Renungan Pagi

Orang datang dan pergi, ya itu biasa saja.

Terkadang dalam hidup, kita terlalu berharap sama orang yang kita cintai.

Entah itu keluarga, pacar, istri, suami, anak ataupun lainnya.

Padahal, manusia ialah tempat nya kecewa.

Jangan pernah berharap sama manusia !.

Itu saja.

Jika kau ingin melakukan yang terbaik lakukan sendiri, kau boleh mempercayai ataupun mendelegasikan kepada manusia lain tapi tak perlu berharap.

Jika berhasil, Alhamdulillah, jika gagal ya tak perlu kecewa alias takdir.

Tentang Takdir

Jodoh, rezeki, maut itu udah takdir.

Itu minimal yang aku percaya.

Jadi kalo memang sudah usaha tapi belum takdir nya ya memang seperti itu jalan nya.

Terkadang ada orang yang paling sok tahu tentang memberikan arahan jodoh lah, rezeki kah atau apapun.

Saran ku : dengerin saja, setelahnya menjauh lah dari orang tersebut.

Ya kenapa ?.

Kita ga minta saran tapi dia yang tiba-tiba kasih saran yang panjang lebar dan dialah yang sepertinya paling benar.

Biasanya orang kaya gitu padahal dia yang paling banyak ngeluh dan ekspetasi terlalu banyak dalam hidup.

Menjauh dari orang tersebut lebih baik dikarenakan tak perlu menghabiskan waktu dengan orang itu, dan fokus saja langsung bekerja ataupun berkarya.

Teman terbaik

Tentu kategori teman-teman terbaik itu ya paling membuat diri kita lebih baik.

Dan bisa dekat dengan -Nya. Serta, selain se frekuensi tapi paling penting juga tulus.

Bisa di cek pas kalian susah dia masih menghubungi kah ?.

Oh iya, teman juga belum tentu teman kantor, teman sekolah, ataupun teman komunitas.

Bukan !.

Dia itu teman yang tak peduli naik turun hidup tapi dia ada di dalam lingkaran hidup kita.

Menjadi laki

Be a man ya.

Hm jelas sih di otak ku ya laki harus kuat.

Itu udah menjelaskan segalanya.

Kunci dari kuat adalah kesadaran diri.

Sadar bahwa ada waktu kerja, ada waktu ibadah, ada waktu keluarga, ada waktu sosial, ada waktu ohlaraga dan banyak lagi.

Ya itu bagaimana aku memandang seorang laki-laki.

Jika tak kuat, maka kuatkan lah.

Kenapa?.

Karena banyak tanggung jawab kita.

Keluarga kita juga kita yang nuntun ke akhirat.

Lawan kemalasan

Bener-bener deh kita mesti lawan kemalasan.

Kenapa ?.

Ya karena kalo males nih ya bakalan sia-siain waktu aja.

Semoga aku masih bisa terus nulis dan makin semangat kawan kemalasan.

Amin ya Allah.

Jakarta, 12 September 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *