Capek Ya

Rasanya hidupku sekarang kok capek banget, ya.

Banyak sekali hal yang harus aku urus.

Mungkin ini yang disebut satu orang, tapi banyak urusan.

Pagi ini, Jumat, aku terbangun di sekitar jam tiga pagi.

Aku bahkan lupa tadi malam tidur jam berapa.

Seingatku, setelah langit sudah gelap dan aku makan tahu gejrot, aku langsung tidur.

Ya, hari berganti begitu saja.

Cepat sekali.

Bahkan aku mulai merasa malas untuk menulis, baik di website maupun di buku.

Di satu sisi, hasrat aku sebagai penulis ingin terus menulis.

Di laptop, ada banyak sekali daftar buku yang ingin aku buat.

Sekarang aku mulai berpikir untuk memprioritaskan buku-buku yang terasa lebih mudah dan ringan.

Bukan buku yang terlalu banyak membutuhkan pikiran, meskipun draft-nya sebenarnya sudah selesai.

Ya, mungkin memang seperti itu rasanya ketika capek berpikir, tetapi di sisi lain masih punya keinginan besar untuk terus berkarya.

Belum lagi lari, olahraga, ngaji, pekerjaan, dan berbagai kesibukan lainnya.

Aku mulai berpikir dan mengevaluasi apa yang ingin aku lakukan tahun depan, 2027.

Hm… sedih juga rasanya ketika capek.

Tapi di sisi lain, banyak orang yang justru berharap bisa berada di posisi aku sekarang.

Aku sering bertanya kepada teman-teman aku,

“Kenapa kalian ingin jadi seperti aku?”

Jawaban mereka membuat aku mengerti.

Mungkin memang begitulah hidup.

Kita sering melihat kehidupan orang lain dari sisi yang berbeda dengan bagaimana orang tersebut menjalaninya.

Di kehidupan yang singkat ini, aku benar-benar ingin menjadi seseorang yang hidup.

Socrates pernah berkata, “Jadilah manusia yang sadar.”

Aku paham itu.

Aku benar-benar paham.

Tapi… ah, sudahlah.

Sekarang apa?

Hm.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku lakukan.

Banyak hal gila yang ingin aku wujudkan.

Tapi aku juga sadar, semuanya harus punya prioritas.

Dan yang tidak kalah penting, aku harus belajar menikmati setiap momen yang ada.

Momen ketika gagal.

Momen ketika berhasil.

Momen ketika lelah.

Momen ketika bahagia.

Semuanya.

Karena mungkin hidup memang hanya tentang pergantian antara keberhasilan dan kegagalan.

Tentang terus berjalan meskipun kita tidak selalu tahu akan sampai di mana.

Aku akan maju.

Aku akan terus maju.

Tak peduli berapa banyak langkah yang harus aku habiskan.

Tak peduli berapa banyak waktu yang harus aku korbankan untuk mencapai apa yang aku inginkan.

Aku akan maju.

Terus maju.

Jakarta, 18 September 2026
04.00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *