Melihat Blog Lama

Rasanya belakangan ini hidupku terasa bosan saja.

Ya, mungkin cuma perasaan.

Bisa jadi karena liburan terlalu lama, atau mungkin karena rutinitas yang itu-itu saja, entahlah.

Tapi kalau lagi ada di fase seperti ini, bayangan tentang Pulau Bali sering muncul di pikiranku.

Ya, Bali memang salah satu tempat liburan yang paling aku suka.

Mungkin setelah Jakarta, ya Bali.

Rasanya tenang saja, dan aku cocok dengan auranya.

Walaupun untuk sekarang itu masih sebatas angan-angan.

Kalau sedang jenuh, biasanya yang aku lakukan cuma scroll HP, lihat macam-macam hal tanpa tujuan jelas.

Kadang pikiran juga jadi ke mana-mana, lalu tanpa sadar aku suka baca tulisan-tulisan lama.

Dulu waktu masih dapat beasiswa saat kuliah, setiap bulan aku diminta menulis apa saja yang aku lakukan selama sebulan dan mengirimkannya lewat email.

Dan entah kenapa, lucu saja rasanya membaca tulisan lama seperti itu.

Lebih ke nostalgia.

Aku juga memang termasuk orang yang malas bermain terlalu banyak media sosial.

Facebook-ku saja sudah sekitar 17 tahun, dan email Gmail-ku ternyata juga sudah lebih dari 11 tahun dipakai.

Lalu tanpa sengaja aku jadi ingat Tumblr.

Dulu aku memang sempat sering menulis di sana.

Kalau ditanya kapan aku mulai perjalanan menulis, mungkin sekitar tahun 2015.

Berarti sekarang sudah lebih dari 11 tahun juga.

Kenapa 2015?

Kayanya karena saat itu aku baru punya laptop sendiri.

Laptop second hasil beli pakai uang beasiswa.

Aku lupa belinya di ITC Depok atau Harco Glodok.

Yang penting waktu itu bisa dipakai buat Microsoft Word dan bikin PPT saja sudah senang banget.

Laptop itu berat sekali, mungkin lebih dari 2 kilogram.

Kalau menyala bunyinya berisik banget, seperti kipas angin di ruangan.

Panasnya juga luar biasa.

Bahkan pernah aku lihat ada cairan di atas meja, ternyata lilin yang meleleh karena panas laptopku sendiri.

Kocak juga kalau diingat sekarang.

Sekarang laptop itu ke mana ya?

Harusnya masih ada sih.

Biasanya barang-barang yang punya pengaruh besar dalam hidupku tidak aku jual.

Semacam benda bersejarah dan penuh kenangan.

Mestinya, masih tersimpan di rumah dan harus dicari lagi saat beres-beres nanti.

Sejak punya laptop itulah aku mulai benar-benar menulis.

Menulis di blog, menulis di Tumblr.

Dulu aku juga main Facebook dan Ask.fm, tapi masih zaman pergi ke warnet, sejam atau dua jam saja.

Rasanya sekarang dunia sudah berubah jauh banget ya.

Akhirnya aku coba buka Tumblr lamaku lagi.

Kukira Tumblr sudah hilang entah ke mana, ternyata masih ada.

Aku coba login, tentu saja password-nya salah.

Ya wajar, sudah lebih 10 tahun tidak dibuka.

Tapi ternyata email yang kupakai masih sama, jadi setelah klik “forgot password” aku bisa masuk lagi.

Pas berhasil login, aku malah mikir sendiri, “Eh, ternyata aku pernah punya foto seperti ini ya?”

Lucu juga rasanya melihat apa yang terjadi masa lalu.

Lalu aku jadi berpikir, “Orang-orang ini sekarang ada di mana ya?”

Ada beberapa yang memang masih aku kenal.

Ada juga yang ternyata sudah meninggal.

Dan banyak lainnya yang aku bahkan tidak tahu lagi kabarnya sekarang.

Mungkin memang begitu hidup.

Pada akhirnya, orang akan datang dan pergi.

Kita hanya menunggu di stasiun mana masing-masing akan berhenti.

Apakah itu hal yang baik?

Entahlah.

Tapi mungkin memang begitu seharusnya.

Manusia harus terus bergerak maju, terus hidup, dan jangan sampai terjebak terlalu lama di masa lalu.

Kadang kita suka berpikir:

“Ke mana ya orang yang dulu ranking satu di kelas?”

“Ke mana ya orang yang paling terkenal di sekolah?”

Ada juga yang dulu hidupnya kaya raya tapi sekarang justru kesulitan.

Ada juga yang dulu hidup susah, sekarang kehidupannya jauh lebih baik.

Hidup benar-benar misteri.

Kita pernah sangat dekat dengan seseorang, tapi sekarang bahkan saling menyapa pun tidak lagi.

Ya, begitulah kehidupan.

Tapi karena adanya foto dan tulisan-tulisan lama itu, jadi terasa bahwa ternyata kita memang pernah memiliki momen seperti itu.

Tentang menulis, akhir-akhir ini aku jadi ingin memperbanyak tulisan lagi.

Dua tahun belakangan aku berhasil menerbitkan dua buku dalam setahun.

Tahun ini targetnya mungkin empat buku.

Ke depan, kalau bisa ingin meningkat jadi lima sampai delapan buku per tahun.

Kenapa aku mengejar jumlah buku?

Karena aku merasa, di masa depan ketika tanggung jawab hidup semakin besar — mungkin juga ketika aku menjadi seseorang yang lebih penting di negeri ini — waktu untuk menulis akan jauh berkurang.

Jadi sebelum masa itu datang, aku ingin menulis sebanyak mungkin.

Kalau bisa sampai seratus buku.

Bismillah ya Allah.

Untuk soal kualitas, jujur sekarang aku masih lebih fokus pada kuantitas dulu.

Yang penting terus menulis dan terus bergerak.

Tapi lucunya, belakangan ini aku juga merasa mulai malas menulis.

Rasanya capek saja.

Astaghfirullah.

Padahal kita tidak pernah tahu umur sampai kapan.

Jadi ya, ayo semangat lagi.

Semangat menulis.

Semangat hidup.

Semangat bermimpi.

Oke lah, ini ada beberapa foto yang aku ambil dari Tumblr lamaku.

Lucu juga ternyata kalau melihat masa lalu sendiri, hehe.

Ini pas lagi di kampung inggris terus jalan-jalan sama temen-temen kemana ya wkwk
Jujur gue lupa pernah kesini. Funfact nya, gue tadi nyari foto gw sekitar 3 menit belum ketemu tapi akhirnya ketemu. Buset udah kaya beda orang gue sama dulu, pasti karena kurus banget dulu wkwk

Oh iya, gambar nya udah pakai jaket kuning ya, gile gue bangga banget ternyata sama UI dari dulu ye wkwk.

Ya gapapalah, tolong dimaklumin.

Itu dulu ya, gue mau makan dulu, udah datang ini grabfood hehe.

Jakarta, 21 Mei 2026 Pukul 19.57 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *