WARRIOR ON 24 MEI 2025

Terkadang aku merasa,

” Apakah hidupku sudah tepat ? “

Ataupun banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam otak ku.

Terkadang, ketika aku menulis tulisan tentang Warrior, aku juga bertanya,

” Apakah tulisan kaya gini bisa dishare ? “

Entahlah.

Tulisan tentang Warrior pun juga sesuatu yang tak terencana.

Itu hadir di tengah jalan.

Sekali lagi,

” Apakah tulisan ku ini berguna bagi orang lain ? “

Sejujurnya, jika itu tak berguna bagi orang lain, tapi aku menulis untuk diriku sendiri.

Seseorang hidup dimulai dari diri sendiri dan pada akhirnya pun diri sendiri.

Hm, baiklah mari kita mulai !.

Tentu, aku pikir dalam tulisan ini aku akan membuat tulisan tentang 24 jam ku sebagai Warrior.

Ya, Warrior wkwk.

Tapi, ini yang bisa ku share saja sih.

Banyak hal yang gabisa dishare.

Pertama apa ya ?

Sebenarnya tuh aku pengen buat tulisan yang sudah lama juga sih belum dishare kaya open trip ke pulau pari lah, dan lain-lain.

Mungkin jika teman-teman tertarik bisa membaca tulisan ku di website ini juga, ya cari nanti, belum dibuat sih wkwk.

Sekarang, ini sih baru jam 7an malam.

Mulai dari daftar Depok run kali ya hehe.

Depok Run.

Awalnya itu aku mendengar Depok Run udah beberapa waktu lalu.

Itu lari 5 km aja sih.

Dan ya, sebenarnya aku udah malas ikut yang lari 5 km.

Kenapa ?

Ya, karena bisa lari sendiri aja dan ngapain gasih buang-buang uang ?.

Ya mungkin dalam case tertentu ya berbeda.

Tapi entah kenapa ya.

Ku pikir lagi, dan akhirnya aku daftar Depok run.

Kenapa daftar ?

Kasihan, dan ingin menjadi bagian aja dari event pertama kota Depok dalam pelarian.

Ya, kasihan.

Depok itu di underestimate menurut ku.

Walau aku tinggal di kota Jakarta, tapi rumahku itu lebih dekat ke Depok dari pada Jakarta Timur yang bahkan kota madya ku.

Dan bisa dikatakan, aku banyak sekali kegiatan di Depok, terutama jalan Margonda.

Rasanya kasihan aja, mereka bikin event tapi aku tak membantu mensukseskan acara mereka.

Kedua, ingin menjadi bagian aja.

Dunia lari di Depok itu sudah mulai diperhatikan, ada event car free day di Margonda itu setiap Minggu menurutku bagus.

Walau ada UI ya lokasi nya dekat, tapi berbeda aja.

UI itu ya kampus, kalo jalan Margonda itu jalan raya besar di Depok.

Dengan adanya car free day di jalan raya utama kota Depok.

Itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada dunia lari.

Ga cuman lari sih, banyak hal yang di event CFD, CFD Sudirman itu contoh yang bagus nya.

Dan makin banyak orang yang ohlaraga, dan ga tau ya rasanya senang aja.

Lagi pula, walau aku hanya ingin membantu kota Depok dalam acara suksesi nya, aku tak meminta apa – apa kok.

Apa iya dalam ketulusan kita meminta imbal balik ?

Ya enggaklah, kalo gitu ya ga tulus dong hehe.

Kemudian, tanpa aku ikut juga mungkin itu event ya jalan-jalan aja, namun event itu ibarat kaya membangun rumah, aku ingin menjadi bagian dari batu bata yang menyusun nya.

Ya karena hidupku juga banyak sekali di Depok.

Hanya ingin membantu kota itu saja.

Kota kedua yang paling banyak ku tinggali setelah kota Jakarta.

Dan moga lancar nanti acara nya.

Amin.

Lalu, donasi.

Ya, donasi udah hal yang biasa sih yang aku lakukan.

Sudah dari tahun 2020 hehe.

Bukan sombong tapi apa adanya lah wkwk.

Lagi pula, kan kita boleh iri sama orang yang dermawan.

Buat apa ?

Ya buat motivasi.

Tapi, kalo di ranah donasi ku masih jauh lah, masih berusaha.

Ya, aku lihat beberapa waktu lalu di grup WhatsApp elektro angkatan ku, dibuka donasi buat mahasiswa elektro yang kurang mampu.

Ya ada beberapa skenario.

Setelah mendaftar ya dihubungin beberapa hari oleh mahasiswa elektro UI nya.

Kemudian, nanti ada kode unik buat bayar nya.

Dan baru bayar nya hari Jumat malam ini.

Kenapa ?

Ya buat ada cerita juga di Warrior wkwk.

Tapi emang kalo weekday sibuk aja sih, kalo weekend itu lebih santai aja.

Jadi itu juga kadang kalo sesuatu yang ga urgent biasanya dilakukan pas weekend aja.

Kemudian, kalo inget masa kuliah mah berat, makan warkop dan warteg terus wkwk.

Yah, kalo di ingat berat.

Tapi, jika dipikir kembali.

Aku yang hanya seorang pemuda biasa dan kini bertransformasi dan berproses menjadi pemuda yang memiliki pengaruh yang besar.

Nah, itu asal nya dari masa lalu, pastinya kampus UI yang tempat ku belajar banyak hal.

Lalu, penulis.

Jujur saja, mungkin menurut ku ya.

Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh banyak orang tuh ya menulis.

Kenapa ?

Karena bisa menceritakan apa yang dilalui nya.

Lagi pula dengan menulis, lebih dihargai aja.

Berbeda dengan radio, video atau mungkin nanti ada hologram yang akan terganti terus menerus.

Kalo tulisan itu abadi, lihat saja tulisan Plato.

Sudah berapa ribu tahun itu, kita masih bisa baca.

Lagi pula, sekarang tuh zaman ini menjadi penulis kaya sesuatu yang langkah.

Padahal nih ya, zaman Indonesia merdeka, zaman ulama Islam, itu menulis terus, bahkan sampai kurang tidur.

Sekarang zaman maju tapi kok ada yang mundur,

Ya begitulah kondisi zaman sekarang.

Awalnya juga aku udah nikmat menjadi seorang pembaca buku saja.

Ku pikir membaca buku dan ditemenin oleh kopi itu udah enak.

Kita bisa melihat ribuan tahun lalu, pemikiran orang-orang hebat dan masih banyak lainnya.

Tapi, ku pikir orang yang selama ini kita tunggu – tunggu sebagai pahlawan untuk merubah dunia kita ini jangan-jangan diri kita sendiri.

Kita menunggu, dan menunggu.

Tapi, lingkungan kita begitu aja tuh, jalanan begitu, kali begitu, dan semacamnya nya.

Ya, mungkin kitalah orang yang ditunggu – tunggu.

Andaikan bukan kita, minimal kita udah usaha.

Atas dasar itulah, aku yang tadinya hanya membaca buku, kini juga ku sisihkan kerah baju ku dan turun ke lapangan.

Join the war.

Ya, minimal lewat tulisan ini aku juga bisa membantu agar orang lain juga ikut bergerak.

Membantu lingkungan sekitar nya.

Karena itu, aku meminta maaf.

Sebuah permintaan maaf yang telah ku jelaskan di buku ketiga ku yakni warrior.

Bagi yang penasaran baca deh buku Warrior nya hehe.

Oh iya, tapi tak perlu buru – buru menjadi orang penting.

Bergaul dengan orang penting bukan berarti diri kita menjadi penting.

Tapi, jadilah manusia yang bernilai.

Menjadi manusia bernilai, rasanya tepat.

Ya itu sih menurut ku.

Lagi pula jika kita sudah sukses, maka yang paling penting adalah makan bersama dengan orang – orang yang pada saat kita susah tetap ada bersama kita.

Itu penting banget asli.

Dan, banyak hal yang ga bisa langsung jadi.

Misalkan saja dalam membuat buku.

Ga mungkin dalam satu malam jadi, ya itu sih menurut ku.

Mulai huruf pertama, kata pertama dan terus berganti waktu, maka bisa menjadi buku.

Itu juga belum waktu mengedit, cross check nya yang lama juga hehe.

Pokoknya semua berproses deh.

Jadi, tetap bertahan terhadap apa yang kita yakini, dan majulah.

Terus, asli sudah jam 8 malam ini, perut lapar banget.

Makan dulu lah ya :).

Ini makan nasi goeng & martabak.

Kemudian, aku tidur.

Hingga. aku terbangun dalam tidur ku, dan ku lihat hp bahwa jam menunjukan masih di jam 1 lewat 45 pagi.

Banyak pikiran yang masuk dalam mimpi ku.

Banyak.

Saking banyak nya ku tuliskan dalam ketikan hp ini.

Bersyukur

Waktu membawa ku, saat aku ke masa – masa kerja di Papua, tepatnya di kota Tembagapura.

Kota itu begitu sangat dingin, hujan selalu ada di setiap hari nya.

Tapi, kita akan pernah kekruangan makanan, makan pun tergolong mewah.

Cuman paling hambar saja karena ga ada rasa.

Dua mingu pertama rasanya enak sekali makanan semewah itu & dikasih gratis.

Tapi, setelahnya juga nanti bosen.

Begitulah sifat manusia.

Selain itu, mengingatkan ku juga pada saat aku ada di mess.

Walaupun aku di level staff yang umumnya level staff itu satu kamar kecil dengan 2 orang, tapi tetap saja kurang bahagia.

Mungkin karena saat itu aku sudah terlalu lama ada disana, 8 bulan lebih tidak balik.

Padahal awalnya, itu cuman 6 Minggu kerja dan 2 Minggu cuti di Jakarta.

Cuman saat itu, saat aku baru mulai pertama kali merantau langsung covid.

Jadi ya, ga bisa balik dulu.

Tapi, aku bersyukur sih bisa kaya gitu.

Jadi, kita tau apa yang kurang cocok dengan kita.

Terkadang, kita ga langsung menemukan pekerjaan yang tepat dalam hidup, tapi menemukan pekerjaan yang tidak cocok dalam hidup juga adalah hal yang tepat.

Semua yang di Tembagapura itu enak, kecuali satu hal, lokasi.

Bagi orang yang sering merantau, mungkin biasa aja.

Tapi, bagi yang belum pernah atau jarang merantau mungkin ini akan menjadi pertimbangan, terutama aku.

Kenapa ?

Karena waktu terbesar pria adalah dengan pekerjaan.

Ya, ini haya preferensi saja.

Dan faktor lokasi sangat berhubungan erat dengan keluarga.

Tentu, ini akan menjadi pertimbangan yang penting untuk ku.

Singkat cerita, lokasi adalah salah satu faktor penting untuk jenjang karir ataupun jenjang hidup secara jangka panjang.

Lagi pula, ketika seseorang masuk dalam karir di suatu tempat, umumnya 2-3 tahun, orang tersebut sudah melihat tentang dimana dia kedepan nya dalam perusahaan itu.

Kemudian, tiba-tiba pikiran tentang WHV.

WHV atau biasa disebut sebagai Work Holiday Visa

Umumnya ini di Australia.

Beberapa orang yang ku kenal sudah mengikuti ini.

WHV ini seperti seseorang warga negara Indonesia yang diseleksi untuk dapat bekerja di negara Australia dan umumnya itu mungkin bisa sampai 3 tahun dengan menggunakan visa WHV.

Gaji nya pun yang ditawarkan juga begitu tinggi, jauh jika dibandingkan dengan di Indonesia.

Umumnya, pekerjaan WHV dimataku itu ya begitu.

Maksudnya, tak perlu kemampuan orang yang bergelar Sarjana untuk melakukan itu.

Umumnya kaya tukang sapu, tukang kebun dan lainnya.

Informasi yang ku dapat dari temanku yang di Australia.

Katanya, memang orang Australia kurang berkenan untuk melakukan pekerjaan yang disebut blue job atau pekerjaan begitu deh.

Sehingga, umumnya orang-orang dari negara berkembang terutama Indonesia yang melakukan nya.

Bayangkan saja, jika di Indonesia orang yang bergelar pendidikan S1/S2/S3 menjadi seorang office boy.

Umumnya akan sakit hati dengan banyaknya hujatan yang diterima dari orang indonesia sendiri.

Berbeda jika kita tinggal di Australia yang rasanya lebih aman melakukan pekerjaan seperti itu.

Serta, makin bagi banyak orang Indonesia yang ikut program WHV dan terlihat bisa jalan-jalan juga sampai ke Hongkong, Perancis dan negara Eropa lainnya.

Seakan mengatakan bahwa ikut program WHV pasti akan sukses.

Walau, beberapa orang yang ikut program WHV juga tidak sepakat dengan itu, dan lebih banyak tidak berkoar di sosial media, ya beberapa ada yang ku kenal.

Tapi, mungkin itu kurang cocok dengan ku.

Ya tidak salah, tapi kurang cocok saja dengan ku.

Melakukan pekerjaan yang umumnya tadi disebutkan seperti tukang sapu, tukang kebun dan lainnya, ya itu sih setiap hari aku lakukan wkwk.

Mungkin, berbeda durasi jam kerja dan hal teknis lainnya.

Tapi, aku punya cita-cita menjadi seorang insinyur, dan tercapai.

Sehingga, menjalani profesi ini ya dijalankan saja.

Kalo soal uang ya beda-beda ya.

Tapi, seperti nya ini tuh investasi minimal buat portofolio.

Jadi tumbuh nya kebawah dulu, layaknya pohon bambu.

Jadi, ku pikir kurang cocok saja dengan ku.

Mungkin ada yang bilang bahwa mencari pekerjaan di Indonesia itu sulit, makanya dia mencari pekerja di luar.

Ya bener juga sih, ya gapapa.

Mungkin juga jika kondisi seperti itu aku mungkin juga akan melakukan hal yang sama.

Bahkan, dalam kalimat sebelum ini aku sudah membuat 2 kata mungkin dalam satu kalimat. Hehe.

Ya, cuman ya gitu, ku rasa para pembaca sudah menangkap maksud ku.

Lagi pula, ku lihat ini orang Indonesia umumnya manja, berbeda dengan di luar negeri yang bahkan sejak SMP pun juga bekerja.

Ini baru lulus sarjana di Indonesia baru mulai kerja.

Ya, ku lihat sekarang banyak juga orang yang sudah kerja sih walau sedang kuliah belakangan ini.

Kembali ke topik, mungkin karena budaya kita dimana orang tua kita, ga tega melihat anaknya sudah kerja di usia sekolah, dan berharap punya pekerjaan yang bagus setelah sekolah.

Budaya-budaya yang seperti ini lah yang membuat negara kita kurang maju.

Ya begitu adanya, sebuah negara dengan jumlah penduduk nomor 4 di dunia, tapi tak banyak negara di dunia mengenal nya.

Aku begitu mencintai negara ini, tapi aku juga mesti objektif bahwa negara ini termasuk dalam negara yang biasa aja.

Kita harus jujur, agar kita dapat melangkah maju.

Tanpa kejujuran, tak akan ada kemajuan.

Banyak hal yang mesti dilakukan.

Dalam buku RA ku yang telah ku tulis, ya baru jilid pertama sih, masih ada jilid lainnya.

Ku jelaskan bagaimana sebuah peradaban bisa maju.

Aku membuat RA untuk dunia, tapi aku berharap bahwa negara Indonesia ini yang bisa menjadi pemimpin peradaban.

Jika dilihat dengan kondisi sekarang, mungkin aku harus membuat satu buku tentang ini.

Negara ini, negara yang sangat besar ini, masih berada di tahap memalukan, bukan berada di level yang seharusnya.

Berbeda dengan Singapura yang negara law, Indonesia ini negara lawyer.

Padahal jelas di UUD 45 bahwa Indonesia adalah negara hukum.

Ah sudahlah, masih banyak hal yang bisa ku kritik cuman nanti saja, lebih baik nanti aku buat satu buku sendiri tentang Indonesia.

Oh iya, kemana-mana kan wkwk.

Iya, WHV itu begitu deh.

Entar bilang jilat ludah sendiri, waduh itu sih udah biasa ya,

Perubahan itu pasti.

Bukan berarti kita ga punya integritas, tapi faktor keadaan juga mempengaruhi.

Nah jam sudah menunjukkan jam setengah 3 pagi.

Ku pikir aku sudah mulai ngantuk lagi dan ingin tidur lagi.
.
.
Aku terbangun dalam tidur ku, kulihat jam, jam sudah menunjukkan jam 6 pagi.

Ah, jam 6 pagi.

Tentu, aku langsung teringat bahwa pagi ini ada jadwal tallaqi ku.

Iya, tallaqi ku itu di jam 7 pagi.

Offline lagi.

Jarak antara rumah dengan lokasi tallaqi ku sekitar 30 menit.

Aku pun langsung bangkit dari tempat tidur, mandi dan sholat shubuh.

Kemudian, aku minum air putih, dan mengganti dengan baju muslim ku.

Bahkan, membuat kopi saja sudah ga cukup waktu.

Aku langsung ambil Alquran dan bergegas dengan naik motor.

Namun, aku gabisa kalo ga makan.

Strategi jitu yang selalu aku lakukan dalam situasi ini yakni mampir ke warung Madura dan membeli susu ultra dan beli kopi good day.

Susu ultra untuk melapisi perut agar tidak lapar dan setelah nya baru bisa minum kopi.

Ya, langsung ku tancap gas lagi dan menuju Al Ustmani.

Tempat belajar nya

Sampai di sana telat 10 menit, dan ku lihat memang pas waktu giliran ku.

Aku setoran hafalan dan lanjut belajar.

Tentang tallaqi sudah ku sampaikan di postingan ku sebelumnya.

Intinya sih, guru ucap apa, ya mesti sama persis.

Jangan dikira mudah, cape tahu lidah wkwk.

Banyak kali yang salah, maklum namanya juga belajar.

Ustadku yang satu ini juga galak, ya menurutku.

Tak sempat aku lihat jam, aku hanya berfokus pada gerakan mulut ustad dan Alquran.

Ya seperti itu lah belajar dengan sungguh sungguh.

Jam sudah menunjukkan jam sembilan pagi.

Aku pun langsung pulang.

Ya, setelah satu urusan selesai, maka pergi ke urusan yang lainnya.

Pergi dari Utsmani, aku pun makan bubur ayam dulu.

Ya, di pinggir jalan.

Makan di pinggir jalan rasanya itu enak kali.

Sambil ngeliat pemandangan jalan.

Lumayan harga bubur nya 10 ribu rupiah.

Setelahnya, aku ke pasar dulu.

Beli ayam 2 ekor yang besar harganya 110 ribu, udah diskon ini karena besar wkwk.

Tempe, 10 ribu, sama bumbu ayam goreng seharga 15 ribu.

Iya bumbu nya normal nya 10 ribu buat 2 ekor ayam, tapi ku lebihkan.

Ya, buat seminggu sih, biar ga usah masak masak lagi.

Alias tinggal dipanasin aja.

Sampai dirumah, aku ngantar keluarga ke acara dan pulang kembali ke rumah.

Langsung mandi, dan pergi ke jalan Margonda.

ILUNI PPI FTUI

Ya, meeting dengan ILUNI PPI FTUI.

Kepanjangan nya, Ikatan Alumni Pendidikan Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Banyak banget sih yang dibahas.

Aku sampai di jam sebelas pagi dan baru selesai di jam 3 sore.

Ya, pembahasan terkait program kerja dan kerja sama baik di internal maupun eksternal.

Gila, 4 jam meeting terus.

Ya engga tahu kenapa ya, meeting dengan PPI ini selalu lama dan menarik, jadi ga bosen.

Akhirnya selesai dan kami pun foto bersama.

Agenda terdekat yakni ketemu di pekan depan dengan PII Pusat atau Pengurus Insinyur Indonesia yang Pusat.

Jurnal

Melihat jam sudah menunjukkan jam tiga sore, aku ada meeting dengan Professor terkait jurnal.

Aku pun lanjut online meeting di cafe tersebut dan ya, menyimak.

Namun, masih banyak meeting sih setelah nya.

Sehingga aku memutuskan untuk lanjut pulang sambil mendengarkan di headset.

Setelah itu selesai, lanjut meeting lagi dengan Perhimpunan pelajar Dunia.

Ya selesai habis magrib.

Sambil meeting pun aku makan ayam yang tadi dibeli.

Ya, off cam camera dulu hehe.

Setelah nya aku ingin gym tapi asli cape banget.

Bahkan, badan ku saja hanya bisa tiduran di kasur sambil menulis tulisan ini di HP wkwk.

Otak ku juga rasanya cape sekali.

Kenapa ya ?

Kenapa ya aku melakukan seperti ini.

Terkadang pertanyaan itu ada dalam pikiran ku.

Tapi mungkin, ini jalan hidupku.

Ya, bahkan menjawab pertanyaan itu juga rasanya ingin yang sederhana saja.

Aku pun juga masih menjawab chat japri di WhatsApp, ya tentu aku sebagai ketua ILUNI, ada saja yang japri.

Ya gapapa, itu kan memang tanggung jawab ku.

Lagi pula, aku sudah sampaikan ke organisasi yang tak terkait dengan ILUNI ku bahwa aku tak begitu aktif di mereka.

Kenapa ?

Karena aku mau aktif di ILUNI ini, toh karena ku juga ketuan nya kan.

Aku juga mencari apa yang bisa aku arsipkan di chat WA wkwk.

Udah lebih dari 150an yang umumnya grup yang sudah ku arsip.

Ya, dilihat mana prioritas sih.

Tentu, banyak hal yang ingin aku lakukan.

Lari, renang, sepada, golf, gym dan lainnya.

Banyak sekali yang ingin aku lakukan.

Namun, terkadang mungkin ini jalan yang terbaik.

Jalan pemimpin adalah jalan penderitaan.

Aku pikir aku ingin istirahat esok di hari Minggu, dan menulis buku.

Ya, menulis buku.

Selain itu, berkomunikasi dengan orang -orang terdekat juga merupakan bagian yang sangat penting dalam hidupku.

Tanpa terasa bahwa setiap hari bahwa aku melangkah jauh.

Dari seseorang yang bukan siapa – siapa tapi menjadi seseorang.

Banyak hal yang perlu disiapkan.

Ku pikir bahwa aku juga berada di jalan yang sudah tepat.

Terkait dengan banyak yang ku ingin lakukan, bahkan naik gunung pun juga sampe lupa.

Mungkin rejeki ku di lain hari.

Gapapa, gapapa, gapapa.

Oh ya, aku juga mendapat kabar lewat telepon bahwa teman SMA ku ada yang meninggal.

Ya tabrakan.

Aku juga belum tahu sih detail nya seperti apa, karena baru dadakan juga informasinya.

Padahal, kata temanku baru kemarin dia chat dengan almarhum.

Semoga diterima amal dan ibadah dari almarhum. Amin.

Aku pikir itu dulu kali ya tulisan kali ini.

Kaki ku bahkan terasa cape kali.

Oh iya, banyak tulisan yang bagus cuman belum ke share di website ini.

Jadi jika kalian tertarik dengan website ini, ya pantau terus hehe.

Alhamdulilah, bisa nulis di hari ini di website ini.

Terimakasih teman-teman yang sudah membaca.

Semoga sehat selalu dan selamat hari Minggu buat besok hehe

Jakarta, 24 Mei 2025 Pukul 21.00 WIB
Salam warrior
Rio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *