Dalam hidupku, rasanya waktu cuti ku biasanya dilakukan hanya untuk kepentingan yang jauh lebih besar.
Ya, itulah menurut ku.
Hm, baiklah.
Mulai dari mana ya.
Mungkin ku mulai dari hari ini.
Hari Jumat, 13 Februari 2026
Jumat, 13 Februari 2026
Pagi ini rasanya adalah hari cuti ku.
Iya, aku cuti satu hari.
Di pagi hari pun, aku mulai dengan mengganti foto profil WhatsApp ku dengan tulisan cuti.
Hal ini agar tak diganggu oleh rekan kerjaku ataupun orang yang tak ada janji denganku.
Walau entah sejak kapan budaya ini muncul, aku hanya mengikuti saja.
Tapi, pasti ada juga chat yang masuk ataupun email yang masuk.
Tapi biarlah.
Pagi ini tentu nya aku mulai dengan melihat HP dan kemudian membuka laptop.
Ya balas chat, cek email, dan sebagainya.
Kemudian, jam setengah 8 pagi aku pergi ke tempat makan cepat saji karena ada janji meeting dengan mitra kerja ku di jam setengah 10.
Sesampainya di tempat makan, aku mulai mengerjakan to do list ku di depan laptop.
Dan ya, kemudian mitra kerja ku datang dan kita pun diskusi.
Walau aku cuti, terkadang aku ga merasa harus kaku bagaimana.
Toh ini juga ketemuan nya di dekat rumah ku.
Kita pun selesai di jam setengah dua belas dan aku pulang kerumah dan melanjutkan sholat Jumβat.
Setelah sholat Jumβat aku pun pergi ke FTUI dikarenakan ada sumpah profesi insinyur bagi lulusan baru.
Aku selaku Ketua Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur pun selalu turut diundang, dan aku selama ini hadir.
Iya, hadir untuk memberikan selamat, kemudian juga biasanya ini ajang silahturahmi dengan para pendidik di FTUI, PII Pusat, PII Jabar dan juga para pengurus ILUNI.
Acara dimulai dengan lagu Indonesia Raya, Hymna UI, Hymna PII, dan laporan wisudawan.
Setelah nya kita pun foto bersama.


Dan aku dan para ILUNI pun lanjut meeting terkait program di tahun ini yang akan kami adakan.
Semua agenda selesai di jam tiga sore dan aku pun pulang dan sampai di jam 4 sore lalu istirahat dan makan.
Kemudian, aku ke tempat bengkel sepeda untuk memompa ban sepeda ku yang akan ku gunakan untuk Duatlon di hari Minggu.
Setelahnya aku mempersiapkan untuk persiapan Aquatlon untuk esok hari.
Jujur saja, aku degdegan.
Dan setelah isya aku pun tidur.
Ya Allah, semoga aku bisa besok dan selamat.
Amin.
Sabtu, 14 Februari 2026
Mataku mulai terbangun mendengar alarm HP ku yang berdering secara berjilid.
Kulihat jam di handphone menunjukan pukul dua pagi.
Tapi, mataku masihlah ngantuk.
Ku matikan alarm HP tadi dan ternyata aku tertidur lagi.
Rasanya ngantuk sekali hari ini, mungkin karena banyak sekali mimpi tadi malam.
Aku mulai membuka mataku lagi dan ku lihat jam menunjukan di jam tiga pagi.
Aku mulai bimbang.
Apakah aku akan ikut Aquatlon hari ini atau tidak.
Tentu jarak antara rumah ku dengan Ancol itu sejam lebih.
Jika aku berangkat sekarang masih kekejar.
Tapi bukan itu yang membuat aku ragu.
Jujur saja, dari ketiga cabang Triathlon, renang adalah salah satu kelemahan ku jika dibandingkan dengan lari dan sepeda.
Bukan karena aku takut, tapi pengalaman yang berbicara setidaknya hingga hari ini.
Aku bisa renang itu sekitar 10 tahun lalu.
Berbeda dengan lari dan sepeda yang sudah bisa ku lakukan sejak lebih dari 20 tahun lalu.
Tapi, aku jujur saja belum pernah open water dengan jarak 1 km tanpa henti.
Aku memang baru saja membeli buoy, tapi entah kenapa hati ini ragu.
Mengingat latihan ku juga tidak ada.
Aku bimbang.
Apakah aku akan pergi atau engga.
Tapi, jikalau bimbang dan kau melakukan sesuatu itu justru akan merugikan mu.
Ku bulatkan tekad untuk kegiatan Aquatlon ini tidak aku ikutin hari ini.
Kenapa ?
Entahlah, ku pikir itulah keputusan ku saat ini.
Tapi aku janji, aku akan belajar renang lagi di open water.
Semoga dengan semakin banyak jam terbang maka aku semakin percaya diri.
Pagi pun tiba, aku pun sarapan dan rasanya ada sedikit penyesalan.
Ah, mungkin ini rasa saat para pembalap motor tidak bisa ikut bertanding, ataupun saat pemain bulu tangkis cedera tapi tetap ingin bertanding.
Semakin kesini makin merasa aneh saja perasaan ku.
Tapi aku masih ada Duatlon.
Iya lari, sepeda, terus lari lagi.
Besok sih total nya lari sejauh 7,5 km dan sepeda dengan jarak 20 km dengan cut off time yakni 2,5 jam termasuk transisi.
Tentu, jika berhasil maka ini adalah medali Duatlon pertama ku dalam hidup.
Hidup ya.
Tak ku sangka bahwa aku masih hidup sejauh ini.
Kusiapkan persiapan untuk esok dan kebetulan aku udah booking tempat penginapan yang jaraknya tak begitu jauh dengan Ancol.
Kemudian, aku berkemas menuju Ancol dengan sepeda ku di sore hari nya.
Iya, jarak yang ditempuh yakni sekitar 22 km.
Ini juga sebagai buat latihan ku persiapan Duatlon besok.
Maklum, belum latihan.
Walau keadaaan jalanan kota Jakarta macet, tapi kok rasanya aku nyaman ya.
Dengan jarak sejauh itu, bahkan aku hanya menghabiskan satu botol minuman energi saja.

Maka, aku semakin yakin untuk esok.
Aku tak ingin menyesali nya.
Menyesali kehidupan yang singkat ini.
Disepanjang perjalanan, aku mulai berpikir tentang sesuatu yang jauh tapi bukanlah sesuatu yang tak mungkin untuk dicapai bagi ku yang bukan atlet ini.
Iya, aku ingin ikut Ironman, dan Bentang Jawa.
Jikalau suatu hari nanti itu akan tercapai, pastilah ada kontribusi dari tulisan ini.
Mimpiku terus bertumbuh.
Ah, mungkin memang seperti itulah hidup.
Lagi pula yang membuat hidup menarik adalah transformasi dari sang karakter.
Bukankan kita suka menonton idol atau pun anime kesukaan kita karena melihat mereka dari yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa banyak hal ?
Oh iya, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Aku pikir aku akan tidur dan bersiap untuk peperangan esok.
Semoga aku bisa ya Allah.
Bismilah !
Minggu, 15 Februari 2026
Mataku mulai terbuka seiring dengan bunyi alarm di HP ku.
Ku lihat jam masih menunjukkan jam setengah dua pagi.
Kemudian, ku matikan alarm HP ku.
Tapi aku tahu, bahwa aku akan mematikan alarm HP pertama ku.
Sehingga ku pasang alarm berjilid-jilid.
Mataku mulai terbangun lagi dan jam menunjukan jam setengah tiga pagi.
Ku kumpulkan nyawaku dan mulai ku bangunkan badan ini.
Satu hal yang pasti, aku tak ingin melewatkan medali Duatlon pertama ku secara resmi dalam sebuah race kali ini.
Ku menuju kamar mandi, kubasahi muka dan ku mandi lalu merapikan semua perlengkapan kebutuhan race.
Jarak antara race dengan penginapan ku yakni hanya sekitar 10 menit saja.
Setelah semuanya siap, aku lihat jam masih menunjukan jam setengah empat pagi.
Ku mulai kerahkan sepeda ku menuju tempat pertarungan itu.
Sebelumnya, aku sudah makan roti, vitamin, dan tentu minum air putih yang banyak.
Perjalanannya menuju Ancol itu sangat gelap, tapi tak sepi juga.
Disekitaran jalan, banyak warung yang berjualan.
Beberapa pedagang ku lihat sambil tidur menjaga nya.
Tentu, mereka sedang mencari rezeki.
Pemandangan seperti ini mungkin akan jarang ku lihat jika tidak menggunakan sepeda.
Iya, mungkin kita belum melihat secara mendalam saja terkait kondisi lingkungan kita ini.
Ngomong-ngomong masalah transportasi umum, ku pikir tahun ini aku akan menggunakan transportasi umum paling banyak dalam tahun hidup ku.
Setidaknya hingga saat ini aku hidup.
Kenapa ?
Jika kau tertarik, kau bisa baca postingan ku sebelumnya, sudah ku jelaskan:).
Aku sampai di Ancol di pintu carnaval.
Iya, aku sampai di jam empat pagi lewat.
Pastinya sudah banyak yang sudah antri di pintu masuk.
Aku mulai masuk Ancol dan mengarah ke tempat race.
Ku masukkan sepeda ku di tempat transisi.

Kemudian ternyata, tidak ada tempat menaruh tas.
Hm, untungnya saja aku bawa vest, sehingga untuk handphone dan dompet ku juga bisa ku masukkan ke dalam vest ini.
Selain itu, vest ini sangat berguna karena saking banyaknya kantong.
Sehingga, bisa ku isi dengan makanan, minuman, energi gel dan semacamnya.
Kemudian, aku ke tempat race & meminum kopi good day yang telah ku beli di pinggiran jalan tadi.

Sambil melihat laut Jakarta, ku yakin bahwa ini adalah peristiwa bersejarah dimana aku akan mendapatkan medali Duatlon pertama ku.
Jam menunjukan jam shubuh, sehingga aku dirikan sholat dulu dan kemudian bersiap.
Oh iya, ada teman ku yang ikut Triathlon juga.
Cuman karena aku ikut nya Duatlon jadi racenya berbeda walau di lokasi sekitar Jimbaran resto dimana tempat adanya event ini.
Jika dilihat rundown, maka waktu dimulai di jam 05.25 WIB.
Namun, karena cuaca masih hujan dan angin kenceng akhirnya kami pun standby hingga waktu yang tak ditentukan.
Di momentum inilah, para pelari berbincang dan berbicara terkait sudah berapa lama ikut race beginian, asalnya, dan segala hal yang bisa diobrolkan.
Jikalau ada orang yang bilang, ” Saya baru pertama ikut race beginian “.
Jikalau tanya padaku, kemungkinan orang itu bohong besar sekali wkwk.
Ya namanya juga humble, biasanya kalo yang pertama itu deg-degan ga sih, tapi ini kaya udah pada siap saja.
Hujan pun mulai mereda dan race dimulai di jam 05.55 WIB.
Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian ada kata sambutan dari panitia dan langsung race dimulai.
Tuhan, doakan aku.
Iya, dimulai dengan 5 km pertama.
Ini tuh 2 loop di area ancol dimana satu loop itu 2,5 km sehingga pelari harus melalui 2 loop dan setiap loop alan mendapatkan gelang.
Aku mulai dengan pace-ku, jujur aku ga tahu pace-ku berapa, mungkin di sekitar 7 ke 8.
Cuman stabil saja.
Perlahan tapi pasti aku berada di tengah- tengah para peserta.
Aku tak ingin melihat para pelari yang begitu cepat itu.
Aku ingin di pace-ku saja.
Benar saja, bahwa aku lari sejauh 5 km tanpa jalan.

Sehingga, tahap pertama lancar.
Ku masuk ke area transisi.
Di area transisi ini para pelari dikasih satu kotak yang bebas berisi barang apa saja.
Aku isi dengan minuman, gel energi dan semacamnya.
Aku minum dulu, dan minum gel energi dulu.
Ku keluarkan sepeda dan ku mulai dengan keyakinan penuh.
Sepeda yang ku gunakan yakni sepeda fixie dimana rem nya itu pakai kaki ditahan di pedal nya.
Berbeda dengan sepeda Triathlon.
Sehingga, di tengah jalan pastinya ku dilewatkan oleh banyak para sepeda lainnya.
Tapi, tak masalah, ku terus maju dan ya, loop demi loop ku lewatin dengan baik.
Ini 4x loop dimana setiap loop nya itu sejauh dengan jarak 5 km.
Ku terus gowes, bahkan kaki ku pun tak menyentuh tanah.

Berbeda dengan perjalanan dari rumahku menuju Ancol yang macet sekali.
Ini tuh enak sekali jalanan nya, elevasinya juga datar, beberapa kali aku minum desenggak energi gel yang ada di kantong ku.
Hingga loop terakhir, aku gowes terus dan maju terus.
Ini itu ga dikasih gelang dalam setiap loop nya.
Sehingga, peserta mesti menghitung sendiri.
Selesai loop ke empat, ku memasukkan ke area transisi tadi.
Aku minum air putih yang banyak sekali di area transisi tadi.
Setelah nya yakni lari dengan jarak 2.5 km.
Iya, satu loop.
Kaki ku mulai cape.
Berbeda dengan saat lari pertama yang aku berlari tanpa henti.
Ini tuh lari sama ada jalan nya.
Tapi aku yakin bahwa aku akan mencapai garis finish.

Setelah mendekati garis finish aku melihat waktu digaris finish.
Total ku yakni dengan lari 5 km, sepeda 20 km, lari 2.5 km termasuk transisi sekitar 100 menit.
Padahal cut off time saja yakni 150 menit.
Masih sangat jauh.
Ku pikir ini awal yang baik untuk medali Duatlon pertama ku.
Kalo cape, ga berasa banget sih.
Ya habis finish langsung makan pisang dan minum yang banyak.
Sempat berpikir, mungkin kemarin jika aku ikut Aquatlon akan pasti dapat juga.
Tapi mungkin efeknya hari ini aku akan cape untuk ikut Duatlon.
Tapi kemarin aku ragu.
Jika kita melakukan sesuatu yang ragu, itu hanya akan merugikan diri kita saja.
Tapi, satu hal yang pasti.
Kepercayaan diri juga berlandaskan dari pengalaman.
Aku butuh banyak kegagalan, banyak jam terbang, banyak pengalaman.
Ini untuk membuatku untuk terus maju.
Keberhasilan mendapatkan medali Duatlon juga membuat ku semakin percaya diri untuk ikut triathlon dalam kompetisi race.
Oh iya, bagi yang tertarik ohlaraga Triathlon ini.
Menurutku ini termasuk ohlaraga yang mahal.
Harus ada sepatu, sepeda, kacamata renang dan atribut lainnya.
Belum lagi harga event yang termasuk mahal.
Belum penginapan dan lainnya.
Walau aku masuk ke dalam paket hemat sih π
Maklum banyak kebutuhan bro :).
Sesampai nya di finish aku mendapat kan medali Duatlon pertama ku secara resmi.
Alhamdulillah ya Allah.
Sejujurnya dalam hidupku aku ga pernah bisa bayangkan punya medali ini.
Dulu sampe 5 tahun lalu saja aku ga tahu apa ituDuatlon, Triathlon dan semacamnya.
Bahkan, pernah dengar aja engga wkwk.
Pastinya dengan medali ini, aku foto dulu dong :).
Setelah berfoto ria, aku kembali ke penginapan dan pastinya rebahan.


Wow medali pertama Duatlon ya, sulit dipercaya hehe.

Aku beres – beres dan checkout dari penginapan.
Setelahnya menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku ingin merayakan kemenangan ini dengan makan enak.
Di pikiran ku yakni makan ayam penyet langgananku yang sudah 10 tahun lebih aku langganan.
Sejauh ini, ini adalah ayam penyet terenak dalam hidupku.
Ayamnya, sambelnya, beuh.
Lokasinya dekat dengan apartemen Margonda.
Sayang kurang terkenal karena kurang modal juga.
Makan dulu gan π

Setelahnya aku ingin cukur rambut di dekat rumahku.
Pastinya langganan juga.
Ya kalo udah nyaman ngapain ga sih cari yang lain #eaa.
Tapi kadang obrolan makin ga jelas kalo sama tukang cukur rambut ini.
Gue disuruh main games lah, nanti buat video lucu dan intinya dia ya yang mau jadi manajer nya.
Lah kocak ya.
Udah gue bilang ga mau masih aja ngajak wkwk.
Oh iya, cukur rambut ini juga dalam menyambu Ramadhan yang sekitar 3 hari lagi,
Ramadhan ya.
Jelas sekali bahwa fokusku juga sudah berubah.
Setelah hari ini, aku masuk ke mode hemat, dan tentu aku ingin banyak hal di bulan itu.
Banyak sekali.
Aku ingin puasa full, ingin tarawih bisa full, hatam alquran dan tentu selain membawa al-Quran dalam bentuk digital di HP ku, aku juga ingin membawa Al-Quran cetaknya.
Banyak sekali, banyak sekali impianku di bulan ini.
Bagiku, aku tak pernah bermimpi untuk hidup di esok hari.
Jikalau aku masih hidup, itu artinya perjuangan belumlah usai.
Aku bisa berencana, tapi aku berserah pada Nya.
Ngomong-ngomong tentang kedepan, tentu aku akan mempublikasikan buku WARRIOR JILID 2 : LAKI secara gratis di bulan Maret ini sebelum lebaran.
Dan saat ini, aku sedang membuat buku MIMIK ( Menjadi Insinyur Masa Indonesia Kini ).
Buku yang sudah lebih 2 tahun ku pikirkan, tapi tak pernah ku tulis.
Tahun ini akan kuselesaikan wahau engkau MIMIK.
Dan pastinya, juga banyak urusan penting yang ku selesaikan di bulan Ramadhan ini.
Hidup ya.
Apakah manusia akan rugi atau beruntung ?
Manusia sendiri itulah yang menentukan nya.
Aku pikir itu dulu ya, mau main HP dan bales chat yang memang sengaja gue ga bales dulu hehe.
Iya, biasalah ya, kalo urusan serius kan ga bisa asal bales aja.
Jika kau belum kenal aku, maka aku secara subjektif mengklaim diriku adalah WARRIOR, Sang pejuang,
Semoga sehat selalu ya, terima kasih sudah baca, dan salam Warrior !
Jakarta, 15 Februari 2026 Pukul 18.30 WIB
