Kita Akan Terbiasa Tapi Kita Harus Terbiasa

Aku tahu bahwa banyak hal sekali terjadi di luar rencana, banyak hal yang terjadi secara tiba – tiba, dan banyak hal yang mungkin membuat kita kecewa.

Aku yakin bahwa kalian pasti pernah merasakan hal seperti itu.

Ya, tapi jangan takut, jangan lemah, hadapi dengan kepala tegak, dan majulah !

Lagi pula, ketika aku telah mencapai di atas awan yang kutemukan ialah kehampaan, ketiadaan, lalu mengapa kita terus berusaha untuk mencapai awan ?

Karena yang sebenarnya yang kita cari itu bukan untuk mencapai awan melainkan semuanya ada di permukaan bumi.

Ya, segala hal permasalahan itulah yang kita cari.

Masalah, itu pasti ada dan akan selalu ada selama manusia hidup.

Dengan berada di tengah masalah dan berusaha untuk memberikan solusi yang adil ( prefer ku bukan baik tapi adil ), maka masalah itu dapat diselesaikan.

Sehingga, keping demi keping pahala kita berharap dapatkan.

Jika demikian, maka kita berusaha untuk dapat ridho tuhan agar masuk surga.

Ya, kita percaya bahwa dunia hanyalah sementara untuk menyiapkan kehidupan yang abadi.

Menjaga Sesuatu Yang Pasti Rusak

Kau tahu, aku pernah bekerja untuk menjaga sesuatu yang pasti akan rusak.

Ya, jika kau pernah menonton youtube terkait area pertambangan bawah tanah yang di gerakan secara remote seperti bermain game maka itu salah satu area ku.

Artinya, area tersebut tidak boleh ada manusia, kecuali pada saat down day ( hari perbaikan dan pengecekan ).

Tidak semua orang bisa masuk area tersebut, butuh konfirmasi dari tim production, operation, & geotech minimal.

Ya, aku ada di tim geotech dan ada beberapa point yang mana hanya tim ku yang bisa perbaiki dan punya keputusan paling besar disitu.

Area tersebut yakni GBC Panel 26.

Di area tersebut, terpasang banyak sekali ribuan sensor yang di monitoring secara online dan untuk menjaga area sensor maka dibuatlah dinding yang tebal dan terbangun oleh baja.

Tapi tetap saja, entah itu kesalahan orang dalam remote mobil tambang baik disengaja atau tidak sengaja, sering sekali mereka menabrak area sensor tersebut.

Untung saja dinding nya tebal, namun pintu tidak kuat menahan tabrakan demi tabrakan.

Selain itu juga kadang ada banjir lumpur ( Wet Muck ) yang masuk ke ruangan.

Kita sudah bersihkan wet muck dengan skop dengan dibantu lebih dari 20 orang baik tim Indonesia & ekspatriat.

Banyak hal yang sudah saya lakukan, sudah tim lakukan tapi tetap saja area tersebut pasti akan rusak.

Kita sudah berikan penanda, sudah diperbaiki pintu besi, sudah dipasang penghalang dengan batu yang besar.

Tapi tetap saja siklus nya yang akan rusak.

Ya, memang gunanya maintenance untuk memperbaiki kan.

Sehingga, memang kondisi nya tidak ideal, tapi memang seperti itu demikian lah yang bisa dilakukan.

Jika ada pertanyaan kenapa ga di pindahkan ?

Ya jawaban nya ribuan sensor yang tertanam di dinding bawah tanah teralirkan oleh kabel yang memasuki area pintu ruangan, dan di dalam ruangan box-box tersebut ada wifi yang dapat diakses secara online.

Itulah bagian dari pekerjaan cerdas, sehingga ga perlu lagi ada orang yang setiap hari datang untuk mengukur pergerakan tanah setiap hari nya.

Orang hanya perlu datang pada saat down day atau pada case tertentu saja

Ya, seperti itulah hidup, kadang sesuatu sudah dijaga tapi pasti ada aja yang terjadi di luar rencana.

Ya, gapapa. Kita hanya perlu terbiasa, terbiasa untuk menderita, terbiasa untuk sabar, terbiasa untuk tenang, terbiasa untuk percaya diri, dan banyak hal.

Karena hidup akan terbiasa.

Terakhir, aku pernah bikin post di Instagram ( dulu punya tapi sekarang sudah ga punya hehe ) yang post nya di gambar ini

Jakarta, 10 Mei 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *