Terima Kasih Teman Seperjuangan

Tak ku sangka malam ini aku bermimpi tentang apa yang ku lalui.

Aku melihat jam di HP ku dan ku lihat jam menunjukan jam 05.20 WIB.

Ku lanjutkan dengan membuka notes di HP ku untuk menulis ini.

Ya, tentang teman seperjuangan.

Mimpi itu seakan mengulas balik tentang perjalanan hidupku dari berbagai dimensi waktu tentang teman seperjuangan yang telah ku lalui.

Aku melihat tentang saat aku SMA dimana aku di bantu oleh teman – teman ku untuk bisa belajar bareng dan mereka meminjam kan buku les nya.

Saat aku kuliah di elektro UI dan aku bersama teman-teman yang terus bersama untuk kelas bareng, nge laprak bareng, skripsi bareng, hingga wisuda bareng

Saat aku mengikuti asrama di rumah kepemimpinan yang merupakan kawah candradimuka bersama teman teman.

Saat aku mendapatkan pekerjaan pertama dan mendapatkan lingkungan support bersama teman -teman ku di tempat kerja itu juga yang baru lulus

Saat aku bersama teman-teman kuliah ku di kontrakan bersama yang saling support untuk kuliah, kerja, dan permasalahan hidup lainnya.

Saat aku kuliah di Insinyur UI dan mengerjakan tugas yang sedemikian macam.

Saat aku pergi merantau ke Papua dan bersama teman seperjuangan dari elektro UI dan juga dibantu dengan teman-teman di Papua

Saat aku menganggur dan teman – teman ku masih terus mendukung ku

Saat aku kerja dan saat ini kerja di tempat terlama ku karena lingkungan yang baik

Saat ku melewati latihan menjadi KSR PMI jakarta timur selama setahun dan teman-teman ku masih terus mendukung ku.

Saat ku lari, saat ku susah, dn masih banyak lagi.

Rasanya, dalam hidupku aku sering dibantu oleh orang-orang baik.

Terkadang yang kita butuhkan adalah teman seperjuangan.

Tentu, keluarga pun juga penting.

Atas dasar itulah, di tulisan ini aku ingin menyampaikan pada teman-teman ku yang terus membersamai ku.

Tanpa mereka banyak hal yang tak mungkin aku capai.

Dan memang terbukti, tanpa teman seperjuangan rasanya apa yang kita capai kemungkinan tidak akan berhasil.

Rasanya,kita butuh teman untuk saling menguatkan dalam perjuangan.

Kedepan masih banyak hal yang ingin ku capai, dengan pola ini, sudah jelas bahwa diriku yang sekarang masih jauhlah dari memaksimalkan hidup.

Kita butuh orang lain untuk terus belajar, untuk saling menguatkan, dan saling berdoa untuk kebaikan dalam perjuangan.

Sekali lagi, terimakasih teman -teman yang sudah membantu ku.

Jakarta, 22 Maret 2026 Pukul 06.00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *