Ku pikir selain air putih, maka cairan yang paling banyak masuk dalam hidupku adalah kopi.
Iya, kopi.
Pertama kali aku minum kopi itu mungkin pada saat SMP.
Ya, sekitar 15 tahun yang lalu dimana ya asal coba aja dengan minum kopi sachet dan akhirnya terus hingga terus sampai sekarang dan menjadi kopi hitam.
Ah, rasanya aku ga mau cerita tentang kopi, lain kali saja !.
Ya, ku pikir rasanya cape sekali ya menjalani hidup dengan banyak kesibukan.
Tapi, aku selalu ingat apa kata guruku pada saat aku menjadi mahasiswa yang tinggal di Asrama. Katanya,
Pemimpin harus sibuk !.
Iya sibuk, artinya dia banyak waktu diluar keluarganya, dan di luar banyak hal.
Dia tidak terikat pada sesuatu yang mengikat di dunia ini.
Tanggung jawab ada, cuman waktu yang tak banyak saja.
Dulu, aku terlalu naif bahwa ” Iya, tapi mestinya bukan sibuk tapi produktif “.
Sejujurnya, mungkin yang dimaksud guruku sudah lebih daripada tingkatan itu.
Selain produktif, dia harus kerja keras, bahkan kerja ikhlas.
Bahkan dia harus siap mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan segalanya untuk hidup di dunia ini.
Sejujurnya, tak banyak orang seperti dia.
Tapi, aku tahu bahwa aku telah dipilih.
Banyak hal terjadi, tapi ku pikir ini adalah kepercayaan anta generasi.
Jika aku bisa, aku mungkin ingin hidup biasa saja, biasa saja, kemudian mati.
Tapi, ku pikir hal seperti itu tak mungkin untuk orang seperti ku.
Alasan nya ?
Jelas, bahwa aku memiliki pemikiran yang berbeda pada umumnya.
Hal yang terbaik yang ku punya bukanlah fisik, melainkan pikiran itu sendiri.
Sebuah pemikiran yang dipandu dengan keberanian yang makanya disebut Warrior.
Tapi, itu kan sekarang, kedepan siapa tahu.
Aku bukanlah orang yang ingin mendahului takdir, bukan.
Aku hanyalah seorang manusia yang begitu lemah yang telah memilih jalan hidup nya sendiri.
Terkadang, orang-orang seperti itulah yang akan mengubah dunia.
Pemikiran.
Ah rasanya sial sekali, aku banyak membaca buku.
Mengenal banyak tokoh hebat yang membuat aku mengenal banyak hal dan membuat ilmu itu menjadi pertanggung jawaban.
Aku sellau berpikir, bagaimana aku berhadapan dengan Nya.
Apakah aku siap ?
Sejujurnya, bahwa dunia adalah jalan untuk menuju akhirat.
Kita berlomba dengan kematian itu sendiri.
Lalu, apakah kau siap untuk hidup ?
Hidup ya, hm.
Jika kau ingin menjadi hidup itu sendiri, merdeka, dan berdiri dengan kaki sendiri.
Jika aku boleh saran, maka kau harus melepas ikatan apapun dengan dunia ini.
Ikatan tentang cinta, uang, dan lainnya.
Dunia ini mengikat banyak hal, misalkan saja cinta, hutang, riba, perjanjian, ataupun lainnya.
Jika kita terikat dengan ini, maka sejujurnya kita sedang berperang dengan Allah.
Banyak ayat yang menyampaikan itu semua.
Maka, solusinya adalah taubat Nasuha.
Kemudian pelan tapi pasti untuk menyelesaikan itu semua.
Ku pikir itu adalah nasehat untuk diriku sendiri.
Kemudian, jadikanlah dunia di tangan mu saja, bukan dihatimu.
Seseorang yang siap mati kapanpun & dimanapun, maka itu adalah orang yang benar-benar siap hidup.
Jumlah orang tersebut tidaklah banyak.
Mungkin sangat langkah, tapi kebenaran bukanlah sesuatu yang dihitung berdasarkan jumlah.
Kau tahu, apakah kau siap mati saat ini juga ?
Apakah kau siap masuk neraka ?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering kali masuk di otak ku.
Tuhan, ku serahkan kehidupan ku padamu. Jika kau ingin mengambil nyawaku kapan pun, aku selalu siap. Itu adalah impianku di dunia ini.
Ku pikir aku sudah mulai mengantuk, dan oh iya kemarin aku donor darah.
Ini fotonya, tolong dimaafkan ya karena kurang ohlaraga.

Semoga tahun depan, 2026, bisa kembali ohlaraga ini.
Oh iya, aku hiatus sudah satu bulan ternyata.
Banyak sih keinginan untuk tidak hiatus lagi, tapi ini belum momen nya.
Ku pikir dengan perbanyak diam, itu rasanya juga lebih damai saja.
Dan ya, jelas sekali bahwa energi ku bisa kupakai untuk menulis juga.
Aku selalu percaya bahwa di setiap fenomena zaman, tulisan akan tetap abadi.
Ini sudah terbukti ribuan tahun sejak manusia hidup.
Dan ya, maka ribuan tahun kedepan tulisan pun akan tetap ada.
Jakarta, 05 Desember 2025 Pukul 21.30 WIB
