Ambil Alih

Aku pikir dalam banyak kehidupan ku bahwa beryukur aku mengenal banyak tokoh hebat melalui buku,

Ya, melalui buku maka orang dapat menyelami samudera pengetahuan tanpa terbatas oleh tempat dan waktu.

Seperti tulisan ini yang dapat dibaca oleh siapa aja, yang nantinya jika sudah banyak tulisanku di website ini , maka dapat aku buku kan.

Dan, dalam tulisan ku akan selalu ada orang-orang hebat yang kusebut karena untuk menjadi penghubung antar generasi.

Ya, Socrates ialah salah satunya.

Dari sekian banyak tokoh Yunani yang begitu menganggumkan, aku memiih Socrates yang paling aku suka.

Kenapa ?

Entahlah, ku pikir banyak pemikiran dia yang begitu luar biasa.

Bukan yang lain jelek, tapi mungkin hanyalah referensi kecocokan saja.

Lagi pula Socrates adalah guru dari Plato, dan Plato adalah guru dari Aristoteles, dan Aristoteles adalah guru dari Alexander The Great.

Kesadaran

Berbicara mengenai kesadaran diri bahwa tak bisa lepas dari pemikiran Socrates. pemikiran Socrates menekankan pada kesadaran diri.

Ya, aku pikir aku tak akan membahas lebih dalam inti dari pemikiran Socrates dalam website ini.

Untuk membahas pemikiran Socrates akan aku detailkan dalam buku ku yang saat ini sedang aku susun.

Namun, untuk judulnya belum aku berikan, ya tunggu saja. Kesadaran.

Aku pikir aku termasuk orang yang termasuk kategori sebagai decision maker, artinya banyak sebagian dalam lingkungan ku yang mana aku sebagai main character nya.

Misalkan saja, kalo aku tidak bekerja ya efeknya domino kemana-mana.

Ya, tidak mungkin semua orang akan menjadi main character, dan ada saat kita juga hanya menjadi member saja.

Artinya, kita mesti tahu hal mana yang kita dapat berikan kontribusi terbaiknya nya.

Tidak mungkin bahwa kita bisa memberikan segala resource kita ke segala hal dalam waktu yang bersamaan.

Pasti ada prioritas, dan yang menentukan seberapa penting prioritas menurutku yang terbaik ya dirinya sendiri.

Jika semua orang sudah sampai tahap ini bahwa ini merupakan salah satu indiikator sebuah masyarakat yang berperadaban.

Menjadi Pemimpin

Apa itu pemimpin ?

Menjadi pemimpin ialah memiliki 2 indikator ini yakni memiliki pengikut dan memiliki pengaruh.

Terkait efek yang diberikan benar atau salah ya itu berbeda cerita.

Ya, seorang pemimpin telah diberikan amanah yang lebih sehingga dia memiliki suara terbanyak dalam pengambilan keputusan.

Dan semua orang pasti menjadi pemimpin di ranah nya masing-masing, misalkan saja seorang suami yang memimpin keluarganya karena memang sudah kodrat nya.

Kemudian juga menjadi pemimpin itu ga mudah, artinya pemimpin harus menjaga dirinya sendiri, menjaga pola makan nya, menjaga pola tidurnya, menjaga ilmu nya & menjaga lainnya.

Bayangkan saja jika dalam sebuah perang dimana seorang pemimpin di tengah pertempuran sakit perut karena sebelumnya makan pedas atau tidak menjaga apa yang dimakan nya padahal dia tahu bahwa esok ialah hari pertempuran.

Atau jika pemimpin tidak fit yang justru nanti akan memberikan keputusan yang salah.

Ingatlah bahwa keputusan pemimpin pastinya memiliki pengaruh yang besar daripada keputusan pengikut.

Pada tahun 2021, pada saat aku mengreview terkait urusan safety di kantor Tembagapura gedung OB3 Lantai 2 MP. 72

Kondisiku

Aku pikir juga entah kenapa diusiaku sekarang bahwa aku tak ingin terlalu banyak membuang waktu pada sesuatu yang tidak benar-benar penting untuk ku sendiri.

Jika ada waktu senggang, yaa aku memilih tidur, memilih istirahat dan sebagainya.

Bagiku, perjalanan ini bukanlah perjalanan sprint, melainkan marathon.

Butuh banyak energi, persiapan, waktu, ilmu, biaya dan lainnya.

Hidup ga cuman hari ini saja, melainkan masih banyak hari esok.

Atas dasar itulah, bahwa setiap orang menurutku mesti tahu apa prioritas nya masing-masing dan berkomitmen.

Dan ya sekali lagi, aku pikir jika sesuatu ga penting banget ya aku hanya ingin istirahat saja.

Tukang Baca Buku

Ya, inilah asal muasalku. Aku sebenarnya hanya berawal dari seorang yang tukang baca buku saja.

Itu aja &kemudian terjadilah yang sekarang.

Yang terjadi sekarang bahwa aku memiliki amanah yang besar sekali.

Ya, karena itu aku selalu percaya bahwa :

Aku mengubah dunia melalui buku, tanpa buku aku tak akan pernah mampu – Rio Agustian Fajarin ( 28 April 2024 )

Teman-teman, karena aku memandang bahwa Scorates adalah guruku.

Maka, aku sampaikan juga sebagai pengingat atas diriku sendiri kepada kalian bahwa

” Kita mesti tahu prioritas kita masing-masing “.

Percayalah, bahwa setiap orang ga akan menjadi kemana-mana jika kita tak punya fokus dan prioritas.

Dan pastinya aku selalu percaya bahwa :

” Dalam keheningan terdapat kemurnian ” – Rio Agustian Fajarin ( 28 April 2024 )

Jakarta, 28 April 2024 Pukul 16.24 WIB

PENDIDIKAN BADAL AL-UTSMANI

Aku pikir aku mesti memulai kembali pembelajaran Al-Quran, sesuatu yang sudah lama aku tinggalkan.

Yaa, seperti biasa bahwa weekend ku begitu padat bahkan melebihi waktu weekday.

Engga tahu ya sampai kapan seperti ini ?

Yang pasti sampai akhir tahun dan mungkin beberapa tahun ke depan lagi, atau bahkan tak pernah ada.

Ngerjain apa sih emang ?

Yaa banyak, tentang amanah diri sendiri, keluarga, negara, dunia & akhirat.

Kalo dikabarin satu-satu, entahlah, sepertinya begitu dah 🙂 .

Pagi ini, Sabtu 27 April 2024 sejak pukul tujuh pagi aku dan para peserta didik memulai orientasi program bimbingan belajar Al-Quran pada Lembaga Bimbingan Al-Utsmani.

Yaa, aku sudah mengenal lembaga Bimbingan Al-Quran ini sudah beberapa tahun lalu, namun belum bisa ikut.

