Tak kusangka, semangatku kini mulai melampaui sekadar proses pemulihan tubuh.
Beberapa waktu lalu, yang kupikirkan hanyalah bagaimana agar tubuhku kembali kuat.
Namun kini, setiap kali bangun pagi, yang ada di pikiranku justru keinginan untuk kembali berlari.
Pagi ini aku kembali berlari.
Bukan di Taman Mini seperti biasanya, melainkan di sekitar rumah.
Rencanaku sederhana, berlari selama sembilan puluh menit untuk menambah daya tahan.
Sayangnya, seperti hari kerja pada umumnya, rencana tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Di tengah latihan, panggilan WhatsApp masuk silih berganti.
Tanggung jawab pekerjaan memaksaku menghentikan langkah, kembali ke depan laptop, lalu melanjutkan rapat demi rapat hingga waktu terasa berlalu begitu cepat.
Meski begitu, aku tidak merasa kecewa.
Justru hari-hari biasa seperti inilah yang sering kali akan kita rindukan di kemudian hari.
Hari yang dipenuhi rutinitas, pekerjaan, dan waktu yang terasa begitu singkat.
Saat menjalaninya mungkin terasa melelahkan, tetapi suatu saat nanti, kenangan tentang hari-hari sederhana ini bisa menjadi sesuatu yang berharga.
Malam ini rasanya cukup sampai di sini.
Tubuhku perlu beristirahat karena esok, atau akhir pekan nanti, aku sudah menyiapkan tantangan berikutnya.
Aku berencana melakukan long run di Universitas Indonesia, Depok.
Waktu menuju marathon sudah kurang dari satu bulan.
Tidak ada lagi alasan untuk menunda latihan.
Setiap kilometer yang kutempuh hari ini adalah bekal untuk mencapai garis finis nanti.
Jakarta, 9 Juli 2026
20.10 WIB
