Refleksi di Januari 2025

Aku pikir dan merasakan bahwa aku makin kesini makin sibuk.

Ya, sibuk. Udah bukan hanya produktif, tapi sibuk.

Kedengeran nya mungkin terlihat negatif, tapi kenyataannya ya produktif yang berlebih mungkin yang orang lain rasakan.

Hm, jika dilihat dengan teman – teman ku rasanya mereka beraktivitas jauh lebih banyak dari pada aku.

Sedangkan aku ?

Tidur aja bisa 6-8 jam dalam sehari.

Bagiku tidur penting, tapi ga tau kenapa ya, kalo udah setelah isya itu ngantuk banget dan aku biasanya langsung tidur hehe, dan bangun lagi di jam 4 pagi.

Kalo aku denger dari teman – temanku rasan nya mereka jarang tidur 8 jam sehari.

Tapi kalo aku lihat sih banyak yang ga efektif waktu mereka, main games lah, gosip lah, meeting ga penting lah.

Kalo aku sih rasanya lurus aja ya, setelah kerja ya pulang, setelah Ikut lari ya pulang, jadi ya disitu aja fokusnya.

Ga tahu ya apakah itu benar atau tidak, yang jelas itu aku nyaman, sehingga bisa banyak istirahat.

Dan ya, menurut ku tidur ataupun istirahat juga bagian dari produktifitas.

Tugas seorang pemimpin

Ini kata Rockefeller sih tugas seorang pemimpin yakni ” Berpikir, memutuskan, dan mengarahkan ke team nya “.

Aku sepakat dengan itu, atas dasar itulah dia dianggap pemimpin dibandingkan dengan lainnya.

Pemimpin memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan para pengikut nya, karena itulah dia mesti juga memiliki aktifitas yang berbeda ataupun lebih banyak daripada pengikut nya.

Dan pemimpin itu harus bisa menulis.

Kenapa ?

Ya karena bisa menyampaikan gagasan yang dimilikinya ke orang lain melalui media literasi.

Dengan menulis pun, bahwa gagasan kita tak terlekang oleh waktu dan tempat.

Artinya, abadi.

Kemudian juga tentang mata.

Ya, mata.

Dari mata pula kita rasanya tertarik akan sesuatu hal.

Aku pernah membaca bahwa pintu masuk sebuah kemaksiatan dimulai dari mata.

Tentu, aku pun percaya dengan itu.

Apalagi di zaman sekarang yang semua serba instan dan cepat.

Akses terhadap kemaksiatan begitu mudah.

Dan aku benar-benar takut bahwa aku akan masuk dalam gerbang kemaksiatan itu.

Ya Allah

Ya Allah, ampunilah dosaku.

Ya Allah, jangan biarkan rasa cintaku terhadap manusia lebih besar dari pada rasa cintaku terhadap mu.

Ya Allah, jangan biarkan aku menjadi diriku sendiri.

Ya Allah, aku takut bahwa karena mata ini aku pun menjadi cinta dunia.

Ya Allah kuatkan lah iman ku.

Ya Allah, hanya satu yang ku pinta, jangan pernah kau biarkan aku menjadi diriku sendiri walau hanya sekejap mata.

Sesungguhnya aku tak mampu ya Allah, tiada daya selain dari pertolongan mu.

Sebuah refleksi diri.

Januari 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *