A Letter for 2027

Dalam sebulan terakhir ini, aku terus berpikir, berpikir dan berpikir.

Banyak hal terjadi, banyak sekali.

Hm, bagaimana ya aku memulai nya ?

Yang jelas, di saat ini aku sedang meminum kopi hitam sembari mengetik dengan hatiku.

Terkadang, orang bertanya bagaimana cara menulis ?

Sejujur nya banyak cara, tapi mungkin aku kurang tahu.

Yang jelas, aku hanya menulis apa yang hatiku rasakan.

Itu sudah !.

Ok, biarkan aku bercerita perlahan demi perlahan.

Hiatus

Rasanya, aku berencana untuk kembali hiatus.

Berbicara mengenai hiatus, maka umumnya hiatus itu seperti berhenti sejenak dan merenungkan tentang “ARAH” kehidupan.

Di banyak anime Jepang, hiatus berbicara tentang berhenti sejenak dari petualangan untuk berlatih kembali sebelum memasuki petualangan yang lebih berat dan berbahaya.

Jika aku berpikir kembali, rasanya kapan ya terakhir aku hiatus ?

Maka, menurutku jawaban yang tepat adalah pada tahun 2021.

Iya, saat itu aku resign dari Kota Tembagapura.

Jadi, aku hiatus bukan pada saat pandemi, tapi justru saat pandemi aku benar-benar bekerja keras.

Kenapa ?

Karena aku terkunci atau ter lock down di kota Tembagapura.

Di atas gunung Grasberg itulah aku berpikir.

” Mau kemana aku hidup ? kemana ya ? ” pikirku.

Hm, bingung sih tapi itulah fakta yang terjadi.

Di Atas Tambang Grasberg Mine

Orang-orang mungkin itu sebut sebagai quarter life crisis, katanya krisis di umur 25 tahun, dan nanti katanya juga bahwa di umur 40 tahun juga akan mengalami krisis kembali.

Itulah apa kata orang.

Tapi yang jelas saat itu, aku harus resign dari kota Tembagapura.

Namun, selama merenung di atas Grasberg itu, aku menyadari satu hal bahwa selama ini surga itu bukan di atas langit melainkan di bawah.

Ya, aku sudah mendaki langit, diatas 4200 MDPL dan yang kurasakan ialah kehampaaan, udara dingin, dan batu.

Hanya itu, itu yang kurasakan.

Dan kusadari bahwa surga ada di bawah.

Surga ada di tengah manusia itu sendiri.

Kenapa ?

Karena hidup di dunia adalah ujian, dan ujian berakhir saat kematian datang.

Sebelum kematian datang, maka mesti perbanyak pahala daripada dosa dan caranya ya menjalani kehidupan itu sendiri.

Sebuah kehidupan yang bertujuan menjadi Hamba tuhan dan menjadi pemimpin di muka bumi.

Yang pasti dengan kemampuan sebaik mungkin.

Itu sudah.

Setelah resign, kerjaan ku hanya baca buku saja, terutama di Perpustakaan Nasional.

Sudah berapa ratus buku itu yang kubaca ya wkwk.

Di momen ini, aku menulis banyak hal yang ingin ku lakukan dalam hidup.

Aku ingin sertifikasi Insinyur Professional yang mana memang impian ku sih, terus aku ingin berlari dan kalo bisa mungkin ikut marathon, kemudian menulis buku, ini pasti sih yang bener-bener pengen aku wujudkan ya Allah.

Banyak banget to do list sih, banyak sekali.

Oh iya, masa hiatus juga berat bro.

Aku hiatus itu selama 7 bulan.

Ya bisa dibilang irit juga, ya gimana ya kan semua pengeluaran rumah tetap tapi pemasukan ga ada.

Ya MANTAP, alias Makan Tabungan.

Perlahan tapi pasti, rasanya aku pengen kerja lagi, ya gimana ya uang udah mulai menipis bro.

Alhasil di tahun 2022 aku kembali berkerja dan perlahan namun pasti. bahwa to do list yang ku canangkan pada masa hiatus terjadi satu persatu.

Impian

Hm, berbicara dengan impian mungkin dinamis ya.

Yang jelas impian utama ku ya meninggal.

Alasan nya sederhana, bahwa ya allah, semoga aku lulus ujian dunia ini dan kembali ke surga, tempat asal muasal ku.

Dan pastinya, aku berharap semua orang yang kusayangin juga ke surga.

Itulah impian utama ku, namun impian yang sifat nya dunia juga banyak ya.

Namanya juga manusia, ya begitulah hidup.

Tapi, satu hal yang pasti bahwa semua yang terjadi di dunia ini semoga hanya di tangan ku bukan di hatiku.

Impian yang paling aku banggakan dari hiatus tahun 2021 sampai sekarang yakni menjadi penulis buku.

Akhirnya, terbit juga itu buku ku.

Bahkan, beberapa orang teman kuliah ku yang sudah lama tidak ketemu dengan ku dan bertemu tak sengaja langsung berucap secara cepat bahwa :

” Rio sang Penulis Buku ” wkwk.

Ya senang lah, artinya dapat dong personal branding yang memang aku inginkan juga.

Dan banyak sih, banyak banget orang yang tiba-tiba ngejapri di WA bahwa senang baca buku ku ataupun website ini.

Jujur, jadi inget gue zaman dulu wkwk.

Eh tapi sampai sekarang, gue juga selalu ngucapin terimah kasih pada sebuah karya yang bagus.

Kemudian apa lagi ya ? banyak sih.

Kalo jadi Insinyur ya sudah tercapai sebelum hiatus dengan predikat lulusan terbaik periode 2019/2020 di Universitas Indonesia.

Universitas impian & kebanggaan gue nih wkwk.

Tapi kan setelah itu, aku ambil sertifikasi profesi insinyur profesional dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan asli ribet itu ngurus dokumen nya wkwk.

Jadi, saat kita isi FAIP dari PII, ini tuh kaya portofolio daei PII itu mesti ada supporting document kaya file lah atau surat tugas ataupun foto.

Nah, makanya disitulah aku mulai merasa gue ikut banyak tapi lupa dokumentasi nya.

Ya makanya foto itu penting wkwk.

Terus apalagi ya ?

Lari sih, ya alhamdulillah udah pernah ikut lari yang 5 Km, 10 KM, 21 KM, 42 KM, Trail 5 KM dan bahkan sekarang udah pernah ikut Aquathlon dan juga Triathlon.

Ya ga nyangka juga sih, tapi ada ajakan teman, peluang yang ada, dan cobain aja saat itu.

Kemudian bentar mikir dulu, donor darah sih.

Banyak banget hal positif yang saat ini gue lakuin itu ajakan dari orang.

Apa mungkin semuanya ya wkwk.

Lari diajak mentor gue buat ikut karena lari secara berkelompok, sama donor darah juga.

Hm, dulu aku kurus banget jadi ga layak lah buat berat badan minimal buat donor darah.

Kemudian pas udah layak ga ada niatan juga buat donor darah wkwk.

Tapi temen gue itu ada yang rajin banget donor darah, setiap 3 bulan rutin selalu.

Dan ya, kemudian bikin postingan di WA status itu loh kalo dia donor darah dan supaya orang terinspirasi kali ya.

Dia pun ngajak gue juga ” Yo, donor darah Yo “ dengan berbagai alasan baik.

Gue pikir ngapain sih nih orang, donor darah emang gue dapat apa ?

” Gue dapat apa ? ” tipikal pertanyaan anak-anak UI.

Ya entah kenapa ya, ada momen gue donor darah di tahun 2021 dan itu cuman sekali aja dalam tahun itu.

Kemudian, kayanya udah mulai tahun 2022 itu udah rajin deh donor darah setiap 2 bulan sekali.

Kenapa ya ? bingung juga sih alasan nya.

Mungkin alasan jujur ku ” Ya kenapa tidak ? “

Mungkin darah yang ku bagikan ini bisa bermanfaat bagi yang sedang membutuhkan dan moga jadi bekal akhirat buat aku nantinya.

Tapi sih pas awal-awal donor darah itu kaya mau mati gitu loh wkwk.

Tapi kalo sudah terbiasa sih ya udah aman lah ya.

Gue juga udah lebih dari 10x dimana udah dapat penghargaan dari Palang Merah Indonesia karena sudah donor darah 10X.

Sekarang sih masih rutin dan semoga selanjutnya mencapai donor darah ke 25X.

Oh iya, ini awal muasal aku juga ikut Korps Suka Rela ( KSR ) Palang Merah Indonesia Wilayah Jakarta Timur.

Ya intinya sih relawan terdepan buat kegiatan PMI.

Milih Jakarta Timur karena itu kotaku dan kayanya emang yang paling bagus di wilayah Jakarta.

Asli militan kali dan aku dilatih selama setahun di tahun 2024, jadi ya weekend ke PMI Jaktim buat di didik.

Tapi enak sih kalo udah bisa dasar-dasar pertolongan pertama dan semacam nya.

Tapi sebagai anak teknik, main di wilayah kesehatan ya sesuatu yang baru dan banyak dapat insight baru.

Hm apalagi ya ?

Oh iya, ILUNI PPI FTUI.

Jujur aja nih ya, gue ga pernah menyangka bisa jadi ketua Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur ( PPI ) FTUI sih, ya durasinya sih efektif dari 2025 – 2027 ya, tapi masih banyak yang belum dilakukan.

Aku janji kedepan bakalan lebih baik lagi.

Oh iya, mungkin banyak yang berpikir bahwa ini Rio kok aktif banget.

Gimana ya ?

Mungkin aku mundur dulu terkait hidup ku.

Bisa dibilang dari aku lahir sampai kelas 3 SMA asli gue ga pernah ikut organisasi, kepanitian atau apapun itu.

Seingat ku dulu saat SMP dan SMA gue milih eskul Karya Ilmiah Remaja ( KIR ) supaya pas di tanya pas kelas satu ada eskul gitu loh, karena kan semuanya wajib ya.

Tapi itu cuman gue datang sekali doang selama 3 tahun sekolah habis itu ga pernah lagi wkwk.

Gue liat temen gue yang ikut OSIS dalam pikiran gue ” Ngapain anjir, cape doang ” ya gitulah.

Gue mungkin bisa bilang bahwa gue mulai kehidupan itu pas kelas dua SMP.

Sebelum itu kerjaanya mah tawuran doang, di kampung, di sekolah, ya begitulah.

Kalo gue lihat kenapa orang tawuran ya ga ada hiburan, jadi nongkrong sama temen di kampung kemudian jalan buat main bola buat nyari musuh, eh berantem.

Ya gitulah.

Tapi semenjak ada HP orang udah malas tawuran.

Dulu mana ada, layar tancep hiburan paling bagus atau pasar malam wkwk.

Nah di kelas dua SMP, gue udah mulai suka baca buku tuh dan sampai sekarang sih tapi ga pernah ikut organisasi atau kepanitaan apapun itu.

Terus pas masuk kampus UI, jujur gue butuh beasiswa nih dan butuh tempat tinggal.

Walau rumah gue dijakarta tapi terlalu ramai dan pulang kan sering malam ya pas di teknik dimana sering kerja kelompok.

Nah, kalo bisa tinggal lebih deket di kampus UI akan sangat membantu.

Kemudian, bertemulah aku dengan beasiswa Rumah Kepemimpinan.

Beasiswa orang-orang hebat.

Kalo di UI, itu yang diterima mahasiswa bepretasi, ketua BEM, pendakwah, ya modelan begitulah.

Sedangkan aku ?

Indeks Pretasi ( IP ) saja buat dapat angka 3 rasanya susah sekali.

Tapi aku coba lah, mulai mengisi form pendaftaran, surat rekomendasi, hingga tes tertulis, presentasi & wawancara.

Beasiswa ini dibuka setiap 2 tahun sekali dan hanya menerima 30 mahasiswa dari kampus UI.

Artinya orang-orang yang terpilih.

Tapi kok pas ngerjain tes demi tes kok mudah ya.

Rasanya nyaman aja gitu wkwk.

Dan akhirnya diterima sih.

Jujur ya, lumayan lah dapat tempat tinggal, uang beasiswa juga.

Tapi justru disitulah salah satu kawah candradimuka yang banyak merubah gue.

Asli, telat satu menit ga boleh masuk agenda.

Terus ini orang kok pada aktif banget ya, udah setiap bulan ada malam apresiasi lagi.

Perputaran nya cepat banget.

Kalo selesai kuliah di pagi hari terus balik ke asrama rasanya malu, pulang sore pun malu.

Kenapa ?

Karena yang lain pada aktif wkwk.

Sedangkan gue ya baca buku doang.

Tapi ya perlahan adaptasi dan gue harus ikut organisasi atau apapun itu biar gue ngga di kick dari beasiswa ini.

Alhamdulillah lulus juga dari Rumah Kepemimpinan ini.

Hingga kini, dalam setiap langkah hidupku ada pengaruh RK juga dalam memutuskan sesuatu.

Wah panjang kali tulisan ini ya, cape banget nulis, tapi okelah, mari kita lanjutkan.

Mungkin banyak yang berpikir bahwa Rio adalah seorang penulis, pecinta alam, tukang donor darah ataupun yang lainnya.

Ya itu hanyalah atribut dunia saja.

Tapi mungkin kalo ada gelar yang memang ku ingin dikenal maka aku akan kembali pada impian ku masa kecil yang telah tercapai bahwa aku adalah seorang Insinyur.

Dan terakhir sebelum lebih panjang, maka maha karya terbaik ku adalah RA, Ideologiku.

RA adalah ideologi yang ku tawarkan pada dunia ini.

Awalnya aku tak pernah berpikir bahwa aku akan melahirkan sebuah ideologi.

Namun, fakta nya bahwa takdir berkata lain.

Aku melahirkan ideologi RA.

Sebuah ideologi yang bertujuan bahwa menjadi pemimpin di dunia & menjadi Hamba tuhan dengan sebaiknya.

Itu intinya, detailnya akan tetap menjurus ke situ.

RA itu bukanlah ideologi yang pertama yang membahas konsep seperti itu, banyak ajaran yang sudah membahas, cuman memang RA ini terkonsep lebih disesuaikan dengan keadaan sekarang.

Sama, aku juga ga sepakat dengan sistem dunia yang dibangun tahun 1945 ini.

Ya, dunia saat ini dimiliki oleh sang pemenang perang dunia kedua.

Namun, sistem di dunia sekarang itu ga adil dan banyak meninggalkan kerugian pada manusia.

Itulah kenapa aku menentang ideologi yang berkuasa di dunia saat ini.

Riba, kapitalisme dan semacamnya membuat manusia berada dalam lingkaran setan tanpa henti.

Atas dasar itulah RA lahir.

RA adalah kependekan dari Radhiyallahu Anhu, artinya semoga Allah meridhoi.

Ya, dalam buku serial RA aku menjelaskan banyak jilid dan jilid pertama itu bertema perpustakaan.

Aku percaya bahwa dengan perpustakaan akan membuat masyarakat menjadi pemimpin dari peradaban ini.

Dan setiap jilid akan bertema lain nya.

Dengan RA, aku akan mengubah dunia.

Mustahil bagi seorang aku tanpa menulis untuk bisa mengubah dunia.

Tapi sebenarnya, bukan aku yang mengubah dunia, tapi dari para pengikut RA itu sendiri.

Mereka bukan lah pengikut ku tapi orang yang sepaham dengan ku, paham akan maksudku.

Dari delapan miliar manusia yang hidup di dunia ini, kenapa aku dari negara yang bahkan tak dikenal ini bisa mengubah dunia.

Entahlah, aku sudah tak berpikir mau berapapun manusia yang hidup di dunia ini.

Sebuah kebenaran akan tetap benar walau secara jumlah yang mendukung tidaklah dominan.

RA akan terus tumbuh dan akan terus ada dari generasi ke generasi.

Aku pikir aku akan bertemu lagi dengan RA itu di akhirat nanti.

RA, selamat lahir di dunia dan tumbuh & berkembang lah.

Nah itu tentang RA, dan belum masuk ke inti dari tulisan ini.

Ok, aku pikir aku akan mulai masuk ke inti.

Hiatus kembali

Rasanya dengan aku mulai dikenal di dunia ini & rasanya banyak sekali tanggung jawab yang baru.

Layaknya sebuah pohon, maka semakin tinggi maka semakin kencang angin nya.

Terlebih saat aku mulai memperkenalkan RA.

Jujur saja, sepengalaman aku mengenalkan RA, RA dapat lebih diterima dikalangan akademis.

Sedangkan di kalangan orang biasa ya mereka berpikir ngapain sih mikir gituan, ya mending ngurusin hidup aja om.

Kemudian aku diserang oleh dunia, dunia menyerangku.

Jujur saja, bahwa seorang warrior pun juga hanyalah manusia biasa.

Lagi pula, aku meng personal branding kan sebagai warrior karena ada namaku di kata itu, sekalian arti yang dalam bahasa indonesia itu adalah pejuang.

Seorang warrior bukanlah tentang menang ataupun kalah, tapi tetap teguh terhadap nilai-nilai yang diyakininya.

Aku menangis dalam tahajud ku, aku menangis dalam kesendirian, dan aku hanya ingin berucap :

” Ya allah, aku hanyalah ingin segera kembali kepada surgamu “.

Namun, kenyataan nya aku masih hidup.

Setiap hari adalah pencapain baru dalam hidupku.

Aku punya impian, tapi aku tak berpikir bahwa aku akan hidup pada esok.

Orang sepertiku bisa hidup hingga hari ini adalah sebuah bonus.

Lagi pula, aku bukanlah orang yang muluk-muluk, jika aku tak mencapai apapun ya sudah, gapapa.

Aku percaya takdir.

Yang penting, aku berusaha semaksimal mungkin saja.

Tapi ku pikir dalam diamku, apa ya impian ku.

Apa ya ?

Mungkin akan berubah-ubah nantinya.

Namun, ku pikir suatu hari nanti aku ingin dirumah ku akan ada seperti momen lebaran gitu yang isinya keluarga ku & sahabat ku, ya sedikit orang yang intimate untuk merayakan dirumah ku, minum teh dan banyak hal yang bisa dilakukan.

Ku pikir itu akan menjadi salah satu opsi akhir hidup yang indah.

Atau mungkin opsi meninggal dalam pertarungan juga bisa.

Yang jelas, aku hanya ingin mengubah diriku sendiri dulu.

Jika orang lain ikut terubah ya mungkin karena aku menulis.

Dengan menulis, kita bisa berbicara tanpa ada jarak waktu dan status sosial.

Ya tadi sampai mana ya ? lupa wkwk.

Pokonya selama sebulan terakhir ini gue ngerasa mungkin ini saat nya gue hiatus kembali.

Hiatus mungkin hingga tanggal 31 Desember 2026.

Iya, hiatus setahun lebih dari sekarang.

Alasan Hiatus

Jujur saja, gue juga mulai merenung kembali tentang ” ARAH “.

Arah penting itu sekali.

Dan setiap manusia berbeda-beda dalam memilih arah nya.

Gue audit banyak hal dalam diri gue sendiri, dan rasanya inilah waktu yang tepat buat gue hiatus.

Berbicara mengenai tahun 2026, gue yakin itu tahun keberuntungan gue.

Banyak hal yang pengen gue lakuin dan semoga tercapai amin ya allah.

Ok, mungkin inilah hal-hal yang pengen gue lakuin pada masa hiatus selama setahun kedepan.

Perkuat Agama

Mungkin ini salah satu alasan paling utama kenapa aku mau hiatus.

Rasanya, agama gue gini-gini aja.

Sekali lagi, kalo hidup cuman sebatas hidup buat apa ?

Aku tak ingin hanya sekadar bertahan hidup, aku ingin menjadi hidup itu sendiri.

Rasanya gue juga merasa kok gue bego banget ya ketika tallaqi gue juga ga bener.

Kalo aku cuman melakukan hal yang sama mustahil akan ada perubahan.

Kemudian, sholat di masjid juga impian gue.

Dhuha, tahajud dan pengen banget bisa itikaf selama ramadhan.

Bersama dengan keluarga & sahabat terdekat rasanya senang sekali dalam kegiatan ini.

Aku mungkin tak muncul dalam kegiatan online, tapi mungkin kita akan bertemu dalam kegiatan offline.

Ditambah aku juga pengen sering ke masjid favoritku yakni Masjid At-tin .

Rasanya cahaya pagi yang masuk dalam Masjid At-Tin itu kaya cahaya surga wkwk .

Aku juga pengen ke Masjid At-Tawun, rasanya udah 8 tahun ga kesana, ya walau baru sekali kesana tapi rasanya entah kenapa pengen lagi aja.

Pengen juga bisa banyak puasa di tahun 2026.

Banyak ya pengen nya, ya itulah alasan kenapa mau hiatus.

Hiatus bukan berarti hilang dari permukaan bumi, tapi lebih ke arah pasif saja pada sesuatu yang mungkin biasa kita respon.

Menjaga Tubuh

Jujur saja, rasanya untuk saat ini bahwa kondisi badan ku juga sudah obesitas.

Aku mulai merasa bahwa lari dengan jarak 10 KM saja sudah terasa cape.

Memang udah ga gym lagi, udah ga push up dirumah lagi, rasanya badan terlalu cape dengan banyak nya pikiran.

Jelas bahwa dengan aku hiatus, artinya aku ke kondisi prihatin agar aku fokus untuk mejaga tubuh juga.

Jika kita sakit, hanya satu kan yang ingin kita tuju yakni sehat.

Aku pikir aku benar-benar ingin kembali ke Gym, berlari dan ya sesederhana itu.

Uang

Jelas sekali bahwa aku sudah audit keseluruhan uang ku dan rasanya berat sekali saat aku diserang oleh dunia.

Intinya sih, dari hasil audit itu aku harus rehat sejenak dari penyerangan terhadap dunia.

Ada saat kita harus sadar diri dan sadar akan waktu berhenti.

Buku

Hm, ini jelas aku tetap ingin bisa terbitkan buku sih.

Mungkin ada 2-3 buku yang bisa terbit di tahun depan.

Yang jelas, buku RA jilid kedua : Ruang ketiga yang rencana terbit tahun ini akan mundur di tahun depan.

Dan sisanya, nanti mungkin aku akan tahu apa yang akan aku terbitkan.

Oh iya, terbit nya juga disini sih, di website ini yang pasti.

Sosial Media

WA, Email. Facebook, sama Website.

Ini sosial media yang aku punya saat ini.

Aku mulai berpikir apakah aku akan matikan facebook ku juga kah ? entahlah, artinya, sosial media yang ku punya hanyalah website ini ya.

Ku pikir aku nyaman dengan itu.

Merancang Masa Depan

Jujur saja, masa hiatus ini bertujuan supaya aku ke arah yang benar, di tahun 2027 usiaku sudah masuk kepala tiga, artinya banyak impian yang ingin ku capai dikepala itu.

Terakhir hiatus di tahun 2021 itu bertahan sampai tahun 2025 ya, artinya berlaku 4 tahun.

Apakah nanti hiatus selanjutnya bisa tahan berapa lama ? aku tak tahu saat ini.

Yang jelas, aku akan membangun keluarga juga semoga ya allah, dan melanjutkan arah untuk terus bisa mendekati Nya.

Sabar, satu per satu

Iya, sabar.

Satu per satu.

Banyak hal didunia ini yang mungkin belum waktunya saja, terkadang kita terburu -buru akan sesuatu hal, padahal jika itu takdirmu maka tak akan melewatkanmu.

Sekarang banyak isu tentang perceraian, ekonomi, dan lainnya.

Banyak sekali, ga mungkin kita mengurusin itu semua.

Yang jelas kita fokus saja sama urusan kita dan dijalanin dengan sebaik mungkin.

Nah, itu butuh ilmu, butuh uang, butuh tenaga, dan lainnya.

Sabar adalah kunci.

Eits, bukan hanya Jawa loh yang kunci, sabar juga wkwk.

Luar Negeri ? Hm, never say never.

Itu akan terjawab saat masa hiatus ku dan aku menuliskan di atas kerja.

Yang jelas aku hanya perlu menjadi diri ku sendiri saja.

Iya, jadi diri sendiri aja.

Semua orang hebat memiliki kelebihan dan kekurangan nya.

Oh iya, namun sebelum aku melangkah lebih jauh lagi.

Aku ingin ucapakan terimah kasih ku juga di tahun 2025 ini.

Iya, dari Januari hingga bulan Oktober ini.

Ya, sepuluh bulan.

Tahun 2025 ini aku memang masuk mode bertahan dan ternyata benar aku gagal di tahun ini wkwk, makanya hiatus kan di bulan November ini.

Tapi kegagalan juga bagian dari hidup.

Ya diterima, ya itu tanda bertumbuh, ya semoga hehe.

Ok, mari kita mulai dari bulan per bulan.

Lets go !

Januari 2025

Sorry, cape nulis, jadi copas dari Facebook aja wkwk.

Gapapa lah ya, sama aja kan 🙂

1. Ikut Triathlon bersama Tribuddies.

2. Memberikan buku karyaku yang berjudul Buku RA Jilid 1 : Perpustakaan kepada Pak Sudirman Said saat sesi diskusi bersama UI.

3. Donor darah pertama di tahun 2025

4. Ikut Aquathlon di PIK2

5. Silaturahim dengan ILUNI FTUI & ILUNI UI

6. Belajar dari para mentor

7. Ngaji

8. Lari bersama FTUI Runners

9. Makan di Marugame Udon, enak banget cabe nya makanya nagih wkwk

10. Pelantikan Korps Suka Rela ( KSR ) PMI Jakarta Timur periode 2025 – 2027

Februari 2025

  1. Membersamain acara Innovation Challenge di UI

    2. Meet up dengan ILUNI Se-FTUI

    3. Menulis buku di Perpustakaan Baca Di Tebet.

    Serta menghibahkan buku ku yang berjudul RA Jilid 1 Perpustakaan di Perpustakaan Baca Di Tebet.

      4. Diundang untuk audiensi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk persiapan pembukaan beberapa taman 24 jam yang merupakan salah satu janji Mas Pram selaku Gubernur DKI 2025 – 2030.

      5. Lari dengan Taman Mini Running Club

        6. Makan di Waroeng SS Spesial Sambal.

        Udah 10 tahun masih berusaha rutin untuk makan disana.

        Enak ey hehe, salah satu dari 10 makanan terenak versiku hehe

        Maret 2025

        1. Buka Bersama

        Rasanya, tahun ini bisa dibilang buka bersama terbanyak yang pernah aku alami.

        Selama 20 hari pertama, itu hampir setiap hari ada agenda buka bersama.

        Terkadang, di weekend bisa bentrok 2-3 buka bersama.

        Walau aku hanya menghadiri satu buka bersama dalam satu hari tersebut.

        Di dokumentasi ini, banyak sekali buka bersama di kantor untuk tiap project yang berbeda, dengan teman-teman ku, & UI secara keseluruhan.

        Aku pun mohon maaf jika ada buka bersama yang belum bisa dihadiri.

        Aku pikir kenapa banyak undangan buka bersama makin kesini.

        Hal ini terjadi karena aku mulai melebarkan sayapku.

        1. Publish buku ketiga ku yang berjudul WARRIOR.

        Buku WARRIOR adalah buku yang berisi renungan hidup & dokumentasi ku hingga bulan Januari 2025.

        Buku WARRIOR ini banyak sekali halaman, untuk ukuran A4 saja sudah diatas 400 halaman, kalo untuk A5 sudah lebih dari 500 halaman.

        Jujur, menulis dengan banyak halaman itu membuatku lelah, tapi aku senang ! aku telah membuat keabadian.

        Buat teman-teman yang belum membaca buku WARRIOR, bisa di cek di postingan sebelumnya.

        Aku membagikan file digital tersebut secara gratis.

        1. Memberi hadiah buku yang ditulis

        Aku pikir aku suka dengan metode ini, memberi buku.

        Terkadang orang hanya berpikir meminta saja, tanpa berpikir untuk mencoba apa yang kira-kira kita bisa berikan.

        Dalam bulan ini, memang jumlah buku yang bisa ku berikan terbatas, namun aku akan terus berusaha.

        Aku pun membagikan buku pada Pak Dekan FTUI, ruang pameran FTUI, bang Fajrin selaku senior ku.

        Dan aku harap kedepan, aku bisa memberikan banyak buku ku kepada semesta.

        1. Itikaf

        Tentu, di Ramadhan itu ada itikaf, dan Masjid At-tin itu rumah untuk ku.

        Sederhana saja, aku suka itu.

        1. Berbagi

        Banyak hal yang bisa dibagikan.

        Dalam hal ini tentu sebuah bisnis inkubator yang milik nya Prof Raldi dan beliau ingin alat nya untuk dapat dimanfaatkan secara massa dan gratis.

        Luar biasa !.

        Karena itulah jika ada kebutuhan inkubator bayi bagi orang yang kurang mampu, bisa hubungin aku.

        Insya allah, akan dibantu.

        April 2025

        1. Lari dengan teman-teman TMII Running Club

        2. Hibah buku RA ke perpustakaan Jusuf Kalla

        3. MUKER with ILUNI se Iluni Ftui

        Mei 2025

        1. Diskusi & Ngasih buku RA ke Prof. Rhenald Kasali

        2. Promosi PPI ILUNI FTUI ke perwakilan mahasiwa seluruh Indonesia, meeting dengan ILUNI PPI FTUI terkait agenda kedepan, & meeting dengan PII Pusat untuk kerjasama kedepan.

        3. Makan buah Gomu-Gomu No Mi di Kafe One Piece

        4. Nulis Warrior daily di riofajarin.com ( Banyak ini tulisan, cek aja )

        5. Open trip ke Pulau Pari

        6. Diskusi untuk pembuatan jurnal / paper dengan para mentor

        7. Persiapan release buku di bulan Juni 2025

        Juni 2025

        1. Nonton timnas di GBK

        2. Donor darah

        3. Diskusi dengan Prof. Rhenald Kasali

        4. Lari di Depok Run

        5. Lari with FTUI Runner

        Juli 2025

        1. Ikut Hackhaton & alhamdulillah start up mendapatkan pendanaan untuk dilanjutkan.

        2. Bikin sesi kelas online berbayar yang peserta nya ada 20 orang. Ini pertama kali sih.

        Agustus 2025

        1. Published buku ke empat ku yang berjudul Terima Kasih Jilid 2 : Edison baik softcopy & hardcopy.

          2. Diskusi dengan Prof. Rhenald Kasali sekaligus mengucapkan terima kasih secara langsung karena telah memberikan kata sambutan di buku ke empat ku.

          3. Sibuk permira calon ketua ILUNI UI periode 2025 – 2028.

          Jadi validator, utusan munas & meeting terkait.

          Alhamdulillah, semuanya sudah selesai & sudah terpilih ketua baru ILUNI UI.

          Semoga dilancarkan.

          Oh iya, beberapa dokumentasi saat agenda MUNAS bersama tim teknik & kegiatan MUNAS.

          4. Lari 5 KM di UI Trail Runeer.

          Alhamdulillah dapat mendali, sebelumnya 2x DNF

          5. Lari 17.8 KM di titan run bersama teman-teman kantor

          6. Donor darah 2 bulan sekali

          7. Lari 10 KM di Made Indonesia Run bersama komunitas lari ku yakni TMII Running Club

          8. Lari 5 KM di Buddhaya Run di PIK 2

          9. Makan ayam penyet yang udah lebih 10 tahun langganan

          September 2025

          1. Lari 10 Km di Patriot Run

          2. Merayakan ulang tahun TMII Running Club

          3. Hadir di sumpah profesi Insinyur wisudawan baru FTUI

          Oktober 2025

          1. Ikut Aquathlon di Ancol

            2. Donor darah ke 5 di tahun ini

            3. Masuk ke UI Megazine untuk pertama kali.

            4. Ikut piknik dari MONA WWF ID.

            Sejujurnya ini pertama kali ikut lagi setelah satu tahun ga ikut.

            Sekarang udah ramai ya, katanya angkatan gue adalah angkatan awal-awal.

            Buset dah, berasa tua ya wkwk.

            Nah segitu dulu kalo ya. Intinya sih, terima kasih 2025.

            Walau belum berakhir namun ku pikir aku sudah menutup tahun ini lebih cepat.

            Selanjutnya, mungkin aku akan masuk mode aktif lagi di tanggal 31 Desember 2026 atau mungkin bisa lebih lama.

            Kalo lebih cepat sih engga ya kayanya, ya begitulah hidup.

            Sekarang aku hanya fokus pada dunia offline saja, iya saat ini.

            Tapi, mungkin keputusan ku akan berubah, ya namanya juga hidup ya, dinamis dan never say never.

            Cuman ya saat ini ya begitu, aku akan hiatus untuk sementara dan percayalah bahwa aku akan kembali dengan tangan yang lebih kuat.

            Buat temen-temen yang tertarik baca blog ini, mungkin aku ga menutup sementara blog ini selama hiatus sehingga bisa pantau tulisan ku.

            Satu hal yang pasti, terkadang jeda membuat kita kembali untuk yang lebih kuat.

            Terimah kasih semuanya, terimah kasih terkhusus orang-orang yang selalu percaya padaku.

            Satu hal yang pasti, aku pun juga percaya pada kalian.

            Jalan hidupku tak akan mudah, kedepan pun demikian, tapi satu hal yang pasti bahwa jika kau percaya padaku, maka kau tak akan pernah menyesalinya.

            Jakarta, 02 November 2025 Pukul 17.00 WIB

            Leave a Reply

            Your email address will not be published. Required fields are marked *