Dalam beberapa terakhir ini, ku pikir banyak hal terjadi.
Tentu, setelah aku mengumumkan hiatus dan menjalani masa hiatus ini sejak satu bulan, rasanya lebih tenang saja.
Tentu, alasan aku hiatus untuk menentukan arah.
Iya, arah ku sendiri.
Aku yakin bahwa setiap orang memiliki jalan nya berbeda-beda.
Aku hanya ingin menjalankan takdirku saja.
Ya Allah, berikan petunjukmu.
Rasanya, berat badan ku juga mulai turun.
Dari yang biasanya di angka 71 – 72 Kg, sekarang di kisaran 65 Kg.
Iya, turun 5 Kg lebih.
Kalo dipikir, ga terasa aja sih kenapa bisa seperti itu.
Memang sih, aku mengurangin makan dimana mungkin dalam satu hari hanya 1-2x makan saja.
Sisanya, ya ngopi & minum air putih saja,
Cuman memang terasa lebih ringan.
Ditambah, rasanya juga lebih hemat sangat.
Ya, kedepan aku ingin puasa, perbanyak berpuasa.
Ya semoga saja ya Allah.
Kemudian, apa ya.
Aku mulai beresin kamar dan juga tas ku.
Di dalam tas, aku juga banyak isi dengan peralatan ku seperti laptop, mouse, headset & belakangan ku masukkan payung dalam tas ransel ku.
Tapi entah kenapa, rasanya malam ini saat aku melihat rak buku ku di kamar ku, dan entah kenapa ada video dengan background lagu Opick yang berjudul Di Bawa Langit-Mu, aku mulai gelisah.
Iya, aku melihat Alquran yang ada di rak ku.
Rasanya, Alquran hanya digunakan saat ada keperluan saja.
Saat aku mengaji, udah sih itu.
Sisanya, ya ga pernah.
Walau ada Alquran di HP, tapi kenyataan nya banyak sekali distraksi saja.
Ku pikir aku akan memasukkan Al Quran lagi kedalam tas ku lagi.
Dulu sih iya, tapi entah kenapa sekarang ya begitu.
Masuk Surga
Guruku pernah berkata bahwa orang-orang yang masuk surga adalah orang pilihan.
Karena itulah jumlah nya sedikit, ya di seleksi.
Kemudian, nyatanya orang yang kita sayang belum tentu bisa masuk surga bersama kita.
Hubungan darah di keluarga kenyataan nya juga belum tentu memiliki ideologi yang sama dengan kita.
Karena itulah, ada istilah anak ideologis.
Iya, orang-orang yang memiliki ideologi yang sama sama dalam memandang dunia & akhirat ini.
Biasanya, generasi usia tua & muda pun melakukan pertemuan secara berkala untuk generasi tua membina yang generasi muda.
Aku pun demikian.
Aku mengenal anak ideologis ku karena aku merupakan nya.
Saat itu, ada sesi yang mana aku harus mengisi banyak sekali halaman kertas ukuran A4 dan menjawab pertanyaan tentang kondisi Indonesia & dunia.
Aku menjawab, dan ya, dipertemukan dengan para guruku.
Aku tak malu untuk mengatakan bahwa aku adalah akumulasi yang aku baca.
Aku banyak sepakat dengan Cokroaminoto dalam memandang hidup.
Aku hanyalah orang yang berjuang dalam ajang perlombaan dalam melawan kematian ku.
Surat At-Taubah (9): 24
“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”
Aku mendengar ayat ini saat aku menjadi anak Asrama saat kuliah.
Tentu, aku memahami nya,
Ditambah juga ayat ini dijelaskan dengan baik oleh guru ku dengan sangat baik.
Iya, semakin buat aku memahaminya.
Aku pun juga saat menjadi pembina apel saat upacara hari senin saat, pernah menjelaskan ayat ini.
Tuhan, ampunilah dosaku.
Tuhan, di dunia yang penuh dengan fitnah ini.
Jujur saja, banyak sekali uang dari Pinjol, Paylater ataupun yang membuat rasanya nikmat sesaat saja.
Iklan pun dibungkus dengan sangat rapi.
Tapi kau sudah memutuskan tentang hukum itu, Riba, adalah sesuatu yang kau perangi,
Aku rak ingin berperang dengan mu, siapa aku.
Tuhan, tolong lah aku & izinkan aku untuk berperang dengan mu.
Jejak
Kau tahu, dalam hidup manusia ini sangatlah singkat, sangat sekali.
Aku hanya ingin hidup dalam keberkahan selama ku hidup.
Aku tak ingin menjadi orang lain.
Yang megah, yang hebat, yang apapun itu.
Aku hanyalah seorang yang ingin selalu ingat bahwa kematian selalu mengincarku.
Dan aku harap dalam kehidupan ku hingga kematianku, aku tak ingin ada dunia dalam hatiku, biarkan dunia hanya ada ditangan ku saja.
Tuhan, kapan kah kau memanggil aku kembali ke surga ?
Aku selalu siap dalam setiap waktu.
Atas dasar itu pula, aku siap hidup dan siap untuk meninggalkan dunia ini kapan saja.
Aku hanya perlu meletakkan dunia ini ditanganku saja.
Beberapa orang mengatakan bahwa aku terlalu radikal karena terlalu jujur.
Tapi, bukankah sudah ku bilang, bahwa hidup ini sangatlah singkat.
Maka, jika seseorang ingin berperang dengan ku, lakukan lah.
Karena aku hanya menjemput impian ku, yakni kematian agar kembali ke surga, dan biarkan aku berjuang dalam garis takdirku.
Ramadhan 2026.
Hanya satu yang ingin ku sampaikan, pada kau Ramadhan 2026.
Aku akan berjuang sekuat mungkin untuk Mu.
Dalam siang ku , aku Dhuha, aku zikir, dan dalam malam ku, aku tarawih, tahajud, witir dan aku selalu suka sahur & berbuka bersama para muslim.
Aku saat ini sedang berjuang.
Aku akan hidup, abadi, karena aku telah hidup dan menghidupi semesta.
Jakarta, 12 Desember 2025 Pukul 22.50 WIB
