Kerja ya.
Hm, bagaimana aku harus memulai nya ya ?
Ku pikir Senin ini merupakan Senin yang begitu hening dari sepanjang tahun 2024.
Iya, karena tanggal merah dan maulid nabi.
Tentu, kegiatan ku ya beres-beres rumah.
Di siang hari pun aku tertidur dan ketika ku cek WA ku dapat pesan dari teman kuliah ku dulu bahwa katanya hari ini dia kerja.
Ku bales sebelum tidur ” Tanggal merah kok kerja ? “
Dan jawabannya ialah ” Iya, kerja buat jaga kehormatan“.
Tentu kata-kata ini inilah kata-kata yang ku ingat dan ku gaungkan dalam kehidupan ku juga.
Laki-laki dan kerja
Aku tahu bahwa dia sudah lama nganggur dan dengan gelar S2 yang dimiliki dengan pendapatan gaji kurang dari UMR DKI, tapi ya tadi namanya takdir dan hidup terus lah berproses.
Akhirnya dapat kerja juga sih dia,
Alhamdulillah.
Ngomong-ngomong tentang kerja dan laki-laki, memang harga diri laki-laki adalah kerja dan bertanggung jawab.
Tentu, itu sudah lama sekali aku mendengar kata-kata itu.
Dan merupakan kata yang buat aku semangat ketika aku merantau di Papua yang mana tidak pulang-pulang.
Dan ya, laki-laki ga boleh salah dalam memilih pekerjaan, iya ga boleh salah memilih pekerjaan.
Yang tepat untuk dirinya.
Jika tidak, ya kasihan sekali selama kehidupan nya akan mengeluh.
Hal ini karena waktu terbanyak laki-laki ialah dengan pekerjaannya.
Ngeluh
Banyak sekali aku liat contoh seorang yang ngerasa ga tepat dengan pekerjaannya.
Contoh nya saja pada saat aku di site Tembagapura, orang baru balik cuti tapi beberapa hari kemudian udah mikir kapan cuti lagi.
Buset dah, ngejalanin pekerjaan cuman buat nunggu cuti.
Padahal gaji gede, tapi kalo tidak tepat ya cuman ngabisin umur aja.
Kemudian kalo laki-laki ga kerja mau ngapain emang ?
Jujur saja, dulu aku rencana mau pensiun dini dan kulahab banyak buku untuk mencapai pensiun dini.
Singkat cerita, aku resign dan kerjaan ku cuman baca buku di perpustakaan nasional, udah kaya pegawai aja dah berbulan-bulan karena baca buku disana.
Kurang uang?
Engga, engga pada saat itu.
Terus kuliat teman-teman ku pada sibuk kerja sedangkan aku hanya membaca buku.
Sejak masa nganggur itu lah aku mencari jati diri dan menelusuri orang-orang pada ngapain dah dalam hidup nya.
Dan ya, banyak inspirasi yang kudapat.
Mungkin orang-orang sebut nya Hiatus, atau masa jeda dalam hidup
Setelahnya, aku kembali bekerja dengan tujuan yang lebih tinggi, lebih besar lagi.
Dan ya tadi, untuk legacy buat di akhirat nanti.
Berbicara mengenai tanggung jawab juga ga bisa langsung diberikan tanggung jawab yang besar.
Banyak pemuda yang diberikan jabatan tinggi dan selama 2 tahun ia dipuja-puja, tapi akhirnya dipenjara selama 20 tahun karena salah dalam pengelolaan kekuasaan.
Nah kan, ketika dalam keadaan susah, orang belum tentu mau nolongin.
Itu yang mesti disebut bahwa butuh keberhasilan kecil demi kecil untuk mencapai keberhasilan besar.
Kalo orang ga siap dengan tanggung jawab yang besar, yang terjadi ialah celaka buat orang tersebut, celaka pula pada kebijakan yang diambil.
Itu tanggung jawab.
Oh iya, banyak kok pembaca ku yang mungkin usia muda, usia tua, gaji gede, gaji kecil atau apapun lah, jangan berkecil hati.
Ya, masa depan ga ada yang tahu, jalanin saja amanah yang diberikan, insya Allah kalo emang udah takdir kita ya takdir kita.
Sekali lagi, untuk penutup dalam tulisan ini.
Harga diri laki-laki ialah bekerja dan bertanggung jawab.
Jakarta, 16 September 2024 Pukul 15.40 WIB
Rio Agustian Fajarin
