Refleksi

” Dalam keheningan ada kemurnian “

Ya, sekarang sudah berganti hari, hari Senin tanggal 29 April 2024 Pukul 00.20 WIB namun aku masih belum bisa tidur.

Aku pikir karena efek kopi yang masih kuminum di jam 8 malam tadi.

Jujur saja, bagiku hari minggu ataupun hari senin tak ada bedanya, sama-sama sibuk.

Hm, mungkin lebin banyak porsi ke yang berbeda saja kali ya.

Ya, hari kerja sibuk ke kerja terutama.

Kemudian, akhir-akhir ini durasi menulisku juga berkurang.

Misalkan saja, dalam 1 hari aku hanya menuliskan 1 tulisan di website ini.

Ya, gapapa juga sih, toh juga webiste ini lebih ke arah curahan hati saja, dan bukan sesautu yang benar-benar serius.

Tapi juga sebenarnya bahwa kuantitas & kualitas waktu ku menulis dalam buku juga menurun.

Ya, manusia mood nya bisa naik & bisa turun.

Hm, kenapa ya bisa begitu ?

Mungkin bagi beberapa orang aku sudah produktif.

Namun, bagiku aku masih belum bisa optimal.

Ide untuk meperbaiki sih banyak, tapi ku pikir bukan di ide masalah nya.

Ya, masalah nya di komitmen.

Dan komitmen tergantung dengan niat, aku pikir aku harus terus menguatkan niat kenapa aku harus menulis.

Semua orang juga tahu bahwa menulis adalah ” Legacy ” tapi tidak semua orang bisa mengwujudkan menulis.

Aku pikir aku belum optimal karena juga mungkin karena aku sering lalai dalam shalat, yaa shalat tidak tepat waktu, tidak berjamaah dan masih banyak lagi.

Kenapa bisa begitu ?

Ya aku tak ingin banyak alasan layaknya orang yang sedang membela diri, aku hanya ingin kedepan dapat lebih baik lagi.

Lagi pula mendirikan shalat itu bukanlah sebuah kelebihan tapi kewajiban.

Ya, kita butuh itu, karena itu tiang agama.

Tanpa adanya tiang, bangunan akan roboh.

Shalat

Aku pikir jika ada satu point agama yang mesti segera aku lakukan setelah mengluruskan niat ialah Mendirikan Shalat, ya Shalat berjamaah. 

Aku hanya ingin itu saja dahulu, ku implementasikan dan ya perbaiki Doa.

Kau tau bahwa terkadang kita terlalu sombong di dunia ya.

Ya kita sibuk sekali dengan urusan dunia tapi kita lupa bahwa dunia ini sebenarnya ajang persiapan untuk akhirat.

Ya, walaupun mindset itu sudah dalam benak otak ku tapi secara implementasi nya aku butuh perjuangan.

Aku pikir juga aku ingin berubah, benar-benar berubah.

Berubah seperti apa ?

Ya lebih dekat dengan agama.

Dan, pastinya akan selalu ada godaan, ada juga yang mungkin ga suka.

Namun, Nabi Muhammad SAW saja yang merupakan manusia paling mulia juga banyak yang membenci.

Jadi, ga perlu galau jika ada yang membenci.

Ya, intropeksi diri saja dan terus maju.

Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil yang mungkin tak bermanfaat bagi beberapa orang, tapi akan berarti bagi beberapa orang.

Sekali lagi, ” Dalam keheningan ada kemurnian “

Jakarta, 29 April 2024 Pukul 00.20 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *