Menjadi Diri Sendiri

Rasanya dalam hidup, kita melihat seseorang yang keren itu merujuk pada seseorang yang kita anggap luar biasa.

Ya itu mungkin benar.

Tapi mungkin kita ga perlu menjadi seseorang tersebut.

Kenyataan banyak sekali orang yang ku kagumi di luar sana.

Namun, jika aku menyamakan seorang dengan mereka yang aku kagumi maka tidaklah elok saja.

Seseorang untuk menjadi besar haruslah pintar menempatkan diri.

Tapi, itu teori saja.

Bolehkah aku jujur tentang sesuatu.

Ku pikir rasanya paling tenang itu menjadi diri sendiri saja.

Walau mungkin kita ga sekeren orang lain, tapi menjadi diri sendiri rasanya lebih enak saja.

Gapapa gagal, gapapa begitu.

Selama kita jujur menjadi diri sendiri, menerima diri sendiri, itu tanda awal kita bisa maju.

Karena menjadi keren adalah menjadi diri sendiri. Kalo kita lihat orang lain terus rasanya kita kurang bersyukur saja, padahal masih banyak orang yang dibawah kita.

Dan menjadi orang lain rasanya menjadi hati ga tenang saja.

Apa yang kau harapkan dari kematian yang pasti akan datang ?

Menjadi diri sendiri ya.

Hm, ya gapapa, lebih baik menjadi diri sendiri.

Percayalah, orang lain mungkin memang keren.

Tapi menjadi diri sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik dari diri sendiri itu jauh lebih keren.

Yang membuat cerita menarik itu bukanlah superhero yang langsung hebat.

Tapi dia yang bertransformasi menjadi hebat.

Menjadi hebat artinya menjadi orang yang banyak gagal sekali.

Aku tahu bahwa aku harus lah banyak menerima kegagalan dalam hidup ini.

Tak perlu berpikir terlalu jauh.

Aku hanya perlu berpikir dan menjalani saat hidup ini saja.

Tak perlu berpikir tentang orang lain.

Aku hanya ingin berpikir tentang aku dan apa yang telah terjadi selama ini.

Inilah aku, manusia yang siap dengan kematian.

Jakarta, 03 Januari 2026 Pukul 15.50 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *