Kesehatan & Uang

Belakangan ini aku ngerasa bahwa memang untuk menjadi seorang pemimpin maka haruslah melalui penderitaan.

Alasan nya jelas, jika kau tak mengalami penderitaan, tak melihat penderitaan atau bahkan tak tahu tentang penderitaan, rasanya itu hal yang tak masuk akal jika kau ingin menjadi pemimpin.

Belakangan ini, lihatlah siapa yang menjadi pemimpin kita sekarang.

Banyak dari mereka yang inkompetensi.

Inkompetensi bisa terjadi karena banyak hal, tidak profesional sesuai dengan bidang nya, kemudian juga tugas pemimpin yang hadir untuk masyarakat tapi karena dia tidak mengalami atau bahkan lebih gila lagi tak mengetahui penderitaan apa yang sedang dialami, gimana mau hadir kan.

Jika tidak menyadari, ya gimana untuk menyelesaikan nya.

Hm, mungkin mulai dari mana ya.

Baiklah, bertahap aja dari minum kopi hitam dulu yang ada di samping laptopku ini.

Gigi

Belakangan ini, aku sakit gigi.

Ini mulai berawal ya aku makan biasa, kemudian ada yang nyangkut, dan pakai tusuk gigi tapi ga keluar.

Akhirnya, aku ke puskesmas dan infonya, ada gigi geraham bawah yang berlubang.

Katanya, mesti ke perawatan saluran akar gigi.

Ya sudah, aku mulai dari puskesmas dulu, yang dibersihkan dahulu, dan ditambal sementara, kemudian seminggu nya lagi aku datang dan dibuka tambal sementara dan ditambal sementara lagi. Walau aku ngerasa udah sembuh, tapi kemudian, aku dirujuk ke RSUD untuk perawatan yang lebih lanjut.

Katanya, biar tuntas.

Tapi, aku tanya ke beberapa teman ku yang seusiaku, atau yang dibawah ku.

Katanya, mereka giginya udah ada yang dicabut.

Waduh kok udah dicabut, gimana itu makan nya wkwk.

Ya itu sih cuman bercandaan aja.

Cuman, aku belum sampai dicabut dan ga ada niatan untuk dicabut ya tuhan wkwk.

Ya, makanya biar tuntas untuk perawatan dan di awal bulan Januari 2026 aku ke RSUD untuk perawatan saluran akar gigi.

Setelah nya katanya akan ditambal permanent yang bisa tahan belasan tahun.

Ini aku pakai BPJS sehingga gratis.

Cuman ya harus mulai dari puskesmas kecamatan, kemudian nanti dirujuk ke RSUD daerah nya.

Aku sih ada asuransi ya, cuman jarang dipakai.

Dipakai nya kalo ada yang urgent aja.

Kenapa ya ?

Entahlah, karena mungkin kurang mengenal aja sehingga kurang tahu aja pemakaian nya.

Paling dalam hidup ku, ya paling sering yang pasti di puskesmas & rumah sakit milik pemerintah, kemudian klinik & rumah sakit Universitas Indonesia & terakhir Rumah Sakit SOS PT. Freeport Indonesia.

Itu sih semua gratis ya, karena aku bagian dari terkait.

Udah sih itu aja.

Eh tapi setelah mendapat rujukan ke RSUD, sebenarnya aku udah lama ga kesana sih.

Akhirnya, aku cek ombak dulu lah kesana dan ya, sudah banyak berubah.

Terakhir aku kesana itu lima tahun lalu, antrian masih ngantri.

Kadang bisa 1-2 jam hanya untuk berdiri saja.

Kalo sekarang lewat online.

Enak sih, cuman harus cepat-cepat, kalo engga bisa 2 minggu hingga 1 bulan baru dapat jadwal.

Di RSUD pun, aku melihat banyak sekali pasien yang ada.

Ya, untung ada BPJS sehingga gratis.

Kalo ga ada mah, bahkan untuk yang gigiku saja sudah bisa habis jutaaan hingga belasan juta mungkin.

Walau pengelolaan BPJS pemerintah belum maksimal, tapi aku pikir kebijakan ini perlu dipertahankan.

Kemudian, tentang uang.

Rasanya, sekarang banyak sekali orang yang ku kenal yang dulunya kaya sekali tapi setelah pensiun ya bahkan untuk makan saja susah.

Bahkan untuk punya uang satu juta, banyak yang bilang itu berat untuk pensiunan seperti dia.

Iya, dulu mah kaya banget, mobil bagus dan banyak sedekah.

Tapi kalo sekarang jauh dari kata itu sekarang, buat ongkos aja susah.

Aku ga bilang bahwa uang adalah segalanya, bukan.

Tapi uang yang cukup itu membantu kita bisa maksimal ibadah untuk Nya.

Walau, aku belum, ya gitulah, tapi masih terus berusaha.

Namun, lihatlah apa yang terjadi.

Mereka itu pernah kaya, kenapa jadi susah.

Artinya, ada yang salah.

Memang ga bisa di generalisir tapi, orang yang biasanya miskin lebih tetap untuk miskin.

Tapi, kalo dia pernah kaya tapi menjadi miskin seperti ada kesalahan dalam hidup saja.

Ya, sebagian saja ini sih.

Pengelolaan uang pensiun yang kurang mumpunin, dana darurat yang sudah habis, ga ada passive income dan masih banyak lainnya.

Sejujurnya, tema tentang ini tuh pengen gue bikin dalam satu buku sendiri.

Ya biar tertata rapi saja.

Aku menyadari masalah literasi keuangan ini pada saat aku kuliah di tempat terbaik di negeri ini, dan bahkan mendapat beasiswa terbaik juga dinegeri ini.

Ada satu yang kurang, kita tidak diajarin tentang literasi keuangan, padahal semuanya butuh uang.

Ya begitulah keadaan nya saat itu.

Akhirnya habis lulus, cari kerja, kalo engga bingung mau ngapain.

Membaca buku itu penting, bukan buat orang lain, tapi untuk menolong dirinya masing-masing.

Kesehatan & uang ya di tulisan ini yang ku bahas.

Ya, mengalir begitu saja sih.

Aku bahagia bisa menulis dan ku pikir cukup sampai disini dulu ya, karena aku mau pergi.

Terima kasih sudah membaca.

Jakarta, 25 Desember 2025 Pukul 09.07 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *