Entah kenapa di siang ini, di siang tanggal 29 Juli 2024 aku merasa tidak enak badan, padahal ini baru Senin, hari yang biasanya aku begitu semangat.
Namun, entah kenapa kok lagi ga kuat- kuat banget ya.
Dan ya, aku tiba-tiba tersadarkan sesuatu tentang impian ku.
Ngomong – ngomong masalah impian, aku pikir impianku terus berubah, yaa aku ingin menjadi seorang insinyur, menjadi seorang yang punya gaji tinggi, atau apapun lah.
Seiring berjalan nya waktu ada yang tercapai dan ada pula yang belum tercapai.
Tetapi, bukan itu yang bikin aku gelisah, bukan itu yang membuat aku berpikir keras.
Ya, aku tahu bahwa dalam setiap kesadaran aku memang berpikir tentang kematian, selalu. Tapi aku pikir, aku terlalu naif.
Aku hanya berpikir untuk melakukan yang terbaik sebelum kematian ku datang, padahal aku ga tau kapan aku mati.
Itu ialah seperti aku berjalan dari titik 0 km menuju titik 100 km, yang mana aku tidak melewatkan kilometer demi kilometer.
Padahal, ada yang ku lupakan.
Sesuatu yang selalu ada dalam setiap hariku, dalam setiap masa ku.
Ya, adzan.
Adzan.
Adzan ya, aku tahu bahwa sebagai seorang pria muslim, itu sangat dianjurkan untuk sholat di masjid.
Ada yang bilang wajib, artinya kalo pria muslim bisa ke masjid tapi dia memilih sholat sendiri, itu bisa jadi dosa.
Ya, itu kata beberapa orang.
Per saat ini sih, yang aku tahu yang penting sholat dulu, dan memang afdhol nya saat sholat untuk pria itu di masjid.
Entah kenapa aku berpikir bahwa seharusnya yang ku lakukan itu ialah memperkecil impianku, apa itu ?.
Yaitu menyambut adzan untuk dapat sholat berjamaah di masjid.
Tentu, aku pikir itu ide yang entah kenapa aku benar- benar murni dari otak ku yang pastinya dari petunjuk _ Nya.
Berbeda dengan impian permanen ku yakni terus berjuang untuk mencapai hari kemenangan, hari dimana nyawa keluar dari tenggorakan.
Ya, aku sepakat dengan mimpi itu, tapi kata – kata itu aku ambil dari Sayyidina Umar bin Khatab.
Itu impian Sayyidina Umar yang juga menjadi impian ku.
Namun, aku sekarang menemukan impian ku yang baru, impian yang lebih kecil, apa itu .
Menyambut adzan untuk sholat berjamaah di masjid.
Itu kedengaran nya simpel, tapi itu sulit untuk dlakukan, ya aku akan coba dan akan usaha.
Insya Allah, semoga aku konsisten dengan impian baru ku ini.
Yaa, menyambut adzan untuk sholat berjamaah di masjid.
Jakarta, 29 Juli 2024
