Rasanya, sudah lama sekali aku tidak menulis di website ini.
Hm, kenapa ya ?
Mungkin karena banyak faktor.
Entah banyak hal yang terjadi di kehidupan nyata yang menguras banyak pikiran tenaga dan waktu.
Sama mungkin karena belakangan ini aku menulisnya untuk bukuku, sehingga rasanya capek saja untuk menulis lagi di website.
Sama pas puasa aja, seperti kalau malam itu kurang keburu aja buat nulis dan rasanya sudah capek aja sama kan lagi puasa kurang ngopi aja hehe.
Tapi, ku pikir kemarin tuh aku withdraw coffee itu sudah tepat sih.
Dimana aku kalau enggak withdraw kemungkinan batal puasanya tinggi banget.
Kenapa ?
Karena lemas aja kan ga ada asupan kafein.
Kalau sekarang karena sudah ga adiksi ya biasa aja.
Bahkan, mungkin sudah lebih dari 5 hari dari 10 hari ini aku ga sahur, tapi lancar aja sih, alhamdulillah.
Sekarang sih ngopi dalam durasi yang dikit dan ga tiap hari juga.
Rasanya enak aja gitu, merdeka kalau kita bebas dari sebuah adiksi ini.
Hm, mau bahas apa ya ?
Banyak sih.
Mungkin yang paling di ingat dulu aja lah ya tentang seorang warga negara Indonesia di Inggris yang merupakan penerima LPDP yang viral karena bangga anaknya menjadi warga negara Inggris dan katanya cukup dia aja yang jadi warga negara Indonesia.
Pas aku pertama liat video itu, jelas sekali bahwa video itu memalukan sekali.
Aku benci itu.
Aku benci pada para pengkhianat negara ini.
Ternyata lebih lagi bahwa dia merupakan penerima beasiswa LPDP.
Beasiswa LPDP itu adalah beasiswa yang diberikan negara kepada para warga Indonesia yang berasal dari uang rakyat.
Jadi, setiap penerima uang beasiswa ini adalah orang yang diberi makan dari uang umat.
Dan ternyata suaminya juga sama penerima LPDP dan dia telah melanggar perjanjian LPDP karena tidak mengikuti masa pulang ke Indonesia dulu sesuai perjanjian.
Sebuah keluarga yang memalukan.
Jijik.
Itu kata yang paling tepat untuk itu.
Seseorang yang diberi makan oleh negara nya tapi dia malah mengkhianati negara nya sendiri.
Bahkan anaknya saja dia usahakan menjadi menjadi warga negara asing yakni Inggris.
Bagiku, tak sudi aku menjabat tangan dengan para pengkhianat itu.
Jujur saja, bagiku, walaupun negara ini masih banyak sekali masalah, aku akan tetap pada negeri ini.
Dalam hidupku, hanya satu warga negara yang akan ku pegang yakni negara dimana aku dilahirkan, dimana aku diberikan makan dan minum dari tanah tersebut, dan dimana negara yang aku cintai.
Itu hanya Indonesia, dan aku ingin mati sebagai warga negara Indonesia.
Terserah orang mau berkata apa, tapi bagiku jelas bahwa aku selalu mengatakan bahwa aku bangga menjadi seorang warga negara Indonesia.
Rasanya, banyak isu yang beredar bahwa sial sekali kita hidup di negara ini.
Aku jijik pada mereka.
Lagi pula, bagiku Indonesia adalah pecahan surga yang turun di bumi.
Makanannya, wilayahnya yang penuh dengan disinari matahari, orang-orangnya, nilai-nilai budayanya dan semuanya.
Oh iya, aku juga ga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh sastrawan yakni Mochtar Lubis yang mengatakan bahwa ciri orang Indonesia dalam pidato nya yakni munafik, enggan bertanggung jawab, feodal, percaya artistik, dan berwatak lemah.
Jelas sekali, aku tak akan buta bahwa memang sebagian orang Indonesia masih banyak percaya akan itu, tapi itu bukan pula menggambarkan watak orang Indonesia.
Mungkin pada saat itu, Mochtar Lubis sangat kesal dengan orang Indonesia.
Aku lebih sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer yang menggambarkan orang Indonesia sebagai individu yang merdeka, berani, berilmu, dan beradab, serta memiliki patriotisme tinggi.
Atas dasar itulah, aku akan membuat sebuah buku yang mungkin akan lahir di akhir tahun ini ataupun tahun depan yang berjudul WARRIOR JILID 3 : WNI (WARRIOR NATION INDONESIA) yang artinya adalah Indonesia adlaah negara pejuang.
Di buku ini aku akan menceritakan tentang asal muasal negara Indonesia, dan para manusia nya yang telah berjuang hingga hari ini.
Cerita seperti Jenderal Soedirman, I Gusti Ngurah Rai dan masih banyak lagi akan ku tuangkan dalam buku ini.
Sehingga, bahwa bangsa ini akan kembali sadar bahwa kita bangga untuk menjadi seorang WNI (WARRIOR NATION INDONESIA).
Dan hingga dunia tahu bahwa bangsa indonesia adalah bangsa para pejuang dilahirkan dan dilahirkan sebagai diperjuangkan.
Kita berbeda dengan negara lain, kita adalah bangsa yang merdeka dengan jalan kita sendiri, politik bebas aktif dan dan bangsa yang menentukan nasibnya sendiri.
Melalui buku WNI (WARRIOR NATION INDONESIA) ini, aku tegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang.
Karena nya, kita selalu bangga menjadi WNI (WARRIOR NATION INDONESIA) .
Jakarta, 01 Maret 2026 Pukul 10.00 WIB
