Pada akhirnya, hidup kita banyak hal terjadi yang di luar rencana, pada akhirnya hidup kita ga tau kedepan, kita ga tau tentang apa yang benar-benar terjadi kedepan.
Memang, terkadang kehidupan seolah-olah dapat diprediksi, dapat dilihat polanya, tapi sebenarnya pada akhirnya hidup tidak bisa diprediksi.
Kita mesti siap pada sesuatu yang memang telah terjadi, dan kita harus beradaptasi.
Dalam diriku contohnya banyak hal, dimulai dari mendapat beasiswa dengan pembinaan terbaik, padahal awalnya daftar cuman buat cari tempat nginep gratis di dekat kampus.
Kemudian menjadi Insinyur padahal sebelumnya ga ada gelar Insinyur lagi di Indonesia, ke Papua padahal ga pernah ngebayangin kerja disana, dan sekarang semua serba online di waktu bersamaan.
Yaa, pada akhirnya sesuatu yang benar-benar penting, kita ga akan pernah siap.
Keberanian
Ya, itulah yang terkadang menjadi pembeda bagi setiap orang.
Orang-orang yang berhasil sudah pasti ialah orang yang berani.
Dia berani mengambil resiko di depan nya.
Namun, walau kita tahu keberanian ialah kunci kesuksesan, tapi ga semua orang akan berani.
Dan mereka ga salah juga, karena pasti punya pertimbangan tertentu.
Sekali lagi teman-teman, kita sebaiknya pikirkan kembali keberanian kita untuk kemajuan.
Tidak harus sesuatu yang ekstrem seperti resign tanpa mendapatkan pekerjaan pengganti, atau investasi uang yang banyak ke bitcoin, dan masih banyak lainnya.
Mungkin, kita mulai coba berani mengutarakan perasaan kepada orang yang kita suka, berani untuk memulai sesuatu yang baru misalkan saja berani untuk mencoba ikut marathon, berani memulai untuk menulis buku, apapun, ya disesuaikan saja dengan kondisi teman-teman 🙂


Kompetensi
Ya, sejujurnya hidup harus punya kompetensi. Dan ini point yang penting, andaikan saja bahwa seorang pemuda dipercaya untuk memegang jabatan penting di republik ini.
Namun secara kompetensi dia belum memiliki, maka yang terjadi adalah kecelakaan. Kecelakaan pada efek yang dihasilkan, serta juga pada orang tersebut.
Maka, orang yang kita sebut dengan sebutan ” Pemimpin Muda “ itu yang sebelumnya di eluh-eluhkan karena pada usia muda telah memiliki jabatan yang tinggi pada akhirnya masuk penjara atau bisa dibilang setengah masa depan nya terlah berakhir.
Bayangkan saja, mungkin 2 tahun dia begitu tersohor tapi akhirnya menderita di penjara mungkin bisa 20 tahun atau lebih.
Karena kenapa ?
Karena amanah dengan kompetensi nya ga cocok.
Mungkin orang tersebut baik, ya bagus, tapi dalam dunia profesionalisme bahwa bukan dicari yang baik tapi yang benar.
Yang benar yaa yang profesionalisme.
Ngomong-ngomong masalah profesionalisme, tiba-tiba aku jadi ada ide untuk menulis bab profesionalisme dalam buku ku juga yang akan terbit di tahun ini yang berjudul MIMIK.
Yaa, begitu kan, terkadang terjadi maka terjadilah.
Iman
Yaa, sebagai seorang Muslim, menurutku bahwa ada sesuatu yang membedakan kita yakni iman.
Aku tahu bahwa agama lain juga memiliki iman tersendiri, karena itu aku tak berkomentar.
Aku saat ini hanya berkomentar pada iman yang ku yakini dengan sebenar-benarnya yakni Islam.
Ya, dimanapun kita berada bahwa kita mesti beriman, dan setelah nya mendirikan shalat, setelah nya yang masih banyak lagi.
Aku yakin pembaca di tulisan ini sudah pintar dan dapat mencari sendiri :).
Ya, shalat sesuai ketentuan Nya, selama kita hidup.
Seperti gambar dibawah ini bahwa aku shalat di bawah tanah, dan diatas salah satu titik tertinggi di Indonesia ( yang pasti di atas lebih dari atas Pulau jawa ) 🙂


Dan tentu, untuk kota yang aku tak pernah berpikir akan untuk singgahi bahkan tinggal kurang lebih 2 tahun lamanya.
Banyak banget momen dan pengalaman hidup disana 🙂

Yaa, sekali lagi kita ga tahu ke depan seperti apa.
Semoga dengan keberanian, kompetensi & iman akan selalu membuat keberuntungan untuk kita.
Pada akhirnya, masa depan ga ada yang tahu ya, yaa nikmatilah saat ini, syukuri apa yang terjadi saat ini, bersama orang-orang yang ada.
Karena, kita ga tahu apa yang akan terjadi kedepan.
Terima kasih ya !
Ya, aku tahu bahwa aku akan mengubah dunia, dan tentu aku butuh kalian, membuat sejarah, dan membuat sesuatu untuk mencapai sesuatu yang belum pernah kita capai.
Sekali lagi, TERIMA KASIH !
Jakarta, 02 Mei 2024
