Kemiskinan Sistemik

Holaaa…. selamat pagi.

Jadi guys, kali ini gue bakal bahas terkait kemiskinan sistemik.

Nah, kemiskinan sistemik ini ga bisa diselesaikan dengan kata-kata bijak ala Mario Teguh.

Atau, ada yang bilang

Elo kalo kerja keras bakalan sukses “ , atau ” semua orang punya kesempatan yang sama untuk sukses ko “.

Dan sejuta kalimat motivasi lainnya.

Faktanya ?

Engga semua orang bisa sukses alias orang-orang yang lahir dari keluarga miskin akan cendrung membuat keluarga miskin baru lagi.

Nah, gue juga ada referensi dari penelitian yang dilakukan oleh Asian Development Bank Institute yang judul papernya ” Effect of Growing Up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia

Batasan Masalah

Tentu daripada melebar kemana-mana, disini gue akan ada batasan masalah.

Pertama, tolong dibedakan mana yang namanya rejeki dengan uang.

Kalo rejeki kan ga bisa diukur.

Kalo uang ?

Bisa diukur.

Nah, jadi di tulisan ini kita ngomongin nya ya dunia, kesuksesan artinya banyak uang, bukan ada embel-embel rejeki.

Kedua, walaupun gue sumber nya dari paper ilmiah tapi di sini bukan lab ilmiah tapi blog pribadi gue, tentunya akan gue narasikan sesuai narasi gue.

Ketiga, kekuatan individu.

Maksudnya, gue bahas tentang kondisi ke orang aja, bukan yang terlalu luas kaya kebijakan pemerintah atau bahkan ekonomi dunia.

Kemiskinan Sistemik

Kemiskinan adalah suatu kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan yang layak.

Sistemik adalah sebuah sistem yang udah udah terbentuk dan dipengaruhi oleh banyak sistem lainnya.

Jadi, kemiskinan sistemik menurut gue ya kemiskinan yang dipengaruhi oleh banyak sistem yang membuat miskin.

Jadi, ga bisa diselesaikan hanya dengan satu hal saja, dan ga bisa dalam waktu singkat, alias bisa butuh waktu lama atau bahkan bisa lintas generasi.

Hasil dari penelitian ADB Institute

Dalam studi berjudul Effect of Growing Up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia, The SMERU Research Institute mengambil sampel anak-anak yang berusia 8–17 tahun pada tahun 2000.

Sebanyak 17 persen dari sampel tersebut merupakan anak dari keluarga miskin.

Lembaga itu kemudian melihat pendapatan mereka pada 2014, saat mereka telah berusia 22–31 tahun. 

Hasilnya, anak-anak dari keluarga miskin memiliki pendapatan sekitar 87 persen lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga sejahtera saat mereka dewasa. 

Artinya, anak yang berasal dari keluarga miskin kemungkinan sukses nya akan sangat jarang.

Ya, walaupun mereka udah tahu dan bisa menjelaskan kompleksitas kemiskinan nya tapi tetap saja solusi nya ga ada.

Faktor nya karena orang tua nya yang miskin.

Dengan kata lain, perbedaan kesejahteraan orang tua menyebabkan kondisi ekonomi anak-anak nya ga berada pada garis awal yang sejajar.

Kesimpulan

Karena ini blog pribadi jadi ga bakal panjang-panjang dari gue.

Inilah kesimpulan dari gue tentang kemiskinan sistemik bahwa orang yang berasal dari keluarga miskin akan lebih cendrung miskin juga dalam hidupnya.

Tapi, gue ga mau berhenti sampai disini, inilah beberapa hal yang bisa kita pahami menurut gue :

Pertama, kalo elo udah termasuk dalam kemiskinan sistemik, ya terima aja, fakta yang pahit ini akan lebh baik daripada fiksi yang menyenangkan dan akan ngebantu elo buat langkah selanjutnya.

Kedua, elo harus bisa yakin bahwa elo lah yang memutus rantai kemiskinan sistemik ini alias anak elo ga miskin lagi.

Ketiga, pendidikan.

Ya mungkin ini terdengar klise tapi gue percaya bahwa pendidikan yang paling ampuh buat mutus rantai kemiskinan.

Menurut gue, pendidikan ga ngaruh buat bikin elo kaya, tapi kalo keluar dari kemiskinan bakal ngaruh banget.

Keempat, ya terus sabar, kerja keras, kerja cerdas, dan terus belajar.

Ini emang mungkin ngga menjamin kalo elo bisa sukses, tapi bagi orang miskin hal seperti itulah yang ga punya opsi lain, alias itu aja yang mereka bisa lakuin.

Dan, faktor keberuntungan yang bener-bener jarang banget terjadi tapi ngambil peran paling penting.

Kelima, literasi keuangan yang bagus.

Ini menurut gue penting banget dalam hidup.

Ilmu tentang uang ! elo boleh bego dalam beberapa hal, tapi kalo uang ? jangan bego.

Dan apa yan gue rasain bahwa pengetahuan akan uang engga diajarkan disekolah, dikeluarga umumnya atau ditempat lain.

Bahkan para pejabat aja menurut gue belum tentu ngerti uang.

Jadi, menurut gue bahwa ilmu uang tuh harus dipelajarin, dan dikuasai apalagi sejak selesai pendidikan, kan kita kerja dan ujung-ujung nya nyari uang juga.

Bisnis juga uang, ilmu pelajaran sekolah, mungkin udah lupa habis.

Tapi, kalo uang ?

Ga ada habisnya.

Nah, itulah poin dari blog ini, biar engga kepanjangan dan semoga elo semua bisa bebas finansial dari kemiskinan sistemik.

Btw, gue bakal bahas tentang caranya gimana sih bisa bebas finansial dan keuangan lainnya seperti dana darurat, investasi dan lainnya.

Ini sih gue juga terus masih belajar, tapi gue cukup percaya dirilah kalo bahas uang sejak gue suka uang dan bagian hidup dari profesi gue.

Maksudnya ?

Gue kan insinyur, nah insinyur tuh fokusnya dua hal utama yakni teknologi dan uang.

Jadi, gue belajar banget dan terus belajar tentang uang.

Pastinya akan di share diblog-blog selanjutnya.

Jadi, terus dipantau ya !.

Thanks ya udah baca & semangat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *