Laki-laki & Pundaknya

Pada akhir nya, seorang laki-laki akan selalu memiliki tanggung jawab pada pundak nya.

Pundak selalu berkaitan dengan tanggung jawab.

Rasanya, setiap laki-laki memikul beban ataupun tanggung jawab yang besar.

Uang

Apabila seorang laki-laki tidak memiliki uang rasanya seperti tak berguna di dunia ini.

Ah jangan-jangan masalah utama seorang laki-laki adalah uang.

Jika dia memiliki semuanya tapi tak punya uang ya dianggap kurang saja.

Tapi, jika dia tak memiliki banyak hal tapi punya uang ya dianggap sempurna.

Ya mungkin saja karena laki-laki itu banyak tanggung jawab nya & berkaitan dengan uang.

Karenanya dia harus punya ruang kotak yang banyak dalam dirinya untuk tidak mencampur adukkan dari setiap permasalahan yang ada.

Jika dia mencampur kan maka akan bersikap emosional dan cenderung bersikap untuk tidak adil pada keputusan yang ia putuskan.

Sedih ga sih ?

Saat dibilang, ” Pa, beras habis “.

Atau

” Pa, cicilan sekolah belum dibayar “

Ya apapun itu, dari pagi sampe malam pun laki-laki seperti nya dituntut untuk menyelesaikan yang berkaitan dengan uang.

Mungkin bagi orang yang terlahir kaya raya ya kurang relate.

Tapi bagi seorang laki-laki yang dari dari keluarga biasa aja atau sandwich generation ya begitu related.

Menyendiri

Makanya, kadang laki-laki lebih suka menyendiri.

Ya, bisa naik motor keliling tanpa arah, duduk di minimarket sambil minum kopi liat jalanan, ataupun menepi duduk dan melihat alam ataupun jalanan.

Bukan buat gimana -gimana, tapi terlalu banyak yang dipikirkan.

Apapun deh.

Jadi, kalo sudah sampai di rumah rasanya ingin istirahat saja karena sudah cape hari ini dan bersiap bertempur untuk hari esok.

Sedih ya jadi kita, jadi laki-laki.

Ya mau gimana lagi ya, emang udah takdir nya.

Kita juga disini ingin menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, bukan yang main kabur aja. Jangan!

Menunggu

Terkadang laki-laki juga harus menunggu.

Ya menunggu juga bagian dari kebaikan. 

Bisa jadi menunggu untuk menikah, ataupun yang sudah menikah menunggu juga untuk punya anak, ataupun yang belum punya rumah juga harus menunggu untuk punya rumah.

Terkadang, menunggu juga untuk kebaikan.

Yah kalo orang lain berkata apa yaudah dengerin aja, iyain aja, biar cepet.

Toh apakah mereka mau bantuin kita kalo kita susah ? Yah tergantung.

Kadang dengan helaan nafas yang dalam sudah menunjukkan rasa beban yang ditanggung nya.

Namun ingatlah, jikalau seorang laki-laki cape sekali dan akhirnya rebahan di kasur dan diselimuti selimut.

Ya gapapa, tapi ingatlah bahwa sinar matahari di luar akan selalu menghangatkan mu.

Kadang orang cuman tahu nya hasilnya aja, padahal laki-lakinya udah bekerja, bersusah payah untuk mewujudkan nya.

Kopi

Mungkin, salah satu hal baik untuk menyelesaikan banyak permasalahann hidup itu dengan ditemani secangkir kopi.

Ya, itu sih menurut ku.

Kopi mengandung kafein dimana membuat jantung berdebar lebih kencang dan membuat peredaran darah lebih cepat yang membuat mata dan pikiran rasanya lebih jernih saja.

Namun, kopi juga ada efek samping nya.

Namanya juga stimulan kan, kalo keseringan bisa jadi ketergantungan ataupun membuat tubuh setelah beberapa jam mengonsumsi kopi menjadi sangat lelah.

Uang

Hm, sedih deh kalo laki-laki ga ada uang.

Tapi, ya harus terus semangat.

Gapapa kalo saat ini kita masih berjuang, masih berusaha, dan percayalah bahwa setiap usaha yang kita lakukan dalam bekerja adalah jihad.

Ya mungkin nasib saja yang belum untuk kita.

Oh iya, laki-laki juga banyak yang menanggung beban baik keluarga, hingga ada yang mungkin hingga sampai negara nya.

Berat ya jadi laki-laki ?

Ya gitu deh.

Tapi tetap semangat ya pundak kita.

Bismillah.

Ditemani oleh kopi hitam pahit.

Jakarta, 05 Oktober 2025 Pukul 11.11 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *