Halo semuanya, kali ini gue mau bahas detail tentang yang namanya kerja dalam sudut pandang Yusuf Qarhawi & Victor Frankl .
Nah, apabila elo nemuin ada hal yang salah atau kurang berkenan, please tell me & let me know.
Ok, kali ini gue bakal bahas kerja dalam dua sisi sudut pandang yakni Yusuf Qarhawi & Victor Frankl.
Tentu, pembahasan ini akan punya satu tujuan persamaan yakni tentang penting nya etos kerja keras dalam hidup.
Oke, langsung saja !
Sisi 1 : Yusuf Qarhawi
“ Sejelek-jelek perkara di dunia ini adalah menganggur “ – Yusuf Qardhawi
Yusuf Qarhawi memandang bahwa masalah menganggur ini ialah masalah besar.
Dan, akan menjadi pintu dari segala kebencanaan lainnya.
Kenapa ?
Karena menganggur bagi kaum pria adalah kelengahan dan bagi kaum wanita adalah sebagai penggerak naluri seksual serta berpikir tentang birahi.
Itulah kenapa kita harus kerja keras, belajar yang banyak atau apapun yang memberikan manfaat.
Kalo kita lengah terhadap waktu luang yang sudah sangat jelas & terang bahwa salah satu kelalaian manusia ialah saat waktu luang.
Maka, kita akan terkena dampak merugi yang maha dasyat.
Yusuf Qarhawi menulis dalam buku nya yang berjudul Time is Up yakni
“ Luangnya waktu dari kesibukan-kesibukan adalah nikmat yang besar . Jika seorang hamba mengkufuri nikmat tersebut, dengan cara membuka pintu hawa nafsu untuk dirinya, dan ia akan terjerumus ke dalam perangkap birahi, maka Allah akan mengganggu kenikmatan hatinya. Kebeningan hatinya pun akan dicabut “.
Bahkan apabila yang masih muda menganggur alias tidak bekerja, tidak belajar, dan punya uang maka petaka akan datang, seperti bait ini :
“ Sesungguhnya usia muda,
Pengangguran dan kemampuan harta,
Menghancurkan orang dengan dasyatnya “
Seharusnya , pemuda sejati yang mengatakan :
Ingatlah, ini adalah aku
Bukan pemuda yang mengatakan: Semua itu jasa ayahku,
Maka, Yusuf Qarhawi berpesan bahwa :
“ Janganlah seorang yang beriman itu pergi, melainkan dalam tiga keadaan…, yaitu mencari bekal untuk kembali ke akhirat, memperbaiki kehidupan, dan mencari kelezatan yang tidak haram “.
Serta, Allah menegaskan di surat Terjemahan Surah al-Jumu’ah Ayat 10 :
“ Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. ”
Begitu amat penting nya nilai etos kerja keras dalam sudut pandang Islam.
Sisi 2 : Victor Frankl
Victor Frankl menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Man’s Search for Meaning terbitan tahun 1946 yang berisi bahwa yang paling penting dalam kehidupan seorang manusia adalah penemuan akan makna dalam dirinya, dimana tugas terbesar manusia adalah mencari makna dalam hidupnya.
Frankl melihat ada tiga kemungkinan makna hidup.
Dalam kerja ( melakukan sesuatu yang penting ), dalam cinta ( kepedulian terhadap orang lain ), dalam penderitaan ( keberanian di saat-saat sulit ).
Ya, dalam pekerjaan adalah salah satunya.
Apabila seseorang menganggap bahwa pekerjaan nya penting & membuat dia menjadi bernilai maka beruntunglah dia karena memiliki pekerjaan yang tepat.
Bila sebaliknya, merugilah dia.
Ya, cari dahulu, renungkan, putuskan & jalani.
Tanpa adanya pencarian, perenungan, putusan atau bahkan jalani, ya ga perlu peta hidup, kenapa ?
Ya jalan mana aja bisa aja, kan engga tahu juga mau kemana.
Nah, kalo di case gue ya salah satu pekerjaan yang telah gue cari, renungkan, putuskan & jalani adalah menulis.
Apa ajalah ditulis, bisa dari laptop, buku, atau handphone.
Ya, baru mulai juga sih, untungnya keputusan untuk menulis juga linear dalam kehidupan gue secara keseluruhan.
Mungkin bagi beberapa orang yang mengangap bahwa dunia yang didasarkan pada keberhasilan materi bahwa hal seperti ini engga berguna.
Namun kenyataanya, apa yang kami lakukan sungguh memiliki makna.
Victor Frankl menekankan bahwa hal yang paling utama dalam hidup adalah bertanggung jawab untuk menemukan jawaban-jawaban yang tepat dari permasalahan hidup, dan menyelesaikan tugas-tugas yang terus menerus disodorkan oleh hidup kepada masing-masing individu.
Nah, begitulah nilai dari etos kerja yang harus dilakukan oleh orang agar menjadi orang yang beruntung.
Yusuf Qarhawi & Victor Frankl sepakat bahwa dengan kerja keras dalam bekerja akan menjaga harga diri dari seseorang terutama laki-laki.
Nah, itu deh yang bisa gue share kali ini. Thanks & see u !.
