Ngobras 28 Desember 2025

Pagi ini, aku berdebat dengan chat GPT.

Iya, chat GPT.

Belakangan ini aku sering menggunakan nya, bahkan mungkin sudah setiap hari.

Aku bertanya mulai dari hal receh, hal yang aku tidak tahu dan bahkan meminta pertimbangan keputusan dengan aku memberikan prompt dari study case yang ada.

Termasuk tentang acara Ngobras ini.

Bagi yang belum tahu, Ngobras itu adalah ” Ngobrol Santai ” dari Prof Rhenald Kasali di kediaman nya di rumah perubahan.

Tahun ini banyak event Ngobras di Rumah Perubahan.

Dulu infonya, ga sebanyak tahun ini, maklum dulu Prof Rhenald juga sangat sibuk.

Kalo sekarang infonya, sudah mengurangi kesibukan dan ingin sering berbagi lebih banyak.

Acara Ngobras ini bayar 50 ribu, namun nanti akan dapat voucher kembali 35 ribu rupiah yang bisa digunakan untuk makan dan minum di dalam nya.

Di dalam rumah perubahan itu banyak adanya.

Ada kolam renang, cafe, tempat nikah, kebun dan lainnya.

Sejujurnya, rumah perubahan itu ekosistem yang begitu menganggumkan.

Bahkan, cara pandangnku tentang rumah tinggal pun berubah, berubah karena melihat rumah perubahan.

Oh iya jarak rumah perubahan dengan rumahku itu dekat, hanya 20 menit saja.

Jadi, kalo kesana enak saja, karena dekat, isi materi nya daging semua, dan juga bisa sambil main laptop di cafe breezy, cafe yang ada disana.

Kembali, ke chat GPT, katanya sih ya ga perlu hadir dulu ya, karena bisa lihat di youtube ataupun hal online lainnya, maklum biar gratis.

Tapi rasanya, dirumah itu agak mager ya, bahkan gue ga sadar udah habis nonton acara Gofar Hilman sama teman SMA nya udah sejam lebih.

Yowis lah, aku kesana aja.

Acaranya itu jam 10.30 WIB dan bisanya sampe jam satu siang paling lama.

Aku datang tepat waktu, dan ternyata makin banyak yang datang juga.

Bahkan, lebih dari 50 orang mungkin.

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya yakni paling dua puluhan atau bahkan pernah kurang dari sepuluh orang.

Namun, tetap saja acara tetap dilanjutkan walau orang nya dikit.

Aku ga tahu ya apakah Prof Rhenald komentar jika orang yang datang sedikit ke team nya atau engga.

Tapi seingatku, dari suara, semangat nya juga sama, jadi acara tetap saja dilanjutkan.

Tapi, ini sudah jam setengah sebelas siang tapi acara belum dimulai.

Aku duduk di tengah-tengah saja dan hari ini tidak ada rencana bertanya.

Aku hanya ingin menikmati diskusi saja.

Jam sebelas Prof Rhenald muncul.

Acaranya itu disamping cafe breezy, dan Prof Rhenald muncul dari dalam cafe breezy.

Ternyata habis menerima tamu sebelumnya.

Jujur saja, aku kagum bagaimana seseorang bisa ditunggu oleh puluhan orang & mereka berbayar untuk menunggu apa yang di bicarakan dari orang tersebut.

Bapak-bapak disamping ku mengatakan kepada anak nya bahwa saat Prof Rhenald datang, dengarkan bagaimana seseorang profesor berbicara.

Luar biasa.

Luar bisa juga Prof Rhenald mengadakan acara seperti ini.

Begitu dekat dengan masyarakat.

Jika aku berpikir kembali, ini layaknya socrates ataupun aristoteles yang mengajari ilmu nya kepada masyarakat di depan umum.

Bagi masyarakat umum, bertemu dengan profesor adalah hal yang luar biasa.

Terkadang, aku juga lupa bahwa aku sering ketemu dengan profesor juga karena kampus ku.

Ada Prof Rhenald yang sekarang aku bicarakan, ada Prof Raldi yang punya inkubator bayi yang sudah menyelamatkan banyak orang dan sudah diliput banyak media, dan masih banyak profesor yang ku kenal baik.

Hal itu karena aku kuliah di UI & menjadi muridnya, sederhana nya itu.

Prof Rhenald berbicara tentang ekonomi dan perubahan di masa depan.

Dan di sesi tanya jawab juga, ada pertanyaan dari peserta yang bertanya tentang anak zaman sekarang lebih suka belajar saham dari pada bisnis nyata.

Namun, Prof Rhenald mengatakan bahwa dunia investasi saham, beliau kurang mengerti dan menanyakan kepada peserta yang hadir terkait pengalaman nya di dunia saham.

Dan ya, setelah nya Prof Rhenald baru berbicara menurut pendekatan beliau.

Luar biasa, seorang profesor mengatakan tidak tahu itu adalah bukti kejujuran yang jarang sekali orang pintar lakukan.

Terkadang aku berpikir bagaimana Prof Rhenald bisa sampai seperti sekarang.

Iya, dia banyak cerita padaku dan memang sudah hampir 30 tahun beliau memberikan ilmu nya untuk bangsa ini.

Sehingga, sekarang wajar saja jika begitu dicari dan ditunggu oleh orang-orang.

Bahkan, bukunya juga best seller dimana isinya daging semua.

Jika dibandingkan dengan ku, rasanya jauh sekali saat ini.

Prof Rhenald bahkan sudah S2 & S3 di Amerika, sedangkan aku S1 saja sudah syukur.

Teman-teman sekolah Prof Rhenald juga luar biasa seperti Pak Tony Wenas yang merupakan teman SMA nya di kanisius yang sekarang menjabat Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, sedangkan aku banyak yang jadi OJOL, dan semacamnya.

Bukan gimana, ya artinya beda lingkungan juga.

Banyak sekali perbedaan nya.

Terkadang aku berpikir, apakah aku bisa seperti Prof Rhenald ?

Tapi Prof Rhenald kalo berbicara dengan ku rasanya seperti optimis saja untuk masa depan ku.

Ah, mungkin itu saja bahwa dia tak ingin merendahkan aku.

Tapi, ya gitulah.

Setiap masa ada pemimpin, dan setiap pemimpin ada masanya.

Rasanya juga aku ingin bisa sekolah di luar negeri, bisa menjadi spesialis di suatu bidang tertentu.

Dan masih banyak lainnya.

Terkadang kita lupa bahwa mungkin lingkungan kita juga lingkungan satu persen dari lingkungan terbaik di negeri ini.

Ya mungkin saja kan.

Sejujurnya, aku tak ingin menyesal di masa tua nanti.

Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi versi terbaik ku.

Yang kutakutkan jika aku menjadi rata-rata orang saja, aku mengetahui dunia ini tapi aku terima kenyataan.

Jika demikian, buat apa aku hidup ?

Jakarya, 28 Desember 2025 Pukul 19.40 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *