Aku terbangun dalam tidurku dan aku melihat jam sudah menunjukkan jam 2 pagi hari.
Itu artinya, aku mesti siap-siap berangkat menuju bandara.
Seperti perkiraanku, bahwa pekan ini akan begitu padat, dimana setiap harinya aku mesti presentasi untuk berbagai project besar yang mana aku sebagai presenter nya.
Dan inilah kerja dinas ku di Yogyakarta !

Hari Pertama – Senin, 10 Juni 2024
Sekitar pukul dua pagi aku sudah bersiap – siap dengan mandi dan mempersipakan tas ku.
Pada hari sebelumnya, aku sudah menyiapkan koperku, dimana aku akan berada di Yogyakarta sekitar empat hari.
Awalnya, aku ingin extend mengingat libur yang panjang hingga Selasa depan.
Yaa, aku berencana untuk mendaki Gunung Merbabu.
Sejujurnya aku sudah mencari open trip dan sudah sesuai dengan jadwalku.
Tapi sekali lagi, aku tahu bahwa hari kerja begitu sempit dan masih banyak tanggung jawabku yang mesti ku selesaikan, bersamaan itu juga sudah banyak orang yang mencariku.
Akhirnya, aku pun tidak jadi mendaki gunung kali ini.
Aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta pada Kamis sore.
Setelah persiapanku selesai, aku pamit dari rumah dan menaiki Grab menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Sesampainya disana, waktu sudah menjelang shubuh, sehingga aku chek in dan langsung sholat subuh secara berjamaah.
Setelah itu, aku menunggu rekan-rekan ku di cafe di dalam bandara.
Menjelang pukul setengah enam pagi, aku dan rekan-rekan pun sudah datang di cafe dan langsung menaiki pesawat untuk pergi ke Yogyakarta menggunakan pesawat Batik Air.
Dan ya, di dalam pesawat aku pun langsung tertidur dan tiba-tiba terdengar bahwa pesawat sudah sampai di Bandara Udara Internasional Yogyakarta ( YIA )

Sesampainya di bandara YIA, aku dan teman-temanku mencari tempat makan dulu di pasar tradisonal, ( aku lupa nama pasarnya), tapi inilah fotoku menggunakan becak untuk pergi kesana.

Setelah itu, kami pergi ke hotel sekaligus tempat penginapan kami di hotel Eastparc Yogyakarta.
Seperti biasa, aku pun presentasi terkait kick off meeting project ku.
Bagi yang belum tahu bahwa kick off meeting ialah agenda pembuka awal project dimana semua stakeholder terlibat.
Tujuan adanya kick off meeting ialah agar menyamakan persepsi semua stakeholder terkait rencana project dari awal hingga selesai project.
Alhamdulillah semua berjalan lancar.
Dan setelah itu, kami pun ISOMA ( istirahat, sholat, & makan ), kemudian dilanjutkan dengan dinner.
Hari Kedua – Selasa, 11 Juni 2024
Hari ini ialah hari kedua ku dinas di Yogyakarta.
Ya, hari ini aku presentasi lagi namun untuk project yang berbeda dan dengan orang yang berbeda pula.
Di pagi harinya, aku mendapat kabar bahwa meeting baru dimulai after lunch dimana masih ada stakeholder yang baru berangkat dari Jakarta pagi ini sehingga masih menunggu mereka.
Ya, ok saja.
Sehingga, waktu pagi ini aku keliling hotel dulu saja untuk melihat – lihat.
Dan ternyata banyak wahana, seperti ada tempat kuda, tempat reptil, tempat ikan dan masih banyak lainnya.
Ini saat aku mencoba naik kuda yang ada di hotel.

Setelah itu, aku pun mempersiapkan meeting dan presentasi, Alhamdulillah lancar. Dan setelah nya kami pergi untuk makan malam.
Hari Ketiga, 12 Juni 2024
Ya, lagi-dan lagi aku melanjutkan meeting.
Beberapa temanku sudah pulang ke Jakarta karena urusan project sudah selesai.
Alasan kenapa aku masih stay di Yogyakarta, karena project yang berbeda dan memang meeting nya di kota yang sama.
Bedanya, ini di hotel Tentrem Yogyakarta.
Kayanya memang sudah tradisiku, bahwa yang namanya tempat pertama itu mesti di explore, dan aku keliling hotel untuk melihat-lihat di hotel tersebut
Alhamdulilalh, semua lancar dan sisanya tinggal urus dokumen-dokumen saja.
Dan seperti yang kalian tahu, bahwa aku juga megang banyak project lainnya, sehingga juga ada urusan project yang ku handle melalui online.
Ini foto-foto yang ku dokumentasikan dalam tiga project yang berbeda.