Karena pertama, memang sibuk.

Dan kedua, dahulu belum ada pembelajaran online, alias mesti ketemu langsung.

Jujur saja, untuk usiaku saat ini & dengan melihat aktifitas ku bahwa akan sangat sulit untuk belajar secara langsung mengingat waktu ku yang tidak banyak.

Tapi, walau belajar online, semoga tetap dapat mengambil hikmah nikmatnya belajar Al-Quran.

Kemudian tentang BADAL, artinya Bimbingan Dalam Lembaga.

Aku mengertinya bahwa ini termasuk program intensif dimana pembelajaran dikelompokan menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuan membaca Al-Quran dan dikepalai oleh seorang Ustad.

Ya, 1 kelompok sekitar 5-7 orang peserta didik.

Orientasi online untuk sistem pengajaran program BADAL dari Lembaga Bimbingan Al-Quran Al-Utsmani

Sistem Pengajaran

Pertanyaan terkait ” Apakah kita sudah benar membaca Al-Quran ?.

Definisi benar yakni berusaha semaksimal mungkin bahwa pembacaan dapat sama sepeti pada Rasulullah SAW membaca.

Sekali lagi pertanyaan terkait ” Apakah kita sudah benar membaca Al-Quran ? “.

Yaa, silahkan dijawab masing-masing saja dalam hatinya.

Dalam membaca Al-Quran sesuai yang disampaikan oleh Ustad dalam orientasi pagi ini, bahwa kesalahan pembaca Al-Quran terdapat dua umumnya yakni kesalahan besar & kesalahan kecil.

Kesalahan besar artinya bahwa orang tersebut tidak benar dalam memahami huruf, tanda baca, & panjang pendek.

Yang jelas bahwa jika kita masih dalam tahap ini, sebaiknya jangan jadi imam.

Kita bisa menjadi imam, jika makmum kita memiliki pemahaman yang sama ataupun lebih rendah dari ilmu kita.

Selanjutnya, kesalahan kecil yakni masih salah tentang Gunnah, Mad, Tafkhim & Tarqiq.

Tentunya, dalam tahap ini bahwa orang tersebut sudah dapat menjadi imam shalat, namun masih tetap harus untuk terus belajar.

Sistem Pengajaran

Sistem pengajaran di lembaga Al-Utsmani menggunakan metode Utsmani dengan Musyafahah / Talaqqi dengan guru ( Peserta & pengajar berhadapan langsung ) dengan sistem Triwulan ( 3,5 Bulan ).

Peserta didik dikelompokkan ke dalam beberapa Mustawa, dimana setiap mustawa mempunyai standar dan target pembelajaran yang berbeda-beda sebagai berikut :

  1. Mustawa I’Dad : Bagi peserta yang belum mengenal huruf Al-Quran atau masih tertukar antara satu huruf dengan lainnya. Maka, target belajarnya yakni memahami huruf & tanda baca.
  2. Mustawa 1 : Bagi peserta yang sudah mengenal huruf namun masih banyak salah panjang & pendeknya. Maka target belajarnya ialah memahami huruf, tanda baca & panjang pendek.
  3. Mustawa 2 : Bagi peserta yang belum lancar membaca AL-Quran atau masih terdapat kesalahan-kesalahan yang mendasar terutama yang terkait huruf atau panjang pendeknya. Maka target belajarnya ialah memahami huruf, harokat, penjang pendek, Ghunnah.
  4. Mustawa 3 : Sama seperti Mustawa 2, namun target belajar nya sudah memahami huruf, harokat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad.
  5. Mustawa 4 : Bagi peserta yang sudah lancar membaca Al-Quran namun masih ada kekurangan-kekurangan yang terkadang tidak disadari seperti dalam menerapkan kaidah nun sukun, berbagai mad & sebagainya. Target belajar yakni memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad teori & praktek.
  6. Mustawa 5 : Sama seperti mustawa 4, namun target belajarnya yakni memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad, ghorib, lain-lain seperti tebal-tipis. Teori dan praktek.

Ya, dari Mustawa I’Dad sampai Mustawa 5 durasi belajar nya yakni 3,5 bulan.

Artinya, dalam setiap tahun terdapat 3 kali pembukaan kelas.

Jika kita anggap lulus dengan baik dalam setiap tahapan dimulai dari Mustawa I’Dad maka sekitar 2 tahun kita sudah bisa dapat membaca Al-Quran dengan benar sesuai kurikulum yang sudah dibuat oleh Al-Utsmani.

Namun bagi peserta yang sudah bagus bacaan Al-Qurannya dan ingin memperdalam teori & praktek tajwid serta mempersiapkan diri untuk menghafal maka ada program Mustawa TALLAQI yang memiliki target belajar memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad, ghorib, lain-lain seperti tebal-tipis.

Serta, teori dan praktek nya. Namun, ini lebih dalam lagi.

Terakhir, ada Mustawa Tahfidz yakni bagi peserta yang ingin membekali diri dengan hafalan AL-Quran baik sebagian atau keseluruhan maka terdapat target menghafal Al-Quran 30 Juz selama 5 tahun. Dimana, jumlah Mustawa Tahfidz sebanyak 20 level dan target hafalan setiap level sebanyak 1,5 Juz.

Artinya, setiap pekan mesti sudah hafal sekitar 3 halaman untukk disetorkan.

Untuk ini infonya ini banyak sekali yang gagal karena kesibukan kerja & lainnya.

Evaluasi

Pada setiap akhir triwulan akan diadakan satu evaluasi akhir secara terjadwal.

Dan, pada tiap akhir triwulan peserta akan mendapatkan rapor hasil evaluasi.

Kemudian juga syarat untuk ikut evaluasi maksimal 3x ketidakhadiran.

Ya, dari sekitar 14/15 pertemuan maka maksimal 3x tidak hadir, jika lebih dianggap tidak lulus di Mustawa tersebut.

Ini benar-benar sesuatu yang berat.

Tapi, ya mau gimana lagi , pasti akan selalu ada pengorbanan untuk sesuatu yang bernilai.

Oh iya, aku masuk Mustawa mana, tebak ? hehe.

Dan untuk kelasku setiap selasa pagi online pukul 06.00 – 08.00 WIB. Untuk detail standar kelulusan terlampir dibawah ini :

Standar Kelulusan Lembaga Bimbingan Al-Quran Al-Utsmani

Tanggapanku

Ya, jika melihat usiaku yang menginjak usia menuju ke -28 tahun.

Maka jika dilihat dari level paling Mustawa I’dad hingga ke level Mustawa Tahfizh bahwa membutuhkan waktu sekitar 7-8 tahun untuk dapat menjadi Tahfidz 30 Juz sesuai kurikulum.

Artinya, di usiaku yang ke 35 / 36 tahun bahwa impianku menjadi seorang Tahfidz 30 Juz dapat tercapai.

Ya, ini jika kita menganggap bahwa aku lulus dalam setiap proses nya.

Tapi, aku pikir aku termasuk kategori peserta yang muda ya.

Karena pada masa orientasi tadi rata-rata usianya 40an, 50an, atau ada yang diatas 60an.

Dan informasi dari Al-Utsmani bahwa banyak juga peserta didik yang sudah belasan tahun tetap aktif untuk menyetor hafalan nya, menganggumkan.

Sesuatu yang memang mesti dipelajarin seumur hidup ya ilmu agama.

Oke, aku pikir jalan ku menjadi seorang Tahfidz sudah mulai kebuka lebar bahwa aku punya dasar bisa membaca Al-Quran, punya Al-Quran, punya buku penunjang, punya niat, punya uang, punya kurikulum, punya guru & punya sistem.

Ya, tinggal komitmen saja.

Komitmen selalu berkaitan dengan waktu & niat.

Pastinya, jalan kedepan akan menjadi jalan yang tidak mudah.

“Ya Allah, permudahhkan aku menjadi seorang Tahfidz, amin.”

Jakarta, 27 April 2024 pukul 23.13 WIB

Aku Ingin Menjadi Seorang Tahfizh

Hari ini aku pikir aku benar-benar mengantuk.

Yaa, selain karena banyak deadline yang telah ku selesaikan dengan baik sebelum jam 12 malam tadi, dilanjutkan aku menonton timnas Indonesia U23 VS Korea U-23 dalam ajang perempat final piala Asia U-23.

Dan pertandingan penuh dengan emosian yang mana aku pikir Indonesia beruntung bisa menang lawan Korea karena banyak drama.

Namun, juga permainan Indonesia begitu bagus juga.

Alhamdulillah, Indonesia maju ke semifinal.

Sekali lagi kita bangga, kita Indonesia.

Lanjut paginya aku ke kantor di daerah Sudirman dan banyak meeting secara online maupun offline.

Kemudian, setelah shalat Jumat aku pun pulang ke rumah.

Yaa, lanjut kerja dari rumah.

Tergeletak

Entahlah, saat ini banyak hal yang menjadi tanggung jawabku.

Banyak banget.

Karena itu, seperti biasa aku ingin makan yang enak, aku pun sebelum pulang ke rumah mampir beli rujak.

Aku pesen ke abangnya ” Cabe nya yang banyak ya bang ” .

Yaa, aku suka pedas tapi sepertinya tadi cabenya kebanyakan.

Sesampainya dirumah, aku buka laptop dan HP untuk melanjutkan pekerjaan.

Setelahnya, aku pun makan rujak yang sudah ku beli tadi.

Rujaknya benar-benar pedas.

Tapi, pada saat itu ya belum terasa.

Setelah selesai, sekitar 30 menitan bahwa langsung berasa sekali di perut, dan akhirnya aku sakit perut dan dilanjutkan dengan muntah.

Setelah muntah, aku tergeletak di kamar mandi dimana saat ini rumah ku kosong, dan muntah lagi lalu tergeletak lagi.

Dalam keadaan tergeletak karena ternyata perut ku sudah tak kuat makan pedas lagi, yang pertama ku pikirkan seperti biasa,

” Apakah sudah saatnya aku mati? ”

Yaa, selanjutnya gambar kedua orang tua ku, mama, papa, ada di benak otak ku.

Ku pikir aku benar-benar ingin masuk surga bersama mereka.

Itu saja pikirku saat itu.

Ya, ku pernah dengar dari ustad bahwa jika seorang anak menjadi penghafal Al-Quran atau Tahfizh maka Allah akan menghadiakan orang tua nya dapat di surga bersama mereka.

Menjadi Tahfizh

Yaa, bisa dibilang mungkin membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk diriku menjadi seorang penghafal Al-Quran 30 Juz.

Tapi, jangankan menghafal Al-Quran, baca Al-Quran saja sesuai dengan tahsin aku masih belum benar.

Ya, sebenarnya hasrat ingin menjadi seorang Tahfizh sudah ada sejak beberapa tahun terakhir.

Tapi, menjadi Tahfizh itu sesuatu yang tidak mudah, ingatlah bahwa cahaya tidak akan datang pada kegelapan.

Artinya, selain menghafal Al-Quran juga mesti menjaga perilaku agar kegelapan tak ada dalam diri kita, terlebih dalam kegelapan terdapat banyak hawa nafsu.

Teman

Aku pikir, aku ialah sedikit orang yang memiliki sahabat yang begitu unik.

Ya, sahabat dekat artinya orang kepercayaan.

Aku mulai dengan 2 temanku saat SMP yang beragama Katolik dan Kristen Advent.

Kemudian di SMA, teman dekatku beragama Hindu dan Kristen Protestan.

Yaa, ada 4 teman ku yang begitu dekat denganku.

Ada juga saat kuliah, temen baik ku yang beragama Budha, tapi tak aku masukkan ke dalam list berikut karena ya memang 4 orang itu yang benar-benar dekat hingga saat ini.

Sepertinya sih gara-gara temen sebangku ya.

Yaa, takdir yang sudah ditentukan.

Jadi, jika ada bisikan bahwa seorang Rio adalah seorang yang anti non islam?

Maka tak perlu kujawab & kau dapat mengecek nya.

Bahwa justru, teman-teman terdekat ku dari agama yang berbeda semua, dan tak ada teman ku yang bersama Islam yang masuk sebagai teman paling dekat ku.

Tapi, aku juga punya teman yang seorang penghafal Al-Quran 30 Juz yang telah memenangkan banyak penghargaan di tingkat nasional & internasional.

Aku bersama temanku yang seorang Tahfizh itu sekitar 2 tahun, karena aku berada di asrama beasiswa yang sama.

Jadi, aku tahu bagaimana keseharian seorang Tahfizh.

Yaa, murojaah selalu setiap habis shubuh adalah cara untuk tetap menjaga hafalan Al- Quran.

Aku pikir aku benar-benar terbantu dengan melihat keseharian nya.

Oh iya, pada saat aku di asrama juga dia guru ngaji ku dimana aku mesti setor hafalan Al-Quran setiap minggu nya.

Namun, aku termasuk murid yang kurang baik, kadang aku belum hafal jadi aku menghindari setoran hafalan.

Untung nya, teman ku termasuk orang yang profesional, dimana setiap sesi dia selesai dia tak akan membicarakan terkait hafalan Al-Quran 🙂

Perjuangan

Entah kenapa menghafal Al-Quran begitu sulit masuk ke otak ku.

Aku pikir aku harus segera introspeksi terkait keimanan lagi, agar menjadi bersih.

Padahal, ketika aku membaca peradaban Yunani, Barat, Amerika bahkan dunia, mudah sekali dicerna.

Tapi, jika mengaji, membaca Al-Quran langsung ngantuk & gampang lupa.

Yaa, aku mesti bersihkan diri lagi agar ilmu cahaya dapat segera masuk ke otak.

Tambahan

Ku pikir setelah pada tahun 2020 aku mendapat predikat lulusan terbaik Insinyur dan Profesi dari Universitas Indonesia.

Serta, pada tahun 2021 aku mendapatkan informasi sebagai Insinyur Profesional Madya termuda di Indonesia.

Serta, masih banyak hal baik lainnya.

Yaa, selanjutnya yang kucari ialah Akhirat.

Orang-orang kapitalis ataupun komunis tak akan benar-benar paham apa yang ku maksud.

Hanya orang yang beriman yang akan paham.

Ya , aku pun sedang kuliah agama, ngaji sama ustad, dan lain nya.

Pendidikan formal, nonformal, informal, aku tempuh agar aku tak termasuk orang-orang yang merugi seperti yang telah dijabarkan dalam Al-quran.

” Ya Allah, permudahkan urusan ku untuk menjadi penghafal ayat-ayat mu. Amin “

Ku tulis dalam notes di HP ku pada hari Jumat, 26 April 2024 pukul 17.55 WIB

Dari Hamba Allah

Rio Agustian Fajarin

Harapan

Saat berada di tambang bawah tanah yang sangat panjang

Hari ini, Kamis 25 April 2024 Pukul 23.30 WIB yaa aku menulis tulisan ini.

Rasanya, banyak deadline yang mesti diselesaikan & dikirim via email sebelum berganti hari.

Selain itu juga, aku ingin menonton pertandingan antara Indonesia U-23 Vs Korea U-23 yang bertanding pada dini hari ini pukul 00.30 WIB.

Ya, sekarang permainan timnas lagi bagus banget.

Tentu, itu harapan semua orang bahwa suatu hari nanti timnas kita dapat bermain di piala dunia yang senior.

Pastinya vibes nya akan luar biasa sekali.

Aku yakin banyak orang indonesia yang menonton langsung untuk piala dunia menyaksikan Indonesia.

Aku pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menonton itu secara langsung.

Ya, harapan, lagi dan lagi.

Aku pikir manusia hidup ya harus ada harapan.

HARUS !.

Hal ini agar menjadi semangat untuk terus berusaha menjadi lebih baik.

Banyak hal terkait harapan, misalkan dari pengangguran untuk berharap mendapatkan pekerjaan, yang belum jodoh berharap mendapatkan jodoh, dan masih banyak banget sih.

Aku pikir juga harapan berawal dari kegelapan yang berusaha untuk keluar dari kegelapan tersebut menuju terang-benderang.

Misalkan saja saat aku di Tembagapura, saat menjadi engineer underground seperti gambar diatas, bahwa aku berkeliling tambang bawah tanah yang gelap dan dalam waktu berjam-jam atau pernah sampai belasan jam.

Yaa, melewati kegelapan dengan setitik cahaya, karena pekerjaan.

Ya itu sudah.

Aku terus berjalan dan berjalan dalam kegelapan, dan pastinya berharap agar dapat cuti untuk pulang kerumah, mendapatkan uang banyak, mendapatkan ilmu dan masih banyak lagi.

Di bawah tanah pula kita juga semakin dekat dengan rekan kita mengingat tidak ada jaringan internet.

Topik yang dibicarakan ya tentang kampung nya masing-masing, tentang kapan dapat cutinya, tentang harapan lah intinya.

Karena itulah teman-teman, hidup emang berat, hidup emang katanya tidak adil, tapi, jangan sekali-sekali hilang harapan.

PASTI ADA JALAN, PASTI !.

Dan tentunya, selalu ingat quotes dari film lengendaris yakni Shawshank Redemption

” Get Busy Living, Or Get Busy Dying “

Jakarta, 25 April 2024

Memperkecil

Terkadang hidup ga tau ya kedepan nya seperti apa.

Di awal tahun itu banyak banget hal yang ingin dicapai, yaa banyak banget.

Tapi di tengah jalan bisa jadi situasi nya berubah, bisa banget.

Entah ketemu orang baru, pekerjaan baru atau banyak hal yang baru lainnya.

Tapi, hidup yaa mesti di lanjutkan saja, baik suka & duka.

Sama seperti kondisi aku sepertinya, banyak hal yang mesti menyesuaikan keadaan, bukan karena engga mampu, tapi ya mesti ada prioritas lain, sama-sama bagus tapi pasti mengambil resiko.

Misalkan saja, yang awalnya target publish beberapa buku ya mungkin cukup 3 buku pertahun, yang mungkin mau jalan-jalan kemana gitu, ya mungkin sekitaran Jakarta, ya mungkin mau 2-3 x marathon per tahun, yaa mungkin 1 x cukup.

Dan ya, terganti dengan hal baik lain.

Cuman, manusia mesti fleksibel.

Jika kita tak bisa menyesuaikan dengan keadaan, artinya kita tak mampu membaca situasi.

Aku pikir juga di tahun 2024 ini banyak hal baru yang akan ku lakukan.

Yaa mana mungkin, di tahun 2025 lebih bersifat tidak seradikal tahun 2024 ini.

Karena hal itulah, banyak hal yang mesti diperkecil agar fokus, agar kekuatan dikirimkan ke situ, karena yang paling mengerti diri kita sendiri ya diri kita sendiri.

Sedangkan orang lain, ya paling hanya mengkritik atau memuji itu hal yang biasa.

Tapi, kalo kita maju atau mundur ya diri kita sendiri yang merasakan nya.

Karena kita yang paling mengerti diri kita sendiri.

Atas dasar mengecil itulah, yang justru nantinya akan memberikan pengaruh yang besar untuk aku.

Banyak hal yang dikorbankan ya, tapi tidak akan sia-sia.

Semua pasti ada resiko.

Orang yang tak mengambil resiko lah yang tidak akan kemana-mana.

Semangat teman-teman untuk kita terus maju, terus percaya bahwa kita bisa, karena orang yang paling mengerti diri kita sendiri ialah diri sendiri.

Sudirman, 24 April 2024 Pukul 19.50 WIB

Komitmen

Entahlah, terkadang kita butuh memejamkan mata sedikit dan kemudian mengetik apa yang jari ingin ketik.

Kau tahu dalam sebuah perjalanan bahwa komitmen adalah sesuatu yang sulit.

Sama seperti yang kurasakan saat ini.

Jujur saja, dari pagi sampai sore terus saja meeting, berulang dan aku sebenarnya males untuk awal menulist tulisan ini.

Tapi, sekali lagi komitmen bahwa aku ingin menulis minimal satu tulisan dalam satu hari di website ini.

Ya komitmen berbeda dengan tertarik.

Dan, komitmen dapat terkait dengan hal apapun.

Misal, di tempat kerja yang mungkin ga nyaman, tapi kita udah terikat dan mendapat uang dari sana ya tetap mesti komit bekerja yang terbaik.

Atau, udah komit meeting tapi ada sesuatu yang mungkin tidak mendesak sekali tapi milih itu.

Ya, mesti komit dong.

Pasti, semua orang punya kesibukan.

Atas dasar itulah, komitmen berbeda dengan tertarik.

Ya namanya komit ya situasi suka dan duka mesti di jalanin.

Foto diriku di Tambang Bawah Tanah Amole pada tahun 2020 bahwa komit bekerja yang mana baliknya mestinya tiap 6 minggu tapi baru 9 bulan balik gara-gara Pandemi Covid-19. Tapi, mesti komit ga boleh ngambek ga mau bekerja

Komitmen

Jujur aja aku ga pernah belajar buku tentang komitmen.

Ya, aku belajar langsung dari learning by doing.

Dalam hal ini, dari guru-guru ku ketika aku di Asrama Rumah Kepemimpinan.

Ya, aku belajar dari situ.

Telat 1 menit saja tidak boleh masuk.

Izin mesti h-1 hari kecuali ada sesuatu yang urgent, komit untuk liqo dijam 05.00 subuh yang mesti naik motor ke tempat guru ngaji, padahal sebagian juga tidak setuju di jam tersebut tapi sebagian besar setuju, ya tetap harus komit.

Ya, dari banyak penderitaan yang ga enak keliatan nya tapi sebenarnya benar, dan baru berasa setelah beberapa tahun saat lulus.

Tanpa terasa bahwa sikapku juga berubah.

Dari yang santai, menjadi yang komit

Ahh, lelah sekali ya hari ini !.

Ku kira bahwa aku ingin istirahat saja, dan mulai mengetik lagi sebelum shubuh.

Ya, itu saja yang ingin ku tulis.

Tentang Hari Senin

Tentang hari senin.

Aku pikir aku ingin menulis tentang hari senin, ditambah ini kan juga hari senin.

Sejujurnya saat ini pukul jam delapan malam dan awalnya tuh mager banget untuk menulis.

Yaa, dari pagi sampai sore itu sibuk mulu, beneran sibuk, banyak banget kerjaan hehe.

Tapi, ya sekali lagi aku sudah komitmen menulis & bahkan sudah kusampaikan ke orang-orang bahwa insya allah aku akan menulis minimal satu tulisan dalam satu hari di website ini .

Dan, tulisan nya juga bukan copy paste dari google, bukan !

Aku tak ingin seperti itu. Ini bukan hanya masalah kuantitas, tapi juga kualitas !.

Ya, aku ingin autentik, sehingga tulisan nya benar-benar aku yang menulis.

Aku tahu kalian pasti merasakan nya.

Ok, sebelum aku lanjut tentang hari senin, mungkin aku akan memperkenalkan diri dahulu

Sebagian Diriku

Ya, saat ini profesi ku ialah Project Manager di sebuah perusahaan yang berlokasi di daerah Sudirman Jakarta.

Tentunya, banyak project yang telah di handle yang nilainya sudah berkisar 1 triliun lebih.

Eits, itu nilai project ya! bukan nilai uang di dompet ku, doain aja ya biar punya segitu :).

Yaa, saat ini intinya sih megang banyak project yang saat ini lagi running di seluruh Indonesia.

Aku yakin tidak ada pembaca di wilayah Indonesia yang tidak menggunakan jasa dari project yang aku handle baik segi telekomunikasi dan juga keuangan.

Ya, tapi juga masih banyak hal lainnya yang dikerjakan sih, banyak banget!.

Seorang penulis buku, seorang investor, seorang business man, seorang relawan Palang Merah Indonesia, seorang pelari, seorang tukang baca buku, seorang yang saat ini beproses sebagai seorang ustad (?), dan masih banyak lagi hehe.

Yaa, itu setiap hari running saja terus.

Dan setelah ku telisik jumlah tim internal ku ternyata sudah lebih dari 100 orang yang saat ini aktif yang kuhandle.

Yaa, aku juga ga tahu kenapa bisa begitu ya.

Aku hanya bekerja dan terjadilah.

Tapi, dari semua itu ada satu yang terus ada dalam pikiran ku.

Pertanyaan, ” Kapan aku mati ya ? .

Ya, itu selalu ada dalam pikiran ku, entah sejak kapan.

Sejujurnya aku takut masuk neraka hehe.

Ya, makanya beproses menjadi sebagai seorang ustad itu bener loh.

Intinya sih sedang memperdalam agama terus dan pastinya lewat pendidikan formal, non formal, dan informal.

Ya, semua ku jalani juga dengan senang saja, engga tau kenapa ya. Itu aja sih rasanya.

Kalo ditanya berapa banyak meeting, berapa banyak bales email, berapa banyak telepon, wah ga dihitung dah, pokonya nih ya di hp ku itu udah 300 grup whatsaap yang terkait dengan ku.

Ini juga habis nulis ini masih lanjut kerja lagi hehe.

Tentang Hari Senin

Menurut aku, hari senin itu penting banget.

Kalo buat aku sendiri itu hari yang paling padat ya hari senin, terus selasa dan selanjutnya tinggal menyusaikan saja.

Menurutku, hari senin itu bagus banget buat evaluasi selama seminggu lalu dan rencana untuk seminggu kedepan.

Bukan hanya untuk karir saja, tapi segala hal.

Toh, manusia mesti diingatkan kan umumnya.

Selain itu, ga semua orang bisa pegang kerjaan atau buat rencana di hari sabtu atau minggu.

Aku pun juga demikian.

Ya, jadi menurutku hari senin itu penting sekali buat evaluasi, buat perbaikan.

Jadi, hidup terarah & efektif & efisien.

Jangan sampai kalian ga tahu mau ngejalanin apa di hari ini.

Waduh…hidup tak mau mati pun segan.

Terus, apalagi ya ?

Ya, pokoknya kalo misalkan nih yaa banyak pekerja yang ngeluh terus terkait kerjaan nya atau udah males kerja di hari senin ya umumnya mereka ga bahagia sama kerjaan nya sih.

Udah sial di dunia eh sial di akhirat juga karena banyak ngeluh jadi dosa kan.

Lagi pula, kalo misalkan kalian itu mager untuk kerja atau lakukan sesuatu ingat aja pas hari pertama kerja.

Ya, alasan kenapa sih kalian kerja, biar termotivasi lagi.

Ya, hari senin ialah hari yang indah kawan! yang artinya kita bisa bertumbuh.

Ingatlah bahwa

Pelaut Ulung Tidak Lahir dari Laut yang Tenang

Foto saat presentasi meeting di tahun 2024 ini salah satu nya. Ya, kerjaanku banyak nya meeting seperti ini. Yuk, semangat !

Jakarta, 22 April 2024

Setelah Buku Terima Kasih Terbit

Wahh.. impian ku satu per satu mulai tercapai ya.

Alhamdulillah.

Ya, salah satu impianku yakni menulis buku.

Minimal satu aja dulu, sesuatu yang sudah ku idam-idamkan sejak tahun 2017 dan baru tercapai di tahun 2024.

Ngomong-ngomong masalah buku yang terbit pertama, awalnya tuh di awal tahun aku merencanakan buku berjudul lain yang akan terbit yakni antara MIMIK ( Menjadi Insinyur Masa Indonesia Kini ) atau TANBERIO ( Jantan Bersama Rio ).

Tapi ya gitu, takdir kadang kita ga tahu kan ya hehe.

Ide terkait buku Terima Kasih tuh baru ada di akhir Januari 2024.

Dan entah kenapa aku malah lebih lancar & fokus untuk menulis buku Terima Kasih dibandingkan yang lainnya.

Tentu, ini karena keputusan ku bahwa di Februari 2024, buku Terima Kasih ini akan menjadi yang pertama terbit.

Ya, keputusan ku berubah dimana buku Terima Kasih jadi yang pertama terbit :).

Hal ini sebagai ucapan terima kasih ku kepada para penulis buku & juga sebagai pembuka untuk buku ku yang lainnya.

Sebagai buku pembuka, aku juga senang bahwa yang terbit pertama ialah buku Terima Kasih.

Proses Pembuatan Buku Terima Kasih

Tentunya, yang namanya buat buku yaa harus membuat draftnya terlebih dahulu.

Berikut beberapa proses yang ku buat selama penulisan buku Terima Kasih.

Pertama, yang ku buat itu terkait sebenarnya buku ini isinya mau apa aja sih.

Akhirnya yang kuputuskan tentang biografi singkat mereka, karya mereka yang ku ketahui, & ucapan terima kasih ku kepada mereka.

Kedua, siapa aja yang ingin kuberikan ucapan Terima Kasih.

Ya, ku tulis dulu nama-nama mereka di otak ku.

Ketiga, mau berapa banyak penulis buku yang ku ucapkan terima kasih ?

Akhirnya angka 50 penulis buku itulah yang ku putuskan.

Keempat, mau tulis nya di mana ?

Apakah lewat buku tulis dulu atau langsung ke laptop ?

Ya kalo aku kebetulan nulis nya di buku dulu, jadi pas di laptop tinggal ketik apa yang ada di buku.

Kelima, sumber nya dari mana ?

Kalo aku bisa dari buku terkait, google, dan ingatkan ku.

Keenam, target selesai nya kapan ?

Ya, aku targetin di akhir Februari telah selesai minimal isi konten nya.

Nah kalo sudah sampai tahap ini, menurutku udah lebih dari 50 persen presentasi selesainya.

Selanjutnya tinggal di revisi aja.

Dan setelah direvisi, minta feedback dari orang-orang terdekat terkait isi bukunya.

Kalo yang buku terima kasih ini banyak banget sih feedback nya.

Misalnya ada penulis yang ku tulis namanya pakai gelar, ada yang tidak.

Jadinya, biar adil aku tidak menuliskan gelar mereka di awal.

Urutan tahun buku terbit juga disesuaikan dengan paling awal terbit.

Serta, kata yang miring dalam bahasa asing juga mesti di cek lagi.

Dan akhirnya buku Terima Kasih bisa terbit. Itu semua karena bantuan dari orang – orang baik.

Terima Kasih ya !.

Pasca Buku Terima Kasih Terbit

Langsung banyak sekali teman-temanku yang mengapresiasi penerbitan buku pertamaku.

Baik dari teman kuliah, teman kerja, teman organisasi & bahkan orang yang ga ku kenal.

Intinya sih, mereka senang ada buku Terima Kasih ku.

Kalo gitu, alhamdulillah.

Artinya makna dari buku Terima Kasih sepertinya tersampaikan dengan baik.

Oh iya, buku terima kasih belum memperhitungkan market ya, belum.

Intinya sih aku mau berkarya aja dahulu dan kuputuskan bahwa 10 buku pertamaku juga free kok, alias periode 2024 -2025 itu buku-buku ku memang gratis.

Saat ini, aku cuman pengen menulis saja :).

Halaman Depan Buku Terima Kasih

Buku lainnya

Pastinya di tahun ini akan ada beberapa buku ku yang lainnya.

Yang mana juga aku tulis setiap hari di buku tulis ku & google docs.

Dan terkait buku Terima Kasih Jilid 2 yang sudah banyak banget pertanyaan kapan terbit nya.

Maka, sudah kuputuskan bahwa buku Terima Kasih Jilid 2 akan terbit di awal tahun 2025.

Ya, setiap tahun akan ada Buku Terima Kasih Jilid selanjutnya dengan tema yang berbeda.

Kalo untuk Jilid 2 itu bukunya tentang Terima Kasih Kepada Buku.

Ya, sekarang sih draftnya yakni : Informasi detail terkait buku, resensi ( Summary, kelebihan, & kekurangan buku ), serta ucapan terima kasih ku kepada Buku yang menurutku bagus banget.

Jumlah nya sih sama sebanyak 50. Tentunya, dicicil dari sekarang penulisan nya agar sesuai dengan target untuk terbit di awal tahun depan.

Oh iya, sepertinya banyak pembaca website baru ku ya disini.

Ku pikir aku akan publish tulisan sekitar 1 – 3 tulisan di website ini.

Isinya apa aja yang bisa ditulis, dan pastinya setiap judul tulisan punya point tersendiri.

Sekali lagi, Terima Kasih teman-teman ! .

Oh Iya teman-teman, jika belum membaca buku Terima Kasih bisa download di link berikut ya, gratis kok :

https://shorturl.at/kuMVY

🙂

Di Halaman Rumah sambil minum Kopi

Jakarta, 21 April 2024 Pukul 19.50 WIB

Lari di 100 Tahun Maesa & Tentang Medali

Foto setelah mendapat medali finisher di acara ulang tahun MAESA yang ke 100 tahun pada tanggal 21 April 2024

Lari

Ku pikir dalam kehidupanku banyak sekali hal yang ku jalani saat ini pada awalnya bukan berasal dari diriku sendiri, melainkan dari orang lain.

Dalam hal ini salah satunya lari.

Pertama kali aku lari itu pada tahun 2020 saat masih di Tembagapura dalam event Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2020.

Aku diajak oleh rekan kerjaku sekaligus guruku yang mana mesti lari secara virtual di wilayah Tembagapura untuk menempuh jarak berapa kilo meter gituu.

Yaa dari situlah aku memulai event lari.

Maesa Run

Pertama kali aku tau Maesa Run itu dari mana ya ?, lupa.

Pokoknya harga nya murah banget & menurutku ini sangat worth it dengan harga yang 5K itu 150 ribu dengan mendapat Mendali, Baju, & lainnya.

Pagi hari tadi, aku telat.

Yaa, datang di jam 06.30 WIB untuk memulai start nya, padahal start untuk 5 K itu di jam 06.15 WIB.

Salah satu alasan telat ya karena ternyata jarak parkiran dengan tempat start lari yakni di Jakarta International Equestrian yang lumayan jauh, yaa sekitar 2 KM. Tapi telat ya telat.

Kemudian, aku mulai lari dari garis start yang mana udah ga keliatan peserta lari lain dikarenakan udah lari selama 15 menit kan.

Dalam pengalaman lariku, ini pertama aku lari di bagian belakang, tentu aku lihat banyak orang-orang hebat yang terus lari seiring aku melewati mereka.

Mungkin aku sudah melewatkan lebih dari 100 orang yang berada lari di garis belakang sepertinya.

Tapi yang mengensankan ialah, banyak pelari yang cewe atau cowo yang obesitas tapi tetap ingin lari, orang tua pun juga ada yang ingin tetap lari.

Luar biasa, atas dasar itulah aku pikir mendali penting sekali dalam setiap event lari terutama untuk orang-orang hebat seperti mereka.

Mendali Harus Ada Dalam Event Lari

Aku juga baru sadar kenapa mendali itu begitu penting untuk event lari gara-gara hari ini, kenapa :

1. Menghargai orang-orang yang telah berjuang.

Ada orang yang obesitas yang ikut lari yang terus maju, ada orang yang sakit tapi terus maju, dan masih banyak yang lainnya.

Intinya mereka terus maju untuk mencapai garis finish.

2. Kenang – kenangan.

Ya, karena tidak setiap orang akan selalu sehat.

Artinya bahwa pada usia-usia tertentu orang mungkin sudah tidak kuat lari lagi.

Sehingga, dengan adanya mendali itu sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah mencapai garis finish.

3. Ajang silaturahmi.

Artinya dengan ikut event lari itu kita dapat ketemu dengan teman-teman kita kembali.

Bisa teman kuliah, teman kantor atau teman pelari lainnya.

Bahkan, bisa juga bersama keluarga.

Rasanya tuh ya, foto bareng kerabat dengan mendali itu luar biasa banget.

Karena bisa mencapai garis finish nya bareng-bareng hehe.

4. Ajang validasi.

Pastinya ada para pelari yang sudah latihan untuk mencapai Personal Best ( PB ) yang terbaik.

Sehingga, event-event lari yang seperti inilah sebagai ajang pembuktian nya.

Ya, itulah kenapa mendali penting sekali.

Ku pikir juga pagi hari ini aku masih belum terlalu fit dimana aku menyelesaikan 5 K dengan waktu 40 menit.

Ya, jika melihat bahwa aku akan ikut event lari Pocari Marathon yang mana 42 K pastinya masih banyak perlu latihan.

Selain itu juga, event-event lari juga sebagai pengingat agar kita hidup lebih sehat.

Kalo aku sih lagi targetin sebulan kalo bisa sekali ikut event-event lari beginian, toh manfaat kesehatan buat diri kita sendiri kan.

Tentang Medali

Bagi aku sendiri bahwa mendali itu sebagai kenang – kenangan.

Jadi, ada yang bisa diingat gitu & menurutku ini efektif banget.

Jika dibandingkan dengan ikut traning tentang pendidikan / pekerjaan aja, aku lupa sudah ikut training apa aja selama 5 tahun ini, pastinya banyak, cuman mesti di cek lagi history nya.

Tapi kalo ada mendali, jadi gampang ingat aja.

Ya itu buatku.

Berikut beberapa mendali yang aku punya sejak tahun 2020

Sekalian aja deh, dokumentasi yang masih ada untuk beberapa event lari 🙂

Foto pada saat Maesa Run
Aku dan teman ku Ega yang hobinya juga ikut lari
Saat ikut event lari di UI Tahun 2023
Saat ikut Jakarta Half Marahon pada tahun 2023. Merupakan Virgin Half Marathon untuk aku
Saat event lari Indonesia Run For Palestine di tahun 2024 ini

Nah, masih banyak hal sih dalam lari yang aku pengen ikutin, misal nya Marathon.

Ya, aku belum pernah ikut event Marathon, baru bisa nya Half Marathon.

Nah, pada bulan Juli ini di Bandung aku ikut Pocari Marathon, berhasil kah untuk Virgin Marathon nya ?

Mohon doanya ya.

Selanjutnya, hingga event tertinggi juga masih ada World Marathon Majors.

Eh sekarang nemuin mainan baru lagi yakni trail run yang bisa lari sampai Gurun Sahara dan juga Benua Antartika.

Pokoknya, hidup benar-benar menarik dah.

Dan, perjalanan masih panjang terkait dunia lari-larian ini 🙂

Oh iya boleh lah ada Quotes dari aku

Ya, jaga-jaga kesehatan masing-masing. Karena orang yang pertama menerima manfaat atau kerugian dari kesehatan ya diri nya masing-masing, jadi mesti dijaga “

Jakarta, 21 April 2024

Menonton Indonesia di Ajang Piala Dunia U 17

Nonton Piala Dunia U – 17 pertama kali di Stadion GBT. Pada momen ini, Negara Palestina sedang diserang oleh Israel. Bukan hanya aku, bahkan banyak supporter lainnya yang membawa bendera Palestina, memakai sticker di muka dengan bendera Palestina, dan masih banyak aksi lain yang menunjukkan dukungan nya untuk Negara Palestina

Oke, kali ini gue mau cerita pengalaman yang tahun lalu tentang Menonton Indonesia di Ajang Piala Dunia U 17.

Pokoknya yaa, gue bangga banget dah sama Indonesia, apapun itu ya.

Jujur saja, salah satu impian hidupku ialah menonton Indonesia bermain di ajang Piala Dunia.

” Duh kapan ya… * ( pikirku dalam hati ).

Kemudian, tahun 2023 aku dengar bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah piala dunia usia 20 tahun.

” Yes….* ( hatiku berkata ).

Singkat cerita, Indonesia gagal menjadi tuan rumah dikarenakan beberapa pihak menolak kehadiran Israel untuk bermain di piala dunia usia 20 tahun di Indonesia.

Komentar ku ?

Hm, yaa, ya sudah, mau gimana lagi.

Kemudian, hidup pun move on seiring berjalan nya waktu.

Piala Dunia Usia 17 Tahun

Hingga aku mendengar kabar bahwa piala dunia U17 akan diadakan di Indonesia.

Yowis, aku tak peduli Indonesia lawan siapa, yang jelas aku harus beli tiket nya.

Akhirnya, aku pun dapat tiket nya saat opening di tanggal 10 November 2023 di Stadion Gelorang Bung Tomo ( GBT ) di Surabaya + langsung cari tiket kereta api yang paling murah untuk berangkat & pulang baliknya.

Dan hm, ya aku pun mengajukan cuti selama 2 hari yakni tanggal 09 & 10 November 2023.

Cuti ya ?

Ternyata dalam masa kerjaku di manapun, aku menyadari bahwa inilah cuti pertamaku ketika kerja.

Cuti pertama ngapain ?

NONTON INDONESIA DI PIALA DUNIA U17.

Wow, nasionalis sekali, but well its true.

Terkait naik kereta, yaa karena sayang uang, dan juga aku baru menyadari sejak terakhir aku naik kereta di tahun 2015 saat aku ke kampung Inggris Pare, dan setelahnya aku sudah tidak pernah naik kereta antar provinsi.

Ya, aku ingin melihat sawah hijau sepanjang perjalanan, melihat masyarakat di kelas ekonomi kereta paling bawah, dan berpikir tentang rencana tahun 2024.

And yes, i am happy with that.

Tiket Piala Dunia U – 17

09 November 2023

Pagi hari yang indah, pagi pertama cutiku.

Sebelumnya, aku telah menginformasikan kepada seluruh rekan kerjaku pada hari sebelumnya baik di WA, email & beberapa orang saat ketemu di kantor telah kujelaskan bahwa aku sedang cuti.

Jujur saja, entah sejak kapan bahwa hidupku tidak ada tanggal merah, tidak pernah lepas dari laptop, dan entahlah, sulit menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara hari kerja dan hari weekend dalam hidupku.

Yang jelas, semakin hari bahwa semakin besar amanah tanggung jawabku.

Oke, lanjut di pagi nya aku makan nasi uduk & langsung menuju ke stasiun Pasar Senen dengan naik Grab Motor.

Tiba di Stasiun Pasar Senen langsung makan gado-gado di warung di dekat stasiun pasar senen & langsung menunggu kereta datang, kereta api airlangga namanya.

Pastinya, sambil menunggu juga sambil buka laptop lagi.

Kereta pun tiba, di kereta aku lebih banyak tidur, main hp, bikin notes, dan mendokumentasikan foto sepanjang perjalanan hingga sampai di Stasiun Surabaya Pasar Turi di jam 11 malem.

Aku pun menuju tempat penginapan.

TIba di Stasiun Surabaya Pasar Turi Pukul 23.00 WIB

10 November 2023

Selamat pagi Surabaya!

Yes aku menginap di tempat rekanku, hari Jumat dan aku memang sudah merencanakan bahwa akan berziarah ke Makam Sunan Ampel yang lokasinya memang dekat dengan Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Sekitar jam tujuh pagi aku berziarah di makam Sunan Ampel.

Setelah selesai berziarah, aku langsung cari sarapan dengan makan pagi nasi cumi yang letaknya dekat dengan makam Sunan Ampel sembari menikmati kopi pagi hitam.

Ya, beberapa orang mengetahui bahwa aku berada di Surabaya lewat status WA story ku yang menunjukan bahwa aku sedang berziarah di Makam Sunan Ampel Surabaya.

And yes, personal message banyak masuk di WA ku, ada tukang langganan listrik di rumah yang bilang

Wahh… Mas Rio, itu dekat kampungku “.

Pasti dong aku menjawab nya dong, walau agak slow respons sih hehe.

Pintu Masuk ke Stadion di GBT untuk opening Piala Dunia U – 17

By the way, aku termasuk orang yang dicari & disayangi oleh orang yang telah kenal dengaku, ya rezeki ku berarti ya hehe.

Ya setelahnya, aku bertemu dengan timku yang sedang dinas di Surabaya, di Djavahaus Coffee and Eatery.

Ngobrol-ngobrol dan memberikan semangat sembari mengecek kondisi pekerjaan, & kesehatan, itu pasti yang aku lakukan.

Bukan hanya sebagai tanda sayang, tapi juga sebagai rasa TANGGUNG JAWABKU.

Setelah itu, aku sholat Jumat dan langsung menuju Balai kota Surabaya.

Ya, aku naik shuttle bus dari pemerintah Surabaya yang telah menyediakan bus gratis ke stasion GBT selama piala dunia U17 di Surabaya.

Menurutku ini benar-benar hebat !.

Kenapa ?

Ya karena aku sebagai orang yang tidak mengerti jalanan Surabaya yang cuman mau nonton piala dunia jadi sangat terbantu.

Aku pun masuk bus hingga sampai di stadion GBT.

Wahhh ramai sekali, dan sebentar lagi bahwa salah satu mimpiku akan tercapai, menonton Indonesia di Piala dunia.

Eitss, sebelum itu, cari makan dulu sambil minum kopi hitam biar makin semangat.

Wahh gila sih, jujur ga tahu kalo hidup ga ada kopi gimana ya nasib diriku hehe.

Bus yang berisi para supporter Indonesia yang siap menonton menuju stadion GBT

Oke, lanjut masuk stadion GBT dan YEAHHHHH, eng ing eng belum belum belum, masih ada pertandingan antara Maroko dengan Panama, ya dimenangkan oleh Maroko.

Setelah Magrib, opening pun dimulai dengan lagu NO COMMENT dan suara terompet makin kencang yang artinya pertandingan Indonesia dimulai! .

Duar,,, Indonesia menjebol gol dari ecuador dan rasanya bener-bener bangga.

Aku yakin bahwa Pak Jokowi yang hadir saat itu, supporter yang menonton di GBT, dan semua orang Indonesia yang menyaksikan pasti benar-benar bangga!.

KITA BANGGA KITA INDONESIA!.

Dan lalu kebobolan, sedih sih tapi akhirnya hingga terompet berbunyi bahwa hasil seri menurutku sudah bagus.

Kenapa ?

Karena masih banyak PR untuk sepak bola indonesia untuk meningkatkan kualitas permainan nya.

Pertandingan selesai, oh iya, salah satu list mimpi ku terwujud yeahh.

Aku pun balik menuju keluar stadion yang mana shuttle bus telah menunggu untuk kembali ke Balaikota dan sebelum itu aku pun ngobrol dan foto bersama supporter dari Ecuador.

Besoknya, aku pun balik naik kereta untuk kembali ke Jakarta.

Terkait beberapa rekan kerjaku nanya kepadaku ngapain sih dukung Indonesia, bola nya juga gitu-gitu aja ?

Maka telah kujawab :

Karena mendukung Indonesia adalah bagian dari pekerjaan dan pendidikan

Foto bersama supporter Ecuador di Stadion GBT

November 2023