Hari ini adalah hari ke tujuh aku tidak minum kopi lagi.
Hm, mulai dari mana ya ?
Mungkin mulai secara perlahan saja.
Kopi
Aku tak pernah menyangka bahwa aku berhenti kopi setelah lima belas tahun aku minum.
Tak disangka pula aku bisa berhenti di tahun ini.
Aku tak pernah membayangkan dan bagaimana itu bisa terjadi, tapi memang keinginan itu sudah muncul sejak lama.
ku yang ter adiktif dengan kopi akhirnya bisa berhenti.
Rasanya tiga hari pertama itu benar – benar kepala ku pusing sekali, badan cape banget dan paling berat lah bahasanya.
Kemudian, hari ke empat pun juga masih pusing cuman memang berkurang jauh.
Hari kelima hingga ketujuh juga rasanya sudah kembali normal saja.
Katanya kalo sudah sebulan, badan akan ke reset ke bentuk baru, alias bebas dari kafein kopi.
Dampak
Tentu rasanya dampak berhenti dari kopi banyak ya.
Pertama, lebih tenang aja.
Beda dengan dulu, untuk tenang maka aku butuh kopi, tapi ini tahan hanya untuk beberapa jam saja ketika tubuh masih ada kandungan kafein.
Kalo sudah hilang, rasanya tubuh cape aja.
Sedangkan, ketika sudah bebas dari kopi rasa tenang itu lebih stabil aja lamanya.
Kedua, lebih merdeka rasanya.
Iya misalkan kita mau lari, mau gym ya tinggal minum air putih saja.
Berbeda dengan yang sudah terbiasa dengan kopi maka butuh kafein untuk meningkatkan fokus dan stamina.
Rasanya jika tak meminum kafein, lemas saja untuk ohlaraga.
Padahal jika bisa bebas dari kafein lebih enak, lebih merdeka tanpa kerte gantungan dari sesuatu.
Ketiga, rasa sakit kepala yang berkurang.
Mungkin rasa sakit kepala yang selama ini terjadi juga karena menurunnya dosis kafein yang ada di otak ku, sehingga untuk membuat tenang maka aku butuh kafein.
Sekarang rasanya kepalaku juga udah jauh lebih ringan dan sudah tidak ada sakit kepala lagi.
Keempat, lebih hemat.
Yang artinya ga perlu beli kopi lagi alias cukup air putih saja.
Keenam, tidur lebih pulas saja rasanya.
Ketujuh, lebih fokus dan stabil saja.
Berbeda dengan minum kopi yang kalo ga minum ya ga fokus dan gelisah saja.
Ini kaya kita musti lari jarak 42 KM vs jarak 5 km.
Kalo yang 42 km lebih stabil dan bisa tahan lebih lama.
Sedangkan yang 5 km lebih pendek dan cepat saja.
Terakhir, kedutan mata yang sudah berkurang sejak tidak meminum kopi.
Hal ini karena saraf tidak terlalu aktif akibat efek dari kafein.
Ku pikir itu dampak yang sudah ku rasakan.
Memang awalnya ada yang beda sih, ga ada rasah di lidah cuman air putih saja.
Cuman kan emang untuk kesehatan kadang makan-makanan pahit juga buat kebaikan tubuh.
Ku pikir jika sampai 3 bulan aku ga minum kopi, maka ini salah satu resolusi yang hebat yang bisa tercapai.
Ya, pencapaian terbaik di Q1 kali ya.
Sesuatu yang tak ku rencanakan, tapi karena sudah kejadian ku lanjutkan saja.
Kedua, gigi.
Iya gigi ku masih utuh dan full semua tapi ada gigi berlubang.
Walau sekarang sudah tidak sakit sama sekali, tapi urusan gigi ini haruslah tuntas.
Dan butuh waktu juga buat ke dokter nya kan.
Alhamdulillah semua gratis karena pakai BPJS.
Aku juga ga merencanakan ini di tahun ini, tapi karena sudah kejadian ya gaskeun saja.
Ketiga, mungkin bisa dibilang tahun ini adalah tahun terbaik ku kali ya.
Sudah banyak tanda yang menunjukkan juga.
Banyak hal yang aku ga rencanakan di tahun ini tapi entah kenapa kaya semesta mendukung ku.
Kaya mendali pertama dari event yang gratis dimana banyak yang ga dapat yang lain.
Kemudian, event lari yang bayar 100 ribu tapi dapat goodie bag nya 500 ribuan.
Barang-barang rusak diperbaiki di tahun ini.
Bahkan event yang mestinya bayar nya di atas satu juta lebih banget karena kesalahan sistem aku bayarnya seratus ribu aja.
Aku udah laporin yang sistem pembayaran nya eror ke panitia, ga direspon yaudah aku lanjutin aja pembayaran nya.
Bayar event untuk aquatlon dan duathlon di bulan Februari ini.
Masih banyak sih, banyak banget dan mungkin banyak hal yang akan aku tuntaskan dan banyak hal yang akan aku mulai juga.
Ku pikir tahun depan aku akan bikin buku Warrior Jilid 2 yang berjudul Hiatus.
Banyak hal, banyak hal, banyak sekali hal yang bakalan aku lakukan.
Aku sudah katakan, bahwa satu-satunya yang bisa menghentikan ku adalah kematian.
Jika aku terus hidup, pelan ataupun cepat, yang pasti aku akan terus mengubah dunia.
Aku ga pernah menyangka bahwa aku bisa hidup sampai sejauh ini.
Bagiku, hari baru adalah mimpi baru.
Oh iya, tak ku sangka juga bahwa senior ku di FTUI baru umur 40an tapi sudah meninggal.
Semoga amal dan ibadah nya diterima disisinya.
Padahal keliatan nya masih sangat sehat dan entah kenapa dapat informasi sudah tiada.
Atas dasar berita kematian lah aku berpikir untuk terus sadar bahwa aku masih hidup.
Dan aku haruslah terus menggenjot tulisan ku.
Kenapa ?
Karena tulisan ku suatu hari nanti akan menggerakkan peradaban.
Akan ada momen nya.
Selagi aku masih hidup, maka aku harus lah terus berjuang dalam kehidupan ini.
Terkadang aku terlalu santai saja.
Tapi Aku sadar satu hal bahwa aku berbeda dengan yang lain.
Dan yang ku takutkan jadinya adalah jika aku sama dengan yang lain.
Bagaimana aku mempertanggung jawabkan di hadapan Nya.
Jalanku bukanlah jalan yang mudah, tapi ku pikir karena impianku adalah kematian, jadi aku tak perlu takut pada apapun yang ada di dunia ini.
Oh iya, aku mau benerin sepeda dulu ya buat latihan.
Tadi juga udah renang sih buat persiapan aja.
Jakarta, 11 Januari 2026 Pukul 14.03WIB
