Berpesta

Aku suka dengan berpesta.

Rasanya, berpesta itu membuat hidup terasa hidup saja.

Tapi bagiku, berpesta bukan berarti tentang kemenangan, bukan.

Berpesta itu mungkin lebih ke arah merayakan ataupun mensyukuri tentang sesuatu yang terjadi.

Kegagalan pun juga mesti dipestakan.

Itu artinya kita bersyukur terhadap takdir yang telah terjadi.

Jikalau kita berpesta karena kemenangan, kenapa kita tidak berpesta pula karena kegagalan?

Hm, rasanya karena aku udah lama ga nulis lagi, aku tuh pengen nulis lagi deh.

Ya makanya nulis kan wkwk

Weekend Warrior

Rasanya, kalo buat A Day With Warrior or Weekend With Warrior itu lebih ke arah dokumentasi sih.

Tapi aku suka dengan itu, ini real ah, no fake-fake.

Oke, mungkin mulai dari hari ini aja kali ya.

Sabtu, 07 Februari 2026

Sebelumnya aku telah memasang jam wecker manual ku untuk bangun jam 4 pagi.

Selain itu, aku juga telah memasang alarm di HP ku yang mana bisa berjilid-jilid bunyi alarmnya.

Ya, aku mau ikut event road to tri sport series sih.

Iya, renang sejauh 500 meter dan lari sejauh 5 km.

Kalo untuk lari dengan jarak ini, aku sih siap selalu ya.

Namun, dengan renang itu yang aku kurang jago.

Maklum, dulu ga bisa renang, baru bisa itu pas SMA kelas 2 dan itu pun gaya katak.

Setelahnya, ga pernah belajar dan latihan lagi.

Aku pun mendirikan sholat malam dan sholat shubuh dirumah, setelah itu aku langsung ke Ancol.

Waktu perjalanan itu satu jam.

Jadi mungkin sebelum jam 6 aku sampai.

Acara nya sih infonya jam 05.45 pagi ya, tapi ya biasalah ya mungkin ngaret wkwk.

Aku sampai di Jimbaran resto di Ancol itu jam 6 kurang.

Jimbaran Resto Ancol

Aku liat sudah ramai walau belum mulai.

Mungkin ada sekitar 50an orang yang terdiri dari anak-anak, dewasa dan usia master alias 40 tahun ke atas.

Tentu, aku melihat sesuatu yang luar biasa.

Banyak anak-anak yang dianter orang tua nya untuk ikut kegiatan ini.

Triathlon ya, luar biasa.

Jika dipikir-pikir dengan kehidupan ku, hal ini tak pernah terjadi di keluarga ku.

Iya, aku belajar semuanya mungkin sendiri, kemudian dari buku, dan selanjutnya dari para guruku.

Pastinya, kondisi tiap keluarga yang berbeda beda.

Namun, dengan melihat anak kecil yang begitu banyak yang diantar oleh orang tua nya, itu sesuatu yang luar biasa bagiku.

Entah ingin jadi atlet atau hanya sekedar ikut ohlaraga biasa saja, aku tak tahu, aku tak berbicara dengan mereka, aku hanya mengamati saja.

Mungkin banyak dari mereka yang menurunkan mimpi nya pada anak-anak nya.

Setidaknya, kalimat itu aku banyak mendengar dari teman-temanku.

Tentang itu, aku tak ingin berkomentar di tulisan ini.

Tentu, aku datang pun langsung registrasi dan siap-siap.

Lima menit setelah aku registrasi & langsung pemanasan dan bersiap untuk berenang.

Iya, berenang di open water, tentu aku sudah bawa kacamata renang, kemudian penutup kepala.

Iya, aku pikir itu aja yang ku punya saat ini.

Sejujurnya, aku mulai ragu apakah aku mau ikut event ini di pekan depan atau tidak.

Memang sih aku dapat harga diskon sangat murah tapi tetap saja An event is still an event.

Terlebih ini, open water dan jarak nya 1 KM buat event nya.

Tapi ku pikir aku renang dahulu saja.

Renang dimulai dengan kategori open dimana usia lebih dari 17 tahun keatas berenang terlebih dahulu, kemudian nanti dilanjutkan dengan usia dibawah 17 tahun.

Untuk yang kategori open itu lebih jauh saja dimana ada 2 check point.

Kalo yang usia yang dibawah 17 tahun cuman satu check point.

Aku pun memasuki pantai dan mulai berenang.

Benar saja, aku ga pernah latihan lagi dan ya gampang cape.

Udah ga ada buoy lagi.

Buoy itu kaya pelampung buat berenang terutama di perairan terbuka.

Aku belum punya dan ternyata di pantai info nya buoy boleh dipakai untuk beginner.

Aku pun berenang, meminum air laut yang begitu asin dan mengambang untuk istirahat sejenak.

Ini berulang kali terjadi hingga selesai dan memasuki garis pantai.

Aku pikir aku belum ada 500 meter karena ya begitulah belok ga karuan renang nya wkwk.

Aku pun juga ga pakai jam.

Iya, aku ga pakai jam juga saat lari, alasan nya ya pengen menikmati saja momen nya.

Itu untuk saat ini sih, mungkin kedepan berubah ga tahu kan :).

Setelah renang ternyata ga langsung lari, alias bisa istirahat dulu sekitar 5 menit mungkin ya.

Pastinya aku pun minum air putih dan juga ada kopi yang kubawa di Tumblr ku.

Setelah nya dari panitia mengajak keliling dulu untuk informasi terkait race di pekan depan dimana area transisi nya dan semacamnya.

Setelah nya, kita pun lari.

Dipikiran ku ini bocil bocil lari nya kenceng bangett, sedih kali aku ya wkwk.

Tapi bagiku sebagai pelari yang hanya mencapai garis finish, jarak 5 km bukan lah sesuatu yang sulit.

Walau cape banget sih, asli.

Kadang ku juga berpikir, ngapain ya gue cape begini, tapi kalo engga ya gue juga bosen nanti hidup wkwk.

Tapi nanti juga kalo dah kelar, daftar event lain lagi.

Ya begitulah manusia hehe.

Setelah selesai, ada sharing terkait event pekan depan dari race director, Federasi Triathlon Jakarta, sama dari Garmin.

Sejujurnya gue tuh mau nyerah ey untuk ikut event nanti, cuma kadang gue berpikir di otak gue, gue itu warrior, seorang pejuang.

Malu juga sih kalo nyerah wkwk.

Ya itu dih dipikiran ya.

Terus penjelasan dari race director itu baik banget.

Yang penting pertama adalah safety.

Iya, jadi lebih tenang aja sih.

Setelah nya aku tuh pulang dan menuju ke arah Taman Mini Indonesia Indah.

Iya, aku mau ambil racepack di The Amboja dekat dengan TMII.

Ini buat acara lari Enervon C yang besok pagi diadakan.

Sejujurnya aku tuh awalnya ragu mau ikut atau engga.

Cuman karena murah sekali dan mendapatkan goodie bag yang banyak sekali jadi nya ku ikut.

Terlebih ini di Taman Mini yang dekat dengan rumah ku dan bisa berlari bersama teman -teman dari Taman Mini Running Club.

Yaudah deh, daftar.

Kembali dari Ancol, aku berangkat dari Ancol itu jam setengah sembilan lewat dan sampai di The Amboja itu jam 10 pagi.

Pas sih, karena baru mulai bisa diambil racepack di jam 10 pagi.

Ambil racepack dulu gan 🙂

Setelah mengambil, aku langsung pulang kerumah.

Sebelum pulang kerumah, beli rujak dulu.

Ini udah lebih dari 17 tahun aku langganan.

Dan orang nya juga masih sama.

Jangan salah, di dekat rumah ku itu langganan rata-rata diatas 10 tahun, banyak juga yang udah lebih 20 tahun aku langganan.

Ya mulai dari ku masih kecil.

Ga tahu kenapa ya, kalo di daerah pinggiran kaya Ciracas, usaha itu awet awet.

Kalo daerah kota kaya Sudirman, atau pun jalan Margonda, cepat banget itu ganti toko nya, belum setahun udah ganti toko kan.

Banyaklah faktornya pasti.

Dan saat mau pulang kerumah, hujan dikit.

Aku pun makan rujak yang cukup pedas itu.

Ya sensai makan pedas itu emang enak sih.

Walau aku udah ga kuat makan pedas banget.

Benar sekali, setelah makan, kurang dari sejam aku udah 5x bolak balik ke WC.

Setelah itu aku tanya chatgpt.

Dan dikasih saran untuk minum oralit ataupun beli obat diare.

Aku pun beli oralit & obat diare.

Aku minum oralit dulu, dan ya, belum lama langsung ke toilet lagi.

Setelah nya hingga malam sudah tidak sakit perut lagi.

Luar biasa ya obat nya.

Dan setelah Zuhur, asli cape banget dan akhirnya tidur siang.

Aku pun bangun dan langsung bersih-bersih rumah dan mandi.

Setelahnya, aku cari makan dulu dan ini makan nya, makan ketoprak wkwk.

Makan dulu gan hehe

Dan, aku melanjutkan buka laptop untuk berbagai hal, bales email, juga ada pekerjaan, ngerjain start up, nulis buku dan macam-macam deh.

Setelah nya, Maghrib pun tiba dan mulai Maghrib aku udah mencari tahu tentang apakah aku ikut event pekan depan ga ya.

Aku ikut event di hari Sabtu yakni Aquatlon & di hari Minggu yakni Duathlon.

Persiapan sih minim ya, tapi aku masih ada waktu buat persiapan.

Aku pelajarin guide book nya dari jamnya, lokasinya, dan detail nya.

Sejujurnya aku selama ini belum pernah ikut event Aquatlon ataupun duathlon apalagi Triathlon.

Pernah nya ikut latihan gabungan dan itu ga ada Cut Off Time nya

Terus kenapa ga ikut event ?

Pertama, karena mahal dan sayang uang aja sekarang mah, terus sama fisik ku dan kompetensi ku juga masih kurang, perlu banyak latihan.

Tapi yaudah, aku terima itu semua dan berusaha untuk lebih baik lagi.

Terkadang kalo aku udah kerja & nulis itu, ohlaraga udah males aja rasanya.

Padahal ga boleh sih, mesti berimbang.

Aku pun juga mencari buoy di toko online tapi baru ditambahkan di keranjang aja, belum dibeli:).

Terus malam nonton futsal Indonesia vs Iran, kalah ternyata, tapi yaudah lah.

Cuman seru sih, kapan ya timnas bola bisa main bagus kaya futsal ?

Entahlah.

Ku pikir itu dulu kali ya, mau main HP lagi dan nanti pagi mesti bersiap untuk berpesta lagi

Minggu, 08 Februari 2026

Alarm HP ku berbunyi, aku mulai membuka mata dan kulihat jam di handphone masih menunjukan jam 3 pagi.

Aku lepas HP itu, aku matikan, dan tanpa terasa aku tertidur lagi.

Ku dengar bunyi alarm lagi, dan jam menunjukan jam 4 pagi.

Tentu, itu dari bunyi alarm HP lagi.

Bunyi yang ku setel secara berjilid-jilid.

Perlahan tapi pasti, aku mulai menggerakkan badan ku dan mulai beranjak dari kasur menuju kamar mandi.

Aku pun mandi dan bersiap menjalani hari.

Aku pergi ke musholla yang jarak nya tak kurang satu menit dari rumah ku dengan jalan kaki.

Setelah sholat, aku langsung pakai baju lari yang berlogo Enervon C itu, kemudian makan ayam yang sudah ku beli kemarin malam dan ku panaskan dengan Microwave.

Sejujurnya, aku suka sekali dengan Microwave, dulu aku ga pernah punya, tapi dulu juga pas aku kerja di tambang di Papua itu, Microwave inilah yang sering kali menemaniku untuk memanaskan makanan.

Alhasil, dirumah pun aku beli Microwave.

Dengan Microwave, tentang makanan jadi lebih mudah dan cepat.

Aku selalu ingat kalimat dari Ahmad Rifa’i Rifaan bahwa.

Harta yang kita punya mestinya kita maksimalkan untuk ibadah di dunia ini, untuk membantu hidup kita lebih mudah agar dapat memberikan impact yang besar untuk dunia & akhirat.

Setelah selesai urusan dirumah, aku pun menuju ke area Taman Mini Indonesia Indah yang jaraknya mungkin tak sampai 20 menit dari rumah ku, tapi kurasa karena aku orang daerah sini jadi berasa cepat banget sih.

Entah kenapa bisa gitu, mungkin karena kita sudah sering lalui.

Namun, hujan mulai turun.

Alhasil, aku cek jok dimotor ku yang biasa ada jas hujan, tapi entah kenapa tak ada.

Iya, mungkin aku lupa karena sudah mengeluarkan sebelumnya.

Aku pun menepi di samping jalan yang dimana ada rumah ataupun toko yang memiliki pencahayaan yang terang.

Sejujurnya, aku suka sekali dengan cahaya terang.

Aku pikir kita harus berterimakasih kepada para rumah yang memiliki lampu yang terang di sisi jalan.

Entah kenapa aku suka saja, lebih terasa aman saja.

Walau jam masih di jam 5an tapi entah kenapa bulan-bulan ini, matahari seperti agak telat muncul di pagi hari.

Ngomong-ngomong masalah lampu di tepi jalan yang memiliki cahaya terang.

Tentu, sudah lebih dari 5 tahun bahwa lampu di halaman ku yang menuju jalan itu memiliki cahaya yang sangat terang.

Mungkin paling terang di wilayah kelurahan ku.

Kenapa ?

Karena 7 lampu yang memiliki cahaya sangat terang ku gabungkan jadi satu.

Sisi negatif nya yang jadi listrik agak boros, sisi positifnya itu sangat bermanfaat untuk di area rumah ku karena jalan pun langsung jadi terang.

Selain itu, untuk ku pun juga kadang aku mengerjakan seperti kerja, nulis pun dibawah cahaya terang itu.

Ya, aku benci kegelapan.

Walau selama setahun lebih aku berada di bawah tanah, bukan berarti aku suka dengan kegelapan.

Bagiku, kegelapan hanyalah jalan untuk mencapai cahaya terang.

Disaat meneduh, aku lihat grup lari ku pada meneduh juga karena hujan.

Kemudian, hujan pun mulai reda dan perlahan aku menuju area TMII.

Setibanya disana, aku menuju pintu masuk dan sangat terlihat antrian menuju pintu masuk yang ramai sekali.

Mungkin 10 menit aku habiskan di area ini.

Setelah nya aku menuju parkiran.

Memang, pada saat aku keluar dari area parkir, lari sudah dimulai dan kami pun menunggu karena ditahan Marshal saat ingin menyebrang jalan.

Ada satu kalimat dari Marshal yang menyuruh kita langsung gabung dengan yang sudah lari.

Aku jawab, ” Ngapain sih “ .

Aku ingin berpesta, jadi ga perlu begituan.

Ya kan saat itu ya.

Kemudian, aku menuju rute garis start dan perlahan aku ikut bareng pelari yang jaraknya 3 Km.

Iya, ada dua kategori yakni 5 Km & 3 Km, start nya berbeda.

Perlahan aku lari dengan pace mungkin di Pace 8 atau 7 akhir dan melihat rombongan pelari 5 km.

Aku terus maju dan melihat beberapa teman kerja ku yang ikut event ini juga dan menyapa nya.

Hujan pun datang.

Tapi karena aku lihat para pelari masih lari jadi aku putuskan untuk lari.

Ku pikir juga sudah lama aku tak berlari dalam kondisi hujan.

Aku terus lari tanpa jalan kaki sejauh lebih dari 5 km.