Hari Keempat, 13 Juni 2024
Hari ini jadwalku pulang ke Jakarta.
Pagi harinya aku lari pagi di jalan maliboro dan aku pun membeli oleh-oleh untuk orang-orang di Jakarta.
Setelah itu, aku pergi ke toko buku di Sleman Yogyakarta yang namanya solusi buku.
Sejujurnya, aku baru tahu solusi buku itu di tahun ini lewat beranda sosial mediaku.
Dan, sebagai orang yang pecinta buku, aku pikir tempat ini menarik dan kebetulan bahwa meeting ku di Yogyakarta, dan alasan dari awal juga aku mau kesana, jadi sekalian saja.
Akhirnya aku ke solusi buku dan menurutku tempatnya bagus sekali ya tempat ini.
Di tempat ini pula, aku sudah menemukan ide untuk buku ku yang akan terbit di tahun 2026.
Jadi, aku pikir aku ingin berterima kasih kepada solusi buku.
Entahlah, aku senang juga untuk mengucapkan nya.

Drama
Aku tahu bahwa sebenarnya waktuku sudah mempet sekali, tapi aku tetap memaksakan ke solusi buku.
Dan yes, di solusi buku itu, aku hanya sekitar 20 menit untuk melihat-lihat dan foto.
Setelah itu, aku pesan grab motor dan menuju ke hotelku.
Di perjalanan aku tahu bahwa waktu ku sudah mempet sekali dimana sepertinya aku akan ketinggalan kereta dari stasiun Yogya menuju bandara YIA yang sudah aku beli sebelumnya.
Sehingga, aku pesan kepada abang grab untuk apabila sampai di hotel untuk menunggu ku sebentar, aku akan check out dan hanya mengambil koperku hingga lanjut ke stasiun Yogya.
Dan aku lanjut ke stasiun Yogya dan yaa terlambat 1 menit sehingga aku tak bisa masuk.
Padahal kereta nya itu masih di stasiun dimana aku masih bisa melihat dan terdengar suaranya, namun karena pintu masuk nya ditutup sehingga aku tak bisa masuk.
Aku pun diam, dan berpikir untuk naik grab menuju bandara Yogya.
Sejujurnya aku udah ragu apakah aku sampai di bandara tepat waktu ataupun tidak.
Jika dilihat di aplikasi bahwa perjalanan ke bandara dari stasiun yogya menggunakan motor sekitar 1 jam 1 menit, sedangkan menggunakan mobil 1 jam 15 menit.
Aku yakin bahwa menggunakan mobil pasti akan lebih lama karena macet, terlebih ini stasiun yogya dimana untuk masuk mobil grab saja sulit, alias kita mesti jauh jalan kaki keluar stasiun.
Aku pun memutuskan naik grab motor, kalian bisa bayangin kan bahwa koperku yang begitu besar itu aku naikin via grab motor ?
Dan asli cape banget !.
Selama perjalanan aku sadar bahwa aku mungkin kedepan tidak perlu menggunakan koper yag terlalu besar, tapi aku sebenarnya senang menggunakan koper ini.
Karena besar dan bisa muat banyak barang-barang.
Ya, untuk ini aku pikirkan saja nanti.
Sesampainya di bandara, aku pun langsung menuju tempat check in, sesampainya di check in petugas counter menelpon ke rekan lainnya apakah bagasi masih bisa masuk atau tidak ?
Dan alhamdulllah masih keburu.
Pelajaran dari drama kali ini :
- Mesti ontime
- Harus berani ambil jalan yang berbeda walau baru pertama kali. Asal yakin, insya allah akan ada jalanya.
Sesampainya di bandara, aku hubungin salah satu rekan kerjaku saat di Tembagapura yang mana mungkin bisa dibilang guru karena sering memotivasiku.
Dia pulang dari Tembagapura hari ini dan memang sudah kami rencakan untuk bertemu di bandara Soekarno- Hatta.
Kami pun bertukar cerita dan update terkait kehidupan masing-masing.
Selanjutnya akupun pulang kerumah 🙂

Jakarta, 10 – 13 Juni 2024
