Terkadang aku hanya perlu meyakinkan diriku lagi dan lagi bahwa aku adalah seorang warrior, seorang pejuang.
Kadang aku merasa orang-orang di luar sana menganggapku hebat.
Aku juga sering berkata bahwa hal terpenting adalah percaya pada diri sendiri.
Namun hidup tetaplah hidup, tidak selalu berjalan mulus.
Ada saat-saat ketika aku bertanya pada diriku sendiri: apakah langkah yang kuambil sudah benar?
Apakah hidupku berada di jalan yang tepat?
Manusia memang tempatnya salah dan khilaf.
Tetapi apa pun yang terjadi, hidup akan terus berjalan.
Karena itu, aku merasa bahwa kesadaran untuk tetap hidup dan terus melangkah adalah hal yang paling penting.
Tidak apa-apa merasa takut, ragu, atau lelah.
Semua itu adalah perasaan yang manusiawi.
Tuhan, sampai kapan aku harus berjuang?
Mungkin memang hidup di dunia ini adalah perjuangan itu sendiri.
Aku merasa harus terus bertahan menghadapi ujian dunia.
Tuhan, bimbinglah aku. Hidupkan hati dan jiwaku.
Dunia ini terasa begitu luas, dan terkadang aku takut.
Aku takut gagal menjalani hidup ini.
Apakah Engkau mengasihaniku, hamba yang lemah ini?
Hanya kepada-Mu aku mengabdi, hanya kepada-Mu aku bersujud.
Seberapa besar urusan dunia, seberapa jauh langkah yang kuambil, aku tetap ingin kembali bersujud kepada Sang Pemilik segalanya.
Bagiku, warrior bukan tentang selalu menang.
Warrior adalah tentang tetap percaya pada apa yang diyakininya.
Seorang warrior bukan orang yang tidak pernah lemah, melainkan orang yang tetap teguh dalam perjuangan meski dipenuhi keraguan dan rasa takut.
Tuhan, apakah Engkau mendengar isi hatiku?
Atau mungkin aku terlalu sombong dan terlalu jarang memohon kepada-Mu.
Mungkin aku memang masih egois.
Tetapi Tuhan, aku ingin berusaha menyerahkan hidupku kepada-Mu.
Aku ingin yakin bahwa aku bisa melewati ujian dunia ini.
Aku tidak ingin menyesal karena pernah lalai dan menyerah.
Aku akan terus berjuang, layaknya seorang warrior.
Jakarta, 10 Mei 2026 pukul 14.50 WIB
