Menjadi Diri Sendiri

Rasanya dalam hidup, kita melihat seseorang yang keren itu merujuk pada seseorang yang kita anggap luar biasa.

Ya itu mungkin benar.

Tapi mungkin kita ga perlu menjadi seseorang tersebut.

Kenyataan banyak sekali orang yang ku kagumi di luar sana.

Namun, jika aku menyamakan seorang dengan mereka yang aku kagumi maka tidaklah elok saja.

Seseorang untuk menjadi besar haruslah pintar menempatkan diri.

Tapi, itu teori saja.

Bolehkah aku jujur tentang sesuatu.

Ku pikir rasanya paling tenang itu menjadi diri sendiri saja.

Walau mungkin kita ga sekeren orang lain, tapi menjadi diri sendiri rasanya lebih enak saja.

Gapapa gagal, gapapa begitu.

Selama kita jujur menjadi diri sendiri, menerima diri sendiri, itu tanda awal kita bisa maju.

Karena menjadi keren adalah menjadi diri sendiri. Kalo kita lihat orang lain terus rasanya kita kurang bersyukur saja, padahal masih banyak orang yang dibawah kita.

Dan menjadi orang lain rasanya menjadi hati ga tenang saja.

Apa yang kau harapkan dari kematian yang pasti akan datang ?

Menjadi diri sendiri ya.

Hm, ya gapapa, lebih baik menjadi diri sendiri.

Percayalah, orang lain mungkin memang keren.

Tapi menjadi diri sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik dari diri sendiri itu jauh lebih keren.

Yang membuat cerita menarik itu bukanlah superhero yang langsung hebat.

Tapi dia yang bertransformasi menjadi hebat.

Menjadi hebat artinya menjadi orang yang banyak gagal sekali.

Aku tahu bahwa aku harus lah banyak menerima kegagalan dalam hidup ini.

Tak perlu berpikir terlalu jauh.

Aku hanya perlu berpikir dan menjalani saat hidup ini saja.

Tak perlu berpikir tentang orang lain.

Aku hanya ingin berpikir tentang aku dan apa yang telah terjadi selama ini.

Inilah aku, manusia yang siap dengan kematian.

Jakarta, 03 Januari 2026 Pukul 15.50 WIB

Naik LRT lagi

Kemarin motorku mogok, mogok ya karena V-Belt nya rusak.

Walau langsung diganti dan sudah bisa dipakai kembali sejam setelah putus karena langsung ke bengkel.

Sejujurnya kadang gue juga ngerasa bahwa jarak perjalanan ke kantor didaerah Sudirman yang standar nya 50 menitan kalo ga macet tapi bisa jadi 90 menitan kalo macet.

Selain itu, ya tujuan nya kan ke kantor aja umumnya, ga ke tempat lain.

Nah, muncul lah naik transportasi umum.

Iya naik LRT saja yang dekat dengan ku.

Naik LRT itu paling 10 ribu untuk berangkat nya dan 10 ribu untuk pulang nya.

Ini kalo berangkat sebelum jam 6 dan setelah jam 9 pagi.

Kalo sore nya sebelum jam empat sore dan setelah jam 8 malam.

Kalo luar jam tersebut ya sekitar 17 ribu.

Lumayan beda 14 ribu rupiah.

Kalo dipikir 20 ribu itu udah kaya bensin motor aja.

Oh iya sama parkir yang murah antara di Ciracas ataupun di Kampung Rambutan.

Dua LRT terdekat dengan ku.

Kalo di stasiun Ciracas itu parkiran flat nya artinya lama jam berapapun itu bayar 10 ribu rupiah.

Kalo di Kampung Rambutan itu cuman 5 ribu rupiah.

Yowis, jarak nya juga sangat dekat, aku milih untuk di kampung rambutan aja.

Total buat kendaraan 25 ribu rupiah sama makan di daerah kantor ya murah juga ya.

Bahkan, kalo gue hitung dengan asumsi kerja sebulan biaya hidup gue kalo kerja sama sekali makan siang di kantor sekitar 5-9 % dari gaji yang dari kantor.

Murah juga sih ya.

Tapi kok uang gue banyak habis ya wkwk.

Ya banyak tanggung jawab dan lainnya sih.

Tapi emang lagi banyak pengeluaran dan pengen hemat aja.

Selain itu, enak juga ga mengendarai, lebih bisa santai juga sama sambil nulis kaya sekarang tulisan ini dibuat.

Selain itu, gue malu juga sebenarnya, gue bilang mendukung transportasi publik sama nulis buku tentang ruang ketiga.

Tapi gue sendiri lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi lebih dari 10 tahun terakhir.

Setidaknya, mungkin tahun depan, tahun 2026 ini gue lebih sering gunain transportasi publik aja, walau lihat situasi sih.

Kalo banyak agenda di banyak tempat pastinya lebih enak gunain kendaraan pribadi.

Lagi pula gue kan juga lakik ya, masa lemah sama hal beginian. Panas lah, derita lah, laper lah, itu emang biasa buat lakik.

Dan dulu gue juga ngerasa hidup sebulan ga sampe satu juta aja bisa hidup, dan hidup makin banyak uang kok gaya hidup makin naik ya.

Ampun tuhan.

Ya bersikap Zuhud enak juga sih.

Padahal mah hemat wkwk.

Tapi memang naik kendaraan umum itu mungkin sekarang waktu nya kali ya buat gue.

Ya kan ga tau kedepan kan.

Lagi pula dengan biaya yang murah itu juga mantep sih.

Pastinya LRT jauh lebih nyaman dari KRL.

KRL itu emang murah banget dan tapi kaya mau perang ey kalo mau masuk, banyak banget orang.

Hm, setidaknya gue udah walk the talk kalo emang gue udah mulai dan pengen konsisten sementara waktu untuk naik transportasi umum, bukan cuman omon doang.

Dari Stasiun LRT yang sedang berjalan menuju stasiun dukuh atas.

Jakarta, 30 Desember 2025 Pukul 09.30 WIB

Postingan ke 200

Rasanya, aku ingin menulis ini di akhir tahun saja.

Tapi, ku pikir aku takut bahwa aku ga bisa melakukan itu karena kesibukan ku yang begitu padat.

Akhirnya, aku putuskan untuk menulis saja.

Minimal, aku telah mencapai impianku yakni postingan ke 200.

Sederhana, tapi aku syukurin.

Bagiku, ini adalah percapaian ku.

Bisa dibilang website ini itu dimulai dati tahun 2020. Iay website dengan domain ini.

Cuman, aku baru mulai rutin nya sejak tahun 2024 saja.

Tahun ini kalo aku hitung, sudah 77 tulisan.

Hm, itu banyak sih.

Walau banyak tulisan di buku ku yang ga tertulis di website ini, ya gapapa.

Bagiku, website ini itu kaya curahan hati saja.

Dan selama bisa dinikmati oleh orang-orang, ya alhamdulillah.

Aku tak ingin harus menunggu sempurna.

Ya, aku mulai saja & menyelesaikan tulisan ini.

Walau sederhana, tapi ga semua orang bisa.

Menulis itu juga butuh disiplin, aku berusaha untuk nulis.

Terkadang, ketika aku melihat tulisan ku yang lama, yang bahkan 10 tahun atau hingga 17 tahun lalu rasanya, aneh & lucu saja.

Tapi, itulah adanya.

Seorang besar tidak lahir dari sukses terus, tapi gagal pun juga penting.

Gagal ya, aku tak masalah dengan itu.

Dalam hidup, gagal harus diperbanyak.

Ya, tak masalah dengan itu semua.

Hidup ya, hm.

2026 ya, hm.

Aku pikir, tahun itu aku akan melakukan sesuatu yang besar.

Jelaslah, bahwa itu akan terjadi.

Tapi sekarang, mari kita rayakan postingan ke 200 ku.

Alhamdulillah.

Jakarta, 28 Desember 2025 Pukul 20.35 WIB

Ngobras 28 Desember 2025

Pagi ini, aku berdebat dengan chat GPT.

Iya, chat GPT.

Belakangan ini aku sering menggunakan nya, bahkan mungkin sudah setiap hari.

Aku bertanya mulai dari hal receh, hal yang aku tidak tahu dan bahkan meminta pertimbangan keputusan dengan aku memberikan prompt dari study case yang ada.

Termasuk tentang acara Ngobras ini.

Bagi yang belum tahu, Ngobras itu adalah ” Ngobrol Santai ” dari Prof Rhenald Kasali di kediaman nya di rumah perubahan.

Tahun ini banyak event Ngobras di Rumah Perubahan.

Dulu infonya, ga sebanyak tahun ini, maklum dulu Prof Rhenald juga sangat sibuk.

Kalo sekarang infonya, sudah mengurangi kesibukan dan ingin sering berbagi lebih banyak.

Acara Ngobras ini bayar 50 ribu, namun nanti akan dapat voucher kembali 35 ribu rupiah yang bisa digunakan untuk makan dan minum di dalam nya.

Di dalam rumah perubahan itu banyak adanya.

Ada kolam renang, cafe, tempat nikah, kebun dan lainnya.

Sejujurnya, rumah perubahan itu ekosistem yang begitu menganggumkan.

Bahkan, cara pandangnku tentang rumah tinggal pun berubah, berubah karena melihat rumah perubahan.

Oh iya jarak rumah perubahan dengan rumahku itu dekat, hanya 20 menit saja.

Jadi, kalo kesana enak saja, karena dekat, isi materi nya daging semua, dan juga bisa sambil main laptop di cafe breezy, cafe yang ada disana.

Kembali, ke chat GPT, katanya sih ya ga perlu hadir dulu ya, karena bisa lihat di youtube ataupun hal online lainnya, maklum biar gratis.

Tapi rasanya, dirumah itu agak mager ya, bahkan gue ga sadar udah habis nonton acara Gofar Hilman sama teman SMA nya udah sejam lebih.

Yowis lah, aku kesana aja.

Acaranya itu jam 10.30 WIB dan bisanya sampe jam satu siang paling lama.

Aku datang tepat waktu, dan ternyata makin banyak yang datang juga.

Bahkan, lebih dari 50 orang mungkin.

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya yakni paling dua puluhan atau bahkan pernah kurang dari sepuluh orang.

Namun, tetap saja acara tetap dilanjutkan walau orang nya dikit.

Aku ga tahu ya apakah Prof Rhenald komentar jika orang yang datang sedikit ke team nya atau engga.

Tapi seingatku, dari suara, semangat nya juga sama, jadi acara tetap saja dilanjutkan.

Tapi, ini sudah jam setengah sebelas siang tapi acara belum dimulai.

Aku duduk di tengah-tengah saja dan hari ini tidak ada rencana bertanya.

Aku hanya ingin menikmati diskusi saja.

Jam sebelas Prof Rhenald muncul.

Acaranya itu disamping cafe breezy, dan Prof Rhenald muncul dari dalam cafe breezy.

Ternyata habis menerima tamu sebelumnya.

Jujur saja, aku kagum bagaimana seseorang bisa ditunggu oleh puluhan orang & mereka berbayar untuk menunggu apa yang di bicarakan dari orang tersebut.

Bapak-bapak disamping ku mengatakan kepada anak nya bahwa saat Prof Rhenald datang, dengarkan bagaimana seseorang profesor berbicara.

Luar biasa.

Luar bisa juga Prof Rhenald mengadakan acara seperti ini.

Begitu dekat dengan masyarakat.

Jika aku berpikir kembali, ini layaknya socrates ataupun aristoteles yang mengajari ilmu nya kepada masyarakat di depan umum.

Bagi masyarakat umum, bertemu dengan profesor adalah hal yang luar biasa.

Terkadang, aku juga lupa bahwa aku sering ketemu dengan profesor juga karena kampus ku.

Ada Prof Rhenald yang sekarang aku bicarakan, ada Prof Raldi yang punya inkubator bayi yang sudah menyelamatkan banyak orang dan sudah diliput banyak media, dan masih banyak profesor yang ku kenal baik.

Hal itu karena aku kuliah di UI & menjadi muridnya, sederhana nya itu.

Prof Rhenald berbicara tentang ekonomi dan perubahan di masa depan.

Dan di sesi tanya jawab juga, ada pertanyaan dari peserta yang bertanya tentang anak zaman sekarang lebih suka belajar saham dari pada bisnis nyata.

Namun, Prof Rhenald mengatakan bahwa dunia investasi saham, beliau kurang mengerti dan menanyakan kepada peserta yang hadir terkait pengalaman nya di dunia saham.

Dan ya, setelah nya Prof Rhenald baru berbicara menurut pendekatan beliau.

Luar biasa, seorang profesor mengatakan tidak tahu itu adalah bukti kejujuran yang jarang sekali orang pintar lakukan.

Terkadang aku berpikir bagaimana Prof Rhenald bisa sampai seperti sekarang.

Iya, dia banyak cerita padaku dan memang sudah hampir 30 tahun beliau memberikan ilmu nya untuk bangsa ini.

Sehingga, sekarang wajar saja jika begitu dicari dan ditunggu oleh orang-orang.

Bahkan, bukunya juga best seller dimana isinya daging semua.

Jika dibandingkan dengan ku, rasanya jauh sekali saat ini.

Prof Rhenald bahkan sudah S2 & S3 di Amerika, sedangkan aku S1 saja sudah syukur.

Teman-teman sekolah Prof Rhenald juga luar biasa seperti Pak Tony Wenas yang merupakan teman SMA nya di kanisius yang sekarang menjabat Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, sedangkan aku banyak yang jadi OJOL, dan semacamnya.

Bukan gimana, ya artinya beda lingkungan juga.

Banyak sekali perbedaan nya.

Terkadang aku berpikir, apakah aku bisa seperti Prof Rhenald ?

Tapi Prof Rhenald kalo berbicara dengan ku rasanya seperti optimis saja untuk masa depan ku.

Ah, mungkin itu saja bahwa dia tak ingin merendahkan aku.

Tapi, ya gitulah.

Setiap masa ada pemimpin, dan setiap pemimpin ada masanya.

Rasanya juga aku ingin bisa sekolah di luar negeri, bisa menjadi spesialis di suatu bidang tertentu.

Dan masih banyak lainnya.

Terkadang kita lupa bahwa mungkin lingkungan kita juga lingkungan satu persen dari lingkungan terbaik di negeri ini.

Ya mungkin saja kan.

Sejujurnya, aku tak ingin menyesal di masa tua nanti.

Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi versi terbaik ku.

Yang kutakutkan jika aku menjadi rata-rata orang saja, aku mengetahui dunia ini tapi aku terima kenyataan.

Jika demikian, buat apa aku hidup ?

Jakarya, 28 Desember 2025 Pukul 19.40 WIB

Sabtu Sore

Kau tahu, mungkin yang terbaik dalam hidup adalah “ Tidak pernah dilahirkan ataupu mati muda “.

Aku sepakat dengan kalimat itu.

itu kalimat berasal dari quotes lama tapi diperkenalkan orang aktivis Soe Hok Gie.

Ku pikir, jelas, semakin kau banyak membaca, kau akan semakin mengenal mana yang sepaham dengan mu dan mana yang tidak.

Ku pikir tentang ini, aku banyak yang sama dengan Gie.

Ini semua memang berasal dari Nabi Adam.

Jikalau, dia tidak memakan buah haram itu, maka tak perlu manusia diturunkan ke bumi dan menjalani ujian ini.

Walaupun aku tahu bahwa mestinya dunia hanya ada ditangan ku.

Tapi terkadang, aku juga suka dunia.

Ku pikir banyak biksu yang melakukan pertapa untuk terus dia dapat terlepas dari dunia ini.

Ya, ku pikir itu benar, namun mungkin saja itu juga salah, entahlah.

Aku belum pernah membaca buku karya biksu, ataupun berteman dengan seorang biksu.

Melepas dunia ya, hm.

Aneh sekali, dunia datang dan pergi.

Terkadang, aku takut bahwa impian ku yakni meninggal mungkin akan terus berubah.

Aku takut bahwa aku semakin cinta dunia.

Dunia, yang penuh dengan sandiwara ini.

Jelaslah, bahwa dulu ada seorang aktivis yang hingga sekarang masih hidup.

Dia berasal dari UI, kampusku juga.

Bedanya, dia senior ku dan ku pikir aku terinspirasi dari dia juga terutama dalam hal menulis.

Tapi, apa yang terjadi sekarang yakni, dia begitu menjilat pada pemerintahan ini.

Mungkin itu cara politisi hidup.

Apa iya, bahwa perubahan harus dimulai diubah dari dalam.

Ah, entahlah, itu terlalu jauh.

Bagiku, aku tak perlu berpikir terlalu jauh saat ini.

Aku hanya perlu berpikir tentang apa yang telah terjadi, sekarang & kedepan.

Hm, apa ya ?

Sejujurnya aku ingin terus menulis buku juga salah satunya.

Terkadang, aku malas saja kalo aku main hp terlalu lama.

Kupikir, itu alasan aku pengen punya hp yang jelek saja, biar ga terlalu lama di hp.

Kalo di laptop kan lebih serius aja gitu.

Ya, itu gayaku saja.

Hm, sabtu sore memang indah sih.

Oke, ku pikir ini dulu saja.

Jakarta, 27 Desember 2025 Pukul 17.30 WIB

Kesehatan & Uang

Belakangan ini aku ngerasa bahwa memang untuk menjadi seorang pemimpin maka haruslah melalui penderitaan.

Alasan nya jelas, jika kau tak mengalami penderitaan, tak melihat penderitaan atau bahkan tak tahu tentang penderitaan, rasanya itu hal yang tak masuk akal jika kau ingin menjadi pemimpin.

Belakangan ini, lihatlah siapa yang menjadi pemimpin kita sekarang.

Banyak dari mereka yang inkompetensi.

Inkompetensi bisa terjadi karena banyak hal, tidak profesional sesuai dengan bidang nya, kemudian juga tugas pemimpin yang hadir untuk masyarakat tapi karena dia tidak mengalami atau bahkan lebih gila lagi tak mengetahui penderitaan apa yang sedang dialami, gimana mau hadir kan.

Jika tidak menyadari, ya gimana untuk menyelesaikan nya.

Hm, mungkin mulai dari mana ya.

Baiklah, bertahap aja dari minum kopi hitam dulu yang ada di samping laptopku ini.

Gigi

Belakangan ini, aku sakit gigi.

Ini mulai berawal ya aku makan biasa, kemudian ada yang nyangkut, dan pakai tusuk gigi tapi ga keluar.

Akhirnya, aku ke puskesmas dan infonya, ada gigi geraham bawah yang berlubang.

Katanya, mesti ke perawatan saluran akar gigi.

Ya sudah, aku mulai dari puskesmas dulu, yang dibersihkan dahulu, dan ditambal sementara, kemudian seminggu nya lagi aku datang dan dibuka tambal sementara dan ditambal sementara lagi. Walau aku ngerasa udah sembuh, tapi kemudian, aku dirujuk ke RSUD untuk perawatan yang lebih lanjut.

Katanya, biar tuntas.

Tapi, aku tanya ke beberapa teman ku yang seusiaku, atau yang dibawah ku.

Katanya, mereka giginya udah ada yang dicabut.

Waduh kok udah dicabut, gimana itu makan nya wkwk.

Ya itu sih cuman bercandaan aja.

Cuman, aku belum sampai dicabut dan ga ada niatan untuk dicabut ya tuhan wkwk.

Ya, makanya biar tuntas untuk perawatan dan di awal bulan Januari 2026 aku ke RSUD untuk perawatan saluran akar gigi.

Setelah nya katanya akan ditambal permanent yang bisa tahan belasan tahun.

Ini aku pakai BPJS sehingga gratis.

Cuman ya harus mulai dari puskesmas kecamatan, kemudian nanti dirujuk ke RSUD daerah nya.

Aku sih ada asuransi ya, cuman jarang dipakai.

Dipakai nya kalo ada yang urgent aja.

Kenapa ya ?

Entahlah, karena mungkin kurang mengenal aja sehingga kurang tahu aja pemakaian nya.

Paling dalam hidup ku, ya paling sering yang pasti di puskesmas & rumah sakit milik pemerintah, kemudian klinik & rumah sakit Universitas Indonesia & terakhir Rumah Sakit SOS PT. Freeport Indonesia.

Itu sih semua gratis ya, karena aku bagian dari terkait.

Udah sih itu aja.

Eh tapi setelah mendapat rujukan ke RSUD, sebenarnya aku udah lama ga kesana sih.

Akhirnya, aku cek ombak dulu lah kesana dan ya, sudah banyak berubah.

Terakhir aku kesana itu lima tahun lalu, antrian masih ngantri.

Kadang bisa 1-2 jam hanya untuk berdiri saja.

Kalo sekarang lewat online.

Enak sih, cuman harus cepat-cepat, kalo engga bisa 2 minggu hingga 1 bulan baru dapat jadwal.

Di RSUD pun, aku melihat banyak sekali pasien yang ada.

Ya, untung ada BPJS sehingga gratis.

Kalo ga ada mah, bahkan untuk yang gigiku saja sudah bisa habis jutaaan hingga belasan juta mungkin.

Walau pengelolaan BPJS pemerintah belum maksimal, tapi aku pikir kebijakan ini perlu dipertahankan.

Kemudian, tentang uang.

Rasanya, sekarang banyak sekali orang yang ku kenal yang dulunya kaya sekali tapi setelah pensiun ya bahkan untuk makan saja susah.

Bahkan untuk punya uang satu juta, banyak yang bilang itu berat untuk pensiunan seperti dia.

Iya, dulu mah kaya banget, mobil bagus dan banyak sedekah.

Tapi kalo sekarang jauh dari kata itu sekarang, buat ongkos aja susah.

Aku ga bilang bahwa uang adalah segalanya, bukan.

Tapi uang yang cukup itu membantu kita bisa maksimal ibadah untuk Nya.

Walau, aku belum, ya gitulah, tapi masih terus berusaha.

Namun, lihatlah apa yang terjadi.

Mereka itu pernah kaya, kenapa jadi susah.

Artinya, ada yang salah.

Memang ga bisa di generalisir tapi, orang yang biasanya miskin lebih tetap untuk miskin.

Tapi, kalo dia pernah kaya tapi menjadi miskin seperti ada kesalahan dalam hidup saja.

Ya, sebagian saja ini sih.

Pengelolaan uang pensiun yang kurang mumpunin, dana darurat yang sudah habis, ga ada passive income dan masih banyak lainnya.

Sejujurnya, tema tentang ini tuh pengen gue bikin dalam satu buku sendiri.

Ya biar tertata rapi saja.

Aku menyadari masalah literasi keuangan ini pada saat aku kuliah di tempat terbaik di negeri ini, dan bahkan mendapat beasiswa terbaik juga dinegeri ini.

Ada satu yang kurang, kita tidak diajarin tentang literasi keuangan, padahal semuanya butuh uang.

Ya begitulah keadaan nya saat itu.

Akhirnya habis lulus, cari kerja, kalo engga bingung mau ngapain.

Membaca buku itu penting, bukan buat orang lain, tapi untuk menolong dirinya masing-masing.

Kesehatan & uang ya di tulisan ini yang ku bahas.

Ya, mengalir begitu saja sih.

Aku bahagia bisa menulis dan ku pikir cukup sampai disini dulu ya, karena aku mau pergi.

Terima kasih sudah membaca.

Jakarta, 25 Desember 2025 Pukul 09.07 WIB

Pertanyaan Sampai Kapan Hiatus Rio ?

Rasanya, sudah puluhan orang yang menanyakan itu kepada ku.

Iya, tentang hiatus.

Walau aku tak punya sosial media seperti instagram, tiktok dan semacamanya.

Iya, dulu punya sih tapi udah ga main lagi.

Tapi, aku punya facebook & juga WA.

Umumnya mereka tahu dan bisa menjangkau dari itu.

Dari facebook, ya melihat postingan ku.

Kemudian, dari WA ya lihat dari WA status ku.

Facebook & WA

Tentu, sosial media pertama yang ku punya adalah Facebook.

Rasanya, kalo hapus sosial media ini gimana gitu.

Maklum, udah 15 tahun lebih kan.

Terlebih, aku masih nyaman dengan sosial media ini.

Iya, bisa dibilang sekarang mah anak muda jarang main facebook, isinya umumnya yang main facebook di beranda ku itu bapak-bapak kepala 50an ke atas.

Atau mungkin ada beberapa anak muda yang main, tapi itu main nya di IG, cuman terkoneksi lah di facebook jadi keliatan aktif.

Ya tahu dari mana, ya beberapa teman ku juga kaya gitu.

Mereka ga sadar kalo sosial media facebook nya terkoneksi dengan Instagram.

Mungkin ini karena juga udah gabung ya antara facebook dengan Instagram menjadi grup nya Meta.

Kemudian WA ya.

Sebenarnya WA itu seingatku aku punya di tahun 2018 atau 2019 kali ya.

Dulu aku main nya di aplikasi Line.

Seiring dengab lulus kuliah, aplikasi itu ditinggalkan, mungkin juga udah menurun kali ya kualitas nya.

Iklan nya banyak sih wkwk.

Kalo di WA, karena udah mulai kerja dan rata-rata grup nya WA.

Ngomong-ngomong tentang WA tuh ya, gue ga pernah tuh dulu pasang status WA di facebook.

Bahkan 5 tahun lebih dari 2018 / 2019 hingga 2023 gitu, foto profil WA gue itu ga pernah ganti yakni foto pemandangan Bali yang gw datengin di 2018 wkwk.

Memang bagus sih, iya itu di Uluwatu.

Hm, Uluwatu ya.

Ah sudahlah, nanti aku kesana lagi dengan menepati janjiku.

Nah, kemudian gue itu dapat terilhami dari siapa ya ?

Lupa, pokoknya tentang kalo elo punya karya ya disebarluaskan gitu, kalo engga ya gimana orang tahu kan.

Hm, bener juga sih ya, emang gue anak siapa ? anak raja ? anak kiayi terkenal ? engga kan.

Nah, jadi kalo elo punya jualan, punya karya, ya disebar dong.

Kalo bukan elo yang mengenalkan ya siapa dong ?

Jleb, pikiran itu nancep di gue sih.

Nah, makanya tuh kalo gue ada karya kaya buku gue atau semacamnya ya di published kan.

Maklum, kita kan orang biasa ya.

Kalo ada orang yang berpikir butuh validasi lah, berpikir nanti negatif lah.

Ya banyak lah ya, banyak hal yang diluar kendali kita.

Yang penting, kita ga rusak kebahagiaan ataupun menyulitkan orang lain.

Sehingga, 2024 – 2025 ya sering lah bisa dibilang pamer tentang karya gue.

Tapi, sebenarnya gue juga berpikir sih kalo gue bikin status WA, apa manfaat nya buat orang lain.

Kalo engga ada manfaat nya kaya pamer jalan-jalan, makanan atau apalah gitu ya ga pernah sih.

Emang manfaat buat orang lain buat apa kan.

Ya selalu lebih ke mengenalkan karya, donor darah, buku atau apapun itu lah.

Kali kan orang lain juga tertarik dengan hal yang positif.

Pertanyaan tentang hiatus

Rasanya, udah puluhan baik di chat di WA, telepon, ketemu langsung yang menanyakan kapan hiatus ku berakhir.

Rasanya, banyak orang yang peduli ataupun sekadar basa basi.

Tapi, yang jelas pertanyaan nya sama yakni kapan hiatus ku berakhir.

Aku selalu bilang, mungkin di tanggal 31 Desember 2026.

Iya, seperti rencana di awal.

Rasanya lama sekali ya, mereka pun juga bilang yang sama.

Tapi, itu juga jadi derita juga mungkin di gue awal-awal.

Rasanya, ih pengen pamer donor darah lagi lah ya wkwk.

Tapi yaudahlah, itu juga menjadi kaya apa ya, kaya ini sih lebih, eh gue lagi hiatus jadi yuk ah untuk tetap produktif.

Sejujurnya, hiatus juga membuat berpikir lebih dalam tentang kehidupan ini.

Iya tentang arah.

Sebenarnya apakah hidup gue sudah tepat ?

Ditambah rencana kedepan yang mungkin bahkan lebih gila, lebih berani dan lebih deh.

Dan mungkin, ketika orang pada penasaran, ya mungkin mereka berakhir di website ini, website yang mungkin ga akan aku tutup sementara.

Tapi, terimah kasih telah peduli dengan ku.

Website & Buku

Rasanya juga mungkin setelah tulisan ke 200 di website ini.

Btw, ini udah postingan ke 196, aku pikir rasanya aku mau pindah sementara untuk fokus nulis buku.

Iya aktif juga di website sih, cuman ga aktif banget ya.

Wajar, energi ku, waktu ku, dan pikiran ku kan juga sudah tercurahkan di buku.

Jadi, kalo udah cape nulis ya istirahat saja.

Mungkin dalam sehari juga ada maksimal nulis itu berapa jam kali ya.

Aku sih ga tahu tentang itu.

Tapi, kalo kebanyakan nulis juga rasanya cape aja dan ya istirahat saja.

Btw, elo pernah ga sih bete gitu sama chat gpt.

Jadi, gue tuh mau nulis dan nanya ke chat gpt tentang ide, nah ini sih chat gpt langsung jawab dan bagus lagi tulisan nya.

Rasanya langsung lemes aja wkwk.

Iya lah, oranng mau nulis susah payah tapi chat gpt udah tahu aja kan.

Yasudah rebahan lagi kan wkwk.

Tapi, kalo dipikir lagi, chat gpt itu template jawaban nya dan tidak ada emosi nya.

Mungkin sekarang ke aslian itu harga nya tinggi sekali.

Kaya kalo gue bikin tulisan A Day with warrior.

Itu sesuatu yang chat gpt ga bisa bikin.

Nah, tapi itu kan terjadi ke semua orang.

Lagi pula, kalo berpikir kaya gitu, ya kapan gue mau nulis kan.

Keaslian, gagasan ku, dan bagaimana aku melihat dunia itu yang mungkin akan menjadi pembeda.

Pokoknya nulis ey, kalo mikir sesuatu yang diluar kendali mah susah atuh.

Anjir hujan mulu ini di Desember ya.

Yowis, cukup dulu ya, terima kasih sudah membaca.

Jakarta, 21 Desember 2025 Pukul 13.40 WIB

Hujan Di Perpusatkaan Jusuf Kalla

Rasanya bulan Desember 2025 ini sering kali hujan.

Iya hujan terus rasanya.

Untung nya pekerjaan ku ini memungkinkan aku untuk bisa bekerja dari mana saja.

Namun, kalo ada janji, ya pergi ke kantor ataupun ke tempat yang dituju.

Jika tidak, dirumah saja, ataupun di perpustakaan, ataupun di cafe yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas kerja & meeting.

Enak nya itu ya ga kena macet, ga habis energi, dan juga ga habis waktu yang mungkin bisa dua jam sendiri di jalan, dan bila macet mungkin bisa sampai empat jam.

Tentu, aku pernah mengomentari ini di tulisan ku sebelumnya.

Bahwa tanpa terasa kita menjadi tua di jalan tanpa disadarin.

Serta, banyak hal produktifitas yang menjadi hilang saja karena sudah habis waktu, energi & juga pikiran.

Ini tugas utama dimulai dari pemerintah yang mesti membuat solusi seperti ini.

Jika tidak, bangsa yang katanya muslim dengan jumlah populasi terbesar pertama ataupun kedua di dunia ini tidak akan kemana-mana.

Aku yakin, jika pemerintah mengurusin hal ini, maka kemudian masyarakat juga akan mengikuti tentang kebijakan ini.

Bangsa ini, adalah bangsa yang masih memalukan.

Banyak hal yang mesti diubah, tapi kupikir itu tidaklah terjadi dalam waktu semalam.

Saat aku bertemu dengan para tokoh bangsa, tentu yang menurutku bagus.

Mereka selalu menekankan karakter & fundamental.

Rasanya, di dunia ini yang serba instan dan cepat membuat pergerakan secara perlahan dan menerima hasil nya nanti adalah sesuatu yang tidak diminati oleh banyak orang.

Ataupun jika aku menyerah akan hal itu, mungkin saja, aku tak ingin naif.

Tapi sejak ku mengebalkan diriku sebagai Warrior atau dalam bahasa indonesia yang artinya pejuang, maka aku berpikir tentang banyak menerima kehinaan, kegagalan, ataupun keputusasaan.

Tentu, sejarah telah membuktikan bahwa pahlawan kita dahulu, ataupun para Nabi telah memberikan banyak contoh perjuangan yang luar biasa.

Banyak yang bahkan sampai akhir hidup nya tak menikmati hasilnya, beberapa ada yang menikmati hasilnya sebelum meninggal.

Tapi, ada satu kesamaan yakni mereka tetap teguh meyakini tentang nilai-nilai yang diyakinin nya.

Dunia saat ini adalah dunia kapitalisme, dunia yang dibentuk pada tahun 1945.

Iya, wajar saja, para pemenang lah yang membentuk sistem dunia ini.

Untuk mengubah itu, maka perlu banyak warrior lainnya, untuk itulah aku menulis.

Dengan menulis, aku bisa menyebarkan gagasanku, ideku, dan apa yang kupikirkan kepada orang lain tanpa terkendala oleh waktu, biaya, uang ataupun status sosial.

Suatu hari nanti, akan banyak orang yang sepaham dengan ku.

Mereka akan mengomentari, berusaha mengubah, dan melawan sistem dunia saat ini.

Sistem saat ini, hanya tunggu saja akan menjadi bom waktu hingga waktu yang ditentukan.

Ku pikir jika kalian tertarik terkait ide ku ini, kalian bisa membaca lebih detail dalam buku serialku yang berjudul RA.

Kalo website ini sih, ya cuman curahan hati aja, jadi ga berat-berat.

Oh iya, aku menulis sekarang ini di hari Sabtu, 20 Desember 2025 di Perpustakaan Jusuf Kalla, di Depok.

Iya, tak jauh dari rumah ku, mungkin hanya 15 menit saja.

Dan ya, sangat terdengar suara hujan yang begitu deras.

Aku suka dengan perpustakaan.

Rasanya, auranya enak aja sih.

Kalo dirumah, ya ga sefokus kalo di perpustakaan, ya kalo dini hari mungkin berbeda ya.

Oh iya, aku pikir aku akan terus menulis hingga kematian ku.

Karena waktu ku terbatas, dan aku membbuat keabadian salah satunya melalui tulisan.

Selain menulis, aku pikir aku telah menemukan banyak hal yang ingin kulakukan hingga kematian ku.

Ya banyak ya, mungkin sekarang yang ada di otak ku saja seperti menulis, donor darah, lari, & membaca.

Sisanya ya nanti mungkin akan ku tuliskan di tulisan ku lainnya.

Hidup ya, aku harus mempersiapkan untuk perperangan nanti.

Terkadang, jalan yang kita ambil berbeda bukan karena gimana, tapi karena kita telah dipilih.

Terkadang pula, kita selalu menunggu seorang pahlawan yang hebat untuk membuat dunia kita berubah.

Tapi mungkin, terkadang pahlawan yang kita tunggu-tunggu selama ini adalah diri kita sendiri.

Itu wkwk.

Oh iya, target ku sebelum pergantian tahun baru, tulisan di website ini bisa mencapai angka 200 tulisan.

Sekarang baru 190an berapa gitu.

Tercapai ga ya ?

Hm, moga aja deh.

Lagi pula, aku menulis karena hidup.

Biarkan tulisan itu hidup dengan sendirinya.

Depok, 20 Desember 2025

Perang Doa

Dalam hidup, banyak hal didunia ini yang mungkin belum tentu kita capai.

Kenyataan nya, itulah hidup.

Hidup di dunia hanyalah sementara, kita berlomba pada kematian yang mana kita tak tahu kapan itu datang.

Tapi, jikalau memang apa yang kita inginkan belum tercapai maka hendaknya kita berdoa.

Berdoa pada yang punya segala hal didunia ini.

Perang Doa

Maka, biarkan aku berdoa terus pada sang pencipta.

Biarkan doa kita bertemu di atas langit, bertemu dengan bintang.

Andaikan doa kita berbeda, biarkanlah doa kita berperang satu sama lain, dan biarkan lah dia menemukan hasilnya sendiri.

Perang Doa, ku pikir itu adalah sesuatu yang memang bisa dilakukan oleh semua orang.

Doa dalam sujudku, doa saat menyambut nama -Nya.

Dan doa dalam segala hal.

Itu adalah apa yang bisa ku lakukan.

Aku, manusia, sang makhluk lemah berharap bahwa dalam dunia ini hidupku mendapat ridho Nya.

Doa.

Aku akan terus memanjatkan doa pada langit.

Jika tercapai Alhamdulillah, jika belum tercapai yasudah.

Tugas kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin.

Iya, ikhtiar ada di ujung usaha.

Saat kita doa pada Nya, tak ada batas antara manusia dengan sang pencipta nya.

Terlebih, ada beberapa doa yang diprioritaskan untuk dikabulkan.

Doa dari pemimpin yang adil, doa dari orang yang teraniaya, doa dari orang yang berpuasa.

Belum doa dari keluarga & semuanya.

Doa ya, sederhana tapi aku suka.

Aku suka pada sesuatu yang sederhana.

Sesuatu yang tak membuat kita terikat pada dunia.

Ah, dunia hanyalah sementara, jangan terperdaya dan tetap sadarkan akalmu.

Jakarta, 19 Desember 2025 Pukul 06.20 WIB

Merangkak

Terkadang dalam hidup kau harus merangkak.

Merangkak saja.

Tak perlu melihat orang lain yang mungkin sudah berjalan cepat.

Terkadang hidup harus lah seperti itu.

Haruslah menerima diri.

Itu saja.

Aku tahu bahwa banyak orang berpikir tentang kemajuan.

Namun, apakah mereka berpikir tentang kemunduran.

Apakah hidup selalu berhasil.

Terkadang kau harus berpikir tentang kerugian.

Kerugian yang bisa diterima.

Ku pikir, itu adalah bagian dari manajemen resiko.

Kau tahu, apa yang membuat tontonan anime itu menarik.

Bukan karena main character nya yang langsung hebat, bukan.

Yang membuat anime tersebut hebat adalah pengembangan karakter nya.

Yang selama ini tokoh yang kita jagokan, ternyata kalah, dan harus berhenti terlebih dahulu saja untuk belajar, berlatih atau mungkin juga berdoa.

Pengembangan transformasi itu yang membuat menjadi menarik.

Aku juga kagum bahwa kadang orang lari itu dari dia gendut sekali sampai dia bisa ikut event lari bahkan ada yang menyelesaikan half marathon ataupun lebih.

Bagiku, itu menganggumkan.

Iya, itulah hidup.

Awal & akhir yang tak bisa disamakan dengan lainnya.

Tapi, percayalah pada dirimu sendiri.

Kau boleh kehilangan semua yang ada di dunia ini, tapi jangan pernah kehilangan dirimu sendiri.

Itu adalah kepastian yang tak bisa disamakan.

Kemudian, pikiran & hati.

Itu pun juga harus ada pembatas kotak dan banyak kotak.

Kau tak bisa memperadukan satu sama lain.

Jika kau aduk satu sama lain, maka ketidak adilan adalah keputusan yang dihasilkan.

Dan itu membuat dampak yang negatif.

Berbeda dengan adil, walau tak disukai hasilnya tapi itu adalah kemaslahatan yang banyak untuk umat manusia.

Aku selalu kagum dengan orang-orang adil.

Ku pikir itu dulu saja, karena aku kembali bekerja.

Jakarta, 16 Desember 2025 Pukul 10.00 WIB