Hati – Hati Dengan Kata -Kata

Aku pikir aku mulai menyadari tentang berhati – hati dalam kata -kata.

Entah kenapa, entah kenapa, semakin kesini makin banyak aja orang yang rasanya terinspirasi dengan ku.

Ya, aku dapat merasakan nya melalui direct message langsung ke nomorku, ataupun ketemu langsung.

Mungkin jumlah nya udah ratusan kali ya, iya kalo dihitung dari awal aku hidup hehe.

Tapi kalo setahun ini jumlah nya mungkin puluhan ya, dihitung sih engga.

Cuman ya perkiraan saja.

Do Your Self & Publikasikan

Sebenarnya aku hanya melakukan apa yang aku lakukan saja dan terkadang baru setahun belakangan ini aku bagikan di sosial media yang ku punya, lebih ke facebook & Whaatsap.

Nah dari situ sepertinya orang – orang sudah mulai tertarik dengan ku.

Puluhan direct message ku masuk ke dalam WA ku, isinya sih lebih ke arah tertarik dengan aktifitas yang ku lakukan.

Jujur saja, aku hanya ingin mengabadikan aktfitas ku, buat apa ?

Ya buat bertemu dengan orang -orang yang sehobi, buat promosi buku, ataupun buat membantu orang lain, itu saja.

Namun, makin kesini makin terasa aku layaknya orang – orang yang begitu baik.

Misalkan saja ada seorang teman ku yang gaji nya dibawah UMR dan bahkan untuk makan saja susah, tapi dia nanya ke aku pengen Gym dengan aku.

Waktu itu aku masih suka gym, dan ku bilang disini saja mas, tentu harga gym nya lumayan mahal saat itu dan penarikan nya auto debt dari bank.

Lalu, dia pun masuk gym tersebut dan seiring dengan kesibukan aku dan aku tidak pergi ke gym maka dia pun juga tidak ke gym.

Kemudian karena tidak sering ke gym, rasanya dia tak mau membayar dari auto debt.

Al hasil, uang nya di rekening tersebut di kosongkan dan pindah ke rekening ATM lainnya.

Tentu, dia tahu bahwa itu hal yang salah, namun apadaya.

Kenapa ini bisa terjadi ?

Karena pertama dia terinpirasi oleh orang lain yang menjadi sosok yang dikagumin nya.

Kedua, karena daya beli nya tak sebanding dengan pengeluaran nya.

Ketiga, karena orang yang berbeda.

Tentu, pada akhirnya umumnya akan balik ke personal orang nya masing – masing.

Bagaimanapun, aku jelas berbeda, tak peduli aku berada di situasi apapun aku dapat beradaptasi.

Ini juga dibuktikan bahwa aku selalu menjadi orang terbaik sejak sekolah menengah dan mungkin hingga sekarang.

Ya, bahkan untuk level nasional.

Tentu, atas dasar itulah aku semestinya tidak bisa menyamakan diriku dengan orang lain.

Dan ketika aku terlalu baik dan menyampaikan dengan kata – kata ke orang lain “Ayo pasti bisa “.

Tentu, orang lain akan mungkin terpengaruh dan aku mengambil bagian dari perjalanan hidup nya.

Kedepan, aku pikir aku harus melihat orang – orang lain secara lebih mendalam.

Dan aku mesti hati – hati dengan kata ku.

Ya, itu saja yang ku pikir & ingin ku tulisakan di jam tiga pagi ini.

Jakarta, 16 Januari 2025 Pukul 03.15 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *