Pensiun

Halo guys, whats up ?

Semoga sehat selalu ya.

Ya, seperti biasa bahwa keputusan gue untuk menjadi penulis adalah hasil sadar gue.

Tentunya, gue akan berusaha untuk nulis setiap harinya walau ada kegiatan-kegiatan lain.

Prioritas aja sih intinya.

Nah, kali ini gue mau share tulisan dari buku karya nya Prita Ghozie yang judulnya pension ready, pension happy.

Tentunya, gue bahas nya sebagian dari bukunya aja.

Kenapa ?

Karena sebagian lain akan dibahas di post-post selanjutnya.

Serta, buku ini emang isinya oke banget sih jadi sayang kalo dirangkum hanya dalam satu tulisan aja.

Selain itu, akan terlalu banyak informasi yang justru bikin kita lupa.

Oh ya, di bukunya tiap bab berdiri sendiri, sehingga bisa dipahami tanpa mengurangi informasi dari bab lain.

Oke, lanjut ya !

Pensiun

Apa sih pensiun ?

Umunya pensiun ya elo udah engga kerja lagi atau emang udah umurnya yang umumnya ga boleh kerja lagi di usia 55 tahun.

Kenapa begitu ?

Karena elo udah ga sehat lagi, dan udah banyak anak muda yang ngantri buat di posisi elo. Ini kan perusahaan yang pastinya akan berusaha demi kepentingan profit.

Dikutip dari buku “ Pension ready, pension happy “ karya Prita Ghozie ternyata umumnya terjadi tiga fenomena pensiun yang terjadi di Indonesia.

  1. Pensiun mini :

    Berhenti bekerja secara aktif hingga maksimal 2 tahun.

    Alasannya, bisa karena sekolah lagi, urus anak, masalah kesehatan, ataupun kondisi khusus lainnya.

    2. Pensiun umum :

    Berhenti bekerja secara normal di usia 55 tahun ke atas.

    Ada yang masih berusaha mencari penghasilan, namun banyak juga yang tidak.

    3. Pensiun dini :

    Berhenti bekerja karena faktor eksternal sebelum mencapai usia pensiun normal.

    Di Indonesia, yaitu umur pensiun adalah 55 tahun.

    Biasanya kondisi ini terjadi karena faktor ekonomi perusahaan tempat bekerja, masalah kesehatan, ataupun faktor lain, umumnya karena terpaksa.

    Fakta tentang pensiun

    Jika kita perhatikan banyak orang yang setelah selesai masa bekerja alias pensiun justru mengalami kehidupan yang menurun atau bahkan ada yang mengalami kehidupan yang jauh lebih buruk dari yan belum pernah dirasakan sebelumnya.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard of Publich health ( 2015 ) menyatakan bahwa pensiun adalah sebuah transisi dalam tahapan kehidupan yang akan membentuk gaya hidup kesehatan, interaksi sosial, dan psikososial yang berpengaruh terhadap identitas dan preferensi seseorang.

    Adanya perubahan ini menjadikan masa pensiun sebagai kejadian #10 dalam 43 situasi paling stress dalam kehidupan manusia.

    Hal ini seperti kejadian yang belum lama ini viral di media sosial pada september 2021 karena tertangkapnya seorang bapak-bapak yang sedang menjadi manusia silver di jalanan. Yang justru mengencangkan bahwa beliau merupakan pensiunan polisi.

    Setelah pensiun beberapa tahun, beliau terhimpit oleh ekonomi dan memiliki banyak hutang yang mengharuskan dia kembali bekerja dimana hal seperti inilah yang beliau tahu untuk mendapatkan uang.

    Ini menunjukkan bahwa siapnya seseorang pensiun bukan masalah umur melainkan masalah yang lebih esensial seperti mental, keuangan, dan tujuan.

    Menurut employee wellness survey, PWC pada tahun 2017 bahwa ketakutan finansial yang menduduki peringkat nomor 2 bagi karyawan ialah tidak mampu pensiun saat diinginkan.

    Untuk menjadi pensiun, menjadi kekhawatiran besar bagi 41 % generasi baby boom, 29% generasi X, dan 20 % generasi milenial.

    Dari data ini terlihat wajar dikarenakan bagi mereka yang terlahir hingga tahun 1960 masa pensiun sebenarnya sudah mulai berjalan.

    Tetapi, kenyataanya mungkin mengharuskan mereka untuk kembali bekerja akibat faktor ekonomi.

    Sedangkan, bagi generasi X apalagi generasi milenial ( yang saat ini berada dalam usia kerja normal ), masih banyak cara untuk mendapatkan penghasilan.

    Oleh sebab itu, mempersiapkan pensiun menjadi prioritas bawah bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

    Nah, pensiun emang ga bisa dilepasin dengan uang.

    Karena itulah harus mengelola keuangan sebelum pensiun.

    Dari hasil riset yang dilakukan oleh lab42 terhadap 500 orang anak muda kelahiran 1981 – 2000 ( generasi milenial ) menunjukkan kesadaran akan pensiun yang semakin membuat miris & mencengangkan.

    Sebanyak 60 % anak muda telah mempunyai hutang.

    Dari jumlah data ini, ternyata 50 % diantaranya memiliki kredit kosumtif melalui pemakaian kartu kredit, sementara 34 % lainnya berutang guna melakukan pembelian kendaraan dengan cicilan. 

    Untuk itulah bahwa setiap orang baiknya memprioritaskan sesuai waktunya masing-masing.

    Berikut tabel menurut Prita Ghozie yang terkait dengan uang.

    Ini menurut gue berlaku secara umum sebagai referensi dan setiap orang pasti memiliki kondisi yang berbeda-beda.

    Berikut fokus tujuan antara uang dengan usia dalam penentuan prioritas.

    Awal kerja :

    1. Dana darurat
    2. Pembelian rumah tingga
    3. Liburan & gaya hidup
    4. Persiapan berkeluarga
    5. Dana pensiun

    20 tahun sebelum pensiun :

    1. Dana darurat
    2. Dana pendidikan tanggungan
    3. Dana pensiun
    4. Liburan dan gaya hidup
    5. Bantuan keluarga besar

    10 tahun sebelum pensiun

    1. Dana darurat
    2. Dana pensiun
    3. Pembelian aset produktif
    4. Dana pendidikan untuk karir kedua
    5. Liburan & gaya hidup

    5 tahun sebelum pensiun

    1. Dana darurat
    2. Dana pensiun
    3. Dana kegiatan sosial
    4. Liburan & gaya hidup
    5. Dana bisnis

    Nah, sebenarnya kunci dari pensiun yakni uang elo udah siap, terus habis pensiun elo mau ngapain aja, di tahap ini artinya elo kalo kerja ya fokusnya bukan uang lagi, alias emang pengen berkarya aja.

    Dan kalo elo tanya gue tentang pensiun ?

    Ya gue ga bakal pensiun. Alias, kerja sampai akhir hayat.

    Semampu gue & sebisa gue.

    Kenapa ?

    Kerja kan ibadah dan emang jangan nganggur juga kan.

    Tentunya berharap uang juga mumpunin.

    Simplenya, jadiin dunia / uang di tangan elo bukan di hati elo.

    Dan yang paling penting ialah orang yang paling siap hidup ialah orang yang paling siap menghadapi hal terburuk dari hidup.

    Oke, thanks guys & see u !

    Nih, bukunya nih : )

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *