Pada akhirnya aku ga nyangka bisa hidup sampai hari ini.
Orang seperti ku bisa hidup hingga hari ini adalah sebuah pencapaian.
Bagiku, setiap hari baru adalah capaian baru.
Tentu, aku ga tahu sampai kapan aku hidup.
Tapi satu hal yang pasti, aku hanyalah orang yang ingin mengucapkan terimakasih pada orang -orang yang baik pada ku.
Tentu, orang-orang itu yang membuat kehidupan.
Aku hanyalah orang biasa saja dan ya tak punya ambisi banyak.
Aku memang punya tujuan, tapi jikalau aku tak mampu yasudahlah, yang penting aku berusaha semaksimal mungkin.
Aku hanya ingin menjadi diri sendiri.
Menjadi biasa, menjadi penonton, menjadi pendukung bagi siapapun yang aku sayangin.
Hm, hidup memang keras ya.
Rasanya, palaku pusing sekali, entahlah.
Beban yang terlalu banyak bahkan ditampung oleh pundak individu.
Aku tak tahu apakah aku bisa melewati semua ini, tapi yang jelas aku hanya perlu melalui yang perlu dilalui.
Kopi, ku pikir aku sudah terlalu banyak minum kopi pahit dalam setiap hari ku. Rasanya, kopi adalah teman sejati ku saat ini.
Efeknya juga rasanya badan ini udah jarang dengan ohlaraga karena fokus pada hal lain.
Tapi dengan menulis rasanya lebih enak saja.
Website ini pun juga bisa dibilang website dapur aja, kalo bikin buku ya belum tentu juga dari website ini.
Ku pikir aku layaknya puzzle, tak ada yang tahu atau pun bisa menyelesaikan diriku, hanya aku sendiri lah yang tahu.
Banyak hal, banyak hal yang menyadarkan aku bahwa aku sudah tak mampu dan harus istirahat.
Jika aku tak sadar akan hal itu, sudah pasti aku sudah lama tiada di dunia ini.
Mataku, otak ku, indera ku adalah penolongku.
Waktu, dia yang akan menjawab semuanya.
Jakarta, 23 Oktober 2025 Pukul 20.00 WIB
