Sebuah Refleksi

Dalam beberapa hal, ku pikir orang sepertiku ku merupakan orang yang penuh dengan resiko.

Ya tentu, ku pikir amanah terus berdatangan tapi tak ada agenda aku yang berkurang, mungkin bisa saja mendelegasikan kepada orang lain.

Namun, entahlah, ada beberapa yang menurutku kurang saja jika harus dikerjakan orang lain.

Terlebih, ku pikir energi ku tak begitu kuat di malam hari.

Ya bisa dibilang energi terbatas tapi punya banyak amanah.

Menjadi Ketua

Ya, saat ini ku banyak menjadi ketua.

Dan semuanya bukan karena aku yang memilih atau mengajukan, tapi ya dipilih atau biasa disebut sebagai diamanahkan.

Sering nya aku bilang ” Siap “ , ya siap saja.

Siap karena yakin bisa memimpin mereka, namun aku juga terkadang tak sadar bahwa aku punya amanah lain dan energi ku terbatas.

Namun lucunya, hiburan ku ya mereka lagi, alias ke situ lagi.

Misalkan saja, lari pagi bersama member of nature ( MONA ) by WWF Indonesia.

Mungkin beberapa berpikir bahwa aku ikut organisasi itu, padahal bagiku itu hiburan ku.

Ya kebetulan saja dengan mereka.

Bisa dibilang, selain liburan sebagai relawan, ya paling ke alam, paling baca buku, dan paling tidur.

Namun kusadari bahwa kedepan mungkin ga semua amanah aku akan siapkan, tentu itu juga atas saran teman ku, Ega yang menyampaikan hal yang sama padaku.

Takutnya, aku juga lupa karena saking sibuknya untuk menulis buku ku.

Ya, bisa dibilang menulis buku adalah kerja untuk keabadian.

Energi

Semakin banyak amanah, rasanya tidur adalah sesuatu yang sangat berharga.

Tanpa tidur pasti lemah badanku, begitupula tanpa makan.

Saat ini badan ku masih sehat wal Afiat karena masih cukup tidur dan cukup makan, walau ohlaraga sudah tidak begitu sering lagi.

Ya, berat badan ku nambah saja terus.

Aku pikir aku akan ohlaraga lagi !.

Ya afirmasi positif dulu ya hehe.

Maka sebaik-baik nya contoh ya nabi Muhammad SAW, beliau itu tanggung jawab nya banyak tapi bisa menyeimbangkan waktu nya yang baik untuk dunia dan akhirat.

Masya Allah.

Lagi pula, guruku pas di asrama juga selalu bilang bahwa menjadi pemimpin adalah melalui jalur penderitaan, artinya dia mesti menderita, bisa jadi tidak punya banyak waktu untuk keluarga nya.

Ya begitulah, itulah kehidupan kan, ga semua hal sesuai dengan apa yang kita mau.

Apa yang ku tunggu

Kematian. Itulah yang paling aku tunggu, tiada lain tiada bukan.

Sialnya, aku ga tahu kapan aku mati.

Oleh karena itu, aku harus mengisi waktu ku dengan sebaik-baik nya.

Jika aku terus hidup, maka perubahan dunia akan terus terjadi.

Terlebih, di Desember 2024 ini Ideologi RA ku sudah mulai tersebar, ya gimana lagi ya, sudah takdir tuhan seperti nya.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa dari 6 miliar manusia di bumi kenapa akulah yang membuat ideologi baru di dunia saat ini.

Ya ku jawab ” mana ku tahu terkait jumlah populasi, jika kau ingin menghitung, sudah hitung saja. Tugasku ya menulis apa yang ku yakini ” ya itulah jawaban ku.

Lagi pula, RA itu adalah salah satu manifesto terbaik dalam sejarah peradaban manusia, itu jika kau tanya padaku.

Kenapa ?

RA itu isinya banyak kejujuran, kemurnian, kebenaran, dan keimanan.

Sedangkan ideologi sekarang banyaknya urusan duniawi saja, menuhankan manusia, mereka anggap bahwa jika seorang dengan ekonomi biasa saja maka dianggap sebagai orang yang kurang sukses, sedangkan yang ekonomi nya bagus dicap sebagai orang sukses.

Padahal, kenikmatan juga terkadang ujian.

Ya, RA juga membahas itu

Sebuah Refleksi di tanggal 05 November 2024 Pukul 03.50 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *