Terkadang aku berpikir, tentang hidupku.
Kadang aku mengingat untuk apa aku hidup ini.
Iya, aku bilang bahwa hidup di dunia untuk menjadi Khalifah dan juga menjadi hamba tuhan.
Menjadi Khalifah, itu artinya menjadi pemimpin.
Menjadi pemimpin, itu artinya menjadi tokoh.
Tokoh.
Banyak tokoh yang ku kagumi.
Mereka adalah orang besar yang banyak dari negara ataupun waktu yang berbeda.
Aku mengenal banyak tokoh, banyak sekali.
Hal itu terjadi karena aku suka baca buku Non fiksi.
Tapi, itu dari buku.
Dari buku, aku mengenal Soekarno, Lenin, Plato, Yusuf Qardhawi dan masih banyak lagi.
Ku pikir aku banyak ucapkan terima kasih juga dalam buku Terimakasih Jilid 1 : Perpustakaan.
Mereka punya pola yang sama, mereka adalah Warrior.
Ya, mereka bukanlah orang pada umumnya, mereka berpikir besar dan melakukan hal yang besar.
Polanya sama, berpikir berbeda, menderita, berjuang, hingga beberapa berhasil dan beberapa berujung kematian tapi tetap memegang teguh nilai-nilai yang diyakininya.
Bahkan, beberapa nama mereka baru harum jauh setelah kematian nya.
Tapi, mereka hidup dengan periode waktu yang berbeda dengan ku.
Aku tak bisa berbicara dengan mereka.
Aku tak bisa berkeluh kesah dengan mereka.
Namun, ada banyak guruku yang juga hebat yang mana hidup dengan seperiode dengan ku.
Banyak sekali, aku mengeluh kesah dengan Prof. Rhenald Kasali tentang masa depan yang penuh ketika pastian.
Aku sampaikan beberapa kali, tapi beliau terus motivasiku.
” Dulu saya juga diremehin Rio “
” Dulu saya juga ngeliat senior saya, gimana ya cara bisa punya rumah dan mobil seperti dia “
” Dulu, banyak yang juga mengabaikan saya Rio “
Kamu tenang aja, jalanin apa yang bisa jalanin, dan lakukan yang terbaik. Kemudian, tetap buka peluang pada kesempatan lainnya, insya Allah akan ada jalan nya.
Itu yang dia katakan padaku, secara berulang ulang.
Aku sampaikan keluh kesah ku pada Pak Sudirman Said tentang kebencian ku pada premanisme seperti parkir liar yang di dinormalisasi. Beliau tersenyum dan berkata,
” Tetap jaga idealismu itu, dan masuk secara perlahan untuk ubah sistem “
Aku paham dengan dia, bahkan contoh nyata nya saja dia yang dipecat karena tidak mengikuti keinginan bos nya.
Ya beda pandangan saja dengan atasan nya.
Aku pun juga sering dengar masukan Prof. Raldi, yang merupakan salah satu guru besar di FTUI.
Beliau berkata,
” Yang penting fokus dengan apa yang kamu tekunin. Kerja ikhlas, dan yakin sama yang kamu percayai. “
Dan dengan nada berapi-api walau dengan usia 72 tahun tapi masih terus bekerja dan berinovasi.
Masih banyak guruku yang selalu menyemangati ku, mempercayai ku.
Mereka selalu bilang, “ Setiap orang ada momen nya, yang penting kuatkan fundamental dulu. “
Aku sepakat dengan itu semua, aku sepakat.
Keberhasilan seseorang bukanlah dapat diukur dari dunia.
Tapi, aku kadang khawatir.
Tidak, aku selalu di motivasi dengan teman ku.
Sering kali, setiap minggu nya aku nelpon dengan teman dekatku, bisa 2-3 jam untuk berdiskusi tentang kehidupan.
Terkadang ketika aku menyampaikan, keluh kesahku, mereka selalu menyemangati ku, percaya padaku.
Begitupula dengan UI, banyak sekali hidupku berhubungan dengan UI.
Alumni nya, fasilitas nya dan segalanya.
Tuhan, apakah aku akan menjadi sosok orang yang disebut sebagai ” Tokoh “.
Saat semua orang percaya padaku, tapi jika aku tak percaya pada diriku, ya sama aja bohong.
Aku hanya perlu percaya pada diriku sendiri.
Pelan tapi pasti, aku hanya perlu jalanin yang di depan mata dahulu.
Dan ya Allah, kuatkan hamba.
Dan, aku siap untuk mengubah dunia ini
Jakarta, 11 Desember 2025 Pukul 21.00 WIB