Dan akhirnya aku sampai, dan mendapatkan mendali dan goodie bag nya.

Aku pun bercengkerama dengan teman-teman dari Taman Mini Running Club dan juga teman-teman dari kantor ku.

Tentu, kami pun ambil foto.

Dengan teman-teman Taman Mini Running Club

Setelah nya, aku pulang di jam delapan kurang sambil membeli nasi uduk untuk dimakan di rumah.

Setelah sampai dirumah, makan dan beberes dan entah kenapa aku tertidur.

Rasanya cape sekali, mungkin karena hujan dan aku terbangun di jam sebelas siang.

Aku pun bergegas untuk pergi ke acara Barakah Festival 2026.

Iya, acara ini digagas oleh Barakah Communication.

Sebelumnya, aku mendapat informasi invitation dari asrama ku dulu saat kuliah S1 untuk bisa hadir di acara ini.

Acaranya sih tiga hari dari Jumat sampai Minggu ini.

Namun, aku datang di acara yang Minggu siang jam 1 siang saja.

Kenapa ?

Karena ada waktu nya jam segitu, dan aku juga suka dengan tema nya.

Iya tema tentang Book Talk yang berjudul The Barakah Effect karya Muhammad Faris.

Buku The Barakah Effect karya Muhammad Faris.

Bagiku, buku karya Muhammad Faris yang berjudul Muslim Produktif begitu fenomenal.

Buku itu termasuk salah satu dari 10 buku yang terbaik menurutku.

Bahkan, di buku Terimakasih Jilid 1 & 2 pun, aku masukkan ucapan terimakasih ku pada buku Muslim Produktif di Jilid 1 & Muhammad Faris di jilid 2.

Aku pun sampai di acara, jam setengah satu siang, acaranya di Jakarta Selatan tepatnya di The Hallf Patiunus.

Karena aku tamu invitation jadi aku mendapat produk Kahf gratis saat registrasi.

Tentu, aku ga tau kalo dapat gituan.

Setelah nya, aku Zuhur dan main HP di bangku sambil meminum kopi.

Ngomong – ngomong dengan kopi, di tulisan sebelum-sebelumnya aku bilang aku berhenti minum kopi.

Tapi sekarang minum kopi.

Bisa dibilang hubungan ku dengan kopi itu love-hate relationship.

Tapi dibandingkan dengan dulu sudah berbeda.

Dulu aku kecanduan dari kopi, kemudian aku mengalami masa caffeine withdrawal alias ga ngopi dan rasanya kepala sakit sekali.

Ini terjadi sekitar 3-4 hari.

Setelah 2 minggu tidak ngopi, kini aku ngopi lagi dengan batas kafein yang lebih sedikit dan terkontrol.

Sehingga, aku tidak candu lagi.

Jikalau kau tidak minum kopi dalam satu hari & kepalamu sakit, itu termasuk tanda kau sudah kecanduan dengan kopi.

Iya, aku minum kopi lagi tapi aku sudah merdeka, jadi ngopi sifatnya ngebantu bukanlah keharusan.

Kemudian acara pun tiba, dan pembicara nya itu dari Razi yang mana mungkin dia mitra dari Muhammad Faris di Indonesia.

Soalnya MC tidak menjelaskan dengan detail profil background dari Razi ini.

Tapi kayanya emang mitra nya dari Muhammad Faris di Indonesia.

Tema talks ini tentang isi buku karya Muhammad Faris yang berjudul The Barakah Effect: More with Less.

Walau Razi bukanlah penulis bukunya, tapi dia sudah membaca buku tersebut dan membagikan ke kita sebagai audience.

Sangat terlihat bahwa Razi ini suka baca buku terlihat dari yang dibicarakan nya.

Selain itu, buku The Barakah Effect: More with Less yang lebih dari 400 halaman ini pun daging sekali.

Jadi Razi pun berbicara dengan semakin daging sekali.

Ini ada beberapa point yang aku suka,

  • Baik ke orang lain adalah pencitraan, baik kepada orang yang dekat dengan kita adalah karakter sebenarnya.
  • Pada dasarnya, manusia adalah budak. Kita bisa memilih menjadi budak siapa, dan mestinya kita memilih untuk menjadi budak dari maha kuasa, yakni Tuhan.
  • Tujuan dunia bukanlah Surga, itu ga bisa dikontrol. Yang bisa dikontrol yakni usaha kita agar bisa berkah di dunia & di akhirat.
  • Niat ada 3 level, yakni paling rendah untuk ego, kemudian membantu orang lain, hingga tertinggi untuk Allah.
Sesi Book Talks dengan Razi sebagai pembicara

Selain itu, juga ada informasi terkait camp muslim produktif juga dimana ada para alumni nya yang hadir di dalam ruangan & memberikan testimoni terkait kegiatan camp muslim produktif ini.

Sejujurnya aku pun tahu tentang camp itu dari buku Muhammad Faris, tapi tak pernah mencari tahu lebih lanjut.

Jujur saja, ketika seorang kutu buku berbicara maka yang terjadi adalah obrolan daging semua.

Itu lah salah satu yang membedakan antara pembaca buku dengan tidak.

Pembaca buku berisi, jujur, dan bisa memilah pendapatnya.

Jika dia tidak suka baca buku, yang terjadi adalah bingung.

Ya gitulah.

Setelah, Book Talks selesai, ada sesi dari sutradara film Jumbo yakni Ryan Adriandhy.

Sama bagus nya sih, cuman di sesi tanya jawab aku pun pulang lebih dulu.

Jarak antara acara dengan rumah ku itu hampir sejam dan aku sampai dirumah jam 5 sore dimana sebelum nya aku beli makanan seharga 10 ribu yang berisi makan nasi dengan ayam dan tahu bojott AA seharga 6 ribu.

Sesampainya dirumah aku pun makan, membuat kopi, main HP & kemudian menulis tulisan ini.

Selanjutnya paling ya siap-siap buat esok, beberes dan istirahat.

Oh iya terkait dengan buoy, aku pun jadinya beli online dan sudah ku pesan.

Semoga ga sampe tiga hari sudah sampai.

Sama aku belum latihan renang sama sepeda lagi ya.

Oh iya, ada yang aku suka dengan kalimat dari acara Book Talks tadi bahwa,

Takdir adalah di ujung ikhtiar.

Selain itu, juga banyak orang yang mengatakan bahwa tujuan hidup gue itu Surga, sehingga kehidupan dunia dibiarkan begitu saja.

Masalahnya Surga adalah sesuatu yang tak bisa kita kontrol, yang bisa kontrol ya itulah yang bisa kita lakukan.

Jadi, buat kehidupan sementara ini dengan sebaik-baiknya versi kita.

Ngomong -ngomong tentang Muhammad Faris yang merupakan salah satu idolaku juga, dimana dia sudah mempublikasikan dua buku nya.

Tak pernah aku berpikir bahwa secara jumlah buku aku telah melampaui nya, di bulan Maret ini aku keluarkan buku kelimaku.

Kemudian, mungkin di bulan Juni ini, aku keluarkan buku keenam ku.

Walau mungkin secara kualitas ya berbeda, tapi secara kuantitas jumlah buku ku telah lebih banyak.

Tak pernah ku sangka.

Namun, aku hanya terus maju dan terjadilah.

Karena sejatinya aku ingin kegagalan dan keberhasilan pun dirayakan dengan cara sederhana pun tak masalah.

Kegagalan adalah hal yang pasti kita capai.

Karena aku telah mengklaim diriku adalah seorang Warrior, maka aku akan terus berjuang.

Dan sebentar lagi bulan Ramadhan ya.

Aku akan perang Doa dengan langit dalam setiap malamku.

Dan karena aku masih bernafas, marilah kita berpesta!

Mendali lari keduaku tahun ini 🙂

Jakarta, 08 Februari 2026 Pukul 20.20 WIB

Salam

Warrior

One Reply to “Berpesta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *