Kerja Dinas Ke Lombok

Gilaaaa !!!, sudah lima hari saja aku tidak menulis di website ini.

Sejujurnya dalam setiap hariku, aku selalu berpikir untuk menulis di website ini, benar-benar ingin menulis.

Tapi apa daya, aku terlalu sibuk, dan ketika aku mau nulis tuh rasaya cape banget.

Bener-bener cape !, tapi aku tahu bahwa semua kelemahan ku itu ialah sesuatu yang bisa di tingkatkan.

Aku yakin kalo kita benar-benar ingin melakukan sesuatu, pasti bisa kok !.

Alasan yang banyak, rintangan yang banyak, ujung-ujung nya juga nanti kalo kita sabar, kita yakin, dan kita tetap maju.

Insya Allah akan dipermudah.

Orang-Orang Menginspirasi

Sejujurnya akhir-akhir ini aku seperti ditampar oleh beranda youtube di HP ku, kenapa tiba-tiba banyak short video yang terkait konsisten.

Ya langsung saja, jadi aku lihat ada seorang kakek-kakek yang mengposting videonya sekitar 1 menit saja dimana dia lari slow run.

Cuman yang menmbuat kagum ialah dia lari rutin selama 3 tahun tanpa henti.

Aku ga tau apakah dia benar-benar lari rutin selama 3 tahun atau engga, cuman sih aku yakin bahwa dia benar – benar melakukan nya.

Toh juga lari slow run mungkin 30 menitan setiap hari juga sudah bisa mengwakilkan.

Ya, konsisten yang paling sulit.

Dia aja bisa, masa aku ga bisa ? padahal cuman nulis Yo ! . Yayaya, aku harus konsiten dalam menulis “, tutur hatiku.

Hm, kembali ke awal tentang Lombok ya.

Terkadang dalam hidup kita ga akan tahu apa yang akan terjadi kedepan.

Jujur saja, di tahun lalu mana kepikiran aku pergi ke lombok.

Toh juga engga ada project disana, apalagi berwisata.

Hm, engga deh.

Wisata juga pasti diawalin dengan kerja, aku jarang sekali pergi ke wisata hanya untuk berwisata, karena pasti dimulai dengan kerja.

Hari Pertama

Selasa, 21 Mei 2024 aku terbang ke lombok.

Kenapa Lombok ?

Ya, karena hasil kesepakatan untuk serah terima project di Lombok, thats it !

Dan aku berangkat dari Jakarta ke Lombok dengan pesawat yang paling pagi.

Aku ingat betul bahwa pesawat ku terbang pagi di jam 06.00 pagi menggunakan maskapai Super Air Jet.

Ya, jam enam pagi !

Sejujurnya aku mau tidur dimalam harinya cuman aku yakin bahwa pasti kebabalasan karena ketiduran.

Akhirnya, di Senin malam aku sibukkan dengan berbagai hal mulai kerja, nonton video, baca buku dan lainnya.

Hingga sudah pukul jam 1 pagi akhirnya aku bersiap dan pesan grab, di sekitar jam 2 pagi aku menuju ke bandara Soekarno Hatta.

Dan sudah ketebak, aku langsung tidur dan tiba-tiba sudah sampai di bandara.

Estimasi waktu yag telah ditempuh dari rumahku sekitar 90 menitan, itu karena dini hari, jadi engga macet.

Di bandara aku langsung saja chek in dan menuju tempat menunggu pesawat, dan bisalah tidur-tidur sebentar.

Akhirnya pesawat datang dan aku lanjutkan tidur ku di pesawat hingga tiba-tiba sudah sampai di bandara International Lombok Airport !

Tiba di Lombok

Lombok, saya tiba ! tentu yang namanya pertama akan selalu mengensakan.

Dan pasti, aku ambil foto di bandara lombok.

Dan aku meminta seseorang pria yang sedang merokok untuk aku meminta tolong ambil foto.

Dan tiba-tiba dia menyapaku ” Rio ya ?

ku jawab ” Iya ”

dia berkata lagi ” Aji yo, Tembagapura “ .

Dan ternyata orang yang ku minta untuk bantu fotoku ialah Aji teman ku saat kerja di Tembagapura.

Ditambah Aji juga satu jurusan dengan ku yakni Teknik Elektro UI, cuman dia 1 tahun diatas ku saja.

Aku kenal Aji juga baru pada saat di Tembagapura, bisa dibilang sesama alumni UI dan perantauan, jadi lumayan kenal.

Dan ya, aku juga ga ada Instagram, Tiktok atau sosial media lainnya, yang ku punya hanyalah facebook saja.

Sehingga, orang – orang juga engga tahu keberadaanku.

Singkat cerita, ngobrol dengan Aji juga teryata dia baru pertama kali ke Lombok dan mau liburan karena sedang cuti, ditambah baru awal tahun ini dia menikah.

Sekali lagi, sebuah kebetulan yang luar biasa !.

Terkadang hidup tidak ada yang tahu ya dan kita akan bertemu teman lama tanpa disengaja !.

Inilah fotoku dengan AJi !.

Setelah dari bandara, aku langsung menuju hotel Royal Avila Boutique Resort melalui taxi dari bandara.

Info dari driver bahwa hotel yang aku tempatin itu berada di antara tebing dan menuju laut,

” Hm, pasti pemandangan indah ” ku pikir dalam hatiku.

Setibanya di hotel ya langsung meeting saja, dan meeting nya sampai sore.

Malamnya aku pun menyatap makan malam dan beristirahat.

Hari Kedua

Ya, kumulai dengan melihat indah nya laut dan makan pagi.

Di pagi hari aku foto buku dengan pemandangan laut, aku bahwa buku Madilog karya Tan Malaka.

Kenapa Madilog ?,

Entahlah mau bawa saja.

Oh iya, tahun ini juga aku menulis buku ideologiku yang berjudul RA.

RA kepanjangan dari radiallahu anhu yang artinya semoga allah meridhoi nya.

RA itu akan mengubah dunia !.

Dan salah satu karya terbaiku dalam hidup.

Bab pertama RA ialah perpustakaan, dan perpustakaan identik dengan buku, dan di bab RA aku mengatakan bahwa dimanapun kau berada bawalah buku.

Jadi aku juga mengimplementasikan apa yang kusampaikan.

Setelah foto, aku lanjutkan dengan breakfast.

Setelah nya, aku lanjut untuk meeting.

Sebelumnya kami telah sepakat bahwa kemarin meeting di full kan saja agar meeting hari ini dapat selesai dengan cepat.

Setelah meeting, aku dan teman-temanku pergi ke Gili Tawangan.

Whats, Gili Tawangan ?

Aku tahu nama itu, nama yang pernah ku nonton di youtube dan kesan pertamaku ialah banyak bule.

Lagi dan lagi, sesuatu yang tak pernah aku rencanakan tapi takdir, ya begitulah.

Terkadang kita mesti melihat kesempatan di luar rencana kita.

Kemudian, kami lanjut ke pelabuhan menggunakan shuttle bus dari hotel sampai ke pelabuhan.

Pelabuhan

Di pelabuhan aku melihat ada 2 jenis kapal menuju ke Gili Tawangan, yakni kapal umum dan kapal privat.

Bedanya kalo kapal umum itu jauh lebih murah dan langsung ke Gili Tawangan.

Kalo kapal privat itu jauh lebih mahal dan ada sesi snorkeling.

Dan kami pun mengambil yang privat karena jumlah kami pun juga banyak dan ternyata menurutku sangat woth it karena murah, terus dapat snorkeling, dapat dokumentasi, waktu berangkat & pulang kapal juga menyesuaikan kita.

Ini semua dengan catatan kalo jumlah kita nya bayak ya mending sewa kapal privat saja.

Dan oh iya, ternyata di kapal pun aku masih meeting bro !.

Tapi jujur sinyal nya bagus banget selama perjalanan menuju Gili Tawangan.

Sebenarnya di kapal aku mager mesti ikut meeting, cuman karena sesuatu hal ya aku mesti join meeting, tapi gapapa karena masih jam kerja, jadi menurutku itu normal.

Di kapal juga kita foto-foto 🙂

Oh iya sebelum ke Gili, kita juga akan snorkeling, katanya akan melihat Penyu.

Snorkeling, Penyu, Gili Tawangan ialah sesuatu yang aku tak pernah berpikir untuk kesana, terkadang takdir hidup tidak ada yang tahu.

Dan ya, snorkeling pertama kaliya oke juga sih, ditambah aku juga memang bisa berenang, jadi percaya diri saja untuk tidak tenggelam.

Paling sih kalo pemula di awal mesti pakai pelampung buat aman dan pakai face shiled untuk melindungi mata.

Sejujurnya aku telah meminum air laut di mulut yang begitu asin dan terkena mata dan rasanya lumayan perih.

Aku pernah berenang di pantai Manado & meminum air lautnya, tapi terkait asin nya laut menurutku Gili jauh lebih asin.

Ini aku saat melihat Penyu, keren kan ?.

Aku juga tidak menyangka dapat rejeki melihat Penyu.

Dan katanya hari itu hari Penyu sedunia.

Hm, kebetulan lagi, ya kupikir juga kedepan Penyu akan menjadi bagian dari hidupku.

Toh, juga aku bahagia dengan itu semua.

Sesampainya dipantai Gili, yang jelas aku makan dulu, makan indomie pakai telor dan dilanjutkan minum kopi.

Beuh,,, enak banget sumpah indomie nya, mungkin karena laper ya.

Di Gili pun aku berkeliling dan sudah kuduga banyak sekali bule disini layaknya Kuta Bali.

Melihat NTB dengan agama yang begitu kuat, dan adanya Gili yang begitu bebas tapi masih terkendali itu menuruktku sesuatu yang luar biasa sih, pastinya dalam keunikan positif.

Dan ahh,,,, sepertinya matahari sudah mau terbenam dan kami pun bergegas untuk pulang ke pelabuhan untuk kembali ke hotel.

Dan ternyata abang kapal nya menawarkan aku untuk duduk diatas kapal dan karena ini memang kapal privat jadi boleh saja.

Waduh…, itu pengalaman pertamaku naik diatas kapal selama 40 menitan.

Sesampainya di pelabuhan lanju ke hotel & langsung tidur 🙂

Hari Ketiga

Hari ketiga itu jadwalnya pulang.

Awalnya aku berpikir untuk di hotel saja karena ada meeting, sedangkan teman-temanku berencana untuk jalan-jalan.

Dan ternyata meeting tidak jadi, dan aku pun ikut jalan-jalan.

Dan katanya mau ke air terjun yang namanya air terjun Tiu Kelep.

Asli perjalanannya lumayan juga sekitar 3 jam dari hotel kami kesana melalui mobil.

Sesampainya disana kami dibantu dengan pemandu setempat untuk menuju air terjun Tiu Kelep.

Tenyata, air terjun ada dua yakni air terjun Tiu Kelep dan air terjun Sendang Gile.

Cuman memang yang paling tekenal sih Tiu Kelep karena paling bagus.

Dari titik awal sampai di pintu masuk menuju air terjun Tiu Kelep itu sekitar 40 menitan menggunakan jalan kaki dan ku lihat sepanjang perjalanan itu banyak bule juga, jadi sudah terkenal .

Dan sampai di Tiu Kelep itu bagus baget sih.

Asli, langsung lihat saja fotonya.

Gimana, keren kan ?.

Kalo menurutku keren sih.

Dan setelah selasai kami pun langsung balik menuju bandara dan pulang ke jakarta

Hikmah

Aku merasa bahwa terkadang takdir yang menentukan jalan hidunya sendiri.

Jadi kita mesti melihat kesempatan dalam setiap kesempatan, dan jalanin hidup dengan beryukur, bahagia, tidak mengeluh, dan aku pikir itu sebagian komponen yang membuat aura kita menjadi positif buat diri kita, orang lain dan lingkungan sekitar.

Terima kasih Lombok, yaa aku bahagia selama ada disana 🙂

Mei 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *