Melihat Kembali Apa Yang Sudah Di Lalui

Pagi ini, aku terbangun.

Ku lihat layar di HP ku masih pukul 03.13 WIB.

Tentu, bangun pagi itu sudah menjadi kebiasaan ku.

Ya entah kenapa itulah kebiasaan ku.

Dan tentu, ini juga mungkin gara-gara aku tak kuat bergadang.

Rasanya tuh, habis isya bawaan nya badan lelah aja.

Dan kalo sudah sampai di kasur, beuh langsung tidur.

Setelah melihat layar, tentu aku tak bisa tidur lagi, akhirnya ku cuci muka dan ku lihat rak buku ku.

Ya, beberapa buku saja.

Ku pikir akhir-akhir ini rasa malas dan rasa bosan sudah mulai menyakitiku.

Tentu, manusia pasti pernah merasakan itu.

Dan ya, cara satu caraku untuk membangkitkan semangat lagi biasanya dengan membuka buku yang pernah kubaca agar termotivasi kembali.

Iya, buku.

Karena itulah aku merasa bahwa buku hardcopy itu penting sekali.

Selain dapat dibaca dengan mudah, dan tanpa adanya distraksi.

Beda aja rasanya kalo kita memegang fisik nya.

Ku ambil beberapa buku, tentunya buku yang berkaitan dengan pagi hari.

Ada buku yang berjudul happy morning, buku islam dan masih ada lagi.

Ya, membaca sekilas saja.

Hingga akhirnya huku tentang asrama rumah kepemimpinan.

Asrama yang pernah aku tinggalin selama 22 bulan.

Asrama Rumah Kepemimpinan

Ngomongin soal asrama Rumah Kepemimpinan atau biasa disingkat RK itu ga akan cukup dalam satu tulisan.

Rumah itu, rumah karakter !.

Hm, tapi ya tadi, kembali ke membaca buku tentang asrama RK.

Seingatku memang sebelum kami lulus, bahwa setiap kami menuliskan satu tulisan tentang RK, dan nantinya akan di akumulasi menjadi sebuah buku.

Buku yang terdiri dari 60 peserta rumah kepemimpinan + pembina & teman-teman asrama rumah kepemimpinan yang pernah membersamainya.

Ya, tanpa sengaja aja membuka buku itu, dan ku baca beberapa tulisan.

Dan rasanya lucu aja, ternyata dalam perkuliahan yang 4 tahun yang kata orang-orang kalo kuliah itu bebas, eh aku masih justru kaya pesantren.

Setiap senin upacara, sholat tahajud, dan ikut banyak agenda di RK.

Dan melihat tulisan di buku itu membuatku merasa beryukur bahwa aku pernah satu atap dengan mereka.

Dan tanpa terasa, sudah lebih dari 6 tahun aku lulus dari tempat itu.

Waktu rasanya benar-benar cepat saja.

Buku Antologi Pertama

Tentu, tanpa terasa bahwa mungkin itulah buku pertama ku ya.

Buku antologi lebih tepat nya.

Hm, aku sih ga pernah sadar bahwa itu buku ku, aku hanya menulis seperti apa yang ditugaskan dan ya temanku yang namanya Sucia itu.

Sucia, salah satu orang yang ku kagumi karena menulis puluhan buku dalam usia yang masih muda, ku jabarkan dalam buku Terima Kasih Jilid 1 : Kepada Para Penulis Buku.

Dia yang mencompile dan mengurusin agar menjadi sebuah buku.

Dan ya, seperti nya itu merupakan buku antologi pertama ku hehe, kan aku juga ikut menulis.

Dan ku pikir, aku juga sudah mulai lega.

Kenapa ?

Karena janji ku pada pembina RK, bahwa aku akan menulis buku ku sendiri telah terwujud, ya aku sudah menjadi penulis buku.

Menjadi penulis buku, bukan hanya impian ku, tapi impian para guruku yang berharap padaku.

Ku pikir karena aku suka membaca buku, jadi wajar saja bahwa dari pembaca buku menjadi penulis buku.

Bertemu Teman SMA

Oh iya, beberapa hari lalu aku ketemu dengan teman SMA, namanya Haqi.

Ya intinya sih tanpa terasa bahwa kita sudah lulus SMA lebih daripada 10 tahun.

Dan ga terasa aja hehe, cepet amattt waktu hey.

Hm, ada yang masih sama, ada yang berubah, bahkan ada yang telah tiada.

Luar biasa ya, ku pikir itu juga mungkin terjadi 10 tahun kedepan.

Ya, suprise, itulah kenapa hidup menjadi menarik.

Hm, setelah ini apa ?

Hm, memang setelah ini apa itu apa ialah sesuatu yang sulit dijawab. ” Habis ini ngapain ya “ .

Hm, ku pikir aku akan menjalani aktifitas ku seperti biasa dan terus berusaha untuk semakin banyak menulis, aku tahu bahwa aku masih hidup, ya selama aku aku menulis maka aku hidup.

Ku hentikan pada saat adzan Shubuh sudah mulai terdengar.

Jakarta, 10 Oktober 2024 Pukul 04.20 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *