” Man makes his own history ( Manusia menciptakan sejarahnya sendiri ) ”
Manusia menciptakan sejarahnya sendiri.
Itulah perbedaan antara manusia dengan makhuk lainnya.
Dia memiliki akal yang digunakan untuk berpikir, mengolah informasi & menentukan keputusan yang akan dipilihnya.
Banyak dari kita pasrah akan hidup, kehilangan harapan, hampa, & bahkan depresi.
Tentu, semua orang pernah mengalami & akan terus mengalami ujian demi ujian.
Bahkan, nikmat pun juga ujian.
Yang paling penting ialah, bagaimana kita menglewati ujian tersebut.
Ya, tentu dengan sabar, tabah, & terus ikhtiar.
Rezeki kan udah takdir ( ? )
Ya, banyak dari kita menganggap bahwa rezeki itu cuman uang aja.
Uang lagi ya uang lagi. Ya, padahal bukan begitu.
Bisa jadi kesehatan, beasiswa, kepercayaan, memiliki keluarga yang sehat pun termasuk rezeki.
Cakupan rezeki itu luas banget.
Ambil contoh kasus ya saya aja.
Kalo misalkan sejak SMA nilai rezeki itu adalah uang maka saya pun engga akan pernah kuliah.
Jangan kan kuliah, handphone aja engga punya.
Tapi, rezeki datang dalam bentuk beasiswa sehingga bisa kuliah.
Ya, emang bakalan tahu ?
Ya engga tahu, yang penting ikhtiar.
Dan, percaya bahwa kadar rezeki tiap manusia itu udah ditakdirkan sesuai dengan kadarnya masing-masing.
Engga akan tertukar.
Kalo kita udah percaya gini, hidup akan tenang.
Lalu, muncul deh,
” Yaudah, engga usaha kan rezeki udah ada yang ngatur “.
Bukan begitu konsepnya, konsep nya adalah manusia tinggal cari rezeki itu, cari, cari woy.
Ya, berusaha semaksimal & sekuat mungkin.
Usaha berhasil atau tidak berhasil udah ranah nya semesta.
Usaha manusia ya inputnya, pengaruh semesta ya prosesnya, keputusan tuhan ya outputnya.
Ya, kita fokus sama apa yang bisa kita lakuin sampai paling maksimal.
Itu aja.
Dan, tentu mencarinya dengan cara yang halal & legal.
Bukan dari menipu & hal-hal yang merugikan lainnya.
Dan, dengan melakukan cara-cara yang maksimal lama kelamaan akan membentuk reputasi.
Reputasi itu penting banget.
Sudut pandang nya juga bukan ke eksternal tapi ke internal.
Ya, reputasi akan membungkam yang namanya pencitraan.
Dia adalah habits yag sudah dilakukan dalam rentang waktu yang lama & umumnya orang akan mengenal seseorang dari reputasi.
Ini secara umum ya.
Ya karena itu, jangan sampai kita justru meninggalkan hidup ini sebagai seorang penjahat, sebagai orang yang membuat rugi orang lain ( misalnya : berhutang tapi tidak bayar, menipu, dll ).
Kalo udah memiliki reputasi yang negatif, bakalan sulit untuk memperbaiki nya, atau bahkan itu udah jadi kartu mati.
Kenapa ?
Karena orang lain udah engga percaya sama dia, karena udah dikecewain.
Justru, hidup ini kesempatan kita untuk memberikan panggung terbaik yang bisa kita lakukan.
Sekali lagi garis rezeki sudah ditakdirkan & yang bisa dilakukan manusia ya CARIIIIII !
