Laki – laki & Kerja

Harga diri laki-laki ialah bekerja dan bertanggung jawab.

Aku pikir sejak kapan quotes itu sudah tertanam di dalam otak ku, aku pun tak tahu.

Jujur saja quotes itu yang selalu terngiang-ngiang di dalam otak ku, ketika aku mulai malas bekerja, ku pejamkan mata dan mengingat quotes itu rasanya seperti ada energi yang memasuki badan.

Ya, kerja.

Tentu, aku pun juga teringat dengan adanya nasehat bahwa dalam hidup ada satu hal yang tak boleh laki-laki pilih, jujur saja aku tak tahu pada saat itu.

Ku lanjutkan membaca halaman buku itu dan jawabannya adalah pekerjaan.

” Hah pekerjaan ” ? Pikirku.

Tapi ternyata benar, kenapa ?

Ya karena sebagian besar waktu laki-laki adalah bekerja.

Sehingga, ketika kita salah dalam memilih pekerjaan maka yang terjadi ialah mengeluh, dan namanya mengeluh akan menjadi efek domino ya jadi tidak mensyukuri pekerjaan, mendapatkan dosa, dan dapat membuat lingkungan sekitar nya menjadi aura negatif.

Jika kau tanya padaku apa yang salah tidak boleh salah dalam memilih jika perempuan ?

Jawabannya ialah memilih pasangan hidup.

Alasannya sama, yakni perempuan menghabiskan banyak waktu nya dengan di pimpin oleh suaminya.

Pagi dan kerja

Kau tahu bahwa terkadang dalam membuat hari yang hebat, yang kau butuhkan hanyalah membuat pagi mu yang hebat.

Bagaimana awalnya ?

Ya jika kalau kau tanya padaku maka dimulai dengan tahajud, lalu sholat shubuh di masjid, lalu membuat agenda hari mau ngapain aja dan langsung gas untuk kerja.

Kadang kalo bisa kita bisa berangkat kerja ke kantor tak bahkan sebelum matahari muncul di langit, dan pulang pun setelah matahari tenggelam di langit.

Kenapa ?

Ya karena kalo pagi itu waktu berkah, kalo kita gagal di pagi hari ya agak sulit buat berhasil di satu hari tersebut.

Jika berhasil di pagi hari, ku pikir semuanya akan lebih mudah.

Terus jika ada yang bilang “ Kalo pekerjaan saya selalu Working From Home gimana ? ”

Ya gapapa, kerja saja dan disesuaikan.

Lagi pula hal yang selalu mesti diingat dan disiapkan oleh seorang muslim itu ialah kematian nya.

Kematian tidak kenal usia, tidak kenal jabatan ataupun segala hal di dunia.

Hakikat hidup ialah menjalani suka & duka, dan nanti apakah kita akan mendekati atau bahkan menjauhi nya, itu yang penting.

Ada yang bilang ? ” Ih, pagi-pagi dia ga kerja soalnya dia kan udah sukses ? “

Ya tuhan, apakah dia tak tahu bahwa sesungguhnya manusia berada dalam lingkaran kerugian, kecuali bagi orang yang bertaqwa.

Ya, nikmat dunia itu juga ujian.

Miskin menderita ?

Itu juga ujian, apakah kita tabah dalam menjalani nya ?

Lalu apa yang mesti kita lakukan?

Jelas bahwa Al Qur’an sudah menjelaskan bahwa tujuan manusia hanyalah menjadi pemimpin di muka bumi dan menjadi hamba Allah.

Sehingga, tujuan nya ya kesitu.

Semua yang kita lakukan mesti kita bingkai ibadah untuk kesitu.

Kemudian, rasanya ketika pagi kita sukses, kemudian menjalani hari dengan bekerja.

Ya walau pasti ada saja suka duka nya, lalu pulang kerumah.

Rasanya bangga sekali, bahwa kita sudah bekerja keras, bahkan mungkin bekerja cerdas.

Rasa seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan uang.

Kerja.

Laki harus kerja.

Walaupun sudah punya banyak uang, banyak kekuasaan, tetap mesti kerja.

Ya disesuaikan saja.

Kerja sampai kapan ?

Sampai hari kemenangan, hari kematian.

Ngomong ngomong masalah uang, teringat 5 tahun lalu dimana aku ingin sekali rasanya finansial freedom.

Ya merdeka secara finansial, aku baca banyak buku baik dalam negeri, luar negeri dan terus menabung. Bacaan nya apa ?

Banyak, percaya deh hehe.

Tapi setelah menjalani nya dan mulai merasa sedikit agak finansial freedom.

Tahu apa yang ku rasakan saat itu ?

Asli bosen banget, kerjaan ku ya baca buku saja terus, ngajak temen eh dia bilang kerja.

Dan, setelah itu, udah ga kepikiran lagi mau finansial freedom sebagai target.

Padahal umur aja belum kesampean, duniawi aja terus.

Nah, itu finansial freedom gapapa jadi point tertentu, tapi juga kita mesti menikmati momen yang ada, bersyukur kan juga dapat pahala hehe.

Nah kan kepanjangan, mungkin aku bisa menulis lebih detail tentang kerja juga dalam buku TANBERIO ( Jantan Bersama Rio ) wkwk.

Di doakan saja.

Kepada para pria, banggalah & hadapilah dunia bahwa kita kerja, untuk menjaga harga diri kita.

Sebuah catatan kecil di hp setelah pulang kerja pada tanggal

10 Desember 2024 pukul 21.50 WIB

Seorang pria yang sedang berjuang juga
Rio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *