PENDIDIKAN BADAL AL-UTSMANI

Aku pikir aku mesti memulai kembali pembelajaran Al-Quran, sesuatu yang sudah lama aku tinggalkan.

Yaa, seperti biasa bahwa weekend ku begitu padat bahkan melebihi waktu weekday.

Engga tahu ya sampai kapan seperti ini ?

Yang pasti sampai akhir tahun dan mungkin beberapa tahun ke depan lagi, atau bahkan tak pernah ada.

Ngerjain apa sih emang ?

Yaa banyak, tentang amanah diri sendiri, keluarga, negara, dunia & akhirat.

Kalo dikabarin satu-satu, entahlah, sepertinya begitu dah 🙂 .

Pagi ini, Sabtu 27 April 2024 sejak pukul tujuh pagi aku dan para peserta didik memulai orientasi program bimbingan belajar Al-Quran pada Lembaga Bimbingan Al-Utsmani.

Yaa, aku sudah mengenal lembaga Bimbingan Al-Quran ini sudah beberapa tahun lalu, namun belum bisa ikut.

Karena pertama, memang sibuk.

Dan kedua, dahulu belum ada pembelajaran online, alias mesti ketemu langsung.

Jujur saja, untuk usiaku saat ini & dengan melihat aktifitas ku bahwa akan sangat sulit untuk belajar secara langsung mengingat waktu ku yang tidak banyak.

Tapi, walau belajar online, semoga tetap dapat mengambil hikmah nikmatnya belajar Al-Quran.

Kemudian tentang BADAL, artinya Bimbingan Dalam Lembaga.

Aku mengertinya bahwa ini termasuk program intensif dimana pembelajaran dikelompokan menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuan membaca Al-Quran dan dikepalai oleh seorang Ustad.

Ya, 1 kelompok sekitar 5-7 orang peserta didik.

Orientasi online untuk sistem pengajaran program BADAL dari Lembaga Bimbingan Al-Quran Al-Utsmani

Sistem Pengajaran

Pertanyaan terkait ” Apakah kita sudah benar membaca Al-Quran ?.

Definisi benar yakni berusaha semaksimal mungkin bahwa pembacaan dapat sama sepeti pada Rasulullah SAW membaca.

Sekali lagi pertanyaan terkait ” Apakah kita sudah benar membaca Al-Quran ? “.

Yaa, silahkan dijawab masing-masing saja dalam hatinya.

Dalam membaca Al-Quran sesuai yang disampaikan oleh Ustad dalam orientasi pagi ini, bahwa kesalahan pembaca Al-Quran terdapat dua umumnya yakni kesalahan besar & kesalahan kecil.

Kesalahan besar artinya bahwa orang tersebut tidak benar dalam memahami huruf, tanda baca, & panjang pendek.

Yang jelas bahwa jika kita masih dalam tahap ini, sebaiknya jangan jadi imam.

Kita bisa menjadi imam, jika makmum kita memiliki pemahaman yang sama ataupun lebih rendah dari ilmu kita.

Selanjutnya, kesalahan kecil yakni masih salah tentang Gunnah, Mad, Tafkhim & Tarqiq.

Tentunya, dalam tahap ini bahwa orang tersebut sudah dapat menjadi imam shalat, namun masih tetap harus untuk terus belajar.

Sistem Pengajaran

Sistem pengajaran di lembaga Al-Utsmani menggunakan metode Utsmani dengan Musyafahah / Talaqqi dengan guru ( Peserta & pengajar berhadapan langsung ) dengan sistem Triwulan ( 3,5 Bulan ).

Peserta didik dikelompokkan ke dalam beberapa Mustawa, dimana setiap mustawa mempunyai standar dan target pembelajaran yang berbeda-beda sebagai berikut :

  1. Mustawa I’Dad : Bagi peserta yang belum mengenal huruf Al-Quran atau masih tertukar antara satu huruf dengan lainnya. Maka, target belajarnya yakni memahami huruf & tanda baca.
  2. Mustawa 1 : Bagi peserta yang sudah mengenal huruf namun masih banyak salah panjang & pendeknya. Maka target belajarnya ialah memahami huruf, tanda baca & panjang pendek.
  3. Mustawa 2 : Bagi peserta yang belum lancar membaca AL-Quran atau masih terdapat kesalahan-kesalahan yang mendasar terutama yang terkait huruf atau panjang pendeknya. Maka target belajarnya ialah memahami huruf, harokat, penjang pendek, Ghunnah.
  4. Mustawa 3 : Sama seperti Mustawa 2, namun target belajar nya sudah memahami huruf, harokat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad.
  5. Mustawa 4 : Bagi peserta yang sudah lancar membaca Al-Quran namun masih ada kekurangan-kekurangan yang terkadang tidak disadari seperti dalam menerapkan kaidah nun sukun, berbagai mad & sebagainya. Target belajar yakni memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad teori & praktek.
  6. Mustawa 5 : Sama seperti mustawa 4, namun target belajarnya yakni memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad, ghorib, lain-lain seperti tebal-tipis. Teori dan praktek.

Ya, dari Mustawa I’Dad sampai Mustawa 5 durasi belajar nya yakni 3,5 bulan.

Artinya, dalam setiap tahun terdapat 3 kali pembukaan kelas.

Jika kita anggap lulus dengan baik dalam setiap tahapan dimulai dari Mustawa I’Dad maka sekitar 2 tahun kita sudah bisa dapat membaca Al-Quran dengan benar sesuai kurikulum yang sudah dibuat oleh Al-Utsmani.

Namun bagi peserta yang sudah bagus bacaan Al-Qurannya dan ingin memperdalam teori & praktek tajwid serta mempersiapkan diri untuk menghafal maka ada program Mustawa TALLAQI yang memiliki target belajar memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad, ghorib, lain-lain seperti tebal-tipis.

Serta, teori dan praktek nya. Namun, ini lebih dalam lagi.

Terakhir, ada Mustawa Tahfidz yakni bagi peserta yang ingin membekali diri dengan hafalan AL-Quran baik sebagian atau keseluruhan maka terdapat target menghafal Al-Quran 30 Juz selama 5 tahun. Dimana, jumlah Mustawa Tahfidz sebanyak 20 level dan target hafalan setiap level sebanyak 1,5 Juz.

Artinya, setiap pekan mesti sudah hafal sekitar 3 halaman untukk disetorkan.

Untuk ini infonya ini banyak sekali yang gagal karena kesibukan kerja & lainnya.

Evaluasi

Pada setiap akhir triwulan akan diadakan satu evaluasi akhir secara terjadwal.

Dan, pada tiap akhir triwulan peserta akan mendapatkan rapor hasil evaluasi.

Kemudian juga syarat untuk ikut evaluasi maksimal 3x ketidakhadiran.

Ya, dari sekitar 14/15 pertemuan maka maksimal 3x tidak hadir, jika lebih dianggap tidak lulus di Mustawa tersebut.

Ini benar-benar sesuatu yang berat.

Tapi, ya mau gimana lagi , pasti akan selalu ada pengorbanan untuk sesuatu yang bernilai.

Oh iya, aku masuk Mustawa mana, tebak ? hehe.

Dan untuk kelasku setiap selasa pagi online pukul 06.00 – 08.00 WIB. Untuk detail standar kelulusan terlampir dibawah ini :

Standar Kelulusan Lembaga Bimbingan Al-Quran Al-Utsmani

Tanggapanku

Ya, jika melihat usiaku yang menginjak usia menuju ke -28 tahun.

Maka jika dilihat dari level paling Mustawa I’dad hingga ke level Mustawa Tahfizh bahwa membutuhkan waktu sekitar 7-8 tahun untuk dapat menjadi Tahfidz 30 Juz sesuai kurikulum.

Artinya, di usiaku yang ke 35 / 36 tahun bahwa impianku menjadi seorang Tahfidz 30 Juz dapat tercapai.

Ya, ini jika kita menganggap bahwa aku lulus dalam setiap proses nya.

Tapi, aku pikir aku termasuk kategori peserta yang muda ya.

Karena pada masa orientasi tadi rata-rata usianya 40an, 50an, atau ada yang diatas 60an.

Dan informasi dari Al-Utsmani bahwa banyak juga peserta didik yang sudah belasan tahun tetap aktif untuk menyetor hafalan nya, menganggumkan.

Sesuatu yang memang mesti dipelajarin seumur hidup ya ilmu agama.

Oke, aku pikir jalan ku menjadi seorang Tahfidz sudah mulai kebuka lebar bahwa aku punya dasar bisa membaca Al-Quran, punya Al-Quran, punya buku penunjang, punya niat, punya uang, punya kurikulum, punya guru & punya sistem.

Ya, tinggal komitmen saja.

Komitmen selalu berkaitan dengan waktu & niat.

Pastinya, jalan kedepan akan menjadi jalan yang tidak mudah.

“Ya Allah, permudahhkan aku menjadi seorang Tahfidz, amin.”

Jakarta, 27 April 2024 pukul 23.13 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *