Belakangan ini aku ngerasa bahwa memang untuk menjadi seorang pemimpin maka haruslah melalui penderitaan.
Alasan nya jelas, jika kau tak mengalami penderitaan, tak melihat penderitaan atau bahkan tak tahu tentang penderitaan, rasanya itu hal yang tak masuk akal jika kau ingin menjadi pemimpin.
Belakangan ini, lihatlah siapa yang menjadi pemimpin kita sekarang.
Banyak dari mereka yang inkompetensi.
Inkompetensi bisa terjadi karena banyak hal, tidak profesional sesuai dengan bidang nya, kemudian juga tugas pemimpin yang hadir untuk masyarakat tapi karena dia tidak mengalami atau bahkan lebih gila lagi tak mengetahui penderitaan apa yang sedang dialami, gimana mau hadir kan.
Jika tidak menyadari, ya gimana untuk menyelesaikan nya.
Hm, mungkin mulai dari mana ya.
Baiklah, bertahap aja dari minum kopi hitam dulu yang ada di samping laptopku ini.
Gigi
Belakangan ini, aku sakit gigi.
Ini mulai berawal ya aku makan biasa, kemudian ada yang nyangkut, dan pakai tusuk gigi tapi ga keluar.
Akhirnya, aku ke puskesmas dan infonya, ada gigi geraham bawah yang berlubang.
Katanya, mesti ke perawatan saluran akar gigi.
Ya sudah, aku mulai dari puskesmas dulu, yang dibersihkan dahulu, dan ditambal sementara, kemudian seminggu nya lagi aku datang dan dibuka tambal sementara dan ditambal sementara lagi. Walau aku ngerasa udah sembuh, tapi kemudian, aku dirujuk ke RSUD untuk perawatan yang lebih lanjut.
Katanya, biar tuntas.
Tapi, aku tanya ke beberapa teman ku yang seusiaku, atau yang dibawah ku.
Katanya, mereka giginya udah ada yang dicabut.
Waduh kok udah dicabut, gimana itu makan nya wkwk.
Ya itu sih cuman bercandaan aja.
Cuman, aku belum sampai dicabut dan ga ada niatan untuk dicabut ya tuhan wkwk.
Ya, makanya biar tuntas untuk perawatan dan di awal bulan Januari 2026 aku ke RSUD untuk perawatan saluran akar gigi.
Setelah nya katanya akan ditambal permanent yang bisa tahan belasan tahun.
Ini aku pakai BPJS sehingga gratis.
Cuman ya harus mulai dari puskesmas kecamatan, kemudian nanti dirujuk ke RSUD daerah nya.
Aku sih ada asuransi ya, cuman jarang dipakai.
Dipakai nya kalo ada yang urgent aja.
Kenapa ya ?
Entahlah, karena mungkin kurang mengenal aja sehingga kurang tahu aja pemakaian nya.
Paling dalam hidup ku, ya paling sering yang pasti di puskesmas & rumah sakit milik pemerintah, kemudian klinik & rumah sakit Universitas Indonesia & terakhir Rumah Sakit SOS PT. Freeport Indonesia.
Itu sih semua gratis ya, karena aku bagian dari terkait.
Udah sih itu aja.
Eh tapi setelah mendapat rujukan ke RSUD, sebenarnya aku udah lama ga kesana sih.
Akhirnya, aku cek ombak dulu lah kesana dan ya, sudah banyak berubah.
Terakhir aku kesana itu lima tahun lalu, antrian masih ngantri.
Kadang bisa 1-2 jam hanya untuk berdiri saja.
Kalo sekarang lewat online.
Enak sih, cuman harus cepat-cepat, kalo engga bisa 2 minggu hingga 1 bulan baru dapat jadwal.
Di RSUD pun, aku melihat banyak sekali pasien yang ada.
Ya, untung ada BPJS sehingga gratis.
Kalo ga ada mah, bahkan untuk yang gigiku saja sudah bisa habis jutaaan hingga belasan juta mungkin.
Walau pengelolaan BPJS pemerintah belum maksimal, tapi aku pikir kebijakan ini perlu dipertahankan.
Kemudian, tentang uang.
Rasanya, sekarang banyak sekali orang yang ku kenal yang dulunya kaya sekali tapi setelah pensiun ya bahkan untuk makan saja susah.
Bahkan untuk punya uang satu juta, banyak yang bilang itu berat untuk pensiunan seperti dia.
Iya, dulu mah kaya banget, mobil bagus dan banyak sedekah.
Tapi kalo sekarang jauh dari kata itu sekarang, buat ongkos aja susah.
Aku ga bilang bahwa uang adalah segalanya, bukan.
Tapi uang yang cukup itu membantu kita bisa maksimal ibadah untuk Nya.
Walau, aku belum, ya gitulah, tapi masih terus berusaha.
Namun, lihatlah apa yang terjadi.
Mereka itu pernah kaya, kenapa jadi susah.
Artinya, ada yang salah.
Memang ga bisa di generalisir tapi, orang yang biasanya miskin lebih tetap untuk miskin.
Tapi, kalo dia pernah kaya tapi menjadi miskin seperti ada kesalahan dalam hidup saja.
Ya, sebagian saja ini sih.
Pengelolaan uang pensiun yang kurang mumpunin, dana darurat yang sudah habis, ga ada passive income dan masih banyak lainnya.
Sejujurnya, tema tentang ini tuh pengen gue bikin dalam satu buku sendiri.
Ya biar tertata rapi saja.
Aku menyadari masalah literasi keuangan ini pada saat aku kuliah di tempat terbaik di negeri ini, dan bahkan mendapat beasiswa terbaik juga dinegeri ini.
Ada satu yang kurang, kita tidak diajarin tentang literasi keuangan, padahal semuanya butuh uang.
Ya begitulah keadaan nya saat itu.
Akhirnya habis lulus, cari kerja, kalo engga bingung mau ngapain.
Membaca buku itu penting, bukan buat orang lain, tapi untuk menolong dirinya masing-masing.
Kesehatan & uang ya di tulisan ini yang ku bahas.
Ya, mengalir begitu saja sih.
Aku bahagia bisa menulis dan ku pikir cukup sampai disini dulu ya, karena aku mau pergi.
Rasanya, sudah puluhan orang yang menanyakan itu kepada ku.
Iya, tentang hiatus.
Walau aku tak punya sosial media seperti instagram, tiktok dan semacamanya.
Iya, dulu punya sih tapi udah ga main lagi.
Tapi, aku punya facebook & juga WA.
Umumnya mereka tahu dan bisa menjangkau dari itu.
Dari facebook, ya melihat postingan ku.
Kemudian, dari WA ya lihat dari WA status ku.
Facebook & WA
Tentu, sosial media pertama yang ku punya adalah Facebook.
Rasanya, kalo hapus sosial media ini gimana gitu.
Maklum, udah 15 tahun lebih kan.
Terlebih, aku masih nyaman dengan sosial media ini.
Iya, bisa dibilang sekarang mah anak muda jarang main facebook, isinya umumnya yang main facebook di beranda ku itu bapak-bapak kepala 50an ke atas.
Atau mungkin ada beberapa anak muda yang main, tapi itu main nya di IG, cuman terkoneksi lah di facebook jadi keliatan aktif.
Ya tahu dari mana, ya beberapa teman ku juga kaya gitu.
Mereka ga sadar kalo sosial media facebook nya terkoneksi dengan Instagram.
Mungkin ini karena juga udah gabung ya antara facebook dengan Instagram menjadi grup nya Meta.
Kemudian WA ya.
Sebenarnya WA itu seingatku aku punya di tahun 2018 atau 2019 kali ya.
Dulu aku main nya di aplikasi Line.
Seiring dengab lulus kuliah, aplikasi itu ditinggalkan, mungkin juga udah menurun kali ya kualitas nya.
Iklan nya banyak sih wkwk.
Kalo di WA, karena udah mulai kerja dan rata-rata grup nya WA.
Ngomong-ngomong tentang WA tuh ya, gue ga pernah tuh dulu pasang status WA di facebook.
Bahkan 5 tahun lebih dari 2018 / 2019 hingga 2023 gitu, foto profil WA gue itu ga pernah ganti yakni foto pemandangan Bali yang gw datengin di 2018 wkwk.
Memang bagus sih, iya itu di Uluwatu.
Hm, Uluwatu ya.
Ah sudahlah, nanti aku kesana lagi dengan menepati janjiku.
Nah, kemudian gue itu dapat terilhami dari siapa ya ?
Lupa, pokoknya tentang kalo elo punya karya ya disebarluaskan gitu, kalo engga ya gimana orang tahu kan.
Hm, bener juga sih ya, emang gue anak siapa ? anak raja ? anak kiayi terkenal ? engga kan.
Nah, jadi kalo elo punya jualan, punya karya, ya disebar dong.
Kalo bukan elo yang mengenalkan ya siapa dong ?
Jleb, pikiran itu nancep di gue sih.
Nah, makanya tuh kalo gue ada karya kaya buku gue atau semacamnya ya di published kan.
Maklum, kita kan orang biasa ya.
Kalo ada orang yang berpikir butuh validasi lah, berpikir nanti negatif lah.
Ya banyak lah ya, banyak hal yang diluar kendali kita.
Yang penting, kita ga rusak kebahagiaan ataupun menyulitkan orang lain.
Sehingga, 2024 – 2025 ya sering lah bisa dibilang pamer tentang karya gue.
Tapi, sebenarnya gue juga berpikir sih kalo gue bikin status WA, apa manfaat nya buat orang lain.
Kalo engga ada manfaat nya kaya pamer jalan-jalan, makanan atau apalah gitu ya ga pernah sih.
Emang manfaat buat orang lain buat apa kan.
Ya selalu lebih ke mengenalkan karya, donor darah, buku atau apapun itu lah.
Kali kan orang lain juga tertarik dengan hal yang positif.
Pertanyaan tentang hiatus
Rasanya, udah puluhan baik di chat di WA, telepon, ketemu langsung yang menanyakan kapan hiatus ku berakhir.
Rasanya, banyak orang yang peduli ataupun sekadar basa basi.
Tapi, yang jelas pertanyaan nya sama yakni kapan hiatus ku berakhir.
Aku selalu bilang, mungkin di tanggal 31 Desember 2026.
Iya, seperti rencana di awal.
Rasanya lama sekali ya, mereka pun juga bilang yang sama.
Tapi, itu juga jadi derita juga mungkin di gue awal-awal.
Rasanya, ih pengen pamer donor darah lagi lah ya wkwk.
Tapi yaudahlah, itu juga menjadi kaya apa ya, kaya ini sih lebih, eh gue lagi hiatus jadi yuk ah untuk tetap produktif.
Sejujurnya, hiatus juga membuat berpikir lebih dalam tentang kehidupan ini.
Iya tentang arah.
Sebenarnya apakah hidup gue sudah tepat ?
Ditambah rencana kedepan yang mungkin bahkan lebih gila, lebih berani dan lebih deh.
Dan mungkin, ketika orang pada penasaran, ya mungkin mereka berakhir di website ini, website yang mungkin ga akan aku tutup sementara.
Tapi, terimah kasih telah peduli dengan ku.
Website & Buku
Rasanya juga mungkin setelah tulisan ke 200 di website ini.
Btw, ini udah postingan ke 196, aku pikir rasanya aku mau pindah sementara untuk fokus nulis buku.
Iya aktif juga di website sih, cuman ga aktif banget ya.
Wajar, energi ku, waktu ku, dan pikiran ku kan juga sudah tercurahkan di buku.
Jadi, kalo udah cape nulis ya istirahat saja.
Mungkin dalam sehari juga ada maksimal nulis itu berapa jam kali ya.
Aku sih ga tahu tentang itu.
Tapi, kalo kebanyakan nulis juga rasanya cape aja dan ya istirahat saja.
Btw, elo pernah ga sih bete gitu sama chat gpt.
Jadi, gue tuh mau nulis dan nanya ke chat gpt tentang ide, nah ini sih chat gpt langsung jawab dan bagus lagi tulisan nya.
Rasanya langsung lemes aja wkwk.
Iya lah, oranng mau nulis susah payah tapi chat gpt udah tahu aja kan.
Yasudah rebahan lagi kan wkwk.
Tapi, kalo dipikir lagi, chat gpt itu template jawaban nya dan tidak ada emosi nya.
Mungkin sekarang ke aslian itu harga nya tinggi sekali.
Kaya kalo gue bikin tulisan A Day with warrior.
Itu sesuatu yang chat gpt ga bisa bikin.
Nah, tapi itu kan terjadi ke semua orang.
Lagi pula, kalo berpikir kaya gitu, ya kapan gue mau nulis kan.
Keaslian, gagasan ku, dan bagaimana aku melihat dunia itu yang mungkin akan menjadi pembeda.
Pokoknya nulis ey, kalo mikir sesuatu yang diluar kendali mah susah atuh.
Rasanya bulan Desember 2025 ini sering kali hujan.
Iya hujan terus rasanya.
Untung nya pekerjaan ku ini memungkinkan aku untuk bisa bekerja dari mana saja.
Namun, kalo ada janji, ya pergi ke kantor ataupun ke tempat yang dituju.
Jika tidak, dirumah saja, ataupun di perpustakaan, ataupun di cafe yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas kerja & meeting.
Enak nya itu ya ga kena macet, ga habis energi, dan juga ga habis waktu yang mungkin bisa dua jam sendiri di jalan, dan bila macet mungkin bisa sampai empat jam.
Tentu, aku pernah mengomentari ini di tulisan ku sebelumnya.
Bahwa tanpa terasa kita menjadi tua di jalan tanpa disadarin.
Serta, banyak hal produktifitas yang menjadi hilang saja karena sudah habis waktu, energi & juga pikiran.
Ini tugas utama dimulai dari pemerintah yang mesti membuat solusi seperti ini.
Jika tidak, bangsa yang katanya muslim dengan jumlah populasi terbesar pertama ataupun kedua di dunia ini tidak akan kemana-mana.
Aku yakin, jika pemerintah mengurusin hal ini, maka kemudian masyarakat juga akan mengikuti tentang kebijakan ini.
Bangsa ini, adalah bangsa yang masih memalukan.
Banyak hal yang mesti diubah, tapi kupikir itu tidaklah terjadi dalam waktu semalam.
Saat aku bertemu dengan para tokoh bangsa, tentu yang menurutku bagus.
Mereka selalu menekankan karakter & fundamental.
Rasanya, di dunia ini yang serba instan dan cepat membuat pergerakan secara perlahan dan menerima hasil nya nanti adalah sesuatu yang tidak diminati oleh banyak orang.
Ataupun jika aku menyerah akan hal itu, mungkin saja, aku tak ingin naif.
Tapi sejak ku mengebalkan diriku sebagai Warrior atau dalam bahasa indonesia yang artinya pejuang, maka aku berpikir tentang banyak menerima kehinaan, kegagalan, ataupun keputusasaan.
Tentu, sejarah telah membuktikan bahwa pahlawan kita dahulu, ataupun para Nabi telah memberikan banyak contoh perjuangan yang luar biasa.
Banyak yang bahkan sampai akhir hidup nya tak menikmati hasilnya, beberapa ada yang menikmati hasilnya sebelum meninggal.
Tapi, ada satu kesamaan yakni mereka tetap teguh meyakini tentang nilai-nilai yang diyakinin nya.
Dunia saat ini adalah dunia kapitalisme, dunia yang dibentuk pada tahun 1945.
Iya, wajar saja, para pemenang lah yang membentuk sistem dunia ini.
Untuk mengubah itu, maka perlu banyak warrior lainnya, untuk itulah aku menulis.
Dengan menulis, aku bisa menyebarkan gagasanku, ideku, dan apa yang kupikirkan kepada orang lain tanpa terkendala oleh waktu, biaya, uang ataupun status sosial.
Suatu hari nanti, akan banyak orang yang sepaham dengan ku.
Mereka akan mengomentari, berusaha mengubah, dan melawan sistem dunia saat ini.
Sistem saat ini, hanya tunggu saja akan menjadi bom waktu hingga waktu yang ditentukan.
Ku pikir jika kalian tertarik terkait ide ku ini, kalian bisa membaca lebih detail dalam buku serialku yang berjudul RA.
Kalo website ini sih, ya cuman curahan hati aja, jadi ga berat-berat.
Oh iya, aku menulis sekarang ini di hari Sabtu, 20 Desember 2025 di Perpustakaan Jusuf Kalla, di Depok.
Iya, tak jauh dari rumah ku, mungkin hanya 15 menit saja.
Dan ya, sangat terdengar suara hujan yang begitu deras.
Aku suka dengan perpustakaan.
Rasanya, auranya enak aja sih.
Kalo dirumah, ya ga sefokus kalo di perpustakaan, ya kalo dini hari mungkin berbeda ya.
Oh iya, aku pikir aku akan terus menulis hingga kematian ku.
Karena waktu ku terbatas, dan aku membbuat keabadian salah satunya melalui tulisan.
Selain menulis, aku pikir aku telah menemukan banyak hal yang ingin kulakukan hingga kematian ku.
Ya banyak ya, mungkin sekarang yang ada di otak ku saja seperti menulis, donor darah, lari, & membaca.
Sisanya ya nanti mungkin akan ku tuliskan di tulisan ku lainnya.
Hidup ya, aku harus mempersiapkan untuk perperangan nanti.
Terkadang, jalan yang kita ambil berbeda bukan karena gimana, tapi karena kita telah dipilih.
Terkadang pula, kita selalu menunggu seorang pahlawan yang hebat untuk membuat dunia kita berubah.
Tapi mungkin, terkadang pahlawan yang kita tunggu-tunggu selama ini adalah diri kita sendiri.
Itu wkwk.
Oh iya, target ku sebelum pergantian tahun baru, tulisan di website ini bisa mencapai angka 200 tulisan.
Tak perlu melihat orang lain yang mungkin sudah berjalan cepat.
Terkadang hidup harus lah seperti itu.
Haruslah menerima diri.
Itu saja.
Aku tahu bahwa banyak orang berpikir tentang kemajuan.
Namun, apakah mereka berpikir tentang kemunduran.
Apakah hidup selalu berhasil.
Terkadang kau harus berpikir tentang kerugian.
Kerugian yang bisa diterima.
Ku pikir, itu adalah bagian dari manajemen resiko.
Kau tahu, apa yang membuat tontonan anime itu menarik.
Bukan karena main character nya yang langsung hebat, bukan.
Yang membuat anime tersebut hebat adalah pengembangan karakter nya.
Yang selama ini tokoh yang kita jagokan, ternyata kalah, dan harus berhenti terlebih dahulu saja untuk belajar, berlatih atau mungkin juga berdoa.
Pengembangan transformasi itu yang membuat menjadi menarik.
Aku juga kagum bahwa kadang orang lari itu dari dia gendut sekali sampai dia bisa ikut event lari bahkan ada yang menyelesaikan half marathon ataupun lebih.
Bagiku, itu menganggumkan.
Iya, itulah hidup.
Awal & akhir yang tak bisa disamakan dengan lainnya.
Tapi, percayalah pada dirimu sendiri.
Kau boleh kehilangan semua yang ada di dunia ini, tapi jangan pernah kehilangan dirimu sendiri.
Itu adalah kepastian yang tak bisa disamakan.
Kemudian, pikiran & hati.
Itu pun juga harus ada pembatas kotak dan banyak kotak.
Kau tak bisa memperadukan satu sama lain.
Jika kau aduk satu sama lain, maka ketidak adilan adalah keputusan yang dihasilkan.
Dan itu membuat dampak yang negatif.
Berbeda dengan adil, walau tak disukai hasilnya tapi itu adalah kemaslahatan yang banyak untuk umat manusia.
Aku selalu kagum dengan orang-orang adil.
Ku pikir itu dulu saja, karena aku kembali bekerja.
Dalam beberapa terakhir ini, ku pikir banyak hal terjadi.
Tentu, setelah aku mengumumkan hiatus dan menjalani masa hiatus ini sejak satu bulan, rasanya lebih tenang saja.
Tentu, alasan aku hiatus untuk menentukan arah.
Iya, arah ku sendiri.
Aku yakin bahwa setiap orang memiliki jalan nya berbeda-beda.
Aku hanya ingin menjalankan takdirku saja.
Ya Allah, berikan petunjukmu.
Rasanya, berat badan ku juga mulai turun.
Dari yang biasanya di angka 71 – 72 Kg, sekarang di kisaran 65 Kg.
Iya, turun 5 Kg lebih.
Kalo dipikir, ga terasa aja sih kenapa bisa seperti itu.
Memang sih, aku mengurangin makan dimana mungkin dalam satu hari hanya 1-2x makan saja.
Sisanya, ya ngopi & minum air putih saja,
Cuman memang terasa lebih ringan.
Ditambah, rasanya juga lebih hemat sangat.
Ya, kedepan aku ingin puasa, perbanyak berpuasa.
Ya semoga saja ya Allah.
Kemudian, apa ya.
Aku mulai beresin kamar dan juga tas ku.
Di dalam tas, aku juga banyak isi dengan peralatan ku seperti laptop, mouse, headset & belakangan ku masukkan payung dalam tas ransel ku.
Tapi entah kenapa, rasanya malam ini saat aku melihat rak buku ku di kamar ku, dan entah kenapa ada video dengan background lagu Opick yang berjudul Di Bawa Langit-Mu, aku mulai gelisah.
Iya, aku melihat Alquran yang ada di rak ku.
Rasanya, Alquran hanya digunakan saat ada keperluan saja.
Saat aku mengaji, udah sih itu.
Sisanya, ya ga pernah.
Walau ada Alquran di HP, tapi kenyataan nya banyak sekali distraksi saja.
Ku pikir aku akan memasukkan Al Quran lagi kedalam tas ku lagi.
Dulu sih iya, tapi entah kenapa sekarang ya begitu.
Masuk Surga
Guruku pernah berkata bahwa orang-orang yang masuk surga adalah orang pilihan.
Karena itulah jumlah nya sedikit, ya di seleksi.
Kemudian, nyatanya orang yang kita sayang belum tentu bisa masuk surga bersama kita.
Hubungan darah di keluarga kenyataan nya juga belum tentu memiliki ideologi yang sama dengan kita.
Karena itulah, ada istilah anak ideologis.
Iya, orang-orang yang memiliki ideologi yang sama sama dalam memandang dunia & akhirat ini.
Biasanya, generasi usia tua & muda pun melakukan pertemuan secara berkala untuk generasi tua membina yang generasi muda.
Aku pun demikian.
Aku mengenal anak ideologis ku karena aku merupakan nya.
Saat itu, ada sesi yang mana aku harus mengisi banyak sekali halaman kertas ukuran A4 dan menjawab pertanyaan tentang kondisi Indonesia & dunia.
Aku menjawab, dan ya, dipertemukan dengan para guruku.
Aku tak malu untuk mengatakan bahwa aku adalah akumulasi yang aku baca.
Aku banyak sepakat dengan Cokroaminoto dalam memandang hidup.
Aku hanyalah orang yang berjuang dalam ajang perlombaan dalam melawan kematian ku.
Surat At-Taubah (9): 24
“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”
Aku mendengar ayat ini saat aku menjadi anak Asrama saat kuliah.
Tentu, aku memahami nya,
Ditambah juga ayat ini dijelaskan dengan baik oleh guru ku dengan sangat baik.
Iya, semakin buat aku memahaminya.
Aku pun juga saat menjadi pembina apel saat upacara hari senin saat, pernah menjelaskan ayat ini.
Tuhan, ampunilah dosaku.
Tuhan, di dunia yang penuh dengan fitnah ini.
Jujur saja, banyak sekali uang dari Pinjol, Paylater ataupun yang membuat rasanya nikmat sesaat saja.
Iklan pun dibungkus dengan sangat rapi.
Tapi kau sudah memutuskan tentang hukum itu, Riba, adalah sesuatu yang kau perangi,
Aku rak ingin berperang dengan mu, siapa aku.
Tuhan, tolong lah aku & izinkan aku untuk berperang dengan mu.
Jejak
Kau tahu, dalam hidup manusia ini sangatlah singkat, sangat sekali.
Aku hanya ingin hidup dalam keberkahan selama ku hidup.
Aku tak ingin menjadi orang lain.
Yang megah, yang hebat, yang apapun itu.
Aku hanyalah seorang yang ingin selalu ingat bahwa kematian selalu mengincarku.
Dan aku harap dalam kehidupan ku hingga kematianku, aku tak ingin ada dunia dalam hatiku, biarkan dunia hanya ada ditangan ku saja.
Tuhan, kapan kah kau memanggil aku kembali ke surga ?
Aku selalu siap dalam setiap waktu.
Atas dasar itu pula, aku siap hidup dan siap untuk meninggalkan dunia ini kapan saja.
Aku hanya perlu meletakkan dunia ini ditanganku saja.
Beberapa orang mengatakan bahwa aku terlalu radikal karena terlalu jujur.
Tapi, bukankah sudah ku bilang, bahwa hidup ini sangatlah singkat.
Maka, jika seseorang ingin berperang dengan ku, lakukan lah.
Karena aku hanya menjemput impian ku, yakni kematian agar kembali ke surga, dan biarkan aku berjuang dalam garis takdirku.
Ramadhan 2026.
Hanya satu yang ingin ku sampaikan, pada kau Ramadhan 2026.
Aku akan berjuang sekuat mungkin untuk Mu.
Dalam siang ku , aku Dhuha, aku zikir, dan dalam malam ku, aku tarawih, tahajud, witir dan aku selalu suka sahur & berbuka bersama para muslim.
Aku saat ini sedang berjuang.
Aku akan hidup, abadi, karena aku telah hidup dan menghidupi semesta.
Iya, aku bilang bahwa hidup di dunia untuk menjadi Khalifah dan juga menjadi hamba tuhan.
Menjadi Khalifah, itu artinya menjadi pemimpin.
Menjadi pemimpin, itu artinya menjadi tokoh.
Tokoh.
Banyak tokoh yang ku kagumi.
Mereka adalah orang besar yang banyak dari negara ataupun waktu yang berbeda.
Aku mengenal banyak tokoh, banyak sekali.
Hal itu terjadi karena aku suka baca buku Non fiksi.
Tapi, itu dari buku.
Dari buku, aku mengenal Soekarno, Lenin, Plato, Yusuf Qardhawi dan masih banyak lagi.
Ku pikir aku banyak ucapkan terima kasih juga dalam buku Terimakasih Jilid 1 : Perpustakaan.
Mereka punya pola yang sama, mereka adalah Warrior.
Ya, mereka bukanlah orang pada umumnya, mereka berpikir besar dan melakukan hal yang besar.
Polanya sama, berpikir berbeda, menderita, berjuang, hingga beberapa berhasil dan beberapa berujung kematian tapi tetap memegang teguh nilai-nilai yang diyakininya.
Bahkan, beberapa nama mereka baru harum jauh setelah kematian nya.
Tapi, mereka hidup dengan periode waktu yang berbeda dengan ku.
Aku tak bisa berbicara dengan mereka.
Aku tak bisa berkeluh kesah dengan mereka.
Namun, ada banyak guruku yang juga hebat yang mana hidup dengan seperiode dengan ku.
Banyak sekali, aku mengeluh kesah dengan Prof. Rhenald Kasali tentang masa depan yang penuh ketika pastian.
Aku sampaikan beberapa kali, tapi beliau terus motivasiku.
” Dulu saya juga diremehin Rio “ ” Dulu saya juga ngeliat senior saya, gimana ya cara bisa punya rumah dan mobil seperti dia “ ” Dulu, banyak yang juga mengabaikan saya Rio “
Kamu tenang aja, jalanin apa yang bisa jalanin, dan lakukan yang terbaik. Kemudian, tetap buka peluang pada kesempatan lainnya, insya Allah akan ada jalan nya.
Itu yang dia katakan padaku, secara berulang ulang.
Aku sampaikan keluh kesah ku pada Pak Sudirman Said tentang kebencian ku pada premanisme seperti parkir liar yang di dinormalisasi. Beliau tersenyum dan berkata,
” Tetap jaga idealismu itu, dan masuk secara perlahan untuk ubah sistem “
Aku paham dengan dia, bahkan contoh nyata nya saja dia yang dipecat karena tidak mengikuti keinginan bos nya.
Ya beda pandangan saja dengan atasan nya.
Aku pun juga sering dengar masukan Prof. Raldi, yang merupakan salah satu guru besar di FTUI.
Beliau berkata,
” Yang penting fokus dengan apa yang kamu tekunin. Kerja ikhlas, dan yakin sama yang kamu percayai. “
Dan dengan nada berapi-api walau dengan usia 72 tahun tapi masih terus bekerja dan berinovasi.
Masih banyak guruku yang selalu menyemangati ku, mempercayai ku.
Mereka selalu bilang, “ Setiap orang ada momen nya, yang penting kuatkan fundamental dulu. “
Aku sepakat dengan itu semua, aku sepakat.
Keberhasilan seseorang bukanlah dapat diukur dari dunia.
Tapi, aku kadang khawatir.
Tidak, aku selalu di motivasi dengan teman ku.
Sering kali, setiap minggu nya aku nelpon dengan teman dekatku, bisa 2-3 jam untuk berdiskusi tentang kehidupan.
Terkadang ketika aku menyampaikan, keluh kesahku, mereka selalu menyemangati ku, percaya padaku.
Begitupula dengan UI, banyak sekali hidupku berhubungan dengan UI.
Alumni nya, fasilitas nya dan segalanya.
Tuhan, apakah aku akan menjadi sosok orang yang disebut sebagai ” Tokoh “.
Saat semua orang percaya padaku, tapi jika aku tak percaya pada diriku, ya sama aja bohong.
Aku hanya perlu percaya pada diriku sendiri.
Pelan tapi pasti, aku hanya perlu jalanin yang di depan mata dahulu.
Ku pikir selain air putih, maka cairan yang paling banyak masuk dalam hidupku adalah kopi.
Iya, kopi.
Pertama kali aku minum kopi itu mungkin pada saat SMP.
Ya, sekitar 15 tahun yang lalu dimana ya asal coba aja dengan minum kopi sachet dan akhirnya terus hingga terus sampai sekarang dan menjadi kopi hitam.
Ah, rasanya aku ga mau cerita tentang kopi, lain kali saja !.
Ya, ku pikir rasanya cape sekali ya menjalani hidup dengan banyak kesibukan.
Tapi, aku selalu ingat apa kata guruku pada saat aku menjadi mahasiswa yang tinggal di Asrama. Katanya,
Pemimpin harus sibuk !.
Iya sibuk, artinya dia banyak waktu diluar keluarganya, dan di luar banyak hal.
Dia tidak terikat pada sesuatu yang mengikat di dunia ini.
Tanggung jawab ada, cuman waktu yang tak banyak saja.
Dulu, aku terlalu naif bahwa ” Iya, tapi mestinya bukan sibuk tapi produktif “.
Sejujurnya, mungkin yang dimaksud guruku sudah lebih daripada tingkatan itu.
Selain produktif, dia harus kerja keras, bahkan kerja ikhlas.
Bahkan dia harus siap mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan segalanya untuk hidup di dunia ini.
Sejujurnya, tak banyak orang seperti dia.
Tapi, aku tahu bahwa aku telah dipilih.
Banyak hal terjadi, tapi ku pikir ini adalah kepercayaan anta generasi.
Jika aku bisa, aku mungkin ingin hidup biasa saja, biasa saja, kemudian mati.
Tapi, ku pikir hal seperti itu tak mungkin untuk orang seperti ku.
Alasan nya ?
Jelas, bahwa aku memiliki pemikiran yang berbeda pada umumnya.
Hal yang terbaik yang ku punya bukanlah fisik, melainkan pikiran itu sendiri.
Sebuah pemikiran yang dipandu dengan keberanian yang makanya disebut Warrior.
Tapi, itu kan sekarang, kedepan siapa tahu.
Aku bukanlah orang yang ingin mendahului takdir, bukan.
Aku hanyalah seorang manusia yang begitu lemah yang telah memilih jalan hidup nya sendiri.
Terkadang, orang-orang seperti itulah yang akan mengubah dunia.
Pemikiran.
Ah rasanya sial sekali, aku banyak membaca buku.
Mengenal banyak tokoh hebat yang membuat aku mengenal banyak hal dan membuat ilmu itu menjadi pertanggung jawaban.
Aku sellau berpikir, bagaimana aku berhadapan dengan Nya.
Apakah aku siap ?
Sejujurnya, bahwa dunia adalah jalan untuk menuju akhirat.
Kita berlomba dengan kematian itu sendiri.
Lalu, apakah kau siap untuk hidup ?
Hidup ya, hm.
Jika kau ingin menjadi hidup itu sendiri, merdeka, dan berdiri dengan kaki sendiri.
Jika aku boleh saran, maka kau harus melepas ikatan apapun dengan dunia ini.
Ikatan tentang cinta, uang, dan lainnya.
Dunia ini mengikat banyak hal, misalkan saja cinta, hutang, riba, perjanjian, ataupun lainnya.
Jika kita terikat dengan ini, maka sejujurnya kita sedang berperang dengan Allah.
Banyak ayat yang menyampaikan itu semua.
Maka, solusinya adalah taubat Nasuha.
Kemudian pelan tapi pasti untuk menyelesaikan itu semua.
Ku pikir itu adalah nasehat untuk diriku sendiri.
Kemudian, jadikanlah dunia di tangan mu saja, bukan dihatimu.
Seseorang yang siap mati kapanpun & dimanapun, maka itu adalah orang yang benar-benar siap hidup.
Jumlah orang tersebut tidaklah banyak.
Mungkin sangat langkah, tapi kebenaran bukanlah sesuatu yang dihitung berdasarkan jumlah.
Kau tahu, apakah kau siap mati saat ini juga ?
Apakah kau siap masuk neraka ?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering kali masuk di otak ku.
Tuhan, ku serahkan kehidupan ku padamu. Jika kau ingin mengambil nyawaku kapan pun, aku selalu siap. Itu adalah impianku di dunia ini.
Ku pikir aku sudah mulai mengantuk, dan oh iya kemarin aku donor darah.
Ini fotonya, tolong dimaafkan ya karena kurang ohlaraga.
Donor darah 6/6 di tahun 2025 🙂
Semoga tahun depan, 2026, bisa kembali ohlaraga ini.
Oh iya, aku hiatus sudah satu bulan ternyata.
Banyak sih keinginan untuk tidak hiatus lagi, tapi ini belum momen nya.
Ku pikir dengan perbanyak diam, itu rasanya juga lebih damai saja.
Dan ya, jelas sekali bahwa energi ku bisa kupakai untuk menulis juga.
Aku selalu percaya bahwa di setiap fenomena zaman, tulisan akan tetap abadi.
Ini sudah terbukti ribuan tahun sejak manusia hidup.
Dan ya, maka ribuan tahun kedepan tulisan pun akan tetap ada.
Ku rasa di sore ini, kepala ku sudah mulai pusing.
Satu hal yang mungkin aku sadari bahwa aku belum meminum kopi untuk hari ini.
Iya, rasanya jika tidak mengosumsi kopi hingga singa hari, mungkin kepalaku rasanya pusing sekali.
Aku rasa aku juga sudah mulai kencanduan dengan kopi ini.
Untung nya bahwa kosumsi kopi yang ku minum adalah kopi hitam, dimana tidak adanya gula.
Yasudah, aku seduh air panas, kemudian aku tuangkan kedalam gelas berisi bubuk kopi hitam, ku aduk dengan gelas dan ku tambahkan dengan es batu.
Ku pikir aku lebih sering membuat kopi Americano dari pada yang lain.
Alasan nya sederhana, lebih simple dan dapat diminum berulang kali dalam mendampingin aktifitas.
Baiklah, aku mulai dari mana ya.
Mungkin mulai dari jumat malam aja kali ya.
Ya kan kalo cerita senin-jumat, ya gitulah, umumnya paling banyak kerja kan dalam waktu di harinya.
Yowis, mari kita memulai.
Jumat, 28 November 2025 Pukul 19.00 WIB
Ya, aku baru sampai rumah dari kantor & cuci muka di kamar mandi.
Aku langsung membuka laptopku dan memang ada meeting dari jam 19.00 – 22.00 WIB ini.
Ya meeting dengan ILUNI FTUI & ILUNI depertamen se FTUI.
Meeting hari ini adalah meeting laporan pertanggung jawaban selama satu tahun kepengurusan.
Sejujurnya, aku buat hari ini dan memang semua data udah ada tinggal dibuat aja.
Dikarenakan ini juga pertama kali aku ikut kegiatan ke ILUNIAN dan langsung diamanahkan jadi ketua ILUNI Program Profesi Insinyur FTUI untuk kepengurusan pertama.
Aku ga tahu format apa yang akan ku presentasikan.
Sehingga, pada kamis malam di jam yang sama, sudah ada presentasi dari ILUNI FTUI & ILUNI departemen yang lain, sehingga aku bisa melihat format nya.
Iya, dibagi 2 hari dikarenakan biar tidak terlalu lama dalam satu waktu.
Meeting nya pas hari kamis itu hybrid, kalo jumat ini online.
Setiap departement mempresentasikan kegiatan selama satu tahun dan rencana tahun kedua.
Aku pun kebagian terakhir karena ILUNI yang baru.
Aku mulai di jam sembilan malam dan sekitar 20 menitan aja.
Ya biasa, dalam menyampaikan laporan ya jelasin apa adanya aja.
Kalo itu sih aku ya, sehingga ketahuan mana yang perlu ditingkatkan kembali.
Sejujurnya, di tahun depan itu aku banyak rencana dengan ILUNI ini.
Semoga aja terlaksana ya.
Oh iya, ini sebagian dari slide presentasi yang kiranya menurutku bisa ku bagikan kepada teman-teman umum.
Setelah bagian ku, ya tanya jawab dan berikan masukan untuk semuanya.
Biasalah dinamikan organisasi hehe.
Meeting selesai jam 10 malam.
Rasanya lega juga sih, ga tahu ya kenapa.
Mungkin ini karena pertama kali aja aku menyampaikan laporan pertanggung jawaban sebagai ketua ILUNI.
Iya, kalo pertama itu rasanya nano-nano deh.
Tapi mungkin kita harus lewatin yang pertama untuk bisa lanjut yang kedua.
Setelah nya udah pasti dong aku tidur wkwk.
Sabtu, 29 November 2025.
Mataku mulai terbangun dan kulihat jam di handpone ku masih jam 3 pagi.
Aku mencoba tidur tapi mata sudah ga ngantuk lagi.
Sehingga, sudah pasti baca chat atau pun main hp adalah kegiatan ku.
Chat di HP ku ga pernah sepi, makanya banyak sekali yang aku arsipkan, tolong di maafkan :).
Tapi jam sudah menunjukan jam 4 pagi sehingga aku bersih-bersih badan dan pergi ke masjid.
Ke masjid ga sampai satu menit dengan jalan kaki dari rumahku.
Rasanya sholat di masjid itu adalah impian ku, impian yang terus aku usahakan hingga akhir hayat ku.
Pulang dari masjid, main hp di kasur dan ga terasa ketiduran.
Ku bangunkan mata, dan ternyata jam menunjukkan di jam tujuan pagi.
Waduh, aku ada janji dengan tim ku MOLITAV dimana ada pengecekan kesehatan gratis di PS Store di Lenteng Agung.
Aku langsung bergegas dan sampai di jam 8 nan.
Iya, jarak nya untung nya ga terlalu jauh, hanya sekitar 20 menitan dari tempat ku.
Aku langsung bantu dong tim ku dan seperti biasa bahwa kami melakukan pengecekan kesehatan gratis baik secara manual dan dengan alat teknologi yang kami buat yakni Molitav.
Alat ini tuh lebih simple dimana cukup satu menit nempelin satu jari ke Molitav dan bisa menghasilkan hasil seperti temperatur badan & kulit, respiration rate, hingga kolestrol.
Sehingga, kedepan ga perlu tuh cek kesehatan pakai tusuk ke kulit untuk ambil darah.
Iya, itu konsep nya.
Oh iya, jangan salah kegiatan-kegiatan seperti ini juga kita melakukan karena sebelumnya sudah dapat danah hibah dari Direktorat Inovasi UI.
Nah salah satunya ya ini, melakukan pengembangan produk.
Hari ini ambil data, sosialisasi dan meminta pendapat kepada masyarakat yang menggunakan nya.
So far, kata mereka sih, mereka tertarik gitu ya, atau kalo gue ngira sih karena mereka ga enak aja sama kita wkwk.
Oh iya, ternyata juga ada donor darah dari Palang Merah Indonesia.
Iya ini acara utama nya, kalo kita mah cuman lengkapin aja.
Dan ini PMI Jaktim ternyata, ya kaya kenal ya hehe.
Moltav team di PS Store Lenteng Agung Tanggal 29 November 2025
Oh iya, aku pun juga pulang duluan sih karena ada janji duluan ke tempat Rumah Perubahan ke rumah Prof. Rhenald Kasali.
Aku izin duluan dengan tim ku, di sekitar jam setengah 10, aku berangkat dari lenteng agung ke rumah perubahan.
Sampai sana juga jam 09.50 an wkwk.
Ya seperti biasa belum mulai, dan baru mulai di jam 10.15 san kayanya.
Terus hari ini di rumah perubahan itu ada perayaan terkait dapatnya rehabilitasi untuk Bu Ira Puspadewei, Pak Harry Mac, & Pak M. Yusuf Hadi.
Iya, mereka terkait kasus ASDP yang viral, dan kasus nya ya begitu.
Akhirnya, Presiden Prabowo memberikan rehabilitasi dari putusan pengadilan itu.
Oh iya, yang ku kenal itu Pak Harry Mac sih karena senior ku di FTUI, dan dikenal baik oleh internal ILUNI FTUI.
Ya, hari ini untuk perayaan atas bebasnya mereka dari jeruji sel.
Aku tak ingin berkomentar terkait penegakan hukum di indonesia dalam tulisan kali ini.
Tapi mendengar perjuangan mereka yang luar biasa hebat dalam membangun negara namun justru negara yang menghukumnya.
Ada yang salah dengan negeri ini.
Itulah pandangan ku.
Dan ini foto kami kami bertiga dan aku pastinya.
Tanggal 29 November 2025 di Rumah Perubahan
Setelah nya, aku ngobrol secara internal dengan Pak Harry & Bu Ira dan menyampaikan puji syukur sudah bebas.
Aku juga tak ingin terlalu lama dengan mereka, memang siapa aku, dan banyak sekali wartawan yang sudah menunggu mereka di depan ini.
Selama orang baik dapat baik, sudah cukup bahagia akunya, eaaa.
Ya udah makan tumpengan ga sih, rugi dong hehe.
Sehabis makan tumpengan, aku mau balik kerumah sebenarnya, cuman lupa kalo daerah sini deket dengan TMII dimana aku mau ambil racepack juga buat event race besok.
Iya sih, kayanya gw bilang kan mau minimalisir kegiatan ikut race lari ya.
Cuman kalo murah atau gratis kenapa tidak wkwk.
Ini bayar 50 ribu dapat baju, mendali dan lainnya.
Rugi ga sih mereka wkwk.
Cuman kan ini event yang diadakan pemerintah ya sehingga juga bagian dari sosialiasi pemerintah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.