Rasanya pekan ini aku capek sekali sehingga baru bisa nulis lagi.
Dan ya, rasanya sudah tak terhitung berapa kali aku tidak sahur.
Mungkin sejak hari puasa ke-17 hingga hari ini, aku sudah lebih dari 10 kali tidak sahur karena baru bangun sekitar jam 5 pagi.
Mungkin karena aku tidur lebih malam saja di bulan ini.
Tapi gara-gara itu pula aku juga mungkin berkurang berat badanku dimana menurutku cukup bagus karena buncitku juga semakin berkurang.
Namun, tak bisa dipungkiri kadang rasa ngantuk pun terjadi begitu saja saat puasa.
Tapi hingga sejauh ini, Alhamdulillah puasa masih full.
Mungkin sekarang aku ingin cerita tentang menghadiri World Engineering Day di Balai Kartini di hari Rabu dan Kamis ini.
Sebenarnya pengen nulis di kamis kemarin tapi rasanya sibuk aja dan sudah lelah sekali.
World Engineering Day 2026
World Engineering Day 2026 atau biasa aku singkat untuk lebih mudahnya yakni WED.
Tentu, aku adalah seorang insinyur sekarang.
Tapi jika dilihat sebelumnya, rasanya impian menjadi seorang insinyur sangatlah sulit sekali.
Impian Menjadi Seorang Insinyur
Dulu saat aku masih SMP & melihat anak SMP dari sekolah lain yang terkenal karena sekolahnya pintar, aku merasa mereka luar biasa.
Bagiku yang berada di sekolah SMP negeri yang merupakan salah satu yang ke bawah di kota ini, rasanya bisa dibilang agak minder.
Memasuki ke SMA, aku hanyalah seorang dari SMP-ku yang bisa masuk SMA di tempatku.
Artinya, aku adalah lulusan terbaik dan peraih nilai tertinggi saat ujian nasional di SMP-ku.
Dan masuk ke sekolah negeri di dekat wilayahku.
Bahkan sekolah yang kumasuki saja itu masih di angka 50 besar sekolah peringkat negeri di Jakarta.
Untuk bisa masuk kampus impianku seperti UI ataupun ITB rasanya sesuatu yang terasa sangat sulit sekali.
Ditambah, aku tidak ikut les ataupun bimbingan belajar.
Berbeda dengan sebagian temanku yang ikut bimbingan belajar dan terkadang ada yang lebih dari satu ikut bimbingan belajarnya.
Rasanya makin sulit saja dan seperti berbeda start saja.
Tapi ya gimana ya, kehidupan terus berlanjut.
Walaupun aku tidak masuk peringkat sepuluh besar di kelasku saat SMA.
Namun secara peringkat untuk pelajaran MIPA yang terdiri dari matematika, fisika, kimia, dan biologi nampaknya aku peringkat pertama di angkatanku.
Ya, aku hanya belajar itu saja lebih detail sih.
Dulu saat SMA, ujiannya itu setiap hari ada satu pelajaran major dan sisanya minor gitu.
Kaya misalkan hari Senin ada matematika dan bahasa Jepang, aku belajarnya matematika saja.
Besoknya, fisika dan sejarah, aku belajarnya fisika saja.
Kenapa?
Ya karena biar lebih fokus aja kali ya.
Dulu aku pernah dengar kata guru lesku yang sebenarnya aku cuman ikut dari kelas orang lain yang kuikuti, bahwa fokuslah di pelajaran MIPA karena kuliah itu yang dipakai, sisanya yakni masa lalu.
Hm, ku pikir dengan sumber daya yang kupunya itu paling masuk akal sih.
Lagi pula, nanti kan ujung-ujungnya yang nilainya jelek juga akhirnya jadi nilai paling standar di KKM.
Tentu, SMA-ku bukanlah SMA yang bagus banget di Jakarta, sehingga untuk bisa masuk kampus yang sementereng UI atau ITB belum tentu ada yang masuk dalam angkatannya.
Walaupun ada, pasti lah mungkin bisa dihitung jari, dan bahkan mungkin juga kadang tidak ada untuk masuk di kampus seperti ITB.
Jujur saja aku ingin sekali masuk ITB.
Tapi pada saat aku kelas tiga SMA, di sekolahku itu yang masuk ITB itu ada satu orang yakni jurusan FTTM, tapi infonya dia udah keluar karena tidak kuat.
Kemudian, ada lagi yang masuk teknik elektro UI untuk pertama kalinya jalur undangan.
Rasanya memang rezekiku untuk angkatanku, jika aku bisa masuk teknik elektro UI seperti kakak kelasku melalui jalur undangan karena sudah ada pendahulunya.
Menurutku, andaikan aku tidak lewat jalur undangan ini rasanya aku tidak akan mampu menghadapi perang terbuka melalui ujian seleksi masuk nasional.
Kenapa?
Pelajaran di sekolahku itu didesain untuk menghadapi soal ujian nasional bukan ujian masuk perguruan tinggi yang tingkatannya jauh lebih sulit.
Selain itu, aku juga tidak ikut les dimana di les kan memang disiapkan untuk menghadapi soal masuk perguruan tinggi.
Alhasil, berbeda dengan teman-temanku yang mengisi form undangan dengan tiga jurusan dan tiga universitas dalam tiga kolom yang diberikan dalam form pengajuan.
Aku hanyalah memilih teknik elektro UI saja dalam form tersebut.
Singkat cerita, aku lolos masuk jalur undangan teknik elektro UI.
Sedangkan mayoritas temanku tidak lolos dan mesti ikut ujian lain.
Ku pikir, itu salah satu momen aku bahagia dalam hidupku.
Dan dalam perjalanan bahwa aku banyak berubah di UI, kampus ini memberikan penghidupan dan kehidupan untukku sendiri.
Hingga gelar insinyur pun aku bisa raih dengan predikat lulusan terbaik.
Rasanya impian menjadi nyata.
Bukan hanya gelar, tapi lebih jauh, aku siap dengan kehidupan ini dan bahkan aku hidup dalam kehidupan ini.
Di UI banyak hal terjadi, dan mungkin aku berniat untuk mengubah dunia ini karena banyaklah ilmu yang diberikan oleh UI ini.
Mengubah Dunia
Tapi, saat aku mengubah dunia ini, itu atas dasar pikiranku sendiri dan tidak ada yang mengengkangku.
Aku hanyalah produk dari apa yang aku baca dan apa yang kulalui hingga membawaku ke tujuan ini.
Bagaimana cara aku mengubah dunia ini ?
Tentu dari awal aku hidup aku tak pernah berniat berpikir dan bergerak sejauh itu.
Tapi rasanya setelah ribuan buku yang kubaca, ketakutan yang kulalui, dan impian yang membawaku ke tujuan ini, aku melahirkan ideologi RA.
Ideologi yang kepanjangan dari Radhiallahu Anhu yang artinya dalam bahasa Indonesia yakni semoga Allah meridhoi.
Tapi ideologi yang kutulis ini barulah permulaan, dan dia akan terus tumbuh dengan sendirinya.
Lagi pula, walaupun aku melakukan tindakan saat ini, tidaklah ada perubahan yang signifikan terjadi.
Hal ini terjadi karena belumlah banyak pengikut RA itu sendiri.
Sehingga, tak mungkin aku mengubah dunia tanpa buku.
Aku menulis RA agar orang-orang bisa membaca dan mewujudkan tentang ideologi ini.
Sama seperti perjuangan para nabi dahulu bahwa untuk awal-awal perjuangan masihlah sembunyi-sembunyi.
Kemudian hingga waktu yang lebih siap, maka akan dipublikasikan secara massal.
Tapi dalam sejarah, banyak orang yang menulis konsep tentang apa yang diimpikan hingga akhir hidupnya tapi tak terjadi.
Dan barulah kejadian jauh sejak kematiannya hingga ratusan tahun kemudian.
Sedangkan aku, tidak tahu akan hal itu.
Itu di luar kendaliku.
Yang hanya aku lakukan yakni aku menjalankan momen hidupku saja saat ini.
Kembali ke acara WED, rasanya aku melihat untuk bisa ikut acara ini saja kalau umum senilai 3 juta rupiah, untuk anggota PII yakni 2 juta rupiah.
Rasanya aku ingin ikut tapi dengan melihat biaya registrasi saja sudah tak ku ingin lanjutkan.
Sebelumnya aku tahu acara ini dari podcastnya Pak Ilham Habibie dan Bagus Muljadi yang berjudul cara berpikir seorang insinyur.
Aku mendengarnya podcast itu sebagai salah satu referensi bukuku dalam penulisan buku MIMIK yakni menjadi insinyur masa Indonesia kini yang memang sedang ku buat.
Dan di podcast tersebut informasi dari pak Ilham Habibie yakni di tahun 2026 ini Indonesia pertama kalinya akan menjadi tuan rumah dalam acara World Engineering Day.
Iya, artinya banyak perwakilan dari seluruh dunia yang hadir di Indonesia.
Terlebih di Jakarta, sehingga aku tak perlu keluar biaya untuk perjalanan ataupun untuk penginapan.
Namun, biaya mahal yang dikenakan untuk para insinyur yang hadir juga tidak membuatku melanjutkan registrasi.
Hingga H-3 acara dimulai aku mendapat informasi bahwa untuk pendaftaran secara kolektif bisa seharga 500 ribu per orang.
Tentu, aku pun langsung daftar dan menginformasikan ke para alumni insinyur di FTUI.
Dan ya akhirnya aku pun hadir di acara World Engineering Day ini.
Terlebih juga aku ingin finalisasi untuk isi bukuku yakni MIMIK untuk penambahan materi dan insinyur Indonesia di tingkat global.
Dan ya, bertemu Pak Ilham Habibie lagi dan aku bermaksud menyuarakan agar beliau berkenan untuk menulis kata sambutan untuk buku MIMIK ini.
Kenapa?
Ya karena temanya lurus yakni tentang keinsinyuran.
Di hari Rabu pun aku mengajukan cuti di kantor.
Kenapa?
Biar lebih fokus saja dan rasanya kan hari-hari seperti ini jarang terjadi.
