Terkadang dalam kesendirian kau akan selalu menemukan siapa dirimu sendiri.
Kau tahu sudah berapa banyak manusia hidup di bumi ini sejak nabi Adam hingga sekarang.
Jumlah nya banyak !.
Sudah triliunan manusia aku yakin.
Dan mereka semua akan dikumpulkan pada hari kiamat di Padang Mahsyar.
Itulah apa yang aku yakini sesuai agama ku.
Dan walaupun aku sudah tahu akan ada akhir pengadilan, akhir akhir namun pada kenyataannya bahwa aku pun masih cinta dunia.
Terkadang, dunia mengambil hatiku.
Apa yang mesti dilakukan.
Dunia hanyalah sementara dan akhirat adalah selamanya.
Teori itu aku tahu banyak sekali orang yang percaya, tapi dalam implementasi pengisian hidup itu rasanya sulit sekali, ya namanya juga hidup ya.
Alias hidup adalah ujian.
Cuman ya gitu, semoga kita bukanlah termasuk orang-orang yang merugi.
Mata
Tentu, pintu masuk awal maksiat adalah mata.
Hati-hati dengan mata, terutama pria.
Dari matalah awal mula kebanyakan dosa dilakukan.
Sebenarnya ulama sudah mengajarkan bahwa apabila kita berbicara dengan yang bukan mahram nya maka sebaiknya jangan melihat mata nya, tetap menjawab tapi tak perlu melihat.
Kata orang tak sopan, kata siapa ?.
Iya itu sesuatu yang diperdebatkan.
Tapi aku percaya bahwa itu sopan.
Lagi pula, aku juga orang yang masih belajar, masih banyak salah, dan masih banyak hal yang ingin aku perbaiki.
Hidup Sekali
Tentu, hidup di dunia cuman sekali.
Atas dasar itulah bahwa aku mesti bergegas, mesti memanfaatkan momentum yang ada.
Saat ini, aku berada di Jakarta.
Sesuatu yang saat ini aku harus manfaatkan lebih dari pada sekedar nya.
Ketika aku masih di Papua, aku menyadari bahwa perubahan dimulai dari kota paling dekat dengan perubahan itu sendiri, Jakarta.
Ketika aku lulus kuliah, aku menyadari bahwa sebenarnya yang paling dekat dengan perubahan teknologi, riset dan lainnya ialah kampus itu sendiri.
Terutama kampus UI, kampus ku.
Terkadang kita berpikir bahwa orang lain lah yang akan merubah, tapi kenyataannya kita lah orang tersebut. Kita lah orang yang paling dekat dengan perubahan itu sendiri.
Tak Ada Visi Kembali
Aku tahu bahwa cara ku melihat masa depan berbeda dengan pada orang pada umumnya.
Yang penting aku terus maju. ” Keep going! “.
Lagi pula dari awal aku hidup tak membawa apapun, dan pada akhirnya aku tak membawa apapun. ” Lalu apa yang mesti aku takutkan dalam hidup ? “
Jika ada yang pasti itu adalah hidup yang tak di ridho oleh Nya !
Apa kau tahu bahwa syair terkenal dari abu Nawas dalam perenungan terhadap hidup nya begitu melegenda ?
Apa kau tahu bahwa katanya negara yang disebut Israel itu didirikan karena terinspirasi oleh sebuah buku yang ditulis dari orang Yahudi ?
Bahkan sampai penulis itu mati, impian dia tak terwujud dan baru terwujud puluhan tahun setelah kematian nya
Apa kau tahu bahwa negara Indonesia yang merdeka tahun 1945 itu terbentuk jauh dari tahun 1945.
Salah satu nya Tan Malaka yang menulis buku ” Naar de republik “ yang dimana Soekarno muda terilhami dan berjuang agar negara Indonesia terbentuk.
Apa kau tahu Hitler dalam menulis buku mein Kampf selama 10 tahun sejak release buku tersebut bahwa buku tersebut tak terkenal.
Dan baru dikenal lagi ketika Hitler menjadi tokoh politik Jerman dan mensosialisasikan lagi buku tersebut dimana buku tersebut merasakan apa yang dirasakan Hitler untuk melawan perjanjian Versailles yang merugikan Jerman.
Apa kau tahu malala mengubah dunia hanya dengan sebuah pulpen yang ia tulis dan menceritakan pengalaman nya
Itulah kekuatan tulisan, dia begitu hebat.
Senjata paling ampuh adalah tulisan.
Dan itu lah yang apa aku lakukan saat ini, menulis dan memperjuangkan nya.
Allah telah memberikan aku jalan yang lurus.
Jalan itu tak mungkin aku bisa bergerak sendiri untuk mengubah scope yang lebih besar.
Aku butuh kalian !
Aku mohon maaf dikarenakan selama 100 tahun sejak tahun 1945 dunia berada dalam kedamaian yang sebelumnya kedamaian yang belum pernah ada.
Aku tahu itu nyaman, tapi itu semua dikarenakan adanya kapitalisme yang membuat dunia damai secara palsu.
Yang membuat manusia kehilangan hakikatnya sebagai manusia dan sebagai Hamba tuhan. Detail dari penjelasan kontroversial ini aku jabarkan dalam buku RA ku.
Aku tahu bahwa banyak yang tak mendukung, banyak pula yang mendukung, tapi aku akan tetap maju.
Karena Padang Mahsyar sudah menunggu ku, dan semoga aku kesana dengan kebanggaan karena melakukan sesuatu yang memang mesti aku lakukan.
Jakarta, 14 September 2024
