Dalam hidup, banyak hal didunia ini yang mungkin belum tentu kita capai.
Kenyataan nya, itulah hidup.
Hidup di dunia hanyalah sementara, kita berlomba pada kematian yang mana kita tak tahu kapan itu datang.
Tapi, jikalau memang apa yang kita inginkan belum tercapai maka hendaknya kita berdoa.
Berdoa pada yang punya segala hal didunia ini.
Perang Doa
Maka, biarkan aku berdoa terus pada sang pencipta.
Biarkan doa kita bertemu di atas langit, bertemu dengan bintang.
Andaikan doa kita berbeda, biarkanlah doa kita berperang satu sama lain, dan biarkan lah dia menemukan hasilnya sendiri.
Perang Doa, ku pikir itu adalah sesuatu yang memang bisa dilakukan oleh semua orang.
Doa dalam sujudku, doa saat menyambut nama -Nya.
Dan doa dalam segala hal.
Itu adalah apa yang bisa ku lakukan.
Aku, manusia, sang makhluk lemah berharap bahwa dalam dunia ini hidupku mendapat ridho Nya.
Doa.
Aku akan terus memanjatkan doa pada langit.
Jika tercapai Alhamdulillah, jika belum tercapai yasudah.
Tugas kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin.
Iya, ikhtiar ada di ujung usaha.
Saat kita doa pada Nya, tak ada batas antara manusia dengan sang pencipta nya.
Terlebih, ada beberapa doa yang diprioritaskan untuk dikabulkan.
Doa dari pemimpin yang adil, doa dari orang yang teraniaya, doa dari orang yang berpuasa.
Belum doa dari keluarga & semuanya.
Doa ya, sederhana tapi aku suka.
Aku suka pada sesuatu yang sederhana.
Sesuatu yang tak membuat kita terikat pada dunia.
Ah, dunia hanyalah sementara, jangan terperdaya dan tetap sadarkan akalmu.
Jakarta, 19 Desember 2025 Pukul 06.20 WIB
