Terbangun

Aku selalu sepakat bahwa kemiskinan akan sangat berdekatan dengan kekufuran.

Apabila seseorang lapar maka akan membuat seseorang berpikir dengan cara yang tidak jernih.

Ini umumnya.

Namun, kemiskinan juga bukan berarti bahwa mereka malas.

Tapi, ini lebih mendalam lagi.

Baiknya, orang yang secara ekonomi miskin untuk pergi dari rumah untuk mencari nafkah.

Agak aneh memang, kok udah ga punya uang tapi malah justru pergi ke jalanan yang mana justru bisa mengeluarkan uang lagi.

Namun, itulah hidup.

Apa yang kalian harapkan dari kemiskinan yang ada di rumah kalian.

Maka, berjuanglah di jalanan.

Apa kau tahu bahwa burung saat pergi dari rumah dan pergi jalanan untuk mencari makanan dan sorenya pulang kerumah dalam keadaan cukup.

Apakah mereka tahu bahwa pagi itu mereka akan mendapatkan rezeki.

Mungkin mereka gatau, tapi itulah takdir yang hanya perlu di jalanin.

Takdir

Aku percaya takdir.

Apapun yang terjadi sudah di tetapkan Nya.

Bukan berarti tidak berusaha, tapi tetap berusaha namun tetap mengimani Nya.

Yang kita butuhkan adalah merasakan dan melihat tanda Nya.

Mungkin itu adalah salah satu alasan indera manusia di ciptakan.

Dini hari

Siap sekali, aku terbangun di jam setengah satu dini hari ini karena ketidak sengajaan.

Namun, dalam ketidak sengajaan justru ada kejernihan.

Aku tulis apa yang ingin ku tulis saja di notes di HP ku.

Dengan mataku yang masih tertutup, aku masih bisa jernih menuliskan tulisan ini.

Oh iya, aku juga percaya intuisi.

Walaupun aku anak teknik, namun percaya pada intuisi seperti kompas padaku.

Terkadang, aku bisa merasakan ketulusan seseorang yang besar walau orang itu tak terkakulasi dalam kehidupan menurut orang – orang.

Sejujurnya, aku suka dengan ketulusan.

Aku sangat bisa merasakan nya.

Hidup

Kenyataan nya hidup akan berwarna ketika kita sadar akan hidup.

Aku percaya bahwa banyak dari kita yang mungkin menjadi orang biasa aja, tak masalah menurut ku.

Aku juga senang jika bisa menjadi supporter untuk orang lain.

Jika semua orang menjadi pemain, lalu mana yang jadi supporter ?

Yah, terkadang kita mengganti roles saja dalam hidup ini.

Jikalau kau selalu menjadi pemimpin atau bos, maka sudah saatnya kau untuk menjadi anak buah.

Ku lihat beberapa orang pejabat atau para pemimpin kampus yang sampai lulus nya pun dia merasa dirinya adalah pemimpin ataupun atasan terus.

Padahal, kembali ke bawah juga adalah hal yang perlu kita lakukan.

Tanda orang besar adalah dia rendah hati, dan tidak berpikir tentang dirinya sendiri, melainkan pada sesuatu yang lebih besar.

Asli kembali ngantuk, itu dulu kali ya. Jakarta, 20 Oktober 2025 pukul 00.50 wib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *