Tak kusangka, ketika aku melihat jam di handphone, ternyata masih menunjukkan pukul setengah empat pagi.
Mataku perlahan mulai terbuka dari tidur yang cukup lelap.
Padahal aku baru tidur sekitar pukul sebelas malam.
Tapi memang begitulah tubuhku.
Rasanya tubuh ini seperti sudah punya alarm sendiri.
Biasanya aku terbangun sekitar pukul empat pagi atau paling lama pukul enam.
Namun kali ini, pukul tiga lewat sedikit saja aku sudah terbangun.
Hal terakhir yang kuingat adalah aku banyak bermimpi malam ini.
Entah kenapa aku memang cukup sering bermimpi.
Mungkin karena otakku terlalu aktif saat tidur.
Atau mungkin ada terlalu banyak hal yang kuinginkan, kupikirkan, dan kupendam di dalam kepala, sampai akhirnya semuanya keluar lewat mimpi.
Hm, mulai dari mana ya?
Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis di website ini.
Mungkin karena akhir-akhir ini aku terlalu banyak menulis untuk draft buku, sampai rasanya sudah cukup lelah untuk kembali menulis di website.
Ditambah lagi kesibukanku yang semakin banyak.
Terkadang aku juga bingung harus bercerita kepada siapa.
Ya, mungkin memang begitu kehidupan.
Ketika orang-orang mulai menganggap kita sebagai seseorang yang bisa dikatakan cukup sukses, secara tidak langsung kita terlihat seperti baik-baik saja.
Seolah-olah hidup kita lebih baik dari orang-orang di sekitar.
Padahal sebenarnya tidak selalu begitu.
Dan akhirnya, tulisan menjadi salah satu tempat untuk melampiaskan apa yang ada di dalam hati.
Tempat untuk mengatakan hal-hal yang mungkin sulit disampaikan secara langsung.
Eh, tadi sampai mana ya? Hehe.
Hm, tentang mimpi.
Kalau dipikir-pikir, 2026 ini benar-benar menjadi tahun yang luar biasa bagiku.
Jujur saja, aku tidak menyangka tahun ini tuhan akan memberikan begitu banyak hal baik.
Padahal di awal tahun, bahkan sebelum tahun ini dimulai, aku sudah dihadapkan dengan berbagai hal yang cukup menakutkan.
Banyak tanggung jawab, banyak hal yang harus dipikirkan, dan banyak hal yang harus dijalani.
Namun, Allah memang Maha Baik.
Semuanya terasa dimudahkan.
Aku hanya perlu menjalani, memikirkan satu per satu, dan percaya bahwa Allah akan memberikan jalan terbaik.
Memang ada beberapa hal yang sampai sekarang belum terjadi seperti yang kuinginkan.
Tapi mungkin memang belum waktunya.
Bisa jadi sesuatu yang belum diberikan kepadaku justru merupakan bentuk kasih sayang Allah.
Karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.
Dan rasanya, aku ingin membahas satu hal.
Kapan aku harus berhenti?
Hm, rasanya mau aku ungkapkan atau tidak, pada akhirnya aku juga akan mati.
Jadi, ya sudah, kuungkapkan saja.
Tahun ini rasanya aku terus saja melakukan banyak hal.
Pekerjaan, menulis, lari, dan masih banyak hal lainnya.
Aku seperti terus menekan gas.
Memang ada beberapa hal yang belum bisa kulanjutkan dengan baik.
Dan jujur saja, semua itu membuatku lelah.
Mungkin dari luar aku terlihat biasa saja. Tenang. Santai.
Tapi mungkin memang begitulah gayaku.
Di dalam kepala, sebenarnya banyak sekali hal yang terus kupikirkan.
Tentang pekerjaan, tentang kehidupan, tentang jalan yang kupilih, dan tentang apakah semua yang kulakukan sekarang adalah jalan yang nantinya bisa kupertanggungjawabkan.
Dan dari semua kelelahan itu, rasanya aku ingin beristirahat sejenak.
Mungkin aku ingin berhenti sementara dari dunia kepenulisan.
Berhenti sejenak dari media sosial.
Walaupun sebenarnya aku juga tidak terlalu aktif bermain media sosial, hehe.
Aku ingin menggunakan 2027 sebagai tahun untuk lebih banyak berpikir.
Mungkin mulai Januari 2027 sampai setelah Lebaran, aku akan benar-benar mencoba memperlambat semuanya.
Aku sudah masuk ke dekade 30-an.
Kalau mengingat kembali dekade 20-an, ternyata begitu banyak hal yang sudah terjadi.
Bahkan banyak di antaranya tidak pernah kubayangkan sebelumnya.
Memang masih ada banyak hal yang belum tercapai.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, aku sudah mengalami perubahan yang cukup besar dalam hidup.
Orang seperti aku yang dulu mungkin tidak pernah membayangkan bisa berdiri di posisi sekarang, ternyata masih bisa sampai di sini.
Buatku, itu sudah merupakan sebuah perubahan nasib.
Kalau semua ceritanya ditulis, mungkin bisa menjadi satu buku sendiri.
Tapi kalau harus dirangkum dalam satu kata, mungkin jawabannya sederhana:
Syukur.
Alhamdulillah.
Dan sekarang, di bulan yang mulai mendekati akhir tahun ini, aku masih terus mencoba menekan gas.
Namun, di saat yang sama, aku juga sudah mulai memikirkan kapan waktunya berhenti.
Tahun depan mungkin aku akan masuk ke mode bertahan.
Mungkin setelah Lebaran aku akan kembali menekan gas, tetapi tidak sekencang tahun ini.
Lagipula, masih ada sekitar empat bulan lagi di tahun ini. Masih banyak hal yang mungkin terjadi.
Kalau soal menulis buku, mungkin aku masih bisa menyelesaikan satu buku lagi.
Kalau benar-benar terjadi, berarti tahun ini aku akan menulis delapan buku.
Buatku sendiri, itu sudah sesuatu yang luar biasa.
Mungkin hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal seperti itu sambil tetap menjalani pekerjaan profesional.
Entah berapa persentasenya. Katanya AI bahkan mungkin kurang dari 0,1 persen dari populasi dunia, hehe.
Tapi sebenarnya bukan soal persentasenya.
Aku hanya merasa senang karena ternyata aku mampu melakukannya.
Dan sekarang, ini masih pukul empat pagi.
Setelah Subuh, makan, dan ngopi, aku ingin pergi ke TMII.
Kebetulan aku punya annual pass, jadi bisa masuk tanpa harus membeli tiket lagi.
Aku ingin merenung.
Mungkin aku akan menulis tentang apa yang ingin kulakukan di sisa tahun ini dan bagaimana rencanaku untuk tahun depan.
Sudah lebih dari 17 tahun aku sering menjadikan TMII sebagai tempat untuk berpikir tentang hidup.
Lucu juga.
Tempat yang begitu dekat dengan rumah, tetapi ternyata menyimpan begitu banyak cerita tentang perjalanan hidupku.
Di sana aku sering berpikir tentang nasib, tentang masa depan, tentang keputusan yang harus kuambil, dan tentang hidup yang sedang kujalani.
Kapan Aku Harus Berhenti?
Bahkan ketika aku sadar, aku seperti tidak bisa menghentikan diriku sendiri.
Sampai akhirnya mungkin otakku yang harus menyampaikannya lewat mimpi.
Bahwa mungkin sudah waktunya berhenti sebentar.
Karena terkadang, berhenti dan berpikir sejenak adalah pilihan yang lebih baik daripada terus melakukan banyak hal tetapi sebenarnya kita sendiri sudah tidak menikmatinya.
Tidak semua hal harus terus dipaksakan.
Begitu juga dengan lari.
Mungkin tahun depan aku hanya akan mengikuti beberapa event saja.
Tidak sebanyak tahun ini.
Intinya, aku ingin slow down.
Entah kenapa, rasanya memang sudah waktunya seperti itu.
Mungkin tahun depan bukan waktunya untuk mengejar terlalu banyak hal.
Mungkin tahun depan adalah waktunya untuk lebih banyak merenung.
Lebih banyak berpikir tentang kehidupan panjang yang masih harus kujalani.
Tentang apa yang sebenarnya ingin kucapai.
Tentang apa yang harus dipertahankan.
Dan tentang apa yang sebenarnya sudah waktunya untuk kulepaskan.
Mungkin itu yang akan kulakukan tahun depan.
Merenung lebih dalam tentang kehidupan.
Sudah pukul setengah lima pagi.
Mungkin sudah waktunya aku bersiap untuk Subuh.
Jakarta, 06 September 2026
04.30 WIB