Aku pikir dalam banyak kehidupan ku bahwa beryukur aku mengenal banyak tokoh hebat melalui buku,
Ya, melalui buku maka orang dapat menyelami samudera pengetahuan tanpa terbatas oleh tempat dan waktu.
Seperti tulisan ini yang dapat dibaca oleh siapa aja, yang nantinya jika sudah banyak tulisanku di website ini , maka dapat aku buku kan.
Dan, dalam tulisan ku akan selalu ada orang-orang hebat yang kusebut karena untuk menjadi penghubung antar generasi.
Ya, Socrates ialah salah satunya.
Dari sekian banyak tokoh Yunani yang begitu menganggumkan, aku memiih Socrates yang paling aku suka.
Kenapa ?
Entahlah, ku pikir banyak pemikiran dia yang begitu luar biasa.
Bukan yang lain jelek, tapi mungkin hanyalah referensi kecocokan saja.
Lagi pula Socrates adalah guru dari Plato, dan Plato adalah guru dari Aristoteles, dan Aristoteles adalah guru dari Alexander The Great.
Kesadaran
Berbicara mengenai kesadaran diri bahwa tak bisa lepas dari pemikiran Socrates. pemikiran Socrates menekankan pada kesadaran diri.
Ya, aku pikir aku tak akan membahas lebih dalam inti dari pemikiran Socrates dalam website ini.
Untuk membahas pemikiran Socrates akan aku detailkan dalam buku ku yang saat ini sedang aku susun.
Namun, untuk judulnya belum aku berikan, ya tunggu saja. Kesadaran.
Aku pikir aku termasuk orang yang termasuk kategori sebagai decision maker, artinya banyak sebagian dalam lingkungan ku yang mana aku sebagai main character nya.
Misalkan saja, kalo aku tidak bekerja ya efeknya domino kemana-mana.
Ya, tidak mungkin semua orang akan menjadi main character, dan ada saat kita juga hanya menjadi member saja.
Artinya, kita mesti tahu hal mana yang kita dapat berikan kontribusi terbaiknya nya.
Tidak mungkin bahwa kita bisa memberikan segala resource kita ke segala hal dalam waktu yang bersamaan.
Pasti ada prioritas, dan yang menentukan seberapa penting prioritas menurutku yang terbaik ya dirinya sendiri.
Jika semua orang sudah sampai tahap ini bahwa ini merupakan salah satu indiikator sebuah masyarakat yang berperadaban.
Menjadi Pemimpin
Apa itu pemimpin ?
Menjadi pemimpin ialah memiliki 2 indikator ini yakni memiliki pengikut dan memiliki pengaruh.
Terkait efek yang diberikan benar atau salah ya itu berbeda cerita.
Ya, seorang pemimpin telah diberikan amanah yang lebih sehingga dia memiliki suara terbanyak dalam pengambilan keputusan.
Dan semua orang pasti menjadi pemimpin di ranah nya masing-masing, misalkan saja seorang suami yang memimpin keluarganya karena memang sudah kodrat nya.
Kemudian juga menjadi pemimpin itu ga mudah, artinya pemimpin harus menjaga dirinya sendiri, menjaga pola makan nya, menjaga pola tidurnya, menjaga ilmu nya & menjaga lainnya.
Bayangkan saja jika dalam sebuah perang dimana seorang pemimpin di tengah pertempuran sakit perut karena sebelumnya makan pedas atau tidak menjaga apa yang dimakan nya padahal dia tahu bahwa esok ialah hari pertempuran.
Atau jika pemimpin tidak fit yang justru nanti akan memberikan keputusan yang salah.
Ingatlah bahwa keputusan pemimpin pastinya memiliki pengaruh yang besar daripada keputusan pengikut.

Kondisiku
Aku pikir juga entah kenapa diusiaku sekarang bahwa aku tak ingin terlalu banyak membuang waktu pada sesuatu yang tidak benar-benar penting untuk ku sendiri.
Jika ada waktu senggang, yaa aku memilih tidur, memilih istirahat dan sebagainya.
Bagiku, perjalanan ini bukanlah perjalanan sprint, melainkan marathon.
Butuh banyak energi, persiapan, waktu, ilmu, biaya dan lainnya.
Hidup ga cuman hari ini saja, melainkan masih banyak hari esok.
Atas dasar itulah, bahwa setiap orang menurutku mesti tahu apa prioritas nya masing-masing dan berkomitmen.
Dan ya sekali lagi, aku pikir jika sesuatu ga penting banget ya aku hanya ingin istirahat saja.
Tukang Baca Buku
Ya, inilah asal muasalku. Aku sebenarnya hanya berawal dari seorang yang tukang baca buku saja.
Itu aja &kemudian terjadilah yang sekarang.
Yang terjadi sekarang bahwa aku memiliki amanah yang besar sekali.
Ya, karena itu aku selalu percaya bahwa :
Aku mengubah dunia melalui buku, tanpa buku aku tak akan pernah mampu – Rio Agustian Fajarin ( 28 April 2024 )
Teman-teman, karena aku memandang bahwa Scorates adalah guruku.
Maka, aku sampaikan juga sebagai pengingat atas diriku sendiri kepada kalian bahwa
” Kita mesti tahu prioritas kita masing-masing “.
Percayalah, bahwa setiap orang ga akan menjadi kemana-mana jika kita tak punya fokus dan prioritas.
Dan pastinya aku selalu percaya bahwa :
” Dalam keheningan terdapat kemurnian ” – Rio Agustian Fajarin ( 28 April 2024 )
Jakarta, 28 April 2024 Pukul 16.24 WIB
