Jakarta, 09 Juli 2026
21.50 WIB
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam saat aku mulai menulis catatan ini.
Aku baru saja selesai makan malam.
Tubuh ini akhirnya bisa merebah sejenak setelah membereskan beberapa hal untuk esok hari.
Rasanya lelah, tetapi lelah yang menyenangkan.
Sore tadi, sejak pukul lima hingga sekitar pukul delapan malam, aku menghabiskan waktu berlari di kawasan TMII.
Entah mengapa, ada perasaan yang berbeda.
Aku mulai merasa kuat kembali.
Bukan hanya fisik yang perlahan pulih, tetapi juga kepercayaan diri yang sempat hilang.
Untuk pertama kalinya setelah beberapa waktu, aku benar-benar mulai yakin bahwa marathon itu bukan lagi sesuatu yang mustahil.
Hari ini aku berlari dengan pace sekitar delapan menit per kilometer.
Aku mengelilingi jalur luar TMII sebanyak empat putaran.
Jika satu putaran memiliki jarak sekitar enam hingga tujuh kilometer, berarti total jarak yang kutempuh sudah melewati half marathon.
Yang membuatku semakin bersyukur, tubuh ini masih sanggup terus bergerak. Selama lebih dari dua jam aku terus berlari.
Memang ada jeda untuk menunaikan salat, tetapi setelah itu aku kembali melanjutkan langkah demi langkah hingga latihan selesai.
Hari ini bukan hanya soal angka di jam atau jarak di aplikasi lari.
Hari ini adalah sebuah simulasi.
Simulasi yang memberitahuku bahwa tubuh ini mulai mengingat kembali bagaimana rasanya berlari jauh.
Otot-otot kaki yang selama ini terasa berat perlahan seperti menemukan kembali memorinya. Seolah-olah mereka berkata,
“Kita pernah melakukan ini sebelumnya.”
Dan benar.
Kaki ini adalah kaki seorang Warrior.
Masih ada perjalanan yang harus ditempuh.
Masih ada latihan-latihan berikutnya yang menanti.
Aku juga belum tahu apakah besok akan kembali berlari atau memilih memberi waktu tubuh ini untuk beristirahat.
Namun satu hal yang pasti, minggu pertama perjalanan menuju marathon telah memberikan kabar baik.
Kepercayaan diri itu mulai kembali.
Dan terkadang, yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk mencoba, agar kita sadar bahwa ternyata kemampuan itu masih ada di dalam diri kita.
