Ustad.
Ya, di otak ku bahwa definisi ustad adalah seorang yang mengajarkan agama.
Tentu suatu hari nanti aku ingin juga bisa menjadi seorang Ustad.
Yaa, ya pasti menjadi ustad juga bukan sebuah julukan saja, tapi dia mampu menjadi pendakwah kepada menjadi masyarakat luas.
Namun sebelum itu, yang pasti kompetensi seorang ustad juga harus kompeten.
Karena itu pentin sekali bahwa seorang ustad memiliki kurikulum pendidikan yang ditempuh nya.
Jadi bisa di tracking dari mana ia belajar, pelajaran apa yang dipelajari, guru nya siapa saja dan masih banyak lainnya.
Jujur saja di tanggal merah ini aku berpikir sebenarnya berapa banyak Ustad yang kutemui dalam setiap pekan.
Akhirnya aku cek HP dan jumlah Ustad yang terjadwal yakni 14 orang, dan setiap Ustad ada sesi nya 2 jam sendiri.
Artinya, dalam 1 minggu waktu meeting ku secara tatap muka sebanyak 28 jam. Itu belum termasuk mengerjakan tugas dan lainnya.
Aku ga tau ya kenapa jadi begini, cuman yasudah jalanin saja.
Untung saja online jadi ga perlu habis waktu di perjalanan.
Oh iya, setiap Ustad juga punya karakter dan keahlian nya masing-masing.
Jadi, aku sebagai murid bisa punya banyak referensi sudut pandang.
” Ini berlangsung sampai kapan ya? “Tanyaku dalam hati.
Yang pasti sampai akhir tahun, dan mungkin beberapa tahun ke depan.
Lagi pula, mereka membentuk ku menjadi seorang muslim yang lebih baik.
Jadi kenapa tidak aku lanjutkan saja kan? 🙂
Yaa sudah aku lanjut saja biar aku juga bisa di cross check dan menjadi lebih baik dalam segi kompetensi agama.
Toh, juga so far so good.
Ku tulis dalam notes di hp ku sambil ngeliat danau sambil minum kopi
Jakarta, 01 Mei 2024 Pukul 14.00 WIB
