesuatu yang besar.

Jelaslah, bahwa itu akan terjadi.

Tapi sekarang, mari kita rayakan postingan ke 200 ku.

Alhamdulillah.

Jakarta, 28 Desember 2025 Pukul 20.35 WIB

Ngobras 28 Desember 2025

Pagi ini, aku berdebat dengan chat GPT.

Iya, chat GPT.

Belakangan ini aku sering menggunakan nya, bahkan mungkin sudah setiap hari.

Aku bertanya mulai dari hal receh, hal yang aku tidak tahu dan bahkan meminta pertimbangan keputusan dengan aku memberikan prompt dari study case yang ada.

Termasuk tentang acara Ngobras ini.

Bagi yang belum tahu, Ngobras itu adalah ” Ngobrol Santai ” dari Prof Rhenald Kasali di kediaman nya di rumah perubahan.

Tahun ini banyak event Ngobras di Rumah Perubahan.

Dulu infonya, ga sebanyak tahun ini, maklum dulu Prof Rhenald juga sangat sibuk.

Kalo sekarang infonya, sudah mengurangi kesibukan dan ingin sering berbagi lebih banyak.

Acara Ngobras ini bayar 50 ribu, namun nanti akan dapat voucher kembali 35 ribu rupiah yang bisa digunakan untuk makan dan minum di dalam nya.

Di dalam rumah perubahan itu banyak adanya.

Ada kolam renang, cafe, tempat nikah, kebun dan lainnya.

Sejujurnya, rumah perubahan itu ekosistem yang begitu menganggumkan.

Bahkan, cara pandangnku tentang rumah tinggal pun berubah, berubah karena melihat rumah perubahan.

Oh iya jarak rumah perubahan dengan rumahku itu dekat, hanya 20 menit saja.

Jadi, kalo kesana enak saja, karena dekat, isi materi nya daging semua, dan juga bisa sambil main laptop di cafe breezy, cafe yang ada disana.

Kembali, ke chat GPT, katanya sih ya ga perlu hadir dulu ya, karena bisa lihat di youtube ataupun hal online lainnya, maklum biar gratis.

Tapi rasanya, dirumah itu agak mager ya, bahkan gue ga sadar udah habis nonton acara Gofar Hilman sama teman SMA nya udah sejam lebih.

Yowis lah, aku kesana aja.

Acaranya itu jam 10.30 WIB dan bisanya sampe jam satu siang paling lama.

Aku datang tepat waktu, dan ternyata makin banyak yang datang juga.

Bahkan, lebih dari 50 orang mungkin.

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya yakni paling dua puluhan atau bahkan pernah kurang dari sepuluh orang.

Namun, tetap saja acara tetap dilanjutkan walau orang nya dikit.

Aku ga tahu ya apakah Prof Rhenald komentar jika orang yang datang sedikit ke team nya atau engga.

Tapi seingatku, dari suara, semangat nya juga sama, jadi acara tetap saja dilanjutkan.

Tapi, ini sudah jam setengah sebelas siang tapi acara belum dimulai.

Aku duduk di tengah-tengah saja dan hari ini tidak ada rencana bertanya.

Aku hanya ingin menikmati diskusi saja.

Jam sebelas Prof Rhenald muncul.

Acaranya itu disamping cafe breezy, dan Prof Rhenald muncul dari dalam cafe breezy.

Ternyata habis menerima tamu sebelumnya.

Jujur saja, aku kagum bagaimana seseorang bisa ditunggu oleh puluhan orang & mereka berbayar untuk menunggu apa yang di bicarakan dari orang tersebut.

Bapak-bapak disamping ku mengatakan kepada anak nya bahwa saat Prof Rhenald datang, dengarkan bagaimana seseorang profesor berbicara.

Luar biasa.

Luar bisa juga Prof Rhenald mengadakan acara seperti ini.

Begitu dekat dengan masyarakat.

Jika aku berpikir kembali, ini layaknya socrates ataupun aristoteles yang mengajari ilmu nya kepada masyarakat di depan umum.

Bagi masyarakat umum, bertemu dengan profesor adalah hal yang luar biasa.

Terkadang, aku juga lupa bahwa aku sering ketemu dengan profesor juga karena kampus ku.

Ada Prof Rhenald yang sekarang aku bicarakan, ada Prof Raldi yang punya inkubator bayi yang sudah menyelamatkan banyak orang dan sudah diliput banyak media, dan masih banyak profesor yang ku kenal baik.

Hal itu karena aku kuliah di UI & menjadi muridnya, sederhana nya itu.

Prof Rhenald berbicara tentang ekonomi dan perubahan di masa depan.

Dan di sesi tanya jawab juga, ada pertanyaan dari peserta yang bertanya tentang anak zaman sekarang lebih suka belajar saham dari pada bisnis nyata.

Namun, Prof Rhenald mengatakan bahwa dunia investasi saham, beliau kurang mengerti dan menanyakan kepada peserta yang hadir terkait pengalaman nya di dunia saham.

Dan ya, setelah nya Prof Rhenald baru berbicara menurut pendekatan beliau.

Luar biasa, seorang profesor mengatakan tidak tahu itu adalah bukti kejujuran yang jarang sekali orang pintar lakukan.

Terkadang aku berpikir bagaimana Prof Rhenald bisa sampai seperti sekarang.

Iya, dia banyak cerita padaku dan memang sudah hampir 30 tahun beliau memberikan ilmu nya untuk bangsa ini.

Sehingga, sekarang wajar saja jika begitu dicari dan ditunggu oleh orang-orang.

Bahkan, bukunya juga best seller dimana isinya daging semua.

Jika dibandingkan dengan ku, rasanya jauh sekali saat ini.

Prof Rhenald bahkan sudah S2 & S3 di Amerika, sedangkan aku S1 saja sudah syukur.

Teman-teman sekolah Prof Rhenald juga luar biasa seperti Pak Tony Wenas yang merupakan teman SMA nya di kanisius yang sekarang menjabat Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, sedangkan aku banyak yang jadi OJOL, dan semacamnya.

Bukan gimana, ya artinya beda lingkungan juga.

Banyak sekali perbedaan nya.

Terkadang aku berpikir, apakah aku bisa seperti Prof Rhenald ?

Tapi Prof Rhenald kalo berbicara dengan ku rasanya seperti optimis saja untuk masa depan ku.

Ah, mungkin itu saja bahwa dia tak ingin merendahkan aku.

Tapi, ya gitulah.

Setiap masa ada pemimpin, dan setiap pemimpin ada masanya.

Rasanya juga aku ingin bisa sekolah di luar negeri, bisa menjadi spesialis di suatu bidang tertentu.

Dan masih banyak lainnya.

Terkadang kita lupa bahwa mungkin lingkungan kita juga lingkungan satu persen dari lingkungan terbaik di negeri ini.

Ya mungkin saja kan.

Sejujurnya, aku tak ingin menyesal di masa tua nanti.

Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi versi terbaik ku.

Yang kutakutkan jika aku menjadi rata-rata orang saja, aku mengetahui dunia ini tapi aku terima kenyataan.

Jika demikian, buat apa aku hidup ?

Jakarya, 28 Desember 2025 Pukul 19.40 WIB