Haloo Guyss…. Gimana kabarnya ?
Baiklah ya.
Oke, kali ini gue bakal sharing tentang sesuatu yang amat sangat penting.
Apa itu ?
Karir.
Ya, Karir.
Pastinya, banyak orang yang menghabiskan waktunya dipekerjaan apalagi kaum adam.
Nah, pekerjaan juga bagi beberapa orang juga merupakan sarana dari makna hidup. Maksudnya ?
Dari melakukan pekerjaan lah terkadang kita menemukan makna hidup kita.
Nah, kalo elo emang tipe ini tentunya elo harus nemuin karir yang tepat buat elo.
Tepat ya, karena tiap orang beda-beda.
Nah, dikali ini gue bakal bahas tentang buku yang gue beli di online market place tentang karir.
Ini buku pertama kali gue temuin pas di Perpustakaan Nasional, eh ternyata bagus banget, akhirnya gue beli deh di online market place.
Buku apa ?
Buku karya Darwin Silalahi yang judulnya Life Story Not Job Title.
Darwin ini mengisahkan kisah hidupnya dari kecil hingga sampai menjabat Presiden Direktur PT Shell Indonesia ( saat buku ini ditulis ).
Wow banget kan, nah Darwin ini dari orang yang kalangan ekonominya menengah kebawah dan biasa-biasa aja.
Hingga dia menemukan kesadaran atas kendali hidupnya ketika SMA dimana saat itu ada seseorang yang yakin bahwa Darwin ini anak yang pintar dan bisa sukses.
Akhirnya, Darwin mengambil kendali atas hidupnya dan belajar yang rajin sampai dia masuk jurusan Fisika di Universitas Indonesia.
Terus, memulai karir dari bawah di British Petroleum hingga terus sampai dia bisa menjadi orang yang sukses.
Tentu, apa yang dilakukan Darwin bukanlah hal instant alias membutuhkan waktu.
Nah, buat elo yang anak-anak MIPA UI atau FTUI bakal berguna banget punya bukunya dia sebagai referensi hidup dalam ranah karir.
Keren banget, cerita real dan apa adanya.
Buat gue, buku dia begitu amat sangat penting dan berharga buat gue, dan karena buku nya lah yang menjadikan dia sebagai salah satu sosok yang berpengaruh dalam kehidupan gue di ranah karir.
Ya, emang gue ngambil sosok yang berpengaruh dalam hidup gue umumnya dari buku.
Entah dia masih hidup atau tidak, yang penting apa yang disampaikan nya kena gitu buat diri gue.
Karena ketika gue baca buku yang mana karya nya dia, tidak ada batas pemisah antara gue dengan penulisnya walau beda ruang dan waktu.
Nah karena bukunya Darwin ini sangat berisi buat gue, jadinya gue bakal bahas buku ini engga cuman satu blog aja melainkan beberapa blog.
Untuk kali ini, gue bakal bahas yang bab 9 : Buld Personal Resilience.
Halaman pertama dimulai dari cerita David Gergen, seorang penulis pidato gedung putih yang diangkat ketika usia 28 tahun.
Sih David Gergen ini karir nya melesat di usia muda dan pastinya sibuk amat.
Nah, tak lama kemudian, ada skandal watergate yang terungkap.
Hingga, sih David Gergen ini menyaksikan kejatuhan Presiden Nixon gara-gara skandal watergate itu.
Dalam waktu sekejap, David Gergen tidak sibuk dan bukan orang penting lagi seiring jatuhnya presiden Nixon.
Sih David Gergen ngga nyangka bahwa kejatuhan karir nya begitu cepat dan mudah sekali hilang.
Dan, dia menyadari bahwa yang masih mau berhubungan dengan dia tuh keluarga dan teman-teman sekolahnya dulu.
Pernah gini ga sih elo ?
Yang sebelumnya sibuk amat dan jadi orang penting, eh tiba-tiba ketika pekerjaan itu hilang lalu elo ga sibuk lagi dan bukan orang penting lagi.
Yang mungkin berbeda apa yang dilakukan kemudian oleh David Gergen, dia kemudian bangkit kembali dan menjadi orang pertama yang menduduki posisi Penasihat Gedung Putih untuk empat orang presiden Amerika Serikat yakni Richard Nixon, Gerald Ford, Ronald Reagen, dan Bill Clinton.
Serta, ada penelitian yang dilakukan pada tahun 1988-1992 yang dilakukan oleh Sonnefeld terkait 450 CEOs yang bekerja di perusahaan besar publik, dan menemukan bahwa hanya 35% dari CEO yang diberhentikan dari jabatan nya dapat kembali menjadi posisi eksekutif dalam dua tahun sejak diberhentikan.
Hasil penelitian yan menarik adalah 43 % dari 450 CEO itu mengakhiri karir dan pensiun.
Karena itulah, topik bangkit dari kejatuhan karir nih amat sangat penting.
Terus kenapa bahwa beberapa orang dapat kembali bangkit dan beberapa orang justru hancur karena karir?
Hal inilah yan disebut oleh ahli syaraf sebagai personal resilience.
Apa itu resilience ?
Menurut kamus Merriam-Webster, resilience adalah kemampuan untuk pulih dari dan menyesuaikan dengan mudah terhadap ketidakberuntungan atau perubahan.
Menurut Diane Coutu, orang-orang yang memiliki personal resilience dapat bangkit kembali dan menjaga persepsi kesejahteraan meski mengalami kesulitan, kehilangan, atau kekacauan.
Sebaliknya, mereka yang kurang memiliki personal resilience merasa menjadi korban dan terlarut dalam berbagai masalah.
Mereka kemungkinan bisa terkena serangan mental atau depresi akut.
Lalu, bagaimana untuk membangun personal resilience ?
Menurut Coutu, pertama, menerima kenyataan.
Dengan menghadapi dan menerima secara tegar dapat menjadi titik awal yang menyelamatkan diri anda.
Kedua, mencari makna.
Membangun makna atas penderitaan adalah cara untuk membangun jembatan dari kesusahan saat ini menuju masa depan yang penuh dan lebih terkonstruksi dengan baik.
Ketiga, kemampuan untuk melakukan improvisasi bangkit dari masalah atau mencari solusi.
Orang yang berdaya tahan tinggi dapat bersusah payah berjalan dan bangkit dengan apa yang mereka milki saat itu.
Bangkit Kembali
Biasanya pemimpin yang tidak bisa pulih dari keterpurukan dikarenakan kencendrungan untuk menyalahkan dirinya sendiri dan terbuai dengan kenangan masa lalu & dia hilang untuk menatap masa depan.
Nah, kalo elo mau bangkit lagi dari kejatuhan karir, seorang yang namanya Jeffrey Sonnefeld memberikan beberapa tips.
Pertama, decide how to fight back.
Keputusan pertama yang akan anda hadapi dalam merespons becana karir adalah memilh apakah mengonfrontasi langsung situasi yang membuat anda jatuh atau mencoba melupakannya secepat mungkin.
Menurut Sonnefed, dalam beberapa kasus lebih baik menghindari konfrotasi langsung. Akan tetapi, bila membuat reputasi menjadi rusak secara tidak adil, kita harus mengambil tindakan cepat untuk konfrotasi langsung.
Kedua, recruits others into the batle.
Penting untuk melibatkan orang lain sejak awal pertempuran untuk mengembalikan karir supaya dalam jalur yang benar.
Ketiga, recover your heroic status.
Yakni mendapatkan kembali status heroik anda yang dikenal publik.
Keempat, prove your battle.
Pastinya, pemimpin yang jatuh akan menghadapi banyak halangan dalam jalan menuju pemulihan dan tidak sedikit orang yang meragukan kemampuan mereka untuk kembali ke puncak.
Maka, pemimpin tersebut harus membutikan dengan cara minimal mengatasi rasa percaya drinya.
Kelima, rediscover your heroic mission.
Keteguhan pemimpin besar untuk membangun warisan hidupnya adalah modal utama yang membuat dia berbeda dengan banyak pemimpin lainnya.
Kita ambil contoh Steve Jobs yang dipecat dari Apple tahun 1985, sampai temannya yang bernama Mike Murray begitu khawatir akan kondisi Jobs.
Kemudian, Murray kerumah Jobs & menemaninya selama berjam-jam, hingga dia yakin bahwa Jobs ngga akan bunuh diri, baru dia pulang.
Setelahnya, Jobs terbang ke Eropa yakni ke Paris, ke Italia, ke Swedia, ke Rusia dan kembali ke Amerika.
Jobs kembali dengan semangat baru & bersiap untuk membangun kembali dirinya sebagai pemain utama dalam dunia IT.
Pada tahun yang sama ketika dia dipecat, Jobs mendirikan perusahaan komputer yang bernama NeXT yang kemudian dibeli Apple di tahun 1996.
Dalam cerita ini, Jobs mampu menangkap kembali misi heroiknya dan melewati kepahitan yang sudah dialaminya.
Nah, itulah buku yang dibahas sama Darwin Silalahi.
Bagus banget kan ?
Ini baru satu bab loh, dan ini salah satu buku favorit gue dalam ranah karir.
Gue harap kalian pada punya juga.
Bisa belinya kalo sekarang di online kayanya.
Nanti gue bakalan bahas bab-bab lain dari buku ini di blog selanjutnya sejak gue udah jatuh cinta sama buku ini.
Thanks ya udah baca & see u !.