Aku berangkat dari rumah menggunakan LRT, lalu melanjutkan perjalanan dengan Grab motor.
Oh iya belakangan aku lebih suka naik LRT, alasannya sederhana karena musim hujan, macet, dan kebetulan arah tujuan yang kutuju itu ada di dekat LRT yang mana dekat rumahku.
Ku pikir aku nyaman dengan transportasi ini.
Rabu, 04 Maret 2026
Sesampainya di sana, aku melihat banyak peserta internasional, termasuk delegasi dari berbagai negara Afrika.
Sangat jelas bahwa ini event memang level dunia, ditambah semuanya bahasa Inggris.
Aku datang pas acara mau mulai.
Dimulai dengan kata sambutan dari ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yakni Pak Ilham Habibie, dan dari ketua Insinyur dunia dan dilanjutkan dengan opening dari Pak Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Aku pun juga baru tahu ada organisasi persatuan insinyur dunia di momen itu.
Oh iya, setahuku juga Pak Airlangga Hartarto dulu pernah jadi ketua PII juga.
Di hari ini banyak juga yang hadir dimana ada Pak Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa dianggap AHY, kemudian juga banyak deh pejabat terkait baik Indonesia ataupun dunia.
Awalnya aku ingin nulis lebih detail terkait materi WED ini di sini.
Cuman rasanya agak kurang hidup aja kali ya nulis teknis di sini.
Kalau mau lebih detail sih bisa baca bukuku yakni MIMIK juga :).
Di bulan ini mestinya ku kirimkan ke penerbit tapi kan kupublikasikan masih lama.
Kenapa?
Ya karena minta kata sambutan dari Pak bos-bos itu yang lumayan lama kan :).
Yang pasti di tahun ini sih, mungkin di Q2 ataupun paling lama di Q3 tahun ini untuk ku publikasikan.
Acara pun juga ada coffee break & lunch.
Cuma kan aku kan puasa ya jadi ya main HP aja.
Main HP itu kalau aku gabut sih wkwk, sama nulis enak juga di HP seperti nulis tulisan ini.
Kemudian acara itu lanjut sampai jam 5 sore deh.
Soalnya aku pulang jam lima-an dan sampai di rumah benar-benar pas magrib sih.
Soalnya kan naik LRT jadi tidak macet.
Oh iya aku dapat makanan juga dari acara WED, dan menurutku termasuk mewah.
Untuk biaya yang 500 ribu ku daftar sih ini menang banyak ya hehe.
Kan masih ada esok juga.
Nah isinya sih kalau WED hari ini itu lebih seperti Artificial intelligence (AI) dimana insinyur sekarang harus adaptasi.
Sama penting untuk meningkatkan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan, baik organisasi insinyur, akademisi, pemerintah, dan masyarakat juga.
Ya seperti itulah hari ini, dan lanjut esok.
Kamis, 05 Maret 2026
Hari ini aku tidak cuti, tapi aku kerja dari acara WED ini sehingga buka laptop.
Acara hari ini lebih banyak diisi oleh para profesional di insinyur dunia.
Berbeda dengan kemarin yang banyak diisi para pejabat politik, kalau hari ini lebih banyak para profesional.
Oh iya, di hari ini aku pun juga menyampaikan niatku untuk meminta Pak Ilham Habibie untuk memberikan kata sambutan untuk buku MIMIK-ku nanti.
Kenapa baru hari ini?
Kemarin beliau sibuk sekali sehingga aku tak berniat untuk mengganggu beliau dan ditambah kalau berbincang paling tidak sampai satu menit.
Terlebih aku bermazhab kalau emang takdirnya ya udah.
Hari ini aku bisa berbincang lebih lama dan dari sisi dia sih oke aja cuman mau direview dulu tulisannya dan dikirimkan ke email.
Aku pun bertukar kartu nama dengan beliau.
Ya semoga saja ya:).
Acara hari ini pun juga sama konsepnya dengan kemarin.
Ini lebih ke arah praktikal dimana engineering sangat membantu di zaman sekarang dan bahkan bisa memodifikasi cuaca gitu loh.
Dan peran insinyur itu sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa.
Nah itu dulu kali ya dimana aku ikut WED tahun ini.
Infonya sih WED tiap tahun ya di negara yang berbeda, saat ini kebetulan baru pertama kali di Indonesia dan di Jakarta.
Aku sih bersyukur ya bisa hadir di acara ini.
Berbincang dengan ketua Insinyur dunia, para profesional dari negara lain, btw negara Afrika, terutama dari Zambia kemarin banyak yang hadir sih, tidak tahu kenapa tapi kenyataannya begitu:), dan bisa melihat ke dunia keinsinyuran yang lebih luas.
Awalnya aku mau nulis lebih detail sih tentang materi WED sebenarnya di tulisan ini cuman kayaknya kurang hidup aja hehe.
Sehingga untuk yang tertarik dan penasaran bisa baca bukuku nanti yang berjudul MIMIK ya
Oh iya ini foto-fotonya.






Terima kasih WED 2026
Dari salah satu Insinyur
Rio
